Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 62 Babak Final Turnamen Pendekar Muda III.


__ADS_3

"Babak ketiga dari pertandingan kali ini adalah Yong melawan Kang Lian."


"Untuk peserta yang dipanggil. Silahkan naik ke atas arena."


Yong naik ke atas arena dengan langkah tegasnya, luka yang tadi sempat dia alami kini sudah sembuh dengan sempurna berkat tenaga dalam miliknya.


Bagi seorang pendekar jika memiliki jumlah tenaga dalam jumlah besar maka luka luka kecil dapat dengan mudah disembuhkan. Itu semua di sebabkan oleh sel regenerasi yang dimilikinya akan bekerja lebih baik dari pada manusia pada umumnya.


Belum lagi Yong sebenarnya adalah raja siluman harimau yang sudah berevolusi menjadi manusia. Jadi tingkat regenerasi lebih baik lagi tidak sama dengan yang di miliki oleh manusia.


Berbeda dengan Yong yang saat ini sudah dalam kondisi prima, Kang Lian justru masih belum sepenuhnya dalam kondisi prima. Meskipun sudah mengkonsumsi pil pemulihan dan di bantu tenaga dalam oleh tetua Bai Xiao.


Memang tidaklah mudah mengembalikan stamina dalam waktu singkat kecuali mereka memiliki ilmu pernafasan tingkat tinggi seperti yang dimiliki oleh Changyi Yuwen.


Belum lagi kelelahan yang dialami oleh Kang Lian bukan hanya fisiknya saja namun juga mentalnya ketika tadi bertarung dengan Changyi Yuwen.


Kelelahan mental akan membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali pulih. Itu lah kenapa Kang Lian meskipun secara fisik dan stamina sudah dalam kondisi baik namun terlihat kurang berenergi tidak seperti tadi ketika diawal pertandingan.


Semua orang dapat melihat kalau kalau saat ini Kang Lian tidak dalam kondisi baik baik saja. Perbedaan antara Kang Lian dan Yong sangatlah mencolok jadi semua dapat melihatnya.


Sepertinya permainan kali ini akan mudah untuk di tebak, siapa yang akan keluar sebagai pemenang.


"Tarian burung phoenix! tarian phoenix melintasi awan!" Sasaran dari serangan Kang Lian kali ini jantung Yong.


Kang Lian mengeluarkan jurus pertama dari tarian burung phoenix. Gerakannya lembut namun terlihat indah serta gesit untuk di pandang.


"Cakar halilintar." Yong pun tidak mau kalah.


Dengan menggunakan cakar halilintar miliknya dia menyambut serangan pedang phoenix milik Kang Lian.


Meskipun hanya terlihat seperti cakar biasa, tidak akan ada yang menyangka kalau kekuatan dan ketajaman cakar yang di miliki oleh Yong kualitasnya setara atau justru lebih baik lagi dari kualitas pusaka tingkat tinggi sekali pun.


"Traaang...."


"Traaang...."


Serangan Kang yang mengarah ke jantung Yong dapat dihalau sebelum mengenai sasaran.

__ADS_1


Meskipun serangannya dapat patahkan oleh Yong, tapi Kang Lian terus mengeluarkan jurus jurus yang lain untuk menyerang Yong lebih lanjut.


Yong dapat merasakan kalau tingkat kultivasi gadis di hadapannya ini jauh lebih tinggi, jika dibandingkan dengan Changyi sia.


Dia sebenarnya cukup kagum dengan bakat yang dimiliki oleh Kang Lian. Diusianya yang masih sangat muda sudah dapat mencapai tingkat pendekar dewa tahap akhir. Mungkin dialah pendekar paling jenius di generasi saat ini, jika menghilangkan daftar nama dirinya dan Changyi Yuwen di dalamnya.


"Duk!" Suara tendangan Yong mendarat di perut Kang Lian.


"Argh...." Kang Lian menjerit saat tendangan Yong mengenai perutnya.


Gadis itu sempat terhuyung karena rasa sakitnya dan berusaha untuk mempertahankan keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh.


Meskipun melihat Kang Lian berada di posisi tidak menguntungkan Yong tetap tidak memberikan gadis itu kesempatan pulih dari rasa terkejutnya.


Kali ini Yong mengunakan serangan energi badai tornado menghempaskan tubuh Kang Lian dari atas arena pertandingan. Agar pertandingan cepat usai karena tidak ingin melukai gadis itu terlalu jauh lagi.


Sejujurnya Yong tidak ingin melukai atau pun menyakiti gadis itu namun dia juga tidak punya pilihan lain jika ingin memenangkan pertandingan kali ini.


"Wuuuus...." Suara yang angin kencang.


"Braaak!!!" Ketika tubuh Kang Lian menghantam lantai luar arena.


"Argh...." Gadis itu seketika menjerit karena tubuhnya menghantam lantai.


Kini semua mata penonton tertuju pada tubuh Kang Lian yang masih belum bangkit dari lantai. Melihat gadis yang menjadi peserta turnamen jatuh keluar arena dan tidak bisa bangun, tabib dari sekte bunga persik mendekati gadis itu.


Tabib itu mulai mengecek denyut nadi dari gadis itu, kemudian mengangguk pada wasit.


Wasit mengerti kalau gadis itu dalam keadaan baik baik saja. Dia hanya kelelahan hingga kehilangan kesadarannya.


"Sesuai dengan peraturan pertandingan jika peserta keluar dari arena pertandingan maka dinyatakan kalah."


"Mengingat Kang Lian sudah keluar dari arena pertandingan maka dia di nyatakan kalah."


"Dan untuk pertandingan babak ketiga kali ini di menangkan oleh Yong."


"Maka sesuai dengan kesepakatan bersama juara pertama dalam turnamen pendekar muda kali ini di menangkan oleh Changyi Yuwen dengan total kemenangan 2 dalam babak final terakhir ini."

__ADS_1


"Untuk juara kedua diraih oleh Yong dengan total kemenangan 1 dan juara ketiga diraih oleh Kang Lian."


"Dengan demikian pertandingan turnamen pendekar muda telah berakhir. Untuk selanjutnya acara akan dipimpin oleh ketua sekte bunga persik yaitu patriak Zhang Zhuran." Ucap tertua Li Jian setelah selesai dengan pidato panjangnya.


"Pada Patriak Zhang Zhuran waktu dan tempat saya persilahkan." Selesai berkata demikian wasit Li Jian turun dari atas arena pertandingan dengan senyuman lembut menghiasi wajahnya.


Patriak Zhang Zhuran naik ke atas podium setelah tetua Li Jian turun dari atas arena pertandingan.


Dengan suaranya lantang Patriak Zhang Zhuran memberikan beberapa patah kata sebagai sambutan.


"Di ajang turnamen bergengsi ini. Kami sebagai tuan rumah memohon maaf apabila dalam penyambutan atau acara turnamen kali ini masih banyak kekurangan yang tidak berkenan di hati semua tamu undangan."


"Dalam acara turnamen pendekar muda tahun ini di menangkan oleh :



Juara pertama Changyi Yuwen dari kota Huang An, yang akan dikenal dengan nama dewa pedang naga.


Juara kedua Yong dari kota Huang An, yang akan dikenal dengan nama dewa cakar halilintar.


Juara ketiga Kang Lian dari sekte menara salju, yang akan dikenal dengan nama Dewi pedang phoenix.


Dan masih ada 1 orang pemuda berbakat dan 2 orang pemudi berbakat. Mereka nantinya akan dikenal dengan dewa golok srigala emas, dewi pedang bintang timur dan dewi pedang gunung awan."



"Bagi peserta yang namanya di panggil silahkan naik ke atas panggung untuk menerima hadiah dari turnamen turnamen pendekar muda kali ini."


Patriak Zhang Zhuran memberikan hadiah pada para pemenang turnamen sekaligus memberikan petuah pada mereka.


Patriak Zhang Zhuran berpesan pada mereka untuk terus belajar dan dan tidak takabur atas prestasi yang telah mereka raih kali ini.


Menurut Patriak Zhang Zhuran kemenangan yang sesungguhnya adalah mereka yang tidak pernah mau menyerah pada keadaan dan berani mengakui kekalahan serta kesalahan.


...## KEBANGKITAN SANG PENDEKAR PEDANG NAGA END ##...


Petualangan sang pendekar pedang naga akan segera dimulai di bab selanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2