
"Uhh... huk... huk...."
Suara Changyi Yuwen ketika baru pertama kali membuka matanya, setelah pingsan beberapa waktu sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit, kepalanya masih terasa berdenyut oleh rasa sakit.
"Bagaimana apakah masih sakit?" Kakek Feng Ying mengulurkan tangannya untuk membantu Changyi Yuwen duduk kembali.
Setelah dia duduk sempurna matanya melihat sekeliling yang nampak asing baginya. Dia masih sedikit bingung terakhir kali yang dia ingat dia tidak sadarkan diri di tepi danau air mata kehidupan. Tetapi sekarang dia merasa ada di tempat asing dan seperti sebuah goa.
"Dimanakah kita sekarang ini? Kenapa semuanya nampak asing!"
"Tenanglah! Saat ini kita ada di dalam goa dimensi lain. Aku sengaja membawa tubuhmu kemari untuk mempercepat proses penyembuhanmu."
"Tempat apa ini sebenarnya kek?"
" Nanti kamu akan tahu. Tapi untuk saat ini yang terpenting pulihkan dulu tubuh dan tenaga mu."
"Baik lah."
Selanjutnya Changyi Yuwen duduk bersila untuk bermeditasi, dia ingin secepatnya mengembalikan kondisi tubuhnya menjadi prima kembali.
Waktu berjalan begitu cepat tidak terasa Changyi Yuwen sudah bermeditasi kurang lebih 2 hari penuh.
Ketika pertama kali membuka matanya dia merasakan tubuhnya terasa ringan dan setiap tarikan nafas nya terasa penuh dengan energi yang sangat luar biasa.
"Tubuhku rasanya sangat berbeda. Sekarang ini tubuh ku rasanya di penuhi oleh energi besar," gumamnya dalam hati.
Ketika melihat Changyi Yuwen sudah terbangun dari meditasi panjangnya. Kakek Feng Ying bertanya kepada, "Bagaimana apa yang kamu rasakan saat ini?"
__ADS_1
"Tubuh ku terasa ringan dan setiap tarikan nafas ku di penuhi oleh energi seperti tidak terbatas kek."
"Bagus. Bagus. Itu artinya kamu sudah bisa menyatukan energi dari elemen api."
"Selanjutnya apa yang harus aku lakukan, kek."
"Ambil ini dan seraplah energinya. Seperti kamu menyerap energi dari permata siluman belut listrik." ucap kakek Feng Ying sambil menyerahkan rumput hati mutiara dari tangan nya kepada Changyi Yuwen.
Dia menerima tanaman langka itu dan meletakkan di hadapannya. Changyi Yuwen mulai memejamkan mata dan mulailah menyerap energi dari rumput hati mutiara emas yang ber elemen air itu.
Ketika energi itu mulai masuk ke dalam tubuhnya Changyi Yuwen merasakan sensasi yang luar biasa. Dia mulai merasakan seluruh tubuh seperti tercabik cabik oleh benda tajam, seperti ada ribuan pisau yang menyayat nyayat kulit nya.
Rasa pedih dan nyeri kini mulai memasuki seluruh tubuh Changyi Yuwen. Dia tidak bisa merasa apa apa saat ini yang dirasakan hanya rasa sakit dan pedih yang luar biasa.
Dia terus menahannya dan terus menyerap energi dari rumput hati mutiara emas sampai habis. Tubuhnya terus bergetar semakin lama semakin bergetar hebat.
Ketika energi itu habis terserap rumput itu langsung menghilang tanpa jejak. Changyi Yuwen mulai merasakan tubuhnya saat ini sangat lemah, dia saat ini benar kelelahan secara mental dan fisik.
Ketika dia membuka mata hal pertama yang dia rasakan adalah rasa laparnya. Kakek Feng Ying seolah olah mengerti apa yang ada dalam pikiran Changyi Yuwen.
Dia mengibaskan tangannya langsung muncul berbagai macam hidangan yang membuat Changyi Yuwen tidak bisa menahan nya lebih lama lagi.
Kali ini selera makan Changyi Yuwen sangat besar sampai hidangan yang disajikan oleh kakek Feng Ying ludes tak tersisa.
Setelah dia selesai makan Changyi Yuwen mulai bermeditasi lagi untuk memulihkan kondisi tubuhnya menjadi prima kembali. Kali ini Changyi Yuwen hanya membutuhkan waktu lama singkat, dia hanya membutuhkan waktu satu penuh.
"Yuwen'er. Sekarang ini kamu sudah menguasai dua elemen itu. Dan tinggal dua lagi yang tersisa."
__ADS_1
"Iya, kek. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Carilah jamur es salju itu."
"Dimanakah letak jamur es salju itu berada saat ini?"
"Jamur es salju itu berada di balik goa ini. Saat ini kita sedang berada di dimensi lain. Lebih tepatnya di dimensi kehidupan abadi.
Ditempat ini lah kamu harus bisa mendapatkan jamur es salju dan buah persik emas. Tapi kamu harus ingat didalam dimensi kehidupan abadi ini sangat berbahaya jadi kamu harus berhati-hati.
Jamur es salju tumbuh di puncak gunung es abadi dan buah persik emas ada di Padang pasir abadi.
Dan satu hal lagi yang harus kamu ingat tempat tempat itu di jaga oleh siluman buas."
"Baik, kek."
" Kali ini aku tidak bisa membantu banyak. Saat ini semua tergantung dari kemampuan mu sendiri tidak ada orang lain yang bisa menolong mu. Jadi berjuang lah sampai akhir." Kata kakek Feng Ying sambil menepuk pundak Changyi Yuwen yang ada di hadapannya.
"Baik, kek. Aku tidak akan pernah menyerah karena aku sudah berjuang sejauh ini. Jadi tidak ada jalan mundur lagi bagiku."
Jawab Changyi Yuwen sambil memberikan penghormatan kepada kakek Feng Ying sebelum melangkah meninggalkan Goa itu menuju dimensi kehidupan abadi yang ada di ujung goa.
Dengan tekad yang kuat Changyi Yuwen melangkahkan kakinya dengan mantap tanpa ada rasa bimbang atau semacamnya. Dalam hati nya sudah tertanam rasa dan tekad untuk menjadi lebih kuat.
Mungkin inilah yang menjadi alasan dia tidak mau menyerah meskipun sudah ber kali kali di ujung kematian.
Setiap kali dia berada di titik terendah selalu saja muncul bayangan kedua orang tuanya yang mati mengenaskan di depan matanya. Sehingga dia selalu menolak kenyataan dan memicu semangat nya bangkit kembali.
__ADS_1