
Changyi Yuwen yang tadinya hanya ingin rebahan saja, pada akhirnya tertidur juga mungkin karena bosan menunggu waktu.
"Tok! Tok! Tok!" Suara pintu diketuk dari luar.
"Saudara Yuwen apakah anda sudah bangun." Panggil pengawal Hui Min dari balik pintu.
Changyi Yuwen yang tadinya masih tertidur nyenyak, langsung membuka matanya karena mendengar ketukan pintu dari luar. Dan tidak lama kemudian terdengar suara pengawal Hui Min memanggil.
"Iya. Tunggu sebentar." Jawab Changyi Yuwen pelan seraya turun dari atas tempat tidurnya.
"Argh...." Desis Changyi Yuwen. Changyi Yuwen menggeliatkan badannya karena dia merasakan punggungnya terasa kaku setelah bangun tidur.
"Silahkan masuk saudara Hui. Duduklah terlebih dahulu. Aku akan bersiap siap sebentar saja." Changyi Yuwen mempersilahkan pengawal Hui Min untuk masuk kedalam dan menunggunya sebentar karena dia ingin pergi ke kamar mandi dulu.
Setelah beberapa saat Changyi Yuwen selesai membersihkan tubuhnya dan menganti pakaiannya. Dia kembali menemui pengawal Hui Min dan mengajaknya berangkat menuju kediaman Patriak Fang Tao.
Sesuai dengan permintaan Patriak Fang Tao, setelah beristirahat mereka di minta untuk menemuinya. Sebenarnya banyak sekali pertanyaan pertanyaan ada dalam pikiran pengawal Hui Min.
Karena tidak biasanya Patriak Fang Tao menemui tamu di kediamannya. Karena menurut cerita dan rumornya beliau tidak pernah mau menemui tamu di kediaman pribadinya. Karena selama ini setiap ada tamu selalu ke aula sekte atau ruang kerjanya.
Itulah kenapa pengawal Hui Min merasa cemas dan takut. Apakah ini ada kaitannya dengan keterlambatannya tiba di sekte? atau dia secara tidak sengaja telah membuat suatu kesalahan yang membuat patriak Fang Tao marah? atau masih banyak lagi yang lainnya.
Berbeda pula dengan Changyi Yuwen, kali ini pikirannya kini dipenuhi oleh pertanyaan. Bagaimana caranya dia menjelaskan pada kakeknya yang sudah sangat lama tidak ditemuinya.
"Tuan tuan patriak Fang Tao telah menunggu anda berdua. Silahkan anda masuk sekarang."
Ucap salah satu murid sekte teratai emas yang diberi tugas menunggu Changyi Yuwen dan pengawal Hui Min. Patriak Fang Tao berpesan kalau mereka berdua telah tiba di kediamannya di suruh langsung saja masuk kedalam.
__ADS_1
"Baik. Terima kasih." Jawab Changyi Yuwen dan pengawal Hui Min hampir bersamaan.
Sebenarnya mereka berdua tidak menyadari kalau telah sampai di kediaman Patriak Fang Tao karena mereka sibuk dengan lamunannya masing-masing. Kalau bukan karena perkataan murid dari sekte teratai emas itu mungkin mereka juga masih belum tersadar dari lamunannya.
"Sama sama tuan. Silahkan anda masuk Patriak ada di dalam." Ucap murid sekte teratai emas itu dengan sopan mempersilahkan tamu patriak Fang Tao.
Sebelum berangkat Changyi Yuwen sangat percaya diri namun sekarang jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Hatinya pun berdebar-debar tidak karuan, tubuhnya pun sedikit menegang karena menahan banyak rasa. Ada rasa rindu, rasa bersalah, rasa kasihan dan rasa takut semua menjadi satu.
"Ohh. Kalian sudah datang." Ucap patriak Fang Tao menyambut kedatangan mereka berdua. Tadinya Patriak Fang Tao sedang duduk membaca buku sambil menunggu mereka datang.
"Hormat kami pada patriak Fang Tao." Changyi Yuwen dan pengawal Hui Min memberikan salam pada patriak sekte teratai emas itu.
"Iya. Iya. Duduk dulu." Perintah patriak Fang Tao pada mereka berdua untuk duduk di kursi yang ada di hadapannya.
"Pengawal Hui, siapakah pemuda yang kau bawa kemari ini. Sepertinya aku belum pernah melihatnya ke sini bersamamu sebelumnya?" Tanya patriak Fang Tao pada pengawal Hui Min.
"Sebentar tadi kamu mengatakan pemuda ini yang menyelamatkan kamu dari organisasi bandit tengkorak hitam. Apakah kamu ditangkap oleh organisasi bandit tengkorak hitam sebelumnya dan di bawa ke markas mereka?"
"Anda benar patriak. Tapi syukurlah organisasi bandit tengkorak hitam kini sudah hancur sekarang. Semua anggota organisasi mati semua tidak ada yang tersisa." Pengawal Hui Min menjelaskan secara singkat tentang kehancuran organisasi bandit tengkorak hitam.
"Tunggu dulu. Beberapa hari yang lalu dunia persilatan di gegerkan berita tentang hancurnya organisasi bandit tengkorak hitam. Menurut berita yang beredar semua anggota organisasi mati terbunuh dan tidak ada satu pun yang tersisa. Siapa orang yang telah menghancurkan markas organisasi bandit tengkorak hitam sampai dengan sekarang belum ada yang tau. Kalau kamu sempat menjadi tawanan mereka itu artinya kamu tahu siapa orang yang telah memusnahkan organisasi Itu?"
Pengawal Hui Min melirik ke arah Changyi Yuwen yang hanya diam saja tidak bereaksi apapun. Kemudian dia hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan oleh patriak Fang Tao.
"Lalu siapakah orang itu? Begitu beraninya menghadapi organisasi kejam itu sendirian." Tanya patriak Fang Tao lagi. Di dalam hatinya ada rasa penasaran juga rasa kagum pada orang yang telah menghancurkan markas utama organisasi bandit tengkorak hitam yang selalu menebar teror.
"Anda sudah mengenalnya patriak. Karena dia adalah saudara Yuwen ini." Jawab pengawal Hui Min menjelaskan.
__ADS_1
Pengawal Hui Min lalu menceritakan kalau Yu Huan, Yu Chan, Yu Long dan semua anggota organisasi bandit tengkorak hitam lainnya mati ditangan Changyi Yuwen dan Yong. Dan semua mayat di bakar menjadi serpihan abu oleh saudara Yuwen.
Mendengar penjelasan dari pengawal Hui Min itu patriak Fang Tao semakin mengagumi sosok pemuda tampan yang ada di hadapannya itu. Ketika memperhatikan wajah Changyi Yuwen dia seperti familiar dengan wajah tersebut. Namun dia lupa kapan dan dimana dia pernah melihatnya.
Changyi Yuwen bisa merasakan kalau saat ini pandangan mata patriak Fang Tao tertuju padanya. Changyi Yuwen pun membuka suara untuk memecahkan keheningan serta mencairkan suasana yang terasa canggung.
"Perkenalan saya Yuwen. Pengawal Hui Min terlalu berlebih-lebihan. Saat itu kebetulan sedang lewat saja. Dan tidak sengaja membatu pengawal Hui Min dan rombongannya." Jawab Changyi Yuwen merendah.
"Hanya kebetulan lewat?" Tanya patriak Fang Tao mengernyitkan dahi.
"Sebenarnya saya ada keperluan pribadi dengan anda patriak. Apakah bisa kita berbicara hanya empat mata dengan anda?"
"Ada masalah apa? Bisa kau jelaskan intinya saja!"
"Maaf patriak. Masalah ini terlalu penting untuk di buka sembarang. Saya akan menjelaskan semuanya nanti. Namun sebelumnya adalah ruangan khusus untuk kita berdua?" Changyi Yuwen berusaha menjelaskan betapa pentingnya masalah yang akan mereka bicarakan.
Sementara itu patriak Fang Tao awalnya sempat ragu dan curiga dengan pemuda itu mengingat pemuda itu telah membantai organisasi bandit tengkorak hitam sendirian.
Bisa jadi kali ini dia ingin menghancurkan sekte teratai emas, tetapi kalau di pikir ulang lalu kenapa dia menolong Bao Ning Hwa beserta rombongannya. Toh selama ini sekte teratai emas tidak pernah membuat musuh atau pun bersinggungan dengan sekte lain.
"Anda jangan khawatir. Karena saya tidak akan mencelakai anda." Changyi Yuwen bisa menebak isi pikiran patriak Fang Tao dari keraguannya menjawab. Patriak Fang Tao yang isi pikiran seperti terbaca oleh Changyi Yuwen menjadi malu sendiri.
"Baiklah kalau begitu. Ikut denganku." Patriak Fang Tao berkata pada Changyi Yuwen.
"Baik." Jawab Changyi Yuwen singkat.
"Pengawal Hui Min bisakah anda kami tinggal sebentar?" Kali ini patriak Fang Tao bertanya pada pengawal Hui Min.
__ADS_1
"Tidak masalah patriak. Silahkan patriak."