Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 91 Penyusup II.


__ADS_3

Changyi Yuwen tidak menjawab pertanyaan dari dua orang tersebut. Tetapi sebagai gantinya Changyi Yuwen tersenyum miring ke arah mereka.


"Kalian tidak perlu tau siapa aku! Kenapa kalian menyusup kedalam sekte? Apa yang sedang kalian rencanakan dengan wakil ketua sekte Tian Long?" Tanya Changyi Yuwen pada mereka.


Mereka sangat terkejut mendengar perkataan dari pemuda yang ada di hadapannya itu. Karena mereka sangat yakin saat menyusup tadi tidak ada satu orang pun yang melihatnya.


Tetapi kenapa sekarang justru ada seorang pemuda bertanya demikian kepada mereka. Dari pertanyaan itu mereka dapat mengerti kalau pemuda yang ada di hadapannya itu melihatnya ketika sedang menyusup ke dalam sekte.


Jika pria muda ini benar mengetahui kalau mereka sedang menyusup dan menemui wakil ketua sekte Tian Long maka keadaan akan menjadi kacau.


Oleh sebab itu mereka berusaha mencari cara melarikan diri dari pemuda yang menghadangnya. Dan meninggalkan tempat itu secepat yang dia bisa.


Namun rencana mereka sudah dapat di tebak oleh Changyi Yuwen. Sebelum mereka berdua bergerak dari tempatnya berdiri. Changyi Yuwen sudah membuat segel selubung transparan mengurung mereka bertiga di dalamnya.


Pikiran kedua orang itu sekarang menjadi kacau karena peluang mereka untuk keluar dari segel itu sangat tipis. Meskipun demikian mereka berdua tidak mau menyerah begitu saja, sebelum mereka melakukan sesuatu sebagai bentuk perlawanan.


Dua orang itu mengeluarkan kemampuan terbaik yang mereka miliki untuk bisa merobek segel yang dibuat oleh Changyi Yuwen.


Sementara itu Changyi Yuwen yang melihat tindakan dua orang tersebut hanya tersenyum tipis. Dia ingin melihat sejauh mana mereka berjuang untuk keluar dari segel buatannya itu.


Beberapa menit kemudian nafas mereka mulai tidak beraturan karena berbagai macam alasan. Entah karena rasa lelah atau rasa takut pada kemungkinan terburuk yaitu mati di tangan pria muda itu.


Karena sejauh yang mereka lihat pria muda itu, sedari tadi hanya menatap mereka tanpa bergeming sedikit pun. Tatapan matanya terlihat sangat dingin dan mengintimidasi mereka berdua.


Meskipun pria muda itu belum bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri namun aura aneh yang dipancarkan olehnya membuat seluruh tubuh mereka berdua merinding dan merasa tertekan.


"Bagaimana apakah masih mau mencoba lagi?" Tanya Changyi Yuwen dengan senyuman mengejek kearah mereka berdua.

__ADS_1


"Apa yang kamu inginkan? Jika kau bersedia melepas kami. Kami siap membayar apa pun yang kau inginkan." Ucap salah satu dari mereka.


Dia mencoba untuk bernegosiasi karena menurutnya karena mereka yakin tidak akan mungkin memang melawan pemuda yang mempunyai kemampuan tinggi seperti itu.


Meskipun mereka belum melakukan duel secara langsung, namun mereka bisa menilainya kalau pemuda yang ada di hadapannya mempunyai kemampuan sangat tinggi.


Mereka sudah membuktikan sendiri seberapa kuat segel yang dibuatnya. Padahal mereka berdua sudah mengerahkan seluruh kekuatan yang memiliki tetapi tidak bisa sedikit pun merusak segel tersebut.


"Kalian yakin bisa membayarnya. Karena yang aku ingin bukan uang atau benda berharga lainnya."


"Lalu apa yang kau inginkan?"


"Yang aku inginkan adalah nyawa kalian berdua dan kehancuran organisasi di belakang kalian. Apakah kalian sanggup membayarnya?" Ucap Changyi Yuwen santai namun terdengar sangat dingin. Sampai membuat kedua orang itu menjadi bergidik ngeri ketika mendengarnya.


"Kau!!!" Teriak salah satu dari mereka merasa tidak terima dengan apa yang di ucapkan Changyi Yuwen.


Mereka merasa Changyi Yuwen telah menginjak harga dirinya. Meskipun tadi dia sudah mau menyerah namun kini hatinya merasa tidak terima. Maka dia akan berusaha melawan pemuda itu. Meskipun tau kalau dia tidak mungkin memang melawannya. Tetapi paling tidak dia mati dengan perlawanan.


Changyi Yuwen sudah tidak ingin berbasa-basi lagi dengan mereka. Maka Changyi Yuwen melumpuhkan mereka berdua dengan cepat yaitu menotok beberapa saraf vitalnya.


Changyi Yuwen hanya perlu mengibaskan tangannya saja, semua sudah selesai sesuai dengan keinginannya.


Dua orang itu pun hanya bisa terduduk diam, setelah Changyi Yuwen selesai menotok sarafnya. Mereka langsung jatuh tersungkur kelantai beberapa detik kemudian setelah Changyi Yuwen berhasil melumpuhkan sarafnya, tanpa dapat melakukan perlawanan sedikit pun.


Changyi Yuwen mengeluarkan Giok putih yang dia simpan dalam gelang mustika dewa miliknya. Giok itu adalah giok pengingat milik Yong, yang pernah di pakai saat ingin mendapatkan informasi tentang organisasi bandit tengkorak hitam waktu itu.


Changyi Yuwen menempelkan giok pengingat itu pada kening salah satu dari mereka. Lalu Changyi Yuwen mengunakan ilmu perekam pikiran untuk melihat apa saja yang ada dalam ingatannya.

__ADS_1


Meskipun untuk mendapatkan semua ingatannya hanya membutuhkan waktu beberapa detik saja. Namun efek samping yang di timbulkan sungguh luar biasa.


Karena orang yang diambil ingatannya akan merasakan kesakitan yang tiada tara. Disaat Changyi Yuwen selesai mengambil ingatannya, orang itu pun langsung pingsan karena sudah tidak kuat lagi untuk bertahan.


Setelah melihat temannya terkapar tanpa perlawanan. Dia berpikir akan mengalami hal yang serupa. Namun dugaannya sungguh meleset karena Changyi Yuwen justru mengeluarkan energi berbentuk pedang dari tangannya.


Energi berbentuk pedang itu langsung dia pergunakan untuk menebas leher satu lagi orang yang masih tersisa. Orang yang di tebas lehernya oleh Changyi Yuwen sampai mati pun dia tidak dapat percaya. Kalau nyawanya akan melayang begitu saja di tangan pemuda berdarah dingin sepertinya.


Setelah menghabisi keduanya Changyi Yuwen lalu membakar kedua mayat tersebut sampai tidak ada yang tersisa.


Dirasa semua sudah beres Changyi Yuwen mengunakan ilmu teleportasi untuk berpindah tempat ke rumah kakeknya untuk mempersingkat waktu.


Tadinya dia tidak ingin mengunakan ilmu teleportasi menuju rumah kakeknya. Tetapi ditengah perjalanan dia bertemu dengan penyusup yang menjadi tangan kanan wakil ketua sekte Tian Long.


Jadi Changyi Yuwen terpaksa harus mengunakan ilmu teleportasi untuk mempersingkat waktu. Karena waktunya tadi sempat tersita karena dua orang penyusup.


Kini Changyi Yuwen sudah mendapatkan banyak sekali informasi tentang wakil ketua sekte Tian Long berkat giok pengingat.


Ketika Changyi Yuwen tiba di rumah kakeknya Changyi Yuwen langsung mengetuk pintu kakeknya. Karena sebelumnya Patriak Fang Tao memang sudah pernah berkata jika ada sesuatu yang sangat mendesak. Changyi Yuwen bisa langsung mencarinya di kamar yang telah Changyi Yuwen ketuk tadi atau ruang kerjanya.


"Tok! Tok! Tok!" suara ketukan pintu sebanyak tiga kali.


"Siapa?"


"Aku. Yuwen'er."


"Tunggu sebentar."

__ADS_1


Changyi Yuwen mengetuk pintu kamar kakeknya sebanyak tiga kali sampai terdengar suara sahutan dari dalam kamar. Pintu kamar kakeknya terbuka lalu Changyi Yuwen segera masuk ke dalam kamar kakeknya.


__ADS_2