Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
Bab. 34. Changyi Yuwen vs Raja Rimba SuYunLuo


__ADS_3

Changyi Yuwen dan Yong yang ada di tengah tengah kepungan manusia rimba beserta hewan buasnya langsung menyabet pedangnya kearah manusia rimba yang ada di dekatnya.


Sementara itu Yong mengunakan tendangan yang lincah mendarat telak ke tubuh lawan yang ada di hadapannya. Kuku kukunya memanjang dan runcing muncul dari jari jari tangannya yang kokoh. Ketajaman kuku kuku runcing milik Yong tidak dapat diragukan lagi.


Para manusia rimba yang ada di sekitar Yong dan Changyi Yuwen tidak menyangka kalau mereka akan mendapatkan serangan tiba-tiba.


Meskipun mereka tidak siap dengan serangan itu, tetapi harga diri manusia rimba sangat tinggi. Jadi mereka menyambut serangan yang dilancarkan oleh Yong maupun Changyi Yuwen.


"Tendangan halilintar....!" Pekik Yong yang sedang melancarkan sebuah tendangan memutar. Tendangan itu menimbulkan sebuah energi yang sangat dahsyat membentuk kilatan cahaya yang ketajamannya menyerupai pedang.


Para manusia rimba yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan tiba-tiba dengan kekuatan sebesar itu. Mereka tidak dapat menghindar, maka yang bisa mereka lakukan hanya lah menahan serangan itu dan berharap serangan itu tidak akan melukainya cukup serius.


Tetapi sayangnya harapan mereka meleset. Karena serangan yang dilancarkan oleh Yong itu mengandung tenaga dalam tinggi sebab Yong memasukkan 100 lingkaran tenaga dalam.


Kilatan energi cahaya itu mengenai tubuh manusia rimba dengan telak. Meskipun mereka sudah melindungi tubuh dengan lapisan tenaga dalam, tetap saja tidak dapat melindungi diri dari dahsyat nya energi yang dilesatkan oleh Yong.


Dalam hitungan detik jasad manusia rimba dan hewan bertambah puluhan akibat serangan Yong. Meskipun sudah begitu banyak korban di pihak manusia rimba, tetapi mereka tidak mau menyerahkan justru menyerang tanpa kenal rasa takut sama sekali.


Sementara itu di sisi yang lain Changyi Yuwen menyabet pedang naga putih nya dengan sangat lincah. Pola serangannya sangat rumit dan sulit sekali untuk dibaca lawan.


Karena saat ini Changyi Yuwen mengunakan tehnik pedang tingkat tinggi yaitu jurus pedang naga bulan yang dia pelajari dari kitab penguasa alam.


Jurus pedang naga bulan ini merupakan tehnik pedang tingkat tinggi. Karena membutuhkan dua faktor utama yaitu kualitas tulang tertinggi seorang pendekar dan jumlah tenaga dalam yang sangat besar.


"Tebasan bulan ganda...!!" Pekik Changyi Yuwen menyabet pedang kearah lawan. Meskipun jarak nya dengan lawan cukup jauh, tapi tebasan bulan ganda yang diayunkan nya membentuk sebuah energi pedang yang sangat tajam.


Dan energi itu langsung menebas beberapa lawan dengan mudah dan memotong nya menjadi dua bagian serta membunuh lawan dengan cepat.

__ADS_1


Menyadari jumlah anggotanya banyak yang binasa di tangan dua orang yang terlihat sangat muda namun memiliki ilmu yang tinggi.


Membuat gusar pimpinan suku manusia rimba yang tidak lain raja SuYunLuo. Rasa hati nya tersayat sayat melihat kaumnya dibantai oleh dua orang pemuda.


Jarak antara SuYunLuo dan Changyi Yuwen cukup jauh. Dengan cepat SuYunLuo berlari ke arah Changyi Yuwen karena dia tidak ingin semua kaumnya dibantai oleh Changyi Yuwen.


Hanya dengan beberapa kali tarikan nafas SuYunLuo sudah ada di hadapan Changyi Yuwen.


Changyi Yuwen yang baru saja membunuh lima orang kaumnya, kini tersenyum mengejek kearah orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Oh... Oh... Akhirnya kamu menyadari keberadaan ku." Changyi Yuwen berkata sambil menyeringai kearah SuYunLuo.


"Biadab!!! Siapa kau? Berani beraninya membunuh kaum ku...." Teriak SuYunLuo dengan muka yang memerah karena amarahnya sambil menatap wajah Changyi Yuwen dengan tajam.


Seandainya tatapan mata SuYunLuo bisa melukai Changyi Yuwen mungkin tubuh Changyi Yuwen sudah di penuhi dengan luka yang diakibatkan tatapan mata SuYunLuo.


"Biadab!!! Kamu bilang aku biadab. Lalu yang kamu lakukan ini disebut apa? Membunuh orang orang tanpa pandang bulu!" Jawab Changyi Yuwen sambil mengangkat pedang yang ada di tangan nya dan mengarahkan pada SuYunLuo.


"Kalian sudah membantai penduduk satu kota di Changli. Sebagai balasan telah membunuh putri mu itu. Lalu apa salah orang orang yang ada di kota ini! Mereka tidak tahu menahu masalah putri mu. Tiba-tiba saja kau datang dan langsung membunuh mereka?" jawab Changyi Yuwen yang tidak kalah lantangnya.


"Karena kaum kalian semua pantas untuk mati!!!" Jawab SuYunLuo keras.


Dia tidak mau banyak bicara lagi maka dengan cepat dia mengayunkan senjata nya yang berupa palu besar itu ke arah Changyi Yuwen berdiri.


Changyi Yuwen tidak menghindari serangan yang dilancarkan oleh SuYunLuo kepada nya. Changyi Yuwen mengalirkan tenaga dalam ke pedangnya dalam jumlah besar untuk menyambut senjata palu milik SuYunLuo.


Benturan antara pedang milik Changyi Yuwen dan palu milik SuYunLuo menimbulkan suara yang sangat memekakkan telinga.

__ADS_1


Kini ratusan mata menoleh kearah sumber suara itu. Bisa mereka lihat kini telah terjadi pertarungan yang sangat dahsyat, seorang pemuda melawan raja mereka.


Pertarungan antara Changyi Yuwen dan SuYunLuo terlihat cukup seimbang karena mereka sama sama belum ada yang terluka.


Dampak pertarungan yang di timbulkan oleh keduanya cukup besar. Bahkan tidak jarang energi pedang yang meleset justru membunuh serta melukai kaum manusia rimba yang ada di sekitar pertarungan keduanya.


Akhirnya kaum manusia rimba memilih menjauh dari pertarungan antara Changyi Yuwen dan raja SuYunLuo.


Disaat mereka berpikir aman karena telah menjauh dari pertarungan yang bisa membahayakan apa bila ada serangan salah dan menyasar mereka.


Justru mereka disambut oleh Yong yang berdiri tegap dihadapan mereka, dia tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.


Pertarungan Changyi Yuwen dan SuYunLuo sudah berlangsung beberapa menit, sudah lebih dari seratus jurus mereka keluarkan namun belum ada yang kalah.


SuYunLuo berfikir untuk mengeluarkan ilmu andalannya untuk mengalahkan Changyi Yuwen.


SuYunLuo merapatkan kedua tangannya di depan dada dan dari kedua telapak tangannya mengeluarkan bara api berwarna merah.


Bisa di bayangkan panasnya api itu jika mengenai tubuh manusia, sudah di pastikan orang yang terkena api itu langsung berubah menjadi abu.


Changyi Yuwen yang melihat itu bukannya takut, dia juga langsung mengeluarkan ilmu api abadi dan membentuk perisai energi api untuk melindungi tubuhnya.


"Badai api neraka!!!" Pekik SuYunLuo ketika melemparkan bola api itu untuk menyerang. Dia sangat yakin kalau serangan nya kali ini pasti akan melukai lawannya.


Bola api yang di Lesatkan oleh SuYunLuo memiliki kecepatan tinggi dan sulit untuk diikuti oleh gerakan mata.


Changyi Yuwen bukannya menghindari bola api neraka milik SuYunLuo, tetapi justru menyambut datangnya bola api neraka tersebut dengan tenang tidak ada rasa takut sama sekali.

__ADS_1


Bola api neraka milik SuYunLuo menghantam tubuh Changyi Yuwen sehingga menimbulkan dentuman keras memekakkan telinga.


SuYunLuo tersenyum puas penuh dengan kemenangan. Karena dia sangat yakin kalau bola api neraka miliknya membakar habis tubuh Changyi Yuwen.


__ADS_2