
Ketika sinar mentari pagi mulai memancarkan cahayanya. Pancaran sinar matahari pagi yang hangat membangunkan dua orang yang tengah terlelap dalam buaian mimpi yang indah.
Changyi Yuwen mulai membuka matanya kemudian duduk di atas tempat tidurnya. Dia merentangkan kedua tangannya untuk melemaskan otot-otot yang sedikit kaku karena baru bangun tidur. Begitu juga dengan Yong ternyata dia lebih dulu terbangun.
Pagi hari itu Changyi Yuwen bersama dengan Yong memutuskan untuk keluar dari hutan kematian yang telah lama mereka tinggali. Banyak orang menganggap hutan kematian bagaikan neraka dunia karena tidak pernah ada orang waras yang mau menginjakan kakinya di hutan kematian ini.
Tapi lain ceritanya bagi Changyi Yuwen dan Yong, hutan kematian bagi mereka adalah rumah meskipun banyak sekali bahaya mengacam mereka selama tujuh tahun belakangan ini. Jika ada orang lain tahu atau mendengar mereka tinggal di dalam hutan kematian tidak ada yang percaya justru menganggap gila.
Setelah selesai mempersiapkan semua perbekalan yang akan mereka bawa sudah tersimpan dalam gelang mustika dewa. Mereka berdua segera meninggalkan goa yang selama ini menjadi tempat tinggal mereka.
Ada rasa berat meninggalkan tempat yang telah menyimpan banyak sekali kenangan namun di sisi lain juga ada rasa penasaran dengan dunia luar. Pengalaman seperti apa yang akan mereka alami ketika mereka sudah keluar dari hutan kematian ini.
"Tuan. Kita akan pergi kemana...." Tanya Yong sambil berjalan mengiringi langkah tuannya.
"Kita akan menuju desa tempat kelahiran ku. Aku ingin mengunjungi makam kedua orang tua ku terlebih dahulu. Sebelum kita berkelana." Jawab Changyi Yuwen dengan tenang.
"Tuan kenapa tidak memakai ilmu teleportasi saja untuk mempercepat kita sampai di desa kelahiran tuan." Yong memberikan saran untuk mempersingkat waktu perjalanan.
"Baiklah. Jika itu mau mu."
Maka Changyi Yuwen menggenggam tangan Yong kemudian dia mulai mengaktifkan ilmu teleportasi nya.
Maka dalam waktu sekejap mata mereka sudah sampai di desa yang kini tidak lagi nampak seperti desa. Tempat itu sekarang terlihat seperti hutan karena di sana sini yang ada hanya tumbuhan liar.
Rumah yang dahulu menjadi tempat tinggal nya kini sudah tinggal puing puing. Setelah memperhatikan tempat sekitar serta sedikit mengenang kisah masa lalu. Changyi Yuwen menghela nafas panjang lalu berjalan ke arah gundukan tanah yang ada di bawah pohon persik.
Tempat yang dia yakini sebagai makam kedua orang tuanya dikubur. Ketika dia melihat itu semua, seolah olah dia seperti kembali ke masa lalu. Masa dimana kedua orang tuanya meninggal mereka mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan hidupnya.
__ADS_1
Tidak terasa air mata yang dia tahan selama ini akhirnya menetes juga dari pelupuk matanya, ketika mengingat semua rangkaian kejadian yang telah dia lewati.
"Ayah, Ibu anak mu sudah kembali."
"Aku berjanji pada kalian. Aku akan mencarikan keadilan untuk kalian."
"Orang orang itu harus membayar semua perbuatannya, karena telah memisahkan kita."
"Ayah, Ibu tentang lah kalian di sana. Jangan cemaskan aku, sekarang ini aku sudah hidup lebih baik berkat kalian. Saat ini aku sudah lebih kuat untuk melindungi diri sendiri seperti keinginan kalian selama ini. Aku tidak akan mengecewakan kalian serta tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan kalian."
Cukup lama di mengutarakan semua keluh kesahnya yang selama ini selalu dia pendam dalam hati. Selama ini dia tidak punya waktu untuk meratapi nasib yang ada hanya satu tujuan yaitu harus lebih kuat jika ingin melindungi diri sendiri.
Changyi Yuwen memberikan penghormatan di depan makam kedua orang tuannya. Yong pun ikut memberikan penghormatan di depan makam kedua orang tua tuannya.
Mereka pun meninggalkan tempat itu, menuju kota yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini. Kali ini mereka hanya mengunakan ilmu meringankan tubuh karena mereka ingin mengasah kemampuan mereka serta ingin mempelajari situasi dunia persilatan saat ini.
Mereka berlari beberapa waktu dan akhirnya melihat ada sebuah kota dari kejauhan. Maka mereka semakin mempercepat langkah kaki mereka karena hari sudah mulai senja.
Bukan karena takut tidur di alam bebas tapi mereka ingin tidur layak nya manusia pada umumnya. Mereka ingin secepatnya sampai di kota itu karena dia ingin tidur yang nyaman di atas kasur yang empuk penginapan dan mengisi perut dengan makanan yang lezat.
Karena sudah sangat lama sekali tidak pernah menikmati itu semua. Terakhir kali dia bisa menikmati itu ketika orang tuanya sebelum meninggal.
Tetapi alangkah terkejutnya mereka ketika memasuki kota ChangLi yang tertulis di pintu masuk kota. Tempat yang mereka datangi nampak lenggang seperti tidak ada kehidupan. Rumah rumah warga kota itu tertutup rapat tidak ada satu pun orang yang ada di luar rumah.
Pemandangan yang sangat aneh, Changyi Yuwen memutuskan untuk mencari penyebab kota ChangLi seperti ini. Maka dia bergegas mencari penginapan yang ada di kota itu tidak lama dia mencari sudah menemukan penginapan.
Penginapan itu juga nampak sepi seperti nya sudah lama tidak ada orang yang menginap di tempat itu. Penginapan itu nampak berdebu menunjukkan kalau tempat itu sudah lama tidak di bersihkan.
__ADS_1
Yong mengetuk ketuk pintu penginapan namun tidak ada jawaban sama sekali. Ketika ketukan yang dilakukan tidak ada jawaban, maka Yong bermaksud ingin membuka pintu masuk penginapan.
Namun alangkah terkejutnya Yong ketika pintu itu bergerak dan terbuka dari dalam. Dari balik pintu yang terbuka sedikit itu nampak seorang wanita tua dengan wajah keriputnya serta nampak sekali ketakutan ketika melihat mereka berdua.
"Nek, apakah kami bisa menginap di penginapan ini." Tanya Yong dengan sopan sekaligus ingin membuang kecanggungan di antara mereka.
"Maaf. Namun penginapan ini sudah lama tutup dan sangat kotor. Silahkan kalian mencari tempat yang lain saja." Jawab nenek itu, dia menolak dengan halus.
"Tapi nek. Kami sudah sangat kelelahan, kalau harus pergi mencari tempat yang lain lagi dari sini. Jadi mohon ijinkan kami untuk tinggal sementara, malam hari ini saja. Kami berjanji besok pagi kami akan secepatnya meninggalkan tempat ini."
"Baiklah kalau begitu. Silahkan masuk."
Setelah berkata demikian nenek pemilik penginapan mempersilahkan mereka masuk. Ketika kedua tamunya sudah memasuki penginapan itu maka dengan cepat nenek itu mengunci pintu itu dengan rapat.
Changyi Yuwen mengerutkan keningnya ketika melihat tindakan nenek itu, lalu menatap kearah Yong yang hanya mengangkat sedikit bahunya sebagai jawaban atas tatapan mata majikannya itu.
"Pasti ada yang tidak beres dengan kota ini." Gumam Changyi Yuwen dalam hati.
"Nek. Apakah ada masalah di kota ini. Karena selama kami masuk ke dalam kota ini tidak seperti kota pada umumnya. Kami tidak melihat ada satu orang di jalanan." Tanya Changyi Yuwen penuh selidik.
Sambil terus saja berjalan mengikuti langkah kaki nenek pemilik penginapan yang tengah mengantarkan mereka ke dalam kamar yang akan mereka tempati.
Sungguh di luar dugaan nenek pemilik penginapan itu langsung berhenti dan memutar tubuhnya menghadap Changyi Yuwen dan Yong. Maka dengan cepat mereka harus segera berhenti agar tidak menabrak tubuh renta yang ada di hadapannya.
Mari kita tutup lembaran lama di tahun kemarin sebagai kenangan serta pengalaman yang indah.
__ADS_1
Mari kita buka lembaran baru di tahun ini dengan harapan serta pencapaian yang lebih baik dari tahun tahun sebelumnya.