Legenda Pendekar Pedang Naga

Legenda Pendekar Pedang Naga
BAB. 87 Kejahilan Yong.


__ADS_3

Malam semakin larut tetapi keduanya masih terus berbincang bincang. Ditengah dinginnya udara malam.


"Saudara Yong, sepertinya anda murid baru di dalam sekte teratai emas ini. Karena aku belum pernah melihat anda sebelumnya."


"Kamu benar. Memang aku baru saja tiba di sekte teratai emas ini. Karena aku datang bersama rombongan keluarga bangsawan Bao Ning Hwa. Ketika aku baru saja tiba langsung jalan jalan mengelilingi sekte ini. Tidak disangka aku melihat mu tenggelam di danau itu." Jawab Yong sambil menyunggingkan senyumnya.


Qing Liu Fei yang melihat senyuman Yong merasa tidak nyaman. Karena dia teringat kembali dengan kejadian waktu itu. Pipinya pun langsung merah merona karena merasa malu.


"Kenapa pipimu memerah?" Tanya Yong pura pura tidak mengerti. Padahal dia memang sengaja membuat gadis itu teringat dengan kejadian tadi saat dirinya menolong gadis itu.


"A...Aku ti...tidak apa-apa." Jawab gadis itu tergagap karena masih belum bisa mengontrol perasaannya karena rasa malunya.


"Kenapa sekarang kamu menjadi gagap seperti itu?" Tanya Yong lagi. Namun dalam hatinya tersenyum bahagia karena melihat tingkah lucu gadis yang baru saja di kenalnya.


Tetapi entah kenapa pikiran Yong selalu tertuju pada gadis cantik yang ada di hadapannya itu. Rasanya sangat menyenangkan bisa mengganggu gadis cantik yang ada dihadapannya saat ini. Dia merasa sangat bahagia bisa melihat wajah merona dan tingkah lakunya.


Yong sendiri tidak habis pikir. Kenapa dirinya sekarang bisa bertingkah seperti itu. Tetapi sungguh menggoda gadis cantik itu, memberikan kebahagiaan tersendiri menurutnya.


"Aku tidak apa apa saudara Yong." Qing Liu Fei berusaha menetralisir perasaannya. Agar tidak terlihat jelas di depan mata pemuda tampan yang ada di hadapannya itu.


"Benarkah? Tetapi kenapa aku melihat ada yang berbeda?" Ucap Yong. Tetapi matanya menatap lekat pada wajah Qing Liu Fei.


"Melihat apa?" Tanya Qing Liu Fei penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Yong.


Sehingga kedua mata mereka saling menatap satu sama lain. Meskipun tatapan itu hanya bertemu beberapa detik saja namun menimbulkan getaran serta detak jantung kedua berpacu lebih cepat dari biasanya.


Sebenarnya Yong merasa canggung dan gugup dengan kejadian barusan. Bukan Yong namanya jika dia tidak bisa mengubah suasana hatinya menjadi netral kembali.

__ADS_1


"Karena aku melihat wajahmu semakin cantik. Jika sedang malu malu seperti itu semakin imut."


Yong justru semakin menggoda gadis cantik yang ada di hadapannya. Sementara itu hati Qing Liu Fei semakin tidak karuan dibuatnya. Gadis itu langsung menyembunyikan wajahnya di antara lutut dan pahanya. Karena memang gadis itu sebelumnya duduk dengan memegangi kedua lututnya.


"Kenapa kamu seperti itu? Apakah kamu merasa malu?" Yong semakin iseng untuk menggoda Qing Liu Fei yang sudah sangat malu sekali.


Andaikan saja posisi Qing Liu Fei tidak sedang duduk seperti itu dari tadi. Mungkin gadis itu sudah pergi berlari meninggalkan Yong di tempat itu.


Namun karena posisi dan keadaan yang tidak memungkinkan. Gadis cantik itu hanya bisa menyembunyikan wajahnya dan berharap Yong berhenti untuk menggodanya terus.


"Apakah kamu tahu, tadi saat aku menolong tengelam aku sudah melihat semuanya dengan jelas." Yong sengaja berkata demikian, karena dia ingin gadis itu mengangkat wajahnya kembali.


"Apa maksudmu saudara Yong?" Tanya Qing Liu Fei seketika mengangkat wajahnya, saat mendengar ucapan Yong barusan.


Yong yang melihat itu tersenyum puas karena gadis cantik itu sudah termakan umpannya. Sementara itu Qing Liu Fei yang melihat senyuman Yong menjadi curiga kalau pemuda yang ada di hadapannya sedang mengerjainya.


"Tidak ada. Apakah aku tidak boleh tersenyum." Jawab Yong santai.


"Tadi Anda mengatakan kalau sudah melihat semuanya. Sebenarnya apa yang telah anda lihat tadi?" Qing Liu Fei masih penasaran dengan perkataan Yong. Yang membuat otaknya terus berputar putar menebak maksud dari perkataan Yong.


"Kamu yakin ingin mendengarnya. Tidak akan menyesal setelah mendengarnya." Yong berkata demikian sambil mengedipkan sebelah matanya ditambah dengan senyum genit.


Gadis cantik itu menjadi merinding sendiri melihat tingkah pemuda tampan yang ada di hadapannya yang terlihat genit. Qing Liu Fei menjadi ragu tetapi juga tetap penasaran dengan maksud dari perkataan Yong tadi.


Didalam hati Qing Liu Fei terjadi pergolakan antara iya dan tidak atas perkataan Yong barusan. Setelah beberapa saat hati gadis itu dihinggapi oleh kebimbangan dan keraguan.


Pada akhirnya Qing Liu Fei memutuskan untuk mendengarkan apa yang terjadi saat pemuda yang ada di hadapannya menolong dirinya.

__ADS_1


"Iya. Aku ingin mendengarnya." Jawab Qing Liu Fei cepat meskipun di dalam hatinya masih tersimpan keraguan.


"Yakin...." Kali ini senyuman Yong berubah menjadi senyuman licik yang tadinya senyum genit.


Qing Liu Fei memantapkan hatinya, lalu mengangguk sembari berkata, "Iya. Aku yakin."


"Pada saat kamu tenggelam. Aku melihat ada bayangan hitam berkelebat tidak jauh dari tempatmu tenggelam. Aku yakin bayangan hitam itu ada kaitannya dengan kamu yang tenggelam saat itu. Sayangnya aku tidak bisa memperhatikan dengan jelas. Karena konsentrasi ku tertuju padamu yang sudah semakin tenggelam dalam air danau." Yong menghentikan ceritanya lalu menghela nafas.


Qing Liu Fei yang mendengar cerita Yong pun bernafas lega karena cerita yang disampaikan oleh Yong. Tidak seperti yang dia bayangkan sebelumnya. Tadi Qing Liu Fei sudah berfikir yang tidak tidak tentang cerita yang akan di sampaikan oleh Yong namun dugaannya meleset.


Memang benar tadi pada saat yong menyelamatkan Qing Liu Fei dia melihat bayangan hitam tidak jauh dari tempat Qing Liu Fei tenggelam. Yong merasa ada rahasia yang tidak sesederhana dugaannya.


"Apa kamu tau? Tadi pada saat kamu aku angkat dari dalam dasar danau nafas mu sudah hilang. Namun denyut nadi mu masih ada walaupun sudah sangat lemah. Karena kamu terlalu banyak minum air danau itu."


"Lalu apa yang terjadi?" Tanya Qing Liu Fei memotong cerita Yong kare merasa sangat penasaran. Jika berdasarkan cerita itu, seharusnya dia sudah mati. Yang menjadi pertanyaannya sekarang 'kenapa aku masih bisa hidup?'.


"Makanya dengarkan dulu orang bercerita. Jangan suka memotong pembicaraan orang lain."


"Maaf. Tolong lanjutkan ceritanya." Qing Liu Fei meminta maaf dengan wajah bersalah. Yong yang melihat itu tersenyum licik.


"Kamu tau demi menyelamatkan nyawamu. Aku harus merelakan ciuman pertamaku. Karena aku harus memberimu nafas buatan. Agar paru-parumu terjadi pergantian oksigen sehingga membuatmu tersadar." Ucap Yong tanpa ada rasa bersalah.


"Ka... Kamu!!!" Sontak gadis itu berteriak histeris lalu menutup bibirnya. ketika mendengar perkataan Yong yang menurutnya sungguh tidak sopan terhadap dirinya.


"Kenapa? Seharusnya kamu berterima kasih terhadapku. Karena orang tampan seperti diriku ini telah suka rela memberikan nafas buatan pada dirimu. Coba bayangkan sekarang seandainya aku tidak memberi mu nafas buatan apa kamu pikir masih bisa hidup sekarang."


Ketika mendengar cerita lanjutkan dari Yong, mungkin memang benar ucapannya. Seandainya dia tidak diberikan nafas buatan oleh pemuda tersebut mungkin saat ini dia sudah menjadi mayat.

__ADS_1


Namun perbuatan Yong juga membuatnya merasa dirugikan, tetapi jika dipikirkan kembali Yong juga tidak bersalah. Karena memang keadaan sangat mendesak dan mungkin saat itu hanya satu satunya jalan yang harus dia pilih.


__ADS_2