Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB 41. Membuat Pil Penawar Racun Pemusnah Jiwa.


__ADS_3

"Cih...."


Changyi Yuwen berdecih serta mendengus kesal ketika mendengar jawaban dari Yong. Meskipun sangat pelan namun tidak ada yang bisa luput dari tajamnya pendengaran Changyi Yuwen.


"Sekarang bereskan semua kekacauan yang telah kamu perbuat itu...." Changyi Yuwen menunjuk mayat mayat yang bergelimpangan di tanah, sambil berlalu.


"Baik tuan muda!" Jawab Yong sambil mengusap tengkuknya untuk menghilangkan rasa canggung karena pernyataan tuannya tadi.


Yong sudah mengerti dengan apa yang di maksud oleh tuan mudanya tanpa perlu penjelasan lebih rinci, maka dengan cepat dia menggali lubang cukup besar untuk mengubur mayat mayat yang telah dia bantai sebelumnya.


Dengan mengunakan kuku kuku tangannya membentuk cakar yang sangat tajam, serta dialiri cukup tenaga dalam hingga membuat semuanya menjadi lebih mudah.


Sementara itu Changyi Yuwen terus saja berjalan mendekati gadis kecil yang masih terkurung dalam segel buatannya. Ketika dia sudah dekat dengan gadis kecil itu tangannya sedikit terayun dan dalam sekejap segel yang mengurung gadis kecil hilang.


Kini nampak gadis kecil itu terlihat kebingungan dan terlihat ada rasa ketakutan ketika ada seseorang yang tidak dikenal mendekat ke arahnya.


Ketika menyadari itu Changyi Yuwen cepat berkata, "Jangan takut aku tidak akan menyakitimu!"


Ketika mendengar seruan dari orang di hadapannya gadis kecil itu mulai sedikit tentang. Dengan tatapan mata beningnya gadis kecil itu memandang Changyi Yuwen dari atas sampai bawah untuk membuktikan kebenaran ucapannya.


"Kakak ini siapa??? Dan terima kasih sudah menolong kami." Ucap gadis kecil itu, setelah berkata demikian baru dia tersadar dengan kondisi kakeknya.


"Kakek!!!!"


Gadis kecil itu langsung saja berlari ketika sepasang matanya melihat tubuh pria tua yang saat itu tengah terduduk dengan tubuh bersimbah darah.


"Kakek!! Hikh... Hikh...." Gadis kecil itu langsung memeluk tubuh kakek tua, dia tidak memperdulikan tubuh kakeknya yang sudah bersimbah darah dan bisa mengotori tubuhnya jika dia memeluknya.


"Tenanglah! Kakek tidak apa apa yu'er." Jawab kakek tua mengusap usap punggung gadis kecil yang ada dalam pelukannya agar bisa lebih tenang.


"Terima kasih banyak atas bantuan yang telah tuan muda berikan pada kami. Jika ada yang bisa pria tua ini lakukan maka katakanlah, agar kami bisa membalas kebaikan tuan muda."

__ADS_1


"Anda tidak perlu sungkan. Kami tadi kebetulan sedang lewat dan tidak sengaja melihat dan kami sedikit membantu." Balas Changyi Yuwen dengan senyum tipis.


"Terima kasih tuan muda. Kalau boleh tau, siapakah nama anda?"


"Namaku Fang Yuwen. Anda sedang terluka." Changyi Yuwen berjalan mendekat dan meraih pergelangan tangan kakek itu untuk meriksa denyut jantungnya.


"Racun pemusnah jiwa!" Gumam Changyi Yuwen pelan. Kini matanya menatap tajam kearah sang kakek dan berkata, "Kenapa anda bisa terkena racun pemusnah jiwa seperti ini."


"Anda mengerti tentang racun pemusnah jiwa?" Tanya sang kakek heran.


Karena racun pemusnah jiwa adalah racun yang sangat langka dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa mendiagnosanya. Sifat racun ini sangat halus jadi tidak mudah untuk terdeteksi meskipun itu seorang tabib sekali pun.


Tetapi sekarang tuan muda Fang Yuwen yang ada di hadapannya dengan mudahnya mengenali racun pemusnah jiwa pikir kakek itu dalam hati.


Bagi Changyi Yuwen yang sudah mempelajari ilmu racun dari kitab penguasa alam bukanlah hal yang sulit untuk mendeteksi segala jenis racun. Dengan sekali periksa dia dapat mengetahui kalau ada racun dalam tubuh kakek itu dan yang membuatnya kaget racun itu sudah menyebar.


"Boleh dibilang sebagai itu. Jika dalam waktu kurang dari sepuluh hari anda tidak menemukan penawaran racun pemusnah jiwa maka nyawa anda tidak akan dapat tertolong lagi."


"Saya mengerti. Saya sudah berusaha untuk mengumpulkan bahan-bahan untuk penawar racun ini. Namun ada satu bahan yang sangat sulit untuk saya dapatkan."


"Air kehidupan. Karena itu hanya sebuah legenda yang belum pasti kebenarannya." Ucapnya lirih terdengar seperti orang yang sudah putus harapan.


"Oh. Bisakah anda perlihatkan bahan bahan penawar racun itu."


Meskipun masih belum paham dengan apa yang menjadi maksud dari tuan muda Fang Yuwen kakek itu tetap mengeluarkan bahan bahan yang dimilikinya dari kantong kulit yang dia simpan di balik jubahnya.


Changyi Yuwen memeriksa semua bahan bahan yang ada dan itu memang benar. Semua bahan itu adalah bahan untuk membuat penawaran racun pemusnah jiwa hanya tinggal air kehidupan saja yang belum. Beruntung sekali Changyi Yuwen memiliki air kehidupan didalam gelang mustika dewa.


"Anda sangat beruntung. Kebetulan sekali saja memiliki air kehidupan itu. Jadi aku bisa buat penawar racun pemusnah jiwa."


"Benarkah tuan muda Fang Yuwen. Apakah Anda seorang tabib? Saya sangat berhutang pada anda." Wajah kakek tua nampak bahagia meskipun raut mukanya terlihat pucat karena banyak kehilangan darah dan racun yang bersarang dalam tubuhnya.

__ADS_1


"Bisa dibilang begitu." Jawab Changyi Yuwen singkat.


"Tuan muda semuanya sudah beres." Yong mendekat ke arah Changyi Yuwen setelah selesai mengubur mayat mayat yang dia bantai.


"Bagus. Sekarang kamu bantu kakek ini, alirkan tenaga dalammu untuk mengobati lukanya. Aku akan meracik obat dulu, karena aku harus membuat penawar racun pemusnah jiwa secepatnya."


Setelah berkata demikian Changyi Yuwen pergi meninggalkan tempat itu dan mencari tempat yang dirasa cocok untuk meracik obat.


Dengan sekali kibasan tangan sudah terbentuk segel mengurung dirinya sendiri. Karena dia harus berkonsentrasi penuh saat meracik obat, maka membutuhkan ketenangan dan tidak boleh ada yang menggangu.


Jika sampai dia berhenti di tengah proses pembuatan obat, itu akan sangat beresiko melukai jiwanya. Maka dari itu dia tidak boleh gegabah, dengan adanya segel itu dia akan menghindari hal hal yang tidak di inginkan.


Changyi Yuwen mulai mengeluarkan semua bahan bahan yang dia dapat dari kakek tua dan mengeluarkan satu botol air kehidupan dari gelang mustika dewa.


Setelah di rasa cukup, dia mulai duduk bersila untuk memulai proses pembuatan obat penawar. Kini dari kedua tangannya mengeluarkan api abadi berwarna putih kebiruan, api itu dia arahkan kedepan lalu dia memasukkan semua bahan bahan yang ada.


Pada menit pertama dari kobaran api itu mengeluarkan cairan berwarna hitam pekat. Cairan itu adalah limbah atau bahan yang tidak perlukan karena jika tidak campur justru akan merusak kualitas obat itu sendiri.


Changyi Yuwen terus mengontrol api abadi yang ada di hadapannya, bahan bahan obat yang tadi meleleh berbentuk cairan kini berangsur-angsur mulai mengkristal dan membentuk sebuah pil itu menunjukkan bahwa proses pembuatan obat hampir selesai.


Tidak terasa Changyi Yuwen sudah duduk bersila selama satu jam lebih, kini di kedua tangannya nampak menggenggam tiga butir pil penawar racun pemusnah jiwa.


Nafasnya masih sedikit tidak beraturan karena dia menyimpan ketiga pil itu dibalik jubahnya. Lalu dia mulai menstabilkan kondisi tubuh dan memulihkan tenaga yang sedikit menguras tenaga dalam.


Setelah beberapa menit Changyi Yuwen keluar dari segel buatannya, menghampiri Yong dan kakek tua serta gadis kecil yang kini duduk di bawah pohon cukup besar. Bisa dilihat sekilas tubuh kakek tua itu sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Tuan muda anda sudah selesai?" Tanya Yong ketika melihat Changyi Yuwen mendekat ke arahnya.


"Hem...." Cuma itu jawaban yang diberikan Changyi Yuwen pada Yong.


Kakek tua dan cucunya langsung bangkit dan memberikan penghormatan pada Changyi Yuwen yang menurutnya pantas di hormati karena telah menolong mereka.

__ADS_1


"Anda tidak perlu sungkan. Maaf saya belum tahu siapa nama anda."


"Perkenalkan nama saya Lang Gu dan ini cucu saya Lang Yu."


__ADS_2