Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
Bab. 35 Kota HuangAn


__ADS_3

Tubuh Changyi Yuwen yang mendapat hantaman bola api neraka milik SuYunLuo tidak bergeming sama sekali dari tempatnya.


Ketika bola api neraka milik SuYunLuo menghantam tubuhnya energi api abadi miliknya melindungi seluruh tubuh Changyi Yuwen dengan sempurna.


Akibat benturan energi api abadi dan bola api neraka menciptakan elemen api yang sangat dahsyat. Maka dengan cepat Changyi Yuwen menyerap elemen api itu dengan sempurna.


Mengakibatkan korban api membara yang seharusnya membakar tubuh Changyi Yuwen menjadi debu justru tidak berarti apa apa. Perlahan lahan kobaran api itu mengecil dan akhirnya menghilangkan sempurna seperti tidak pernah ada.


Senyum kemenangan yang menghiasi wajah SuYunLuo Akhirnya menghilang dan digantikan wajah penuh tanda tanya serta terkejut.


Karena dia sangat yakin akan kekuatan badai api neraka miliknya. Tidak pernah ada orang yang selamat setelah terkena serangan badai api neraka.


Sebagian orang akan langsung menjadi abu atau paling tidak akan mengalami luka bakar serta luka dalam yang sangat serius. 'Tapi apa ini?' benar benar diluar ekspektasinya.


Tubuh pemuda yang ada di hadapannya benar benar tidak terjadi apa apa. Jangankan terluka jubah yang dia pakai utuh tidak ada bekas terbakar sama sekali.


"Sungguh ini tidak dapat dipercaya...." Gumam dalam hati. Meskipun ada rasa kagum dan rasa tidak percaya tapi dia tidak mau menunjukkan di depan lawannya.


"Bagaimana? Apakah mau mencoba lagi?" Tanya Changyi Yuwen dengan penuh percaya diri.


"Lumayan badai api neraka milik mu ini sedikit membantu ku menghangatkan badan...." Ucap Changyi Yuwen disertai senyuman mengejek karena dia ingin memprovokasi lawan.


Karena dia percaya orang yang mudah terprovokasi dan dikuasai amarah. Maka akan sangat mudah untuk di kalahkan karena mereka biasanya cenderung berbuat tanpa berpikir panjang.


"Jangan sombong kamu. Ini masih belum seberapa. Sekali lagi rasakan ini!!!" Jawab SuYunLuo sambil mengeluarkan lagi bola api neraka miliknya untuk menyerang Changyi Yuwen.


"Badai api neraka!!!" pekik SuYunLuo.


Changyi Yuwen pun tidak mau ketinggalan, kali dia mengunakan elemen es miliknya untuk menyambut serangan badai api neraka milik SuYunLuo.


"Hujan badai es abadi!!!" pekik Changyi Yuwen.


Ketika serangan badai api neraka berbenturan hujan badai es abadi terjadi menimbulkan gelombang kejut yang sangat dahsyat.

__ADS_1


Orang yang berada dalam jarak kurang dari seratus meter langsung terpental tidak peduli dia berada dalam tingkatan pendekar apa.


SuYunLuo pun terpental Puluhan meter kebelakang, tubuh berhenti bergerak ketika menghantam sebatang pohon yang ada di belakangnya.


Dari mulutnya mengeluarkan darah segar, dia merasakan sesak pada dadanya. Dia mengalami luka dalam cukup parah akibat dari benturan serangan tadi.


Di sisi lain Changyi Yuwen hanya termundur beberapa langkah saja akibat dari benturan itu. Dia tidak mengalami luka apapun.


Changyi Yuwen berjalan maju ke depan mendekati lawan yang masih dalam posisi terduduk.


"Bagaimana apa masih mau mencoba sekali lagi...." Ucapnya sambil menyeringai.


"Sekarang aku minta padamu baik baik. Tolong tinggalkan tempat ini dan bawa seluruh pasukanmu. Dan satu hal lagi, jangan coba coba lagi kamu injakan kaki mu ketempat ini kembali!" Seru Changyi Yuwen.


"Jangan mimpi. Kalian semua pasti akan binasa malam ini!! Jawab SuYunLuo tidak mau kalah.


Setelah berkata demikian SuYunLuo bangkit dan ingin menyerang kembali. Namun luka dalam yang dialami nya ternyata jauh lebih parah dari dugaannya.


"Uhuk... uhuk...." SuYunLuo terbatuk-batuk dan mengeluarkan darah segar membuatnya semakin lemas dan kehilangan tenaga.


"Akan aku beri kalian waktu untuk berpikir sampai tiga kali hitungan, apa bila sudah lewat dari itu jangan lagi memohon. Karena aku sudah memberikan kalian kesempatan. Jika masih ingin selamat, pergi dari tempat ini sekarang juga...." Kali ini Changyi Yuwen berbicara dengan nada dingin.


"Satu...."


"Dua...."


Masih belum ada satupun manusia rimba yang bergerak untuk meninggalkan tempat ini.


"Baiklah. Sesuai dengan keinginan kalian. Hanya ada satu pilihan kalian semua akan dikubur di tempat ini!"


"Tiga...."


Selesai dihitung terakhir itu Changyi Yuwen mulai mengaktifkan segel selubung transparan miliknya mengurung semua manusia rimba di dalam nya.

__ADS_1


Kini ratusan manusia rimba yang ada di dalam selubung transparan mulai ketakutan. Mereka berusaha untuk membuka dan membuat celah namun hasilnya nihil, karena sekuat apapun mereka mencoba tidak akan bisa.


SuYunLuo dan kaum manusia rimba sudah mulai ketakutan. Mereka mulai menyesali keputusan yang mereka ambil untuk meninggalkan tempat itu selagi ada kesempatan kali ini semuanya sudah terlambat.


"Tuan tolong biarkan kami hidup!" Teriak orang orang yang ada di dalam selubung transparan.


"Jangan memohon. Aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk pergi tapi kalian menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan." Jawabnya dengan nada dingin Changyi Yuwen.


Changyi Yuwen mengibas tangannya maka dalam sekejap mata selubung transparan miliknya mengeluarkan api besar dan membakar seluruh orang yang ada didalamnya tanpa tersisa.


Orang orang yang ada di sekitar tempat itu hanya bisa menelan ludah. Para penduduk kota HuangSu yang masih selamat sangat ketakutan, ketika memandang wajah dua pemuda yang telah menolong mereka terutama pada Changyi Yuwen.


"Tuan pendekar kami mengucapkan terima kasih atas bantuan pendekar. Andaikan tidak ada tuan pendekar mungkin kami semua sudah mati di tangan manusia rimba."


Seorang pria paruh baya berbicara dengan sopan dan penuh kehati-hatian. Karena dia takut menyinggung orang yang memiliki kekuatan luar biasa seperti mereka.


Meskipun mereka bukan orang dari dunia persilatan tapi mereka tidak bodoh. Satu orang saja mampu membinasakan satu kota dengan mudah. Contohnya saat ini yang ada di depan mata mereka sendiri.


"Tidak perlu sungkan. Kami tadi hanya kebetulan saja lewat. Jadi kami hanya bisa sedikit membantu." Jawab Changyi Yuwen ramah.


Sangat jauh berbeda dari beberapa saat yang lalu ketika membinasakan para manusia rimba. Dia terlihat sangat kejam dan sangat haus darah.


Setelah berbasa-basi sebentar dengan para penduduk kota HuangSu. Changyi Yuwen dan Yong meninggalkan tempat itu menggunakan ilmu teleportasi menuju kota HuangAn.


Ketika pertama kali mereka menginjak kakinya di kota HuangAn. Mereka ada di tengah tengah kota, meskipun hari sudah malam namun kota ini nampak terang karena cahaya lampu malam.


Tidak jauh dari mereka berdiri nampak sebuah penginapan yang lumayan besar. Mereka memutuskan untuk tinggal di penginapan itu untuk sementara waktu.


Ketika mereka memasuki penginapan itu, seorang pria paruh baya pemilik penginapan menyambutnya dengan ramah.


Beruntung masih ada dua kamar tersisa di penginapan jadi malam ini mereka bisa meluruskan badan dan menikmati kasur yang empuk.


Malam telah berlalu pagi mulai menampakkan dirinya. Sinar mentari pagi masuk dari celah celah jendela mengenai wajah tampan yang masih enggan untuk membuka matanya.

__ADS_1


Entah apa karena rasa lelah yang dialami setelah pertarungan panjang melawan manusia rimba atau karena kasur empuk yang sudah lama tidak pernah dirasakan.


__ADS_2