
"Babak selanjutnya, Mo Shao dari sekte srigala emas melawan Changyi Yuwen dari kota Huang An."
"Bagi peserta yang namanya di panggil silahkan naik ke atas panggung arena."
Naiklah ke atas arena seorang pemuda berparas tampan, namun dari gaya dan cara jalannya terlihat sekali kalau pemuda itu sangat angkuh dan arogan.
"Mo Shao dari sekte srigala emas."
Dengan sikap angkuhnya dia memperkenalkan diri pada semua orang yang ada di aula pertandingan.
Meskipun baru kemarin dia di buat bertekuk lutut oleh Changyi Yuwen ketika dia ingin mengerjainya. Namun yang terjadi justru sebaliknya karena Changyi Yuwen justru membalikkan keadaan tanpa mengangkat satu jari pun dia dapat mengalahkan Mo Shao.
Mo Shao yang selalu mendapatkan apa saja yang diinginkan, di tambah kedua orang tuanya yang selalu memanjakannya. Membuat sifat pemuda ini lebih arogan dan sangat suka menindas orang lain.
Setelah dia kembali ke kediamannya dan berfikir ulang kali. Dia beranggapan kemarin dapat dengan mudah di kalahkan oleh Changyi Yuwen karena saat itu sedang tidak siap atau waktu sedang lengah.
Makanya saat ini dia bisa memiliki kepercayaan tinggi untuk menghadapi Changyi Yuwen bahkan kali ini dia sangat yakin dapat mengalahkannya.
Lain Mo Shao lain pula dengan Changyi Yuwen, pemuda ini naik keatas arena dengan wajah dingin tanpa ekspresi sama sekali pembawaannya pun juga sangat tenang.
"Fang Yuwen dari kota Huang An." Changyi Yuwen memperkenalkan diri pada semua orang.
"Bukankah ini pemuda yang kemarin di ganggu oleh tuan muda Mo Shao kemarin?"
"Oh. Iya benar. Aku masih mengingat wajahnya. Tubuhku rasanya masih merinding mengingatnya."
"Dia sungguh pemuda yang sangat luar biasa. Jika aku melihat aksinya kemarin rasanya aku masih sulit untuk percay."
"Tuan muda Mo Shao ini otaknya masih berfungsi dengan baik atau tidak. Kemarin saja dia sudah hampir mati karena pemuda itu."
"Benar. Kalian lihat dia sekarang begitu sombongnya seolah olah tidak terjadi masalah apa pun dengan pemuda itu kemarin."
Komentar komentar dari para penonton terdengar jelas di telinga Changyi Yuwen karena Indra pendengarannya 3 kali lebih tajam dari pada yang dimiliki oleh orang lain.
__ADS_1
Kejadian kemarin saat tuan muda dari sekte srigala emas itu menyerang dirinya banyak sekali yang melihat. Itulah kenapa banyak sekali orang orang yang berkomentar tentang kejadian kemarin antara dirinya dengan Mo Shao ini.
"Apakah kalian berdua sudah siap?"
Kedua pemuda gagah yang ada di atas arena pertandingan hanya menganggukkan kepalanya, sebagai pengganti jawaban kalau mereka sudah siap.
"Baiklah kalau begitu. Pertandingan kita mulai!!" Begitu selesai berkata demikian terdengar suara peluit panjang.
Dengan maju berapa langkah ke depan sambil membawa golok besar di tangannya dia mulai mengincar Changyi Yuwen. Golok besar itu mempunyai bobot yang tidak ringan namun ketika golok ada di tangan Mo Shao terlihat ringan seperti seringan kapas.
Golok besar milik Mo Shao bernama golok srigala, sebuah golok pusaka yang dimiliki oleh sekte srigala emas. Golok ini akan selalu diwariskan pada setiap generasi yang berbakat atau generasi penerus kepala sekte masa depan
Dengan adanya golok srigala di tangan Mo Shao itu menunjukkan kalau pemuda ini sangatlah jenius yang dipersiapkan untuk menjadi calon pemimpin masa depan.
Changyi Yuwen banyak sekali mengetahui informasi informasi seperti ini, yang dia dapatkan dari restoran yang dia singgahi. Ketika dirinya menempuh perjalanan dengan jalan kaki saat menuju sekte bunga persik beberapa minggu yang lalu.
Changyi Yuwen yang melihat gerakan agresif dari Mo Shao, Dia mengangkat pedang naga miliknya untuk menghalau golok srigala yang mengarah lehernya.
"Traaang...."
Penonton banyak sekali yang merasa sangat penasaran dengan hasil akhir dari pertandingan antara Changyi Yuwen dan Mo Shao ini.
Banyak orang yang menjagokan Changyi Yuwen sebagai pemenang karena telah melihat sendiri kekuatan sang pemuda yang menurutnya jauh dari nalar mereka.
Namun banyak juga yang menjagokan Mo Shao yang dianggap pemuda paling jenius di generasi muda kali ini dan mereka kebanyakan orang orang yang tidak melihat kejadian kemarin
Bahkan banyak dari penonton pertandingan antara Changyi Yuwen dan Mo Shao dijadikan ajang taruhan dengan total 1000 keping koin emas.
Kali ini justru para penontonlah yang lebih antusias dengan pertarungan Changyi Yuwen dengan Mo Shao. Karena mereka telah mempertaruhkan harta miliknya untuk menjagokan idola mereka.
"Akan aku balas kejadian kemarin dengan mengalahkan mu sekarang." Mo Shao berkata pelan namun penuh dengan penekanan.
"Lakukan jika kamu bisa!" Changyi Yuwen menjawabnya dengan santai saja tanpa ada beban atau pun keraguan sedikitpun.
__ADS_1
"Rasakan ini. Srigala membelah gunung." Pekik Mo Shao ketika mengeluarkan jurus andalannya.
Mo Shao menyerang Changyi Yuwen dengan kekuatan besar. Kali ini sasaran utamanya adalah leher atau kepala Changyi Yuwen.
Changyi Yuwen tanpa keraguan menyambut serangan yang datang kearahnya hanya dengan pedang naga yang masih tersarung.
"Duaaar...." Suara ledakan terdengar sangat keras.
Mata penonton banyak yang tidak percaya bahkan banyak yang berfikir akan segera tamat nasib pemuda yang menjadi lawan Mo Shao.
Namun yang terjadi sungguh jauh dari ekspektasi mereka. Changyi Yuwen sungguh masih baik baik saja dan masih tetap berdiri di tempatnya.
Mo Shao baru tersadar dari rasa terkejutnya ketika serangannya tidak melukai Changyi Yuwen. Bahkan pemuda itu mampu menahan serangannya tanpa terluka dan yang lebih mengejutkan dia tidak bergerak sedikit pun dari tempatnya berdiri.
Sungguh pemandangan yang sangat langka meskipun dia sebenarnya merasa kagum dengan kekuatan pemuda yang menjadi lawannya. Namun karena harga dirinya yang terlalu tinggi jadi dia menolak untuk mengakuinya.
Meskipun demikian Mo Shao masih menolak kekalahan. Dengan gerakan cepat dan lincah meskipun mengunakan pedang besar, dia mulai menyerang Changyi Yuwen tanpa jeda.
Changyi Yuwen yang mendapat tekanan dari serangan Mo Shao hanya menghindarinya dan sesekali menyambut serangan tersebut.
Mo Shao yang melihat cara bertarung Changyi Yuwen merasa sangat geram dan marah. Karena pemuda tersebut seperti tengah meremehkan dirinya.
"Srigala menguasai gunung!" Kali ini Mo Shao mengunakan ilmu golok hati srigala kembali.
Ilmu golok hati srigala mempunyai tiga jurus. Jurus pertama srigala membelah gunung, jurus kedua srigala menguasai gunung dan jurus ketiga srigala raja gunung.
Changyi Yuwen dapat merasakan kalau serangan Mo Shao kali ini memiliki daya hancur lebih besar dari yang sebelumnya. Maka dengan cepat dia membuka lapisan energi pelindung dari tenaga dalam.
Ketika golok srigala milik Mo Shao menyentuh kulit Changyi Yuwen, energi pelindung yang menyelimuti tubuh Changyi Yuwen bereaksi.
"Jeddaaaar....!" Ledakan besar terjadi.
Mo Shao terpental beberapa langkah kebelakang, kali ini dia memegangi dadanya yang terasa berdenyut nyeri akibat luka dalam.
__ADS_1
Dia tidak menyangka kalau Changyi Yuwen akan membuat energi pelindung di menit menit terakhir. Belum lagi energi pelindung milik Changyi Yuwen tidak memiliki berbentuk serta tidak dapat dilihat oleh orang lain.