
Changyi Yuwen menyerahkan tiga butir pil penawar untuk racun pemusnah jiwa pada kakek Lang Gu. Bisa dilihat jika pil yang diberikan oleh Changyi Yuwen itu memiliki kualitas yang sangat baik.
Semua itu dapat di nilai dari aroma obatnya yang kuat serta warna yang terlihat lebih mengkilap itu salah satu ciri yang mudah untuk dikenali. Hanya seorang tabib yang berpengalaman dan mempunyai keahlian tinggi yang dapat membuat pil seperti ini.
Jika saja dia tidak melihat sendiri secara langsung kakek tua yang bernama Lang Gu juga akan sulit mempercayainya. Itu semua di sebabkan penampilan dari tuan muda yang dia kenal sebagai Fang Yuwen masih sangat muda, mungkin usianya masih tujuh belas tahunan.
Memang tidak terlalu jauh meleset tebakan kakek Lang Gu mengira, kalau saat ini Changyi Yuwen berusia tujuh belas tahun. Akibat dari postur tubuhnya yang jauh lebih dewasa dari pemuda seumuran dengannya.
Kakek Lang Gu merasa sangat kagum dengan sosok pemuda yang ada dihadapannya, di usianya yang masih begitu muda sudah mempunyai keahlian sangat tinggi dalam bidang ilmu pengobatan.
"Kakek Lang, silahkan anda minum obat ini dan bermeditasi untuk membersihkan tubuh anda dari racun pemusnah jiwa yang sudah menyebar di seluruh tubuh anda itu."
"Karena anda akan membutuhkan waktu cukup lama dan suasana tenang, maka akan saya buatkan anda sebuah segel. Agar tidak ada yang bisa menggangu konsentrasi Anda selama proses penyembuhan berlangsung."
"Baik tuan muda Fang Yuwen. Sekali lagi terima kasih atas bantuannya kalian berdua." Jawab kakek Lang Gu pada Changyi Yuwen. Kemudian dia menoleh ke arah cucunya lalu berpesan pada cucunya. "Yu'er kamu tunggu kakek disini. Jangan pernah kemana mana."
"Baik kek. Yu'er akan ingat pesan kakek." jawab Lang Yu dengan patuh.
__ADS_1
"Anda jangan khawatir cucu anda akan aman disini bersama dengan kami. Lebih baik secepatnya anda memulihkan diri dari racun pemusnah jiwa sebelum terlambat, karena kami tidak bisa terlalu lama disini untuk menemani anda ." Changyi Yuwen memberikan penjelasan.
Mereka tidak ingin merepotkan pemuda yang telah menolongnya terlalu jauh, Maka dengan cepat kakek Lang Gu mengambil posisi dan duduk bersila kemudian dia menelan pil penawar yang dibuat oleh Changyi Yuwen.
Dengan sekali kibasan tangan Changyi Yuwen sudah terbentuk sebuah segel yang mengurung kakek Lang Gu di dalamnya untuk memastikan tidak ada apa pun yang bisa menggangu konsentrasi kakek Lang Gu.
Hari sudah mendekati malam, tanpa diperintah Yong sudah mengumpulkan ranting pohon untuk membuat api unggun di sekitar mereka duduk. Udara malam hari di tengah hutan ini semakin dingin serasa menusuk kulit hingga ketulang.
Situasi seperti ini bagi Changyi Yuwen dan Yong bukan hal aneh, karena mereka sudah terbiasa dengan situasi seperti ini jadi tidak ada pengaruhnya bagi mereka. Namun kini ada seorang gadis kecil yang harus mereka pikirkan kondisinya, jadi Yong membuatkan api unggun agar bisa meng hangatkan tubuh gadis kecil itu.
"Yu'er kemarilah hangatkan tubuh didekat api unggun ini...." Changyi Yuwen memanggil gadis kecil yang berusia kira kira Delapan tahun namun sudah nampak cantik.
"Yu'er sebenarnya kamu hendak kemana? Hingga harus berurusan dengan mereka tadi...." Changyi Yuwen mulai membuka percakapan agar suasana tidak bertambah canggung.
"Kami sedang berusaha lari dari mereka, kami berasal dari Sekte Tirai Bambu. Orang orang yang mengejar kami itu berasal dari Sekte Gagak Hitam." Lang Yu mulai bercerita namun dari matanya nampak terlihat guratan kesedihan sangat mendalam.
"Tunggu dulu. Sekte Gagak Hitam!! Bukankah itu sekte aliran hitam yang terkenal sangat kejam rumornya tidak pernah ada yang bisa selamat jika berurusan dengan sekte itu." Changyi Yuwen memotong perkataan Lang Yu karena dia secara tidak sengaja mendengar tentang sekte Gagak Hitam dari beberapa orang sewaktu dia singgah restoran.
__ADS_1
"Anda benar Yuwen gege. Mereka itu sangat kejam sekali. Mereka membunuh semua orang Sekte Tirai Bambu kami tanpa ada yang tersisa. Aku bisa selamat karena ayah dan ibu mengorbankan nyawanya agar aku bisa melarikan diri. Saat itu aku terus berlari menuju goa tempat kakek Lang Gu tinggal karena kakek sudah memutuskan untuk keluar dari dunia persilatan dan mengasingkan diri didalam hutan."
Lang Yu berhenti sejenak dari ceritanya, gadis kecil itu mengusap air mata yang mulai menetes dari pelupuk matanya. Dia masih belum bisa melupakan kejadian yang sangat membekas di hatinya, hingga membuat trauma cukup mendalam karena harus berpisah dengan orang terdekatnya.
Changyi Yuwen saat bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Lang Yu saat ini. Karena dia juga pernah berada di posisi yang sama, yaitu kehilangan kedua orang tua yang sempat mengguncang hatinya. Tidak akan ada orang yang bisa dengan mudah menerima kenyataan harus kehilangan orang terkasih.
Penderitaan yang dialami oleh gadis kecil disampingnya hampir mirip dengan kisah hidupnya. Setelah kehilangan orang terkasih masih harus diburu layaknya hewan buruan sunguh tragis memang.
"Sudah tenang dulu hatimu. Minum ini!" Changyi Yuwen menyerahkan satu botol air minum dari gelang mustika dewa.
Gadis kecil itu tidak melihat Changyi Yuwen mengeluarkan botol minum dari gelang mustika dewa karena sibuk membersihkan air mata yang membasahi pipinya. Andaikan saja dia melihat aksi Changyi Yuwen yang memunculkan botol minum dari ruang hampa sudah dapat dipastikan gadis kecil itu akan terkejut.
"Terima kasih Yuwen gege." Gadis itu seraya mengulurkan tangannya untuk menerima botol minum dari tangan Changyi Yuwen.
Gadis kecil itu langsung meminumnya hingga tinggal setengah dari isinya. Sementara Yong hanya duduk diam membisu mendengarkan cerita Lang Yu, sambil sesekali menambah ranting pohon kedalam kobaran api unggun agar tidak padam
"Iya. Kalau kamu merasa kisah itu hanya akan menambah rasa sakit di hatimu, lebih baik tidak usah di ceritakan lagi." Changyi Yuwen mengusap kepala Lang Yu dengan lembut seolah olah dia sedang memberi kekuatan pada gadis kecil itu untuk lebih tegar.
__ADS_1
"Tidak apa Yuwen gege. Siapa tahu dengan aku berbagi cerita dengan Yuwen gege dan Yong gege beban di hati ini bisa sedikit berkurang." Ucap Lang Yu yang sudah mulai tenang kembali.
"Ketika kami tiba di Sekte Tirai Bambu semuanya sudah terlambat. Karena tidak ada satu orang pun yang selamat dari tragedi itu. Saat itu juga kami berdua membuatkan pemakaman yang layak untuk para korban pembunuhan yang ada di Sekte Tirai Bambu. Hari pun cepat berlalu sehingga kakek memutuskan untuk meninggalkan sekte dan akan mengajarkan ilmu sekte padaku di tempat yang tertutup. Agar suatu saat nanti aku bisa menghidupkan kembali Sekte Tirai Bambu di masa yang akan datang. Namun ketika kami sedang dalam perjalanan, kami di hadang oleh pendekar sakti dari aliran hitam berkemampuan tinggi sehingga kakek terkena racun pemusnah jiwa. Kami mengetahui kalau kakek terkena racun pemusnah jiwa dari seorang tabib yang menolong kakek. Tabib itu menyarankan untuk mencari bahan bahan untuk membuat penawar racun itu jika sudah terkumpul kami akan menemuinya kembali. Namun tidak disangka kami justru tertangkap oleh sekte Gagak Hitam di sini. Aku sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan gege berdua disini, sehingga aku dan kakek masih bisa hidup." Lang Yu meng akhiri ceritanya dengan senyum manis.