Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 66 Menceritakan kebenaran tentang Changyi Yuwen II.


__ADS_3

"Lalu kenapa ayah tidak memberitahukan ini dari dulu?" Tanya Changyi Sia penasaran.


"Dulu kamu masih kecil jadi belum mengerti." Jawab Patriak Changyi Jiao pelan.


Changyi Sia yang mendapatkan jawaban dari ayahnya hanya tersenyum kecut, memang benar meskipun ayahnya bercerita pun belum tentu dia bisa mengerti.


"Lalu kenapa juga tidak kau ceritakan itu padaku suamiku?" Kini giliran sang istri Pei Yu yang bertanya padanya.


"Itu semua aku lakukan demi menjaga rahasia keberadaan Changyi Yuwen bocor. Kita tidak tahu apakah di dalam sekte kita aman dari ada mata mata atau tidak."


"Orang tua dari Fang Yin pun tidak tau dimana cucunya sedang berlatih. Patriak Fang Tao hanya tau kalau cucunya masih hidup. Dia bisa mengerti jadi tidak mau bertanya terlalu jauh karena akan sangat beresiko untuk keselamatan Changyi Yuwen. Semakin sedikit dia tahu maka akan semakin baik untuk Changyi Yuwen."


"Aku sudah memperkirakan kalau Changyi Yuwen akan cepat keluar dari latihan tertutupnya paling tidak 10 tahun. Namun ini lebih cepat dari perkiraan ku. Dia keluar jauh lebih awal." Patriak Changyi Jiao mengakhiri ceritanya.


"Suamiku apakah kamu tau dimana putra Jun'er? Lalu kenapa kamu tidak membawanya pulang? Aku sudah tidak sabar ingin melihat putra Jun'er ini...." Nyonya Pei Yu bertanya pada suaminya.


"Sudah sampai sejauh ini aku bercerita. Kamu masih belum mengerti juga istriku?" Ucap Patriak Changyi Jiao sambil mengernyitkan keningnya, mempertanyakan kecerdasan istrinya itu.


"Maksudmu apa suamiku...." Nyonya Pei Yu masih juga belum mengerti.


"Tunggu sebentar guru. Apakah yang guru maksud Fang Yuwen adalah Changyi Yuwen dan Yong yang ada dalam cerita guru tadi?" Tanya pangeran Tang Liu yang mulai mengerti arah pembicaraan gurunya itu.


Changyi Sia yang sudah tau Fang Yuwen sebenarnya Changyi Yuwen hanya diam saja. Dia sudah tau dari masih di sekte bunga persik bahkan dia membawa surat yang dititipkan padanya.


"Kamu benar Liu'er."


"Pantas saja guru. Saudara Fang Yuwen memiliki keahlian sangat tinggi sampai sulit untuk dinalar. Aku sangat kagum dengannya guru. Aku sempat bertarung dengannya dan aku di buat tidak berkutik olehnya guru."


"Dan yang membuatku takjub adalah dia belum pernah mengeluarkan keahlian yang sesungguhnya. Bahkan selama dalam pertandingan turnamen berlangsung dia belum pernah sekalipun mencabut pedang untuk mengahadapi lawan lawannya guru."


Pangeran Tang Liu masih mengingat dengan jelas bagaimana aksi aksi dari Changyi Yuwen yang tidak akan pernah terlupakan dalam ingatannya.

__ADS_1


Karena pemuda itu lah, matanya bisa terbuka dan melihat semuanya lebih jauh. Entah sejak kapan dia mulai mengidolakan pemuda tersebut.


"Berhubung ayah sudah mengetahui identitas Yuwen'er. Maka aku serahkan surat darinya, dia menitipkan padaku. Ini untuk ayah." Changyi Sia mengambil surat yang ada di balik jubahnya.


"Jadi kamu sudah tau kalau Fang Yuwen saudara sepupumu?"


"Iya aku tau, yah. Saat kami masih di sekte gunung persik."


"Lalu kenapa kamu tidak cerita pada ayah?"


"Sebelum aku bercerita. Ayah kan sudah bercerita terlebih dahulu. Jadi aku mendengarkan cerita ayah terlebih dulu." Changyi Sia tersenyum.


"Haiss... Kamu ini...." Ujar Patriak Changyi Jiao geram pada putrinya seraya menerima surat yang diulurkan putrinya. Tetapi kalau di pikir pikir ini juga bukan kesalahan putrinya.


"Sia'er jadi kamu sudah bertemu dengan adik sepupumu."


Tanya nyonya Pei Yu dengan antusias ketika membicarakan Changyi Yuwen yang sudah keluar dari latihan tertutupnya. Belum sempat Changyi Sia menjawab, ibunya sudah kembali bertanya.


"Bagaimana wajahnya apa dia tampan?"


"Apakah dia baik baik saja?"


Karena bingung harus menjawab pertanyaan yang mana dulu kemudian dia berkata pada ibunya, "Ibu kalau bertanya satu satu. Aku bingung harus jawab yang mana dulu."


Belum sempat nyonya Pei Yu mengeluarkan suaranya, Patriak Changyi Jiao sudah lebih dahulu memberikan pertanyaan pada putrinya.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui identitas Changyi Yuwen? Seingat ayah terakhir kali kalian bertemu saat masih kecil. Jadi ayah yakin kamu sudah tidak lagi mengingat wajahnya." Patriak Changyi Jiao merasa penasaran bagaimana cara putrinya mengetahui identitas Changyi Yuwen.


"Sebenarnya aku secara tidak sengaja melihatnya. Saat itu dia diganggu oleh tuan muda Mo Shao dari sekte srigala emas. Pada saat itu Changyi Yuwen membuat energi pelindung dari segel selubung transparan milik sekte kita."


"Karena rasa penasaran itu lah aku diam diam menemuinya dan mencari kebenarannya. Dan sungguh tidak diduga, dia justru mengakui dirinya sendiri sebagai Changyi Yuwen. Dia juga menunjukkan pasangan dari kitab pemurnian jiwa yang ayah miliki." Changyi Sia menceritakan kisah pertemuannya dengan Changyi Yuwen.

__ADS_1


"Jadi saudara Sia sebenarnya sudah mengetahui ini sejak lama. Kenapa tidak bercerita padaku?" Kini pangeran Tang Liu yang menyela pertanyaan pada putri gurunya itu.


"Itu... Itu Karena saudara Yuwen tidak ingin orang lain tau tentang indentitasnya. Menurut saudara Yuwen, akan sangat berbahaya jika ada orang lain tau kalau dia masih hidup. Maka musuh musuhnya akan mengincar kita semua agar saudara Yuwen mau menyerah."


Pangeran Tang Liu tidak dapat berkata apa-apa setelah mendengar penjelasan Changyi Sia.


"Perkataan Changyi Yuwen memang benar. Oleh karena itu kita harus menjaga rahasia ini sampai Changyi Yuwen sendiri yang memutuskan kapan dia akan kembali dan menemui kita." Berhenti sejenak sambil menarik nafas.


"Saat ini yang bisa kita lakukan adalah berlatih lebih giat dan mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang ada. Karena cepat atau lambat sekte kalajengking hitam pasti akan mencari kita jika identitas Changyi Yuwen terbongkar." Lanjut Patriak Changyi Jiao.


"Mulai saat ini, aku akan berlatih lebih giat lagi untuk melindungi sekte ini dari segala ancaman." Changyi Sia berjanji pada dirinya sendiri.


"Aku juga akan berlatih lebih giat lagi agar aku bisa melindungi mu. Aku janji akan selalu ada untukmu saudara Sia." Ucap pangeran Tang Liu pada Changyi Sia.


Sementara itu gadis itu wajahnya langsung merona merah karena tersipu malu. Patriak Changyi Jiao dan nyonya Pei Yu saling pandang melihat putrinya dan pangeran Tang Liu.


"Guru bisakah murid bicara berdua saja? Karena ada sesuatu yang ingin murid bahas dengan guru."


Pangeran Liu sebenarnya sudah lama ingin meminta ini pada gurunya namun masih takut. Tetapi saat ini dia sudah bertekad tidak akan menundanya lagi.


"Baiklah. Sekarang kamu ikut denganku." Ucap Patriak Changyi Jiao pada pangeran Tang Liu.


"Sia'er pergilah bersama dengan ibumu untuk beristirahat. Aku akan pergi bersama dengan Liu'er sekarang"


"Baiklah ayah."


"Liu'er ayo! Ikuti aku."


"Baik guru."


Mereka semua pergi meninggalkan taman berjalan menuju tempat masing masing. Patriak Changyi Jiao mengajak pangeran Tang Liu kebelakang sekte mereka, di sana ada sebuah danau tempat itu sangat indah namun sepi karena sangat jarang orang pergi ke sana.

__ADS_1


__ADS_2