Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
Bab 24. Hewan berkepala lima


__ADS_3

Laba laba raksasa itu tinggal berapa langkah lagi sudah ada di dalam bibir goa. Changyi Yuwen mengeluarkan segel transparan untuk menyembunyikan tubuhnya dari pandangan mata laba laba raksasa itu.


Dengan langkah hati hati sambil menghilangkan hawa keberadaannya agar tidak tercium oleh laba laba raksasa. Changyi Yuwen menahan nafasnya sambil terus berjalan menjauh dari bibir goa itu.


Ketika dia sudah cukup jauh dari goa laba laba raksasa tinggal. Maka Changyi Yuwen menghembuskan nafasnya kuat dan nafasnya sedikit tersengal segal karena cukup lama menahan nafas.


Dirasa sudah cukup aman Changyi Yuwen mulai lebih cepat berlari menuruni bukit agar secepatnya menjauh dari siluman laba laba raksasa itu.


Ketika menuruni bukit gunung es abadi dirasa lebih cepat jika dibandingkan dengan saat mendaki.


Setelah berjalan hampir seharian Changyi Yuwen kembali ke dalam goa yang ada di lereng gunung es abadi tempat dia beristirahat dulu.


Dan seperti biasanya Changyi Yuwen mulai memasang segel transparan di dalam dalam goa itu. Changyi Yuwen mulai duduk bersila, dia mengeluarkan jamur es salju dari gelang mustika dewa lalu meletakkan di hadapannya.


Perlahan lahan Changyi Yuwen mulai menutup matanya. Dia mulai menyerap energi dari jamur es salju dan mengalirkannya ke dalam tubuhnya.


Changyi Yuwen mulai merasakan tubuhnya menggigil hebat karena hawa dingin yang begitu kuat. Gigi nya sampai gemeretak karena menahan suhu tubuh yang semakin menurun.


Rasa dingin itu semakin lama semakin kuat sampai dia merasa tubuhnya seperti membeku karena dingin. Tetapi dia terus saja menyerap energi dari jamur es salju sampai habis.


Changyi Yuwen hampir saja kehilangan kesadaran saat energi dari jamur es salju habis terserap. Dengan susah payah dia mempertahankan dirinya untuk tetap sadar sampai akhir.


Setelah semua selesai tubuh Changyi Yuwen langsung terkulai lemah dan roboh. "Mungkin sampai di sini saja batas kemampuan bertahan," gumamnya dalam hati.


"Tubuh ku masih belum bisa digerakkan lebih baik aku pakai untuk istirahat dulu," batinnya sambil memperbaiki posisi duduknya tidak lama kemudian dia sudah terlelap.

__ADS_1


Keesokan harinya Changyi Yuwen tidak lai melanjutkan perjalanan dia ingin memulihkan kondisi tubuh nya terlebih dahulu. Karena perjalanan kali ini dia tidak tahu bahaya apa yang akan menghadangnya.


*******


Tidak terasa Changyi Yuwen sudah berjalan lebih dari sepuluh hari mencari Padang pasir abadi tempat buah persik emas tumbuh.


Saat ini Changyi Yuwen berada di tengah tanah lapang yang hanya ditumbuhi oleh beberapa pohon saja. Tempat yang sangat tandus dan gersang udaranya pun sangat panas di siang hari.


Hari ini sangat terik, Changyi Yuwen mengunakan energi es untuk menurunkan suhu tubuh nya karena sengatan matahari. Hari sudah mulai senja Changyi Yuwen mulai mengistirahatkan tubuhnya di bawah pohon yang tumbuh di Padang pasir abadi itu.


Ketika dia sedang duduk santai sambil menikmati makanan yang baru saja di keluarkan dari gelang mustika dewa. Changyi Yuwen merasakan ada getaran dari dalam tanah tidak jauh dari tempatnya duduk.


Changyi Yuwen mulai waspada dia mengeluarkan pedang naga putih dari gelang mustika dewa. Kali ini matanya terus menatap kesatu tempat, yang terdapat getaran seperti ada pergerakan dari dalam tanah tersebut.


Bintang itu bergerak sangat cepat seperti hendak menerkam tubuh Changyi Yuwen yang tidak jauh dari tempatnya berada. Maka dengan gerak refleks serta cepat dia menghindar dari terkaman binatang itu.


"Sungguh mengerikan. Hewan apakah ini?" Batin Changyi Yuwen.


Tidak berselang lama hewan itu masuk kembali ke dalam tanah kembali. Tidak lama kemudian kita sudah muncul ditempatkan Changyi Yuwen berdiri.


"Blaaar...."


Suara dentuman tanah tempat munculnya cacing tanah itu keluar. Ketika tanah tempatnya berdiri mengalami sedikit getaran Changyi Yuwen langsung melompat setinggi mungkin.


Cacing tanah itu keluar dari dalam tanah kembali dan kali ini munculnya tepat di tempat Changyi Yuwen berdiri tadi. Setelah tidak mendapatkan mangsanya cacing tanah itu kembali masuk ke dalam tanah kembali.

__ADS_1


Kali ini Changyi Yuwen mulai mendaratkan kakinya kembali ketanah yang lumayan jauh dari tempatnya tadi berdiri.


Changyi Yuwen mulai mencari cari tempat yang ada pergerakan di sekitar nya. Tidak lama kemudian Changyi Yuwen merasakan ada getaran halus didekat tempat nya berdiri.


Sesuai dugaan cacing tanah itu muncul kembali Changyi Yuwen langsung melompat ke arah samping dan mulai menebaskan pedangnya pada tubuh cacing tanah yang ada di depan nya.


Kali ini tebasan pedang Changyi Yuwen tidak mengenai sasaran. "Hewan ini sangat cerdas karena mampu mendeteksi keberadaan ku dengan cepat."


"Kali ini aku harus bisa membunuhnya. Aku harus tahu cara nya dia mengetahui keberadaan ku."


Changyi Yuwen mulai membuat gerakan diatas permukaan tanah tempatnya berdiri. Cacing itu sudah muncul di sana.


Changyi Yuwen tersenyum tipis, "Sekarang aku sudah mengetahui rahasiamu. Yang bisa dengan cepat mengetahui keberadaanku."


Changyi Yuwen mulai berlari dengan kecepatan tinggi menuju sebuah batu yang sangat besar tidak jauh dari tempatnya tadi. Ketika sudah sampai di atas batu Changyi Yuwen melemparkan satu bangkai hewan diatas tanah yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Ketika bangkai itu jatuh di atas tanah itu muncul cacing tanah itu. Kali ini yang muncul tidak hanya satu tapi ada lima sekaligus. Langsung melahap hewan yang di lempar oleh Changyi Yuwen tadi.


Changyi Yuwen bergidik ngeri melihat nya. Kali ini Changyi melemparkan kembali satu lagi bangkai hewan, untuk melihat lebih jelas hewan apa yang ada di hadapannya saat ini.


"Wuuus... bukkk"


Suara yang di timbulkan oleh bangkai hewan yang di lemparkan. Maka dalam sekejap muncul hewan yang di tunggu Changyi Yuwen.


Hewan yang muncul dari dalam itu kini nampak lebih jelas. Ternyata hewan yang seperti cacing besar itu mulut dari binatang ini. Tubuh dari binatang ini seperti belut tetapi mempunyai lima mulut, hewan yang sangat mengerikan.

__ADS_1


__ADS_2