
Pertarungan antara Mo Shao dengan Xing Lan menyita banyak perhatian dari para penonton. Karena ini adalah pertandingan yang selalu dinantikan oleh para penonton.
Mereka sangat mengagumi bakat serta keahlian Mo Shao yang dijuluki Dewa srigala emas yang terkenal sangat jenius. Namun sayangnya bakat tinggi tidak diimbangi dengan tingkah laku yang baik, pemuda ini terkenal sangat arogan.
Tebasan demi tebasan dilayangkan oleh Mo Shao setiap kali golok besar dia ayunkan akan meninggal sedikit goresan pada tubuh Xing Lan. Gadis dari sekte bukit bintang ini tahu kalau dia bukan tandingan Mo Shao, namun dia tidak mau menyerahkan tanpa perlawanan sama sekali.
Meskipun sudah banyak luka sayatan ditubuhnya darah pun mulai merembes dari pakaian yang dia kenakan. Namun gadis itu tetap tidak mau berhenti untuk mengakui kekalahan.
Mo Shao sebenarnya bisa saja dengan cepat mengakhiri permainannya, namun dia lebih memilih mengulur permainan selama mungkin agar dapat menyiksa gadis dari sekte bukit bintang.
Orang lain mungkin berpikir sikap Mo Shao baik karena ingin memberikan muka pada lawan. Namun bagi orang yang berpengalaman sikap Mo Shao lebih cenderung merendah dan ingin menunjukkan sikap arogansinya.
"Sudah hentikan!!!"
"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh sekte srigala emas."
Wasit sudah tidak tahan lagi melihat gadis yang ada di hadapannya bertahan dalam kondisi buruk. Tubuh Xing Lan terlihat sangat pucat karena banyak sekali kehilangan darah, hampir saja dia kehilangan kesadaran.
Dengan gaya arogannya Mo Shao turun dari arena sambil tersenyum mengejek kearah Xing Lan. Kang Lian, Changyi Sia, Ye Qianyu hanya bisa menahan gejolak di hatinya melihat tindakan Mo Shao yang begitu merendahkan.
Sebagai sesama perempuan ketiga gadis itu bisa mengerti perasaan Xing Lan saat ini. Tanpa ada mereka sadari ketiga gadis itu berjanji akan membalas perbuatan Mo Shao yang telah menyakiti hati saudara angkatnya.
Meskipun mereka baru saling mengenal namun sudah memiliki kedekatan serta sudah saling mengangkat saudara. Meskipun mereka terlahir dari sekte yang berbeda namun mereka mempunyai satu tujuan yaitu menegakkan keadilan dan menciptakan perdamaian.
Meskipun terdengar sangat mustahil namun mereka sangat yakin jika saling membantu dan bahu membahu hal yang paling mustahil sekali pun bisa menjadi kenyataan apa bila dilakukan secara bersama.
Changyi Yuwen yang melihat kejadian itu tidak mengeluarkan sepatah katapun dari mulutnya. Namun dari sorot matanya, ada rasa tidak suka. Meskipun wajahnya terlihat dingin tanpa ekspresi namun matanya menatap pemuda yang baru saja turun dari atas arena itu penuh dengan makna.
Wasit membantu mengalir tenaga dalamnya pada Xing Lan untuk menghentikan pendarahan dan sedikit mengurangi luka dalam gadis itu.
__ADS_1
"Sudah. Kembalilah ke tempatmu."
"Ini aku beri kau pil penyembuh. Seharusnya dengan bantuan pil ini kamu bisa menyembuhkan diri dari luka dalam yang kamu alami. Jadi beristirahatlah dalam beberapa hari ini." Ucap wasit ketika selesai membatu Xing Lan serta memberikan sebuah pil untuknya.
"Terima kasih tetua Li."
Tertua Li Jian hanya tersenyum lembut dan mengibaskan tangannya sebagai tanda untuk segera turun dari arena. Dengan langkah yang sedikit tertatih tatih Xing Lan turun dari arena dan kembali ke tempat duduknya. Kang Lian dan Ye Qianyu mendekati Xing Lan dan memapahnya.
Ketika semuanya sudah kembali seperti semula, wasit memanggil peserta yang akan maju.
" Fang Yuwen perwakilan dari kota Huang An melawan Tang Liu perwakilan dari sekte bintang timur."
"Bagi peserta yang namanya dipanggil segera naik ke atas arena."
Pangeran Tang Liu naik keatas arena dengan langkah pasti serta penuh dengan rasa percaya diri. Sementara itu tidak lama kemudian majulah seorang pemuda dengan langkah tegas namun dengan wajah datar tanpa ekspresi.
Karena selama ini belum pernah ada perwakilan dari kota kota kekaisaran Zhao yang mampu memasuki babak semifinal. Ini adalah kali pertama perwakilan kota dapat masuk semifinal dan yang lebih mengejutkan lagi kedua duanya masuk semifinal.
"Inikah pemuda jenius dari kota Huang An."
"Sungguh beruntung sekali walikota Sie Han memiliki mereka."
"Sungguh luar biasa. Kota Huang An memiliki pemuda yang sangat berbakat seperti ini. Prestasi yang mereka raih sangat mengharumkan nama kota Huang An."
"Aku sungguh iri dengan walikota Huang An. Karena memiliki pemuda seperti mereka."
"Kamu benar. Sekte sekte besar pun banyak yang gugur dalam turnamen kali ini."
Masih banyak lagi komentar komentar dari para penonton meskipun suara mereka tidak keras. Namun bagi Changyi Yuwen suara mereka dapat terdengar dengan jelas akibat Indra Indra Changyi Yuwen sangat sensitif akibat dari latihan keras selama bertahun-tahun.
__ADS_1
Changyi Yuwen yang mendengar komentar komentar dari kursi penonton hanya tersenyum tipis hampir tidak terlihat jika orang tidak memperhatikan dengan seksama.
"Mulai!" Seru wasit Li Jian setelah meniup peluitnya.
Pangeran Tang Liu dengan gerakan sangat lincah serta gesit mulai menyerang Changyi Yuwen. Kali ini Changyi Yuwen tidak menerima serangan lawan namun berusaha untuk menghindarinya.
Pangeran Tang Liu yang merasa serangannya terlalu lemah jadi belum ada ada yang mengenai lawan. Dia mulai meningkatkan kecepatannya lagi lagi Changyi Yuwen masih bisa menghindar.
Pangeran Tang Liu merasa geram karena lawannya masih bisa menghindar dari semua serangannya. Kemudian dia meningkatkan kecepatan serangan sampai batas maksimal, lagi lagi dia dia dibuat kesal. Sebab lawannya masih dapat menghindar dengan mudah. Seolah olah setiap gerakan yang dilakukan oleh pangeran Tang Liu dapat dibaca dengan mudah.
Karena sudah merasa sangat kesal dan tidak punya pilihan lain, pangeran Tang Liu menggunakan tehnik andalannya yaitu ilmu pedang penghancur.
Jelas saja pangeran Tang Liu tidak tahu kalau Changyi Yuwen juga menguasai ilmu pedang penghancur, justru ditingkat yang lebih tinggi karena jumlah tenaga dalam yang dia miliki. Changyi Yuwen bahkan bisa menggunakan ilmu pedang penghancur lebih baik dari siapapun.
"Jurus pertama pemecah awan!!!"
Pedang pangeran Tang Liu mengarah leher Changyi Yuwen dengan cepat, namun ada hal yang tidak terduga. Pada saat pedang pangeran Tang Liu hanya kurang dari lima centi saja mengenai leher Changyi Yuwen. Changyi Yuwen bisa menghindar bahkan sudah cukup jauh dari tempatnya tadi berdiri seolah olah pemuda itu sedang berpindah tempat.
Mata semua orang terbelalak ketika melihat itu, tidak ada satu orang pun yang bisa melihat gerakan Changyi Yuwen. Karena memang Changyi Yuwen mengunakan ilmu teleportasi untuk berpindah tempat.
"Ini sihir...."
"Mustahil...."
"Ilmu apa yang dia gunakan...."
Semua orang terkejut, bahkan di kursi para tetua dan Patrick Zhang Zhuran pun berdecak kagum dengan aksi Changyi Yuwen yang menurutnya tidak semua orang dapat melakukannya.
Justru orang yang paling terkejut di sini adalah pangeran Tang Liu, karena dia sangat tau seberapa cepat dan kuatnya serangannya tadi. Karena dia mengalirkan 100 lingkaran tenaga dalam yang dia miliki, namun pemuda yang menjadi lawannya dengan mudah menghindarinya.
__ADS_1