
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, kini tinggal beberapa hari saja turnamen pendekar muda akan segera di mulai. Suasana sekte bunga persik yang biasanya tidak seramai ini kini nampak banyak sekali orang orang berdatangan untuk menghadiri undangan turnamen pendekar muda.
Turnamen pendekar muda kali ini nampaknya sangat jauh berbeda dari turnamen pendekar muda sebelumnya. Karena di acara turnamen pendekar muda kali banyak sekali murid murid jenius untuk menjadi perwakilan sektenya.
Satu persatu para tamu undangan mulai berdatangan sebagai tuan rumah dari acara turnamen pendekar muda. Sekte bunga persik sudah mempersiapkan semuanya jauh jauh hari untuk tempat tinggal para tamu undangan.
Saat ini di pintu masuk sekte bunga persik nampak banyak sekali orang orang sedang mengantri memasuki sekte. Didalam barisan antrian itu nampak tiga orang gadis cantik ditemani oleh dua orang pria satu masih sangat muda yang satunya lagi suda berusia 30 tahunan.
Ketiga gadis itu tidak lain Kang Lian, Ye Qianyu dan Xing Lan dan kedua orang pria itu Cong Lin serta tetua Bai Xiao. Setelah menunggu cukup lama pada akhirnya sampai juga giliran mereka untuk memasuki sekte bunga persik setelah menunjukkan identitas serta undangan mereka.
Beberapa murid dari sekte bunga persik mengantarkan mereka ke tempat yang telah disediakan selama mengikuti turnamen ini.
Tempat yang disediakan untuk sekte menara salju berbeda dengan yang di tempati oleh sekte gunung awan.Jadi rombongan mereka pun berpisah menuju tempat tinggal mereka masing masing.
Sementara itu tempat yang sama namun lokasi yang berbeda. Nampa seorang pemuda berwajah tampan namum dari tatapan matanya terlihat sekali kalau pemuda sangat sombong dan arogan.
Ketika semua orang memasuki sekte bunga persik dengan cara mengantri, namun berbeda dengan pemuda tersebut. Dengan langkah congkaknya dia melewati semua orang yang sedang mengantri.
Anehnya tidak ada satu dari mereka yang berani bersuara. Karena semua orang tahu, tidak akan berakhir baik jika mereka berurusan dengan pemuda tersebut.
Semua orang takut dengan identitas sang pemuda tersebut. Dia adalah putra pertama dari dari Sekte Srigala Emas yaitu sekte terkuat nomor tiga yang terkenal sangat jenius dalam generasinya.
"Tuan muda Mo shao. Silahkan masuk."
Ucap murid sekte bunga persik ketika menerima giok yang ditunjukkan oleh pengawal tuan muda Mo Shao.
Dari batu giok itu bisa diketahui kalau pemuda tersebut adalah putra pertama kepala sekte srigala emas. Pemuda yang terkenal sangat jenius serta sangat berbakat namun sangat disayangkan mempunyai sifat yang sangat buruk.
Tanpa ada basa basi tuan muda Mo Shao beserta dengan rombongan segera memasuki Sekte Bunga Persik langsung menuju kediaman yang telah disiapkan di antar oleh murid sekte bunga persik.
__ADS_1
Di hari berikutnya dalam antrian tersebut nampak gadis cantik yaitu putri kepala sekte bintang timur Changyi Sia, pangeran Tang Liu dan pangeran Tang San didampingi oleh jenderal Lin Siau.
Ketika rombongan pangeran Tang Liu sudah memasuki sekte bunga persik cukup lama. Nampak dua orang pemuda gagah yang memiliki wajah rupawan, pemuda yang berjalan di depan adalah Changyi Yuwen dan pemuda dibelakangnya Yong.
Mereka berjalan mengikuti antrian dengan tertib, ketika sampai giliran mereka langsung menyerahkan giok yang di berikan oleh walikota Huang An. Tanpa mendapatkan pertanyaan yang lebih jauh mere berdua di ijinkan untuk memasuki sekte bunga persik.
Changyi Yuwen dan Yong nampak berjalan dengan santai mengikuti murid sekte bunga persik menunjukkan tempat tinggal mereka selama acara turnamen pendekar muda berlangsung.
"Silahkan tuan muda. Ini adalah tempat tinggal untuk perwakilan dari kota Huang An." Ucap murid sekte bunga persik deng sopan.
"Terima kasih. Maaf telah merepotkan saudara." Jawab Changyi Yuwen juga sopan disertai dengan senyuman.
"Sama sama tuan muda. Tidak merepotkansama sekali, karena ini sudah menjadi tugas kami sebagai penyelenggara turnamen pendekar muda ini."
"Baiklah kalau begitu."
Pada akhirnya murid sekte bunga persik itu pergi meninggalkan kediaman yang jadi tempat tinggal Changyi Yuwen dan Yong. Dua pemuda itu akhirnya masuk kedalam.
Rumah itu nampak bersih serta tertata rapi, di dalam rumah ini ada tiga kamar tidur. Changyi Yuwen memilih satu kamar begitu juga dengan Yong.
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang sebelum sampai Sekte Bunga Persik dan banyak hal mengganggu perjalanan. Maka tidak dapat dipungkiri, kalau saat ini tubuh mereka juga merasakan kelelahan.
Mereka mengunakan waktu yang ada untuk beristirahat serta memulihkan tenaga dalam sampai prima sebelum turnamen pendekar muda di mulai.
Tanpa terasa serta tidak ada masalah berarti akhirnya turnamen pendekar muda di mulai. Changyi Yuwen bersama dengan Yong berangkat menuju tempat diadakannya turnamen pendekar muda.
Dibalam perjalanan mereka menuju tempat diadakannya turnamen mere berpapasan dengan seorang murid dari sekte bunga persik menunjukkan arah agar mereka tidak tersesat serta sampai tepat waktu karena sekte bunga persik sangatlah luas.
Ketika mereka sampai di arena yang dijadikan sebagai tempat berlangsungnya turnamen sudah banyak yang hadir. Changyi Yuwen dan Yong langsung menuju meja pendaftaran untuk mendaftarkan diri mereka.
__ADS_1
"Changyi Yuwen perwakilan dari kota Huang An."
"Yong perwakilan dari kota Huang An."
Mereka kini telah mendapatkan nomor antrian dan sekarang mencari tempat duduk untuk peserta yang masih kosong.
Setelah itu mulai banyak sekali orang yang berdatangan. Ada yang ikut sebagai peserta ada yang mendampingi bahkan banyak juga yang datang hanya untuk menonton pertandingan turnamen pendekar muda.
Kali ini mata Changyi Yuwen menatap wajah cantik dari seorang gadis yang memiliki wajah terasa sangat familiar bagi Changyi Yuwen. "Rasanya aku pernah melihat wajah yang mirip gadis itu. Tapi dimana ya...." gumam Changyi Yuwen pelan sambil memijat pelipisnya berusaha mengingat bayangkan wajah siapa itu.
Yong yang mendengar gumaman Changyi Yuwen langsung bertanya, "Aku merasa juga pernah melihatnya tuan muda."
"Sebentar tuan muda. Kenapa wajah gadis itu seperti ada kemiripannya dengan wajah tuan muda ya...." ucap Yong dalam hati sambil membanting wajah gadis yang sedang berdiri menunggu antrian pendaftaran dengan wajah tuan mudanya.
"Ada apa Yong? Kenapa kau menatapku seperti itu?" Changyi Yuwen penasaran dengan apa yang dilakukan oleh Yong.
"Kenapa ya. Aku merasa wajah gadis itu memiliki kemiripan dengan wajah tuan muda."
"Apa jangan-jangan...." Kali ini Yong menjeda kata katanya.
"Jangan jangan apa Yong...." Changyi Yuwen merasa penasaran dengan kata kata Yong yang tidak ada kelanjutannya.
"Aku menduga gadis itu ada hubungannya dengan tuan muda."
"Maksudnya...."
"Bisa jadi gadis itu ada hubungan persaudaraan misalnya anak dari paman tuan muda atau anak dari saudara ibu tuan muda."
"Bisa jadi."
__ADS_1