
Ping Ru Meng balas menjura kearah semua nya dengan wajah merah padam, sambil berusaha menahan malu.
Tapi dalam pandangan Yu Ming, wajah kekasih nya yang sedang bersemu merah itu, justru terlihat semakin menambah kecantikan nya yang mempesona.
Bila tidak ada yang lain, ingin rasanya Yu Ming mencium pipi kekasihnya itu.
Selagi Yu Ming sedang larut dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba ada suara pergerakan langkah kaki, sedang berjalan keluar dari bagian dalam mulut Gua.
Hal itu segera membuat perhatian mereka semuanya, kembali beralih kearah mulut Gua.
Ping Ru Meng bisa sedikit bernafas lega, tidak terus berada dalam kecanggungan seperti tadi.
Dari arah mulut Gua, terlihat melangkah keluar Iblis Api dan Iblis Es.
Mereka berdua setelah tiba di mulut Gua, mereka langsung menatap curiga kearah sekeliling.
"Kakak aku sepertinya mencium bau hawa Dewa, yang sangat pekat di sekitar sini.."
"Bagaimana menurut kakak, atau aku nya yang terlalu paranoid..?"
Tanya Iblis Api ke Iblis Es.
"Tidak adik, insting mu tidak salah.."
"Aku juga merasakan hal yang sama, kemungkinan mereka sudah mengejar kita hingga kemari.."
"Jangan lupa, si mata tiga itu, memiliki anjing sialan, yang paling pintar melacak keberadaan ras seperti kita.."
Ucap Iblis Es membenarkan pendapat adiknya.
Iblis Api,
"Kakak benar, anjing sialan itu, aku benar benar membenci nya, kalau suatu hari aku berhasil menangkapnya.."
"Aku pasti akan menyembelihnya, untuk di masak Mun obat, di makan bersama arak, untuk menghangatkan badan.
Ucap Iblis Api bersemangat.
Mendengar ucapan Iblis Api, Siau Thian Quan sudah tidak bisa menahan diri untuk menggereng marah.
Dia langsung melompat keluar dari tempat persembunyiannya.
Menatap kearah kedua Iblis itu dengan penuh kemarahan.
Dia terus menggereng bersiap menerkam kearah kedua iblis itu.
"Grrrrrr..!" Grrrrrr..!" Grrrrrr..!"
"Grrrrrr..!" Grrrrrr..!" Grrrrrr..!"
"Grrrrrr..!" Grrrrrr..!" Grrrrrr..!"
Melihat hal tersebut, Yu Ming pun buru buru berkata,
"Kakak Misan kalian berempat urus Iblis Api.."
"Iblis Es biar serahkan ke aku dan Ru Meng saja.."
Dewa Er Lang mengangguk cepat, lalu dia langsung menerjang kedepan, mendahului anjingnya bergerak menyerang Iblis api, dengan tombak dan tembakan laser dari mata ketiganya.
Dewa Er Lang harus bergerak cepat mendahului anjingnya, karena dia tidak ingin Siau Thian Quan celaka di tangan Iblis Api.
__ADS_1
Dewa Pagoda dan Nacha juga bergerak menyusul Dewa Er Lang, mendahului pergerakan Siau Thian Quan.
Akhirnya Siau Thian Quan hanya bisa mengikuti mereka, menyerang Iblis Api, sebagai penyerang paling terakhir
Sedangkan Yu Ming setelah saling memberi kode dengan Ping Ru Meng.
Mereka berdua seolah olah saling memahami isi hati masing masing.
Mereka segera melesat, mencoba menyerang Iblis Es dari dua arah.
Sebuah cahaya keemasan mendahului Yu Ming menerjang kearah Iblis.
Itu adalah bagian dari jurus,
"Tebasan Pedang Xuan Yuan Cahaya Emas.."
Iblis Es buru buru membuat sebuah perisai lingkaran cahaya biru muda.
Membentuk dinding es, yang dia ciptakan sebagai perisai, untuk menahan kekuatan tebasan pedang Yu Ming.
Melihat Yu Ming hadir disana, Iblis Es sadar, hari ini dia tidak mungkin bisa lolos lagi.
Tiga atasannya, Iblis Asura, Iblis Langit dan Iblis Bumi, mereka yang memiliki ilmu begitu tinggi saja.
Tetap saja berhasil Yu Ming lumpuhkan, apalagi cuma dirinya yang berada di tingkatan keempat,
"Blaaarrr..!"
Lingkaran biru sirna, dinding perisai es pecah hancur berantakan.
Cahaya emas terus bergerak mengejarnya.
Sebagai usaha terakhir, dia hanya bisa terbang mundur menjauh, memanfaatkan situasi tersebut, ingin melarikan diri kembali kedalam Gua.
Iblis Es yang ada di posisi tanggung, segera mendorongkan tangan kanannya, melepaskan pukulan Hawa Iblis Es Pemusnah.
"Bresss..!"
Iblis Es yang tersambar cahaya biru, yang di lepaskan oleh Pedang Inti Es Abadi.
Sesaat dia membeku di sana, berubah menjadi patung es.
Sedangkan Ping Ru Meng yang menghadapi pukulan kabut Es yang menyambar ke arah nya.
Pinggang nya sudah di sambar oleh Yu Ming, ditarik menghindari serangan tersebut.
"Singggg...!"
"Blaaarrr..!"
Yu Ming sambil menyambar tubuh Ping Ru Meng menjauh, dia membalas menebaskan jurus
"Tebasan Pedang Xuan Yuan Api Surgawi...!"
Kabut hawa es iblis terbelah dua, menguap hilang di udara.
Iblis Es yang baru saja berhasil melepaskan diri dari kurungan es, yang membelenggunya.
Melihat cahaya merah melesat kearahnya dengan sangat cepat.
Dia buru buru mendorongkan kedua telapak tangannya kedepan, membentuk mantra perisai es iblis.
__ADS_1
"Blaaarrr..!"
Perisai hancur pecah berantakan di tabrak tebasan pedang Yu Ming yang dahsyat.
Yu Ming yang kini dalam setiap serangannya, selalu di dukung oleh hawa 4 Dewa Maha Agung, yang berhasil di aktifkan oleh roh suci.
Kekuatan nya tidak sama dengan dulu lagi, sangatlah dahsyat dan sulit di ukur.
"Breeet..!"
Tubuh Iblis Es terpental hingga menabrak dinding Gua.
Dia jatuh berlutut di depan Gua, terus memuntahkan darah segar.
Dia telah kehilangan hampir 70% kekuatan nya, dan terluka cukup parah.
Dari perut dada hingga wajahnya, terlihat ada luka gores pedang yang cukup dalam, sehingga terlihat darah mengucur deras dari luka tersebut.
Iblis Es sudah tidak sanggup melanjutkan pertarungan ataupun melarikan diri lagi.
"Dewa Pagoda, ! sekarang saat nya..!"
"Segera tahan Iblis Es..!"
Teriak Yu Ming Mengingatkan Dewa Pagoda.
Dewa Pagoda sendiri terlihat sedang sibuk membantu Dewa Er Lang, mengalahkan Iblis Api, yang sedang terdesak hebat.
Melihat kesempatan tersebut, Dewa Pagoda melompat mundur, membiarkan Nacha dan Siau Thian Quan yang membantu Dewa Er Lang.
Dia sendiri setelah bergerak mundur, segera melemparkan Pagoda Ling Long melayang keudara.
Melesat ke atas kepala Iblis es yang terlihat sudah tak berdaya.
Begitu sinar emas Pagoda Ling Long menyinarinya.
Tubuh Iblis es pun menyusut menjadi kecil, lalu dia terhisap masuk kedalam Pagoda Ling Long, yang bergerak berputaran diatas kepalanya tadi.
Begitu Iblis Es sudah masuk kedalam Pagoda, Dewa Pagoda segera menarik kembali Pagoda nya.
Lalu kembali menggunakan sepasang tongkat emas berulir nya, untuk membantu Dewa Er Lang menahlukkan Iblis Api.
Tidak butuh waktu lama, Iblis Api yang sepasang kakinya tertahan oleh Dewa Pagoda, yang menguncinya dari bawah tanah.
Sedangkan tangan kirinya tertahan oleh gigitan Siau Thian Quan.
Saat serangan tombak Nacha tiba, dia hanya bisa menangkisnya dengan tangan kanannya.
Tapi saat 5 gelang emas Nacha menghantam tubuhnya.
Dia sudah tidak bisa apa apa lagi.
"Deesss..!" "Deesss..!" "Deesss..!"
"Deesss..!" "Deesss..!"
"Brukkkk..!"
Iblis Api jatuh terlentang, saat mencoba bangkit, ujung tombak Dewa Er Lang sudah menempel di lehernya.
"Menyerah lah..!"
__ADS_1
Ucap Dewa Er Lang dengan suara dingin.