Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 45 Pangeran kekaisaran Zhao.


__ADS_3

"Jendral Lin Siau dengarkan dulu penjelasanku. Setelah itu terserah padamu, apa pun itu nanti yang akan menjadi keputusanmu aku tidak akan ikut campur lagi...." Ucap jendral Wang Yun sambil melangkah maju ke depan tanpa ragu meski pun saat ini jendral Lin Siau sudah menghunuskan pedang siap menyerang kapan saja.


"Huuuh...." Jendral Lin Siau hanya mendengus kesal ketika melihat jendral Wang Yun terus saja melangkah maju ke arahnya.


Jendral Lin Siau dan jendral Wang Yun adalah jendral besar yang dimiliki oleh kekaisaran Zhao saat ini. Mereka adalah dua pemimpin hebat yang sangat di kagumi serta sangat dihormati oleh semua penduduk di kekaisaran ini.


Jendral Lin Siau sangat patuh serta setia kepada Raja Zhao generasi sekarang Yaitu Raja Tang Ming. Sementara itu jendral Wang Yun adalah jendral kepercayaan Kaisar generasi lama yaitu Raja Tang Yin.


Raja Tang Ming adalah raja yang baru saja di nobatkan mengantikan ayahandanya yaitu Raja Tang Yin, kaisar generasi lama yang baru saja meninggal dunia karena sakit.


Sebenarnya Tang Ming adalah pangeran kedua dari tiga pangeran yang ada. Namun dari ketiga pangeran hanya Tang Ming lah yang memiliki sifat serta Budi yang baik sebagai pemimpin cocok seorang penerus kekaisaran Zhao saat ini.


Pangeran pertama adalah pangeran Tang Liang, Pangeran ini mempunyai tabiat yang sangat buruk, sifatnya sombong serta sangat arogan. Mungkin karena dia selalu berpikir akan menjadi raja penerus selanjutnya makanya sering berbuat sesuka hatinya.


Tidak tanduknya sangat tidak sepadan dengan gelar yang disandang sebagai seorang pangeran yang tidak patut untuk untuk ditiru.


Sementara itu pangeran ketiga adalah pangeran Tang Liu. Dia sangat jauh berbeda dengan kedua saudaranya. Karena pangeran Tang Liu ini tidak pernah tertarik sedikit pun dengan urusan politik mau pun kekuasaan yang menurutnya sangat membosankan.


Dia mempunyai sifat yang sangat jahil dan sangat nakal, mungkin dikarenakan usianya masih sangat muda dari kedua saudaranya serta sangat dimanjakan oleh Raja Tang Yin. Sehingga sering suka bertindak ceroboh tanpa berpikir panjang akan resiko dari perbuatannya itu.


Dari ketiga pangeran yang ada, hanya pangeran Tang Liu yang mempunyai bakat beladiri paling tinggi. Jika dibandingkan dengan kedua saudaranya, melihat bakat beladiri yang dimilikinya oleh pangeran Tang Liu sangat tinggi.

__ADS_1


Raja Tang Yin mengirim putranya pangeran Tang Liu untuk masuk sekte bintang timur yang di pimpin oleh paman Changyi Yuwen yaitu Changyi Jiao.


Tang Liu di didik langsung oleh ketua sekte yaitu Changyi Jiao. Karena banyaknya pekerjaan yang harus dia urus sebenarnya beliau tidak ingin mengangkat seorang murid secara langsung karena kesibukannya.


Namun karena Raja Tang Yin kaisar Zhao saat itu memohon langsung padanya untuk mau mendidik putranya secara langsung, maka mau tidak mau akhirnya kepala sekte bintang timur itu menerima permintaan Raja Tang Yin.


Karena jika dipikir pikir tidak ada salahnya beliau menerima murid yang memiliki bakat beladiri cukup tinggi bahkan bisa dikatakan jenius beladiri. Namun jika bakat yang dimiliki oleh pangeran Tang Liu di bandingkan dengan Changyi Yuwen maka akan sangat jauh sekali perbedaannya.


Saat ini jendral Lin Siau sedang mendapat tugas untuk mengawal putra tertua Raja Tang Ming yaitu pangeran Tang San yang masih berusia tujuh tahun.


Pangeran Tang San hendak mengunjungi paman kecilnya yaitu pangeran Tang Liu yang ada di sekte bintang timur. Meskipun terpisah jarak cukup jauh tidak mengurangi kedekatan dengan paman kecilnya. Bisa juga karena mereka memiliki beberapa kesamaan yaitu sama sama suka usil.


Dalam pikiran jendral Lin Siau, "Tak apalah aku mendengarkan ceritanya. Siapa tahu ada yang penting. Toh jika aku bertarung dengannya saat ini akan sangat beresiko karena sedang mengawal putra mahkota yaitu pangeran Tang San."


"Saudara Siau, di dalam pertemuan istana saat itu pangeran Tang Liang dan menteri Mu Yao sedang memasang perangkap untuk kita. Dia ingin menjebakmu dalam sandiwaranya karena tujuan mereka cuma satu yaitu menghancurkan Raja Tang Ming dan orang orangnya. Dia ingin mengadu domba kita agar saling bermusuhan serta saling menjatuhkan, namun rencananya berhasil aku ketahui berkat orang orang yang aku susupkan di kediamannya. Jadi aku berpura-pura jatuh dalam perangkap mereka, karena waktu yang sangat mendesak jadi belum sempat aku bercerita padamu saudara Siau hingga timbul kesalah pahaman seperti ini. Jadi saat ini aku mohon pada mari kita lanjutkan sandiwara ini, dan sampai sejauh mana mereka akan bertindak." Jendral Wang Yun mengakhiri cerita sambil menyentuh pelan tangan jendral Lin Siau yang masih menggenggam erat pedangnya meskipun tidak lagi terarah padanya.


"Heeeh...." Jendral Lin Siau hanya mendesah panjang setelah selesai mendengar penjelasan jendral Wang Yun, karena tidak ada kata yang tepat bisa dia ucapkan.


"Sekarang semua keputusan ada di tanganmu. Jika kamu setuju dengan rencanaku mari kita lanjutkan sandiwara ini. Tapi jika kamu tidak setuju silahkan aku tidak akan melarang, tapi perlu kamu ingat semua resiko yang akan kamu tanggung...." Ucapnya santai namun ada senyum licik yang biasa dia perlihatkan.


"Bedebah tua ini sungguh sangat licik. Seolah olah melepaskan namun menarik ekornya." Gumam jendral Lin Siau dalam hati.

__ADS_1


"Bagaimana saudara Siau...." Tanyanya kembali.


"Baiklah. Apakah aku masih punya pilihan lain!!!"


"Sayangnya tidak ada lagi pilihan lain." Jendral Wang Yun dengan senyum paling menyebalkan menurut jendral Lin Siau.


"Baiklah, akan aku ikuti rencanamu itu." Jawab jendral Lin Siau sambil mennyarungkan pedang kembali.


"Saudara Siau senang bekerja sama denganmu."


"Kalau sudah tidak ada lagi yang ingin kamu bicarakan. Menyingkir lah dari hadapanku." Ucapnya sinis. Meskipun begitu jendral Wang Yun tidak marah karena sudah sangat hafal dengan sifat temannya yang bermulut tajam jika sudah bicara.


"Silahkan anda melanjutkan perjalanan jendral Lin Siau, semoga anda selamat sampai tujuan." Ucapnya lirih sambil memberikan penghormatan pada sahabatnya itu.


Jendral Lin Siau tidak menjawab perkataan namun hanya mendengus kesal ke arah jendral Wang Yun. Namun yang mendapat dengusan hanya tertawa kecil, seolah olah baru mendapatkan tontonan lucu.


Tidak berselang lama jendral Lin Siau beserta dengan rombongan melanjutkan perjalanan kembali menuju sekte bintang timur.


"Paman Siau apakah ada sesuatu?" Tanya pangeran Tang San ketika mereka sudah melanjutkan lagi perjalanan.


"Tidak ada pangeran, Itu hanya masalah kecil yang tidak penting." Jawab jendral Lin Siau sambil terus memacu kudanya, yang berjalan di samping kereta kuda yang di tumpangi oleh pangeran Tang San saat itu.

__ADS_1


__ADS_2