
Sehari setelah turnamen pendekar muda usai di gelar guna memilih calon peserta yang akan mewakili kota Huang An. Sesuai dengan hasil keputusan turnamen pendekar muda bahwa juara satu diperoleh oleh Changyi Yuwen dan juara kedua diraih oleh Yong.
Maka dengan begitu turnamen pendekar muda yang akan mewakili kota Huang An ke kota Cang Ling adalah Changyi Yuwen dan Yong.
Saat ini di aula kota Huang An, walikota Sie Han memberikan mendali dua dari giok yang berlambangkan kota Huang An. Mendali giok itu berfungsi sebagai tanda pengenal dan juga sebagai undangan masuk untuk mengikuti turnamen pendekar muda di kota Cang Ling secara sah.
Tidak banyak kata dan persiapan untuk mengantar ke berangkatkan mereka. Maka dalam waktu singkat Changyi Yuwen dan Yong sudah meninggal kota Huang An setelah berpamitan dengan orang yang adadi kota Huang An.
"Semoga kalian berdua dapat memenangkan pertandingan itu. Maka secara tidak langsung kalian sudah memberikan kebanggaan kepada kami semua di sini." Kata walikota Sie Han sambil menepuk pundak Changyi Yuwen dengan lembut.
"Terima kasih atas doanya tuan Sie Han. Semoga kami tidak mengecewakan harapan kalian semua. Maka dengan ini kami berdua mohon ijin untuk berangkat ke kota Cang Ling tuan Sie Han."
Setelah berkata demikian Changyi Yuwen membungkukkan badan untuk memberikan penghormatan kepada walikota Huang An itu kemudian di ikuti oleh Yong.
"Berangkatlah kami semua mendukung kalian berdua. Semoga secepatnya kita dapat bertemu kembali." Ucap walikota Sie Han dengan senyuman yang ramah menghiasi wajahnya, Changyi Yuwen dan Yong hanya mengangguk kepala sebagai balasan atas kata kata walikota Sie Han.
######
__ADS_1
"Patrick sesuai dengan rencana sebelumnya yang telah kita sepakati. Untuk generasi muda tahun ini akan diwakili oleh nona muda Kang Lian dan murid Cong Lin. Semoga perwakilan yang kita kirim kan kali ini membawa prestasi untuk sekte menara salju kita!" Ucap Hou Feng pada ketua sekte menara salju Kang Jian yang berdiri di sampingnya.
Patrick menara salju Kang Jian kali ini sedang memperhatikan murid murid mereka yang sedang giat berlatih di arena sekte mereka. Mereka dapat melihat pemuda dan pemudi berbakat serta jenius yang akan membawa kejayaan bagi sekte menara salju di masa depan.
Begitu besar harapan yang impian yang dia gantungan pada generasi muda sektenya. Memikirkan hal itu Patrick Kang Jian secara samar ada seulas senyum menghiasi wajahnya yang masih terlihat muda meskipun usianya saat ini sudah mulai menginjak 45 tahun.
"Kau benar tetua Hao Feng. Kali ini aku berharap Lian'er bisa membuat prestasi atau paling tidak bisa menambah pengalaman Lian'er tentang dunia persilatan saat ini." Jawab Patrick Kang Jian sambil menghela nafas.
Ketika mengingat beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali gejolak yang membuat dunia persilatan menjadi sangat kacau. Dan secara tiba-tiba muncul bayangan sahabatnya Changyi Jun dan Fang Yin yang terbunuh serta putranya Changyi Yuwen yang belum diketahui sekarang ada di mana. Meskipun dia telah mendapatkan kabar kalau Changyi Yuwen putra temannya itu telah diketemukan dan masih hidup.
Saat ini anak itu masih menjalani latihan tertutup di suatu tempat yang sangat dirahasiakan keberadaannya. Mengingat banyak sekali orang orang dari aliran hitam yang memburunya hingga sampai saat ini.
"Lian'er dua hari dari sekarang kamu bersama dengan Cong Lin akan berangkat menuju kota Cang Ling di dampingi oleh tetua Bai Xiao. Ayah harap dengan mengikuti turnamen pendekar muda ini bisa menambah pengalamanmu." Ucap Patrick Kang Jian sambil menatap lembut, kearah putrinya yang nampak sekali kelelahan setelah selesai latihan bersama dengan murid murid sekte menara salju.
"Iya ayah. Lian'er akan berusaha sebaik mungkin agar tidak mengecewakan ayah dan sekte menara salju kita." Jawab Kang Lian dengan semangat. Di dalam benak Kang Lian saat ini, dia berjanji akan berusaha sebaik mungkin dan akan membawa pulang kemenangan yang akan dia persembahan untuk sekte menara salju tempatnya bernaung.
"Sekarang kamu beristirahatlah dengan baik. Dan persiapan dirimu untuk turnamen pendekar muda di kota Cang Ling itu. Jangan jadikan ini sebagai beban tetapi hadapi semuanya dengan bertanggung jawab...." Patrick Kang Jian memberikan nasihat pada putrinya Kang Lian.
__ADS_1
"Baik ayah. Tetua Hao Feng Saya mohon undur diri dulu." Ucap Kang Lian setelah itu dia berlalu meninggalkan ayahnya dan tetua Hao Feng dengan sopan.
Meskipun Kang Lian adalah putri dari kepala sekte menara salju dan generasi muda penerus kepala sekte selanjutnya. Tetapi itu tidak serta merta membuatnya arogan dan sombong.
Bahkan dia tidak pernah menggunakan kekuasaan dan pengaruhnya sebagai nona muda sekte menara salju untuk kepentingan pribadi. Dia tumbuh menjadi gadis cantik, lemah lembut dan berhati baik namun tegas. Itu semua berkat didikkan sang ibu Mei Yin yang lembut penuh dengan kasih sayang dan sang ayah Kang Jian yang tegas lebih mendominasi sifatnya.
Tidak terasa waktu berjalan hari keberangkatannya menuju sekte bunga persik yang ada di kota Cang Ling tempat turnamen pendekar muda di adakan.
"Hati - hati di jalan sayang. Semoga kamu kembali dengan selamat...." Mei Yin berkata sedikit parau karena tangisnya tidak bisa berhenti sambil memeluk tubuh putrinya Kang Lian dengan erat.
Begitulah hati seseorang ibu tetap tidak bisa ikhlas begitu saja melepas putrinya yang akan jauh darinya. Tetapi demi kebaikan sang putri dia juga harus bisa menekan semua rasa itu. Kang Lian pun ikut menitikkan air mata, karena ini adalah kali pertamanya dia akan berjauhan dengan orang tuanya. Tetapi dia harus bisa menekan semua rasa itu dan mengendalikan diri untuk tidak lemah dengan perpisahan ini.
"Sudah sudah. Lihatlah mata kalian sudah bengkak semua. Ini hanya untuk pergi turnamen. Mari kita doakan semoga ini akan menjadi pengalaman berarti bagi Lian'er!!" Ucap Patrick Kang Jian menenangkan istrinya Mei Yin untuk melepas tubuh putrinya Kang Lian.
"Baiklah suamiku. Sayang berangkatlah doa ibu selalu menyertai setiap langkah kakimu. Ibu akan selalu menantikan kepulanganmu, Nak." Pada akhirnya Sang ibu Mei Yin mengijinkan putri berangkat ke kota Cang Ling dikawal oleh tetua Bai Xiao.
"Terima kasih ibu. Lian'er menyayangi ibu...."
__ADS_1
"Ayah, Lian'er berangkat...." Ucap Kang Lian dan hanya mendapatkan anggukan dari ayahnya disertai usapan lembut di atas kepalanya.
Pada akhirnya mereka berangkat meninggalkan ibu dan ayahnya di sekte menara salju meski pun sebelumnya ada sedikit drama dari ibunya. Mereka pun berangkat mengunakan tiga ekor kuda yang sangat gagah perkasa membelah jalanan kota itu.