
Qing Liu Fei masih menutupi mulutnya sendiri dengan kedua tangannya. Dia masih tidak percaya dengan apa yang di dengar.
Bagaimana mungkin dirinya dengan pemuda tampan yang masih belum lama dia kenal sudah melakukan berciuman bibir. Meskipun dalam keadaan terdesak karena ingin menyelamatkan nyawanya.
Ketika pikiran gadis itu sedang membayangkan hal yang tidak tidak mukanya kembali memerah karena malu. Yong yang memang sedang memandang wajah Qing Liu Fei sedang menunduk bisa melihat sedikit rona merah alami di pipi sang gadis.
"Kenapa harus malu seperti itu. Kita tadi sudah melakukannya berulang kali. Apa kamu tau? Meskipun kamu tidak sadarkan diri tapi kamu sangat menikmati ciuman kita tadi." Ucap Yong berbohong.
Karena Yong ingin menggoda Qing Liu Fei. Padahal yang terjadi justru sebaliknya. Dialah yang sebenarnya sangat menikmati ciuman itu walau sedang dalam misi penyelamatan. Tetapi dia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan langka pikirnya.
Dia seperti masih mengingat dengan jelas rasa bibir gadis cantik itu terasa kenyal dan manis menurutnya. Saat ini juga rasanya dia menginginkan lagi bibir gadis cantik yang tanpa disadari telah mengusik hatinya.
Sontak Qing Liu Fei mengangkat kepala kembali lalu menatap kearah Yong dengan mata melotot. Rasanya dia ingin membungkam mulut pemuda itu, agar tidak berbicara sembarangan lagi.
"Bagaimana apa kamu ingin kita melakukannya lagi? Akan aku tunjukkan bagaimana mana cara kamu menikmati ciuman bibir kita tadi." Ucap Yong sambil mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh makna.
Qing Liu Fei yang melihat senyuman dan kedipan mata Yong. Membuat gadis itu langsung berdiri dari duduknya dan ingin menjauh secepatnya dari pemuda mesum yang ada di depannya.
Gerakan Qing Liu Fei yang cepat serta tiba-tiba membuat keseimbangan tubuhnya tidak stabil. Sehingga membuat tubuh Qing Liu Fei terhuyung huyung karena mau terjatuh.
Dengan gerakan refleks yang cepat Yong meraih pinggang Qing Liu Fei dengan erat. Sehingga tubuh mereka kini saling menempel karena pelukan Yong pada pinggang gadis itu.
Tanpa mereka sadari kini wajah Qing Liu Fei bersembunyi di dada bidang Yong. Di saat menyadari tubuhnya berada dalam pelukan Yong. Sontak dia meronta-ronta dan mendorong tubuh Yong.
__ADS_1
Saat menerima dorongan tiba-tiba dari Qing Liu Fei. Yong justru kehilangan keseimbangan sehingga membuat keduanya terjatuh bersamaan. Karena Yong masih belum melepas pelukan di pinggang Qing Liu Fei.
Kini tubuh Yong ada di posisi bawah sementara tubuh gadis itu ada di atasnya. Dan tanpa sengaja wajah mereka saling menempel dan bibir mereka pun saling bertemu.
Yong pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Dengan gerakan cepat Yong pun ******* bibir Qing Liu Fei cukup dalam. Kapan lagi kesempatan seperti ini akan datang dua kali pikirnya.
Gadis itu pada awalnya terbawa suasana dan menikmati ciuman itu. Namun pada saat dirinya tersadar. Maka dengan cepat dia mendorong tubuh Yong dan menarik bibirnya yang masih di ***** oleh Yong.
"Kau!!!" Teriak Qing Liu Fei sambil bangkit dari atas tubuh Yong yang masih terlentang di atas tanah.
"Kenapa bukankah kau juga menikmatinya tadi." Jawab Yong tanpa rasa bersalah dan tidak tau malu sama sekali. Setelah Qing Liu Fei bangun dari atas tubuhnya baru Yong baru bisa berdiri kembali.
Sementara itu Qing Liu Fei merasa sangat geram dengan tindakan Yong yang dengan seenak jidatnya main sosor aja. Saat mendengar perkataan Yong membuat hati Qing Liu Fei semakin dongkol saja.
Maka dengan cepat Qing Liu Fei menghentakkan kakinya sekuat tenaga karena mereka marah dan geram. Sasaran hentakan Qing Liu Fei adalah kaki Yong, lalu gadis itu pergi meninggalkannya sendiri.
Dibalik rasa sakit yang dia terima dari Qing Liu Fei. Justru ada senyum puas dari bibir Yong. Karena dia dapat menikmati lagi ciuman dengan Qing Liu Fei dalam keadaan sadar.
Meskipun saat ini gadis itu sangat marah padanya tetapi dia yakin kalau sebenarnya gadis itu juga menyimpan rasa padanya. Karena tadi Yong dapet merasakan kalau gadis itu sangat menikmati bahkan sedikit membalas ciumannya.
Setelah Qing Liu Fei pergi meninggalkan tempat itu. Yong juga ingin pergi meninggalkan tempat itu juga. Tetapi sebelum dia pergi dari tempat itu dia mengalirkan tenaga dalam untuk memulihkan cidera akibat hentakan kaki Qing Liu Fei tadi.
Yong sama sekali tidak tidak marah meskipun Qing Liu Fei menciderai kakinya seperti itu. Yong justru merasa senang karena rasa sakit yang dia rasakan saat ini. Ditukar dengan manisnya bibir ranum Qing Liu Fei.
__ADS_1
Tanpa terasa Yong sudah tiba di depan kamar yang menjadi tempat istirahat Yong bersama dengan tuan mudanya selama tinggal di dalam sekte ini.
Saat memasuki kamar Yong melihat Changyi Yuwen sedang bermeditasi. Sebenarnya Yong ingin bercerita tentang rahasia sekte teratai emas yang sepertinya sedang dalam masalah.
Meskipun sedang dalam posisi meditasi Changyi Yuwen dapat merasakan kalau yong sedang menunggunya. Sepertinya ada masalah yang ingin dia bicarakan.
Karena tidak biasanya Yong bertingkah seperti itu. Jika tidak ada masalah penting yang ingin dibahas. Yong tidak mungkin mau menungguinya seperti ini.
"Ada masalah apa Yong?" Tanya Changyi Yuwen ketika selesai mengakhiri meditasinya.
"Anda sudah selesai tuan muda." Yong justru balik bertanya ketika Changyi Yuwen bertanya padanya.
"Hemm...." Changyi Yuwen menjawab pertanyaan Yong hanya dengan gumam saja.
"Tuan muda seperti Sekte Teratai Emas saat ini sedang dalam masalah serius." Ucap Yong dengan nada serius. Tidak seperti saat dirinya sedang jahil dan usil.
"Masalah seperti apa yang kamu maksud...." Tanya Changyi Yuwen jadi ikut serius. Dia tahu jika Yong sudah dalam mode serius dan bersikap seperti itu. Itu artinya telah terjadi masalah yang benar benar serius.
"Sepertinya dalam waktu dekat akan terjadi pemberontakan di dalam Sekte Teratai Emas ini. Yang menjadi incaran adalah posisi ketua sekte. Jadi aku merasa saat ini kakek anda sedang dalam masalah serius."
"Yong bisakah kamu menjelaskan semua informasi yang kamu ketahui padaku sekarang." Changyi Yuwen kali ini menanggapi ucapan Yong dengan sangat serius.
Yong pun akhirnya menceritakan semua kejadian yang dialami, dan cerita cerita yang dia dapatkan dari Qing Liu Fei. Namun ada beberapa bagian yang tidak dia ceritakan pada Changyi Yuwen. Saat dimana dirinya sedang mencium bibir ranum gadis itu.
__ADS_1
Setelah selesai mendengarkan cerita dari Yong tentang sifat dan kelakuan wakil ketua sekte. Sepertinya memang dia perlu mengambil tindakan tegas demi menyelamatkan nyawa orang banyak dan memberi pelajaran pada wakil ketua sekte.
Sebelum mendengar cerita dari Yong sebenarnya Changyi Yuwen ingin segera meninggalkan tempat ini dan melanjutkan perjalanan.