
"Bagaimana? Apakah kamu sudah mendapatkannya?"
Tanya Kakek Feng Ying pada Changyi Yuwen ketika melihat Changyi Yuwen sudah keluar dari dalam danau mata air kehidupan.
Changyi Yuwen hanya menganggukkan kepalanya sebagai ganti jawaban atas pertanyaan kakek Feng Ying.
Changyi Yuwen terus melangkahkan kakinya menuju sebuah semak semak. Karena dia ingin mengganti bajunya yang basah.
Setelah beberapa menit Changyi keluar dari dalam semak semak itu. Dia melangkahkan kakinya menuju batu besar yang di duduki oleh kakek Feng Ying.
Changyi Yuwen mengibaskan tangan nya maka dalam sekejap mata sudah muncul bangkai tubuh belut listrik. Dan di tangan kanannya sudah ada rumput hati mutiara emas.
"Ini Kek. Rumput hati mutiara emas nya."
Ucap Changyi Yuwen sambil menyerahkan rumput hati mutiara emas pada Kakek Feng Ying. Tangan kakek Feng Ying menerima tanaman langka yang baru saja di ambil oleh Changyi Yuwen.
Mata kakek Feng Ying menatap rumput hati mutiara emas yang ada di dalam genggaman tangannya.
"Yuwen'er. Duduklah di sini." Ucap kakek Feng Ying sambil menepuk tepuk batu kosong yang ada di sampingnya.
"Ulurkan tanganmu!"
Changyi Yuwen mengulurkan tangannya dan kakek Feng Ying meraih pergelangan tangannya. Kakek Feng Ying mulai memeriksa denyut nadi serta memeriksa kualitas ototnya.
"Ini sungguh luar biasa!" Seru kakek Feng Ying setelah selesai memeriksa tubuh Changyi Yuwen.
__ADS_1
"Ada apa Kek. Apakah ada masalah?"
Tanya Changyi Yuwen penasaran dengan reaksi yang ditujukan oleh kakek Feng Ying setelah selesai memeriksa tubuh nya.
Kakek Feng bukannya menjawab pertanyaan dari Changyi Yuwen tetapi justru tersenyum. Seperti menunjukkan rasa bahagia dan puas.
"Kek. Tolong jangan buat aku penasaran. Sebenarnya apa yang terjadi dengan tubuhku. Apakah aku sudah berhasil membuka segel yang ada di dalam tubuh ku ini?"
"Masih belum. Tubuh mu masih belum terbuka segelnya. Tetapi kamu sudah berhasil membentuk seluruh otot yang ada di tubuhmu menjadi otot besi."
"Benarkah kek." Raut wajah Changyi Yuwen menunjukkan kegembiraan.
Tetapi berapa detik kemudian berubah kembali menjadi lesu. Ketika mengingat kekuatan beladiri tetap tidak ada peningkatan.
Kakek Feng Ying yang menyadari perubahan wajah Changyi Yuwen mulai berkata lembut.
"Jika 4 elemen itu sudah menyatu dengan dalam tubuh mu. Maka kamu sudah memasuki pendekar tingkat Dewa abadi. Barulah segel itu mulai membuka perlahan lahan, seiring dengan melemahnya segel aura naga yang ada di dalam tubuh mu. Maka kekuatanmu akan meningkat dengan pesat. Dan kamu harus secepatnya menjadi kuat sebelum White dragon membuat masalah kembali."
"Jika saat itu terjadi hal pertama yang harus kamu lakukan adalah kamu harus bisa mengalahkan siluman buas itu. White dragon atau siluman naga putih saat ini jiwanya masih tersegel. Meskipun kekuatannya sudah melemah karena sudah di ambil oleh Li Kun tetapi dia adalah siluman buas legenda yang sangat sakti jadi akan sangat sulit untuk mengalahkan nya."
Ucapan kekek Feng Ying berhenti sejenak. Setelah mengambil nafas lalu dia melanjutkan kembali perkataannya.
"Buatlah siluman naga putih itu untuk melakukan perjanjian darah dengan mu. Hanya dengan cara ini lah dia akan jinak dan mau menghormatimu sebagai tuannya. Jika dia sudah melakukan perjanjian darah dengan mu tapi masih tetap berusaha menyakitimu. Maka semua perbuatan jahatnya akan kembali lagi padanya."
"Cukup sampai di sini dulu tentang siluman naga putih. Yang terpenting saat ini kamu harus secepatnya menyerap energi dari empat elemen itu."
__ADS_1
"Baik Kek. Sekarang apa yang harus aku lakukan?"
"Ambillah permata dari belut listrik itu dan seraplah energinya dan alirkan semua energi itu kedalam seluruh tubuh mu secara perlahan lahan. Setelah itu baru kamu menyerap energi dari rumput hati mutiara emas ini."
"Baik lah Kek."
Changyi Yuwen mulai bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju tubuh belut listrik yang ada di hadapan nya.
Dia mengeluarkan pedang naga putih dari gelang mustika dewa, tidak membutuhkan waktu lama Changyi Yuwen sudah mengeluarkan permata siluman belut listrik.
Dia memasukkan kembali pedang naga putih ke dalam gelang mustika dewa. Dengan menggenggam permata siluman belut listrik yang lumayan besar.
Changyi Yuwen mencari tempat duduk yang di rasa nyaman untuk bisa segera menyerap energi dari permata siluman belut listrik itu.
Dia mulai duduk bersila dan menempatkan permata siluman belut listrik tepat di hadapan nya.
Dimulai memejamkan matanya untuk memulai meditasi dan perlahan lahan menarik energi dari permata siluman belut listrik.
Dia merasakan tubuhnya dipenuhi oleh energi yang sangat panas, serasa ingin membakar seluruh tubuhnya. Maka dengan cepat dia mulai mengalihkan energi itu keseluruh sendi sendi yang ada dalam tubuhnya.
Beberapa menit kemudian dia bisa merasa kalau seluruh tubuhnya merasakan sensasi yang sangat panas. Seolah olah semua aliran darah yang ada di dalam tubuhnya seperti mendidih dan meletup-letup.
Keringat pun bercucuran dari pori pori tubuhnya. Meskipun rasa panas itu sangat menyiksa tetapi dia tidak mau menyerah. Dia terus menahan nya sampai energi itu habis terserap semuanya.
Ketika energi dari permata siluman belut listrik itu habis terserap, maka dengan sendirinya permata siluman belut listrik hancur seperti debu.
__ADS_1
Tepat setelah selesai menyerap energi dari permata siluman belut listrik. Tubuh Changyi Yuwen terkulai lemas serta tidak sadarkan diri karena sudah mencapai batasnya.