Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
Bab 28. Kepulangan patriak Changyi Jiao.


__ADS_3

Tidak terasa waktu cepat berlalu hari berganti hari sampai berganti bulan. Dengan menunggangi seekor kuda gagah patriak Changyi Jiao membutuhkan waktu 1 bulan penuh untuk sampai ke sektenya.


Setelah menempuh perjalanan yang sangat panjang dari hutan kematian, akhirnya patriak Changyi Jiao sudah dapat melihat secara samar samar keberadaan sektenya. Meskipun tempat itu masih sangat jauh ke arah sekte bintang timur.


Tetapi di dalam hatinya ada perasaan lega dan bahagia. Hatinya terasa menghangat jika mengingat semuanya. Perjuangan nya selama ini tidak sia sia karena dia dapat menemukan apa yang di cari.


Dari kejauhan beberapa orang penjaga yang sedang bertugas menjaga pintu gerbang terkejut ketika melihat kepulangan patriak mereka. Maka dengan cepat salah satu dari mereka langsung berlari masuk untuk memberi tahukan kalau patriak mereka sebentar lagi sampai kedalaman sekte mereka.


Maka dengan cepat beberapa tetua mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan patriak Changyi Jiao, menuju pintu gerbang sekte mereka.


"Patriak anda sudah kembali. Lebih cepat dari dugaan kami semua." Sapa salah satu tetua bintang timur dengan ramah.


Ketika menyambut kepulangan patriak mereka yang cukup lama meninggal sekte karena mencari keberadaan Changyi Yuwen keponakannya yaitu putra dari saudaranya Changyi Jun.


"Lalu dimana tuan muda Changyi Yuwen saat ini, patriak. Kenapa tidak ikut bersama dengan Anda...." Tanya tetua Hong Chun penasaran, begitu juga dengan para tetua yang lain.


"Saat ini dia berada di tempat yang jauh lebih aman jika dibandingkan ikut bersama kita disini. Dia sedang belajar memperkuat dirinya, dia sedang mempersiapkan diri nya sebelum memutuskan keluar dari tempatnya berlatih saat ini."


Para tetua sekte bintang timur hanya bisa terdiam ketika mendengar jawaban dari patriak mereka yang terlihat tenang.


"Semua berjalan lancar berkat doa dan dukungan dari kalian semua." Jawab Patriak Changyi Jiao sambil tersenyum. "Bagaimana dengan sekte, apakah ada masalah selama aku aku pergi meninggalkan sekte?"


"Tidak ada masalah yang berarti di dalam sekte selama patriak tidak di tempat." Kali ini tetua Hong Chun yang menjawab pertanyaan patriak Changyi Jiao.


Ada senyum lega ketika mendengar kabar dari sekte yang tidak terjadi apa-apa selama dia tinggalkan. "Baiklah. Kalau begitu mari kita masuk kedalam. Ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua. Tetapi sebelum itu aku ingin beristirahat sejenak."

__ADS_1


"Baik. Silahkan patriak." Tertua Hong Chun mempersilahkan patriak Changyi Jiao berjalan terlebih dahulu baru di ikuti oleh para tetua yang lain.


Mereka semua berjalan masuk ke dalam sekte dan menuju kediaman mereka masing-masing. Patriak Changyi Jiao langsung masuk tempat tinggalnya untuk beristirahat terlebih dahulu.


Hari sudah berganti, satu hari penuh patriak Changyi Jiao beristirahat. Keesokan harinya para tetua sekte bintang timur berkumpul di aula sekte tempat biasa ketika mereka sedang membahas sesuatu.


Patriak Changyi Jiao langsung berbicara di hadapan para tetua yang ada di ruangan itu. Meskipun suara yang dikeluarkan oleh patriak Changyi Jiao pelan namun terdengar sangat jelas seolah olah ada di samping mereka.


Karena suara yang dikeluarkan oleh patriak Changyi Jiao mengandung tenaga dalam yang cukup tinggi untuk memperjelas suaranya.


"Kali ini aku ingin membahas tentang aliran hitam yang tindakannya semakin masif saja akhir akhir ini dan semakin meresahkan terutama para penduduk. Jika hal ini terus dibiarkan saja. Maka cepat atau lambat akan mengancam kestabilan dunia persilatan. Jadi aku ingin mengajak beberapa sekte aliran putih dan netral untuk membentuk aliansi dalam mengatasi masalah ini. Bagaimana menurut kalian dengan rencana ini...."


Patriak Changyi Jiao menjelaskan permasalahan yang dialami selama dalam perjalanan dia melihat aliran hitam yang semakin agresif.


Begitu pula dengan para tetua yang lain, mereka semua menyetujui serta sependapat. Karena perbuatan aliran hitam sudah sangat meresahkan terutama para penduduk yang tidak menguasai ilmu bela diri menjadi korban.


"Lalu apa rencana patriak?" Kali ini tetua Hong Chun bertanya. Langkah apa yang harus mereka lakukan untuk menghadapi para aliran hitam.


"Aku ingin mengirimkan surat kepada para tetua sekte aliran putih dan netral untuk membahas masalah ini. Dan membentuk aliansi, bagaimana menurut kalian? Apakah punya pendapat yang lain...." Jawab patriak Changyi Jiao sambil memberikan pertanyaan kepada para tetua sekte, siapa tau mereka mempunyai pendapat yang lain.


Semua para tetua sekte bintang timur menyetujui usulan patriak Changyi Jiao. Dan secepat mengirimkan surat undangan kepada seluruh sekte yang ingin di ajak beraliansi. Setelah selesai membahas masalah tersebut kemudian mereka membahas masalah lain yang ada di dalam sekte.


*****


Sementara itu di tempat yang berbeda, di perguruan menara salju. Salah satu sekte menengah aliran putih yang dipimpin oleh patriak Kang Jian.

__ADS_1


Nampak seorang gadis kecil berlatih ilmu pedang dengan sangat lincah serta gerakannya seolah olah seperti sedang menari.


Ilmu pedang yang dipelajarinya oleh gadis itu bernama tarian burung fenik. Ilmu pedang tingkat tinggi yang hanya bisa di pelajari langsung oleh pemimpin serta calon penerus sektenya.


Gadis yang bergerak lincah itu tidak lain adalah Kang Lian, yang sedang memperagakan jurus jurus tarian burung fenik dihadapan pengajarnya.


Lelaki paruh baya yang sedang memperhatikan Kang Lian berlatih adalah ayahnya sendiri yang tidak lain kepala sekte menara salju.


"Bagus Lianer. Ayah bangga padamu...."


"Meskipun di usiamu yang masih sangat muda tapi sudah dapat mencapai ilmu pedang sejauh ini. Tidak mudah untuk bisa mempelajari jurus tarian burung fenik. Ini menunjukkan betapa tingginya bakat yang kamu miliki."


Patrick Kang Jian berdecak kagum atas bakat serta potensi yang dimiliki oleh putrinya. Karena dia sangat jelas mengetahui betapa sulitnya mempelajari jurus tarian burung fenik ilmu andalan sektenya itu.


"Terima kasih ayah. Aku hanya giat berlatih, semua ini juga berkat bimbingan dari ayah." Jawab Kang Lian tersenyum lembut sembari menyarungkan pedangnya.


Dia melangkah mendekati ayahnya yang tidak jauh dari tempatnya berdiri. Kemudian dia memberikan hormat pada ayahnya seperti biasa setiap kali selesai berlatih.


Dari kejauhan nampak salah satu murid dari sekte berjalan mendekati mereka. Murid itu memberikan hormat dan menyerahkan sebuah surat dan segera bergegas meninggalkan tempat itu.


Setelah menerima surat tersebut Patrick Kang Jian segera membuka serta membaca isi surat yang ada dalam genggaman tangannya.


Isi surat tersebut mengatakan bahwa Changyi Yuwen sudah diketemukan dalam keadaan sehat. Saat ini dia berada di tempat yang sangat aman jauh dari jangkauan orang orang yang mengincar keberadaannya.


Sekarang ini dia sedang berlatih ilmu bela diri dibawah bimbingan seorang guru yang hebat. Dia akan keluar dari latihan tertutup apabila sudah cukup kuat menghadapi orang orang itu.

__ADS_1


__ADS_2