Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 46 Changyi Sia.


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan tiga hari, rombongan jendral Lin Siau yang sedang mengawal pangeran Tang San sampai di sekte bintang timur.


Hari sudah siang orang orang yang ada sekte bintang timur sibuk dengan aktivitas masing-masing. Begitu juga dengan pangeran Tang Liu yang saat ini sedang berlatih dengan giat, karena besok pagi dia berencana untuk berangkat ke kota Cang Ling mewakili sekte bintang timur dalam turnamen pendekar muda.


Sebelum berangkat dia ingin mengasah kemampuan ilmu beladiri nya dengan murid yang ada di sekte bintang timur. Saat ini dia sedang berlatih ilmu pedang dengan seorang gadis cantik yang tidak terlalu jauh dengan selisih umurnya.


"Liu gege kemampuan ilmu pedangmu sungguh sangat sempurna. Aku sepertinya sudah ketinggalan jauh dari Liu gege." Suara merdu seorang gadis cantik yang menemaninya berlatih pedang yang tidak lain putri dari kepala sekte bintang timur atau putri dari gurunya sendiri.


"Kamu jangan terlalu merendah Sia Sia. Justru kemampuan pedangmu yang lebih baik andaikan saja kamu tidak mengalah belum tentu aku bisa menang melawanmu kali ini." Pangeran Tang Liu pun tidak mau kalah memberikan pujian pada saudara seperguruannya itu.


"Sudah... Sudah... Kalian memang yang terbaik. Aku yang mendidik kalian jadi aku tahu betul kemampuan kalian. Yang terpenting kalian jangan terlalu mudah puas dengan kemampuan kalian. Ada harus selalu kalian ingat yaitu diatas langit masih ada langit karena dunia ini sangat luas." Ketua sekte Changyi Jiao memberikan nasihat pada putrinya Changyi Sia dan muridnya pangeran Tang Liu ketika mereka saling memuji.


"Terima kasih ayah saya mengerti!"


"Terima kasih guru murid mengerti!"


Jawab mereka serentak, belum sempat Changyi Jiao berkata namun muncul murid sekte bintang timur yang bisa bertugas menjaga pintu gerbang masuk sekte.


"Hormat pada ketua sekte."


"Iya. Ada masalah apa?"


Karena tidak biasanya murid yang biasa menjaga pintu gerbang masuk sekte mencarinya pasti ada hal penting pikirnya.


"Maaf ketua sekte, Di luar ada tamu gerbang sekte ada rombongan dari kerajaan."

__ADS_1


"Baik suruh mereka semua masuk dan antar mereka ke kediamanku langsung. Karena aku merasa itu pasti rombongan pangeran Tang San." Jawab Patrick Changyi Jiao pada muridnya yang baru saja melapor.


"Dan untuk kalian berdua ikuti aku sekarang juga menemui mereka, jadi mari kita pulang sekarang untuk menyambut mereka." Patrick Changyi Jiao mengajak mereka untuk segera pulang kekediaman yang mereka tempati selama tinggal di sekte bintang timur.


Tiga puluh menit kemudian kediaman Patrick Changyi Jiao sudah didatangi oleh pangeran Tang San yang di kawal oleh jenderal Lin Siau. Sementara para pengawal yang lain tidak di ijinkan ikut masuk ke dalam kediaman Patrick Changyi Jiao.


Jadi mereka harus menunggu di luar, mereka di sediakan tempat istirahat khusus untuk para tamu untuk beristirahat. Karena tubuh mereka yang sudah sangat kelelahan di sebabkan telah menempuh perjalanan jauh jadi mereka tidak merasa keberatan.


Lagipula mereka juga sangat yakin tidak akan mungkin terjadi apa apa pada pangeran Tang San didalam sekte bintang timur. Selain itu ada jendral Lin Siau yang selalu mengawalnya dua puluh empat jam.


"Hormat kami ketua sekte." Jenderal Lin Siau dan pangeran Tang San hampir bersamaan.


"Sama sama jendral Lin Siau dan pangeran Tang San. Anda terlalu sungkan." Jawab Patrick Changyi Jiao dengan sopan.


Selesai makan siang Patrick Changyi Jiao bersama dengan Changyi Sia minta ijin karena ada keperluan. Padahal tujuan mereka sebenarnya ingin memberikan waktu serta kesempatan pada pangeran Tang San dan pangeran Tang Liu berbicara berdua.


Sementara itu pangeran Tang San dan pangeran Tang Liu saat ini sedang duduk santai di taman samping kediaman Patrick Changyi Jiao sambil minum teh. Jenderal Lin Siau pun berdiri cukup jauh dari kedua duduk saat ini.


"San San ada keperluan apa kamu sampai mencariku disekte?" Tanya pangeran Tang Liu pada keponakan kecil yang sangat dia sayangi nya. Karena biasanya mereka akan bertemu di saat dia pulang ke istana.


" Tidak ada apa apa paman kecil. Aku hanya sangat merindukan mu jadi aku ingin menemui paman kecil, mumpung aku lagi keluar dari istana. Aku mendapat tugas mewakili ayah menghadiri turnamen pendekar muda yang selenggarakan di kota Cang Ling." Jawab pangeran Tang San dengan wajah berbinar binar karena sangat bahagia sementara itu pangeran Tang Liu hanya tersenyum tipis melihat keponakan kecilnya.


"Paman kecil, Apakah perempuan cantik tadi calon bibi kecilku?" Pangeran Tang San bertanya tiba-tiba hingga membuat wajah pangeran Tang Liu sedikit memerah serta salah tingkah.


"Kamu ini masih kecil bicara apa? Dia itu putri guru!" Pangeran Tang Liu menjawab pertanyaan keponakan kecilnya sambil berusaha tanpa mengendalikan perasaan yang lagi kacau akibat pertanyaan tiba-tiba itu.

__ADS_1


Saat ini usia pangeran Tang Liu sudah 20 tahun dan Changyi Sia berusia 18 tahun.


Sebenarnya pangeran Tang Liu memendam rasa suka pada putri gurunya itu, dia tidak berani mengutarakan rasa cintanya.


Karena Changyi Sia sepertinya hanya menganggap kakak seperguruan saja. Jadi dari pada ungkapan cintanya nanti hanya akan merusak hubungan yang sudah terjalin akrab sebagai saudara seperguruan diantara mereka.


Jadi lebih baik memendamnya sendiri dalam hati serta menyimpan rapat-rapat dalam hati, baginya cukup melihat gadis yang dicintainya bahagia maka dia juga akan bahagia. Karena cinta tak selamanya harus memiliki, mungkin benar dia seperti seorang pengngejut.


"Paman kecil kenapa kamu melamun. Tapi kakak tadi sangat cantik dan sangat cocok dengan paman kecil...."


"Besok pagi paman juga berangkat mengikuti turnamen pendekar muda di kota Cang Ling. Jadi kita bisa berangkat bersama-sama kesana bagaimana menurutmu?" Pangeran Tang Liu berusaha untuk mengalihkan topik pembicaraan agar tidak membahas masalah dirinya dengan Changyi Sia.


"Waao... Itu pasti akan sangat menyenangkan paman. Karena kita akan bersenang-senang bersama dan berpetualang bersama. Aku sungguh tidak sabar menantinya." Ucapnya antusias.


Karena memang sudah lebih dari satu tahun mereka tidak bertemu, jadi itu membuat hatinya senang. Karena hanya dengan paman kecilnya ini merasa sangat cocok dan sering membuat kejahilan.


Mereka pun bercerita tentang banyak hal sampai waktu sudah cukup sore, jadi mereka memutuskan untuk beristirahat lebih awal. Karena harus mempersiapkan diri untuk perjalanan besok pagi.


Hari yang dinanti pun telah tiba, pangeran Tang San dan jendral Lin Siau sudah bersiap di depan gerbang masuk sekte. Sementara itu pangeran Tang Liu bersama dengan Changyi Sia masih berpamitan dengan Patrick Changyi Jiao beserta para tertua sekte bintang timur.


Setelah dirasa semua sudah siap, mereka pun berangkat menuju sekte bunga persik untuk menghadiri turnamen pendekar muda di sana. Keberangkatan mereka diantar langsung oleh Patrick Changyi Jiao dan para tertua sekte sampai depan gerbang masuk sekte.


Ini adalah pengalaman pertama bagi Changyi Sia keluar dari sekte bintang timur jadi dia menantikan pengalaman seperti apa yang akan dia dapatkan di luar sana itu yang ada dalam pikirannya.


Dengan keberadaan jendral Lin Siau, Patrick Changyi Jiao merasa tidak perlu didampingi oleh tetua sekte untuk menjaga mereka. lagi pula Mera juga sudah cukup dewasa untuk bisa menjaga diri dengan kemampuannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2