
Ratusan pedang yang tercipta dari lahar merah, terlihat meluncur dari atas kebawah.
Semuanya menyambar kearah Yu Ming.
Yu Ming merespon serangan tersebut, dengan membentuk sebuah lingkaran perisai cahaya biru.
Lingkaran cahaya biru tersebut terlihat melesat ke udara menyambut pedang lahar panas yang datang.
"Cessss..! Cessss..! Cessss..!"
"Cessss..! Cessss..! Cessss..!"
"Cessss..! Cessss..! Cessss..!"
"Cessss..! Cessss..! Cessss..!"
Satu persatu pedang lahar panas yang bersentuhan dengan perisai ciptaan Yu Ming.
Semuanya berubah menjadi batu pedang beku, sebelum kemudian jatuh kembali kedalam kawah lautan lahar di bawah sana.
Perisai biru ciptaan Yu Ming tidak hanya menangkis jatuh serangan pedang lahar yang tiada hentinya.
Dia juga terus melesat keatas, mendekati pusat pusaran bola pedang lahar panas.
"Blaaarrr ..!"
Benturan dahsyat bertabrakan di udara, sebagai akibatnya bola pusaran lahar pedang, di buat membeku di udara, oleh perisai biru ciptaan Yu Ming .
Yu Ming memberikan sebuah tebasan cahaya biru, melesat membelah Bola lahar yang membeku, hingga terbelah dua.
"Singggg..!!"
"Blaaarrr...!"
Begitu bola batu beku, terbelah dua, pecahan batu beku langsung jatuh kebawah, kemudian tenggelam di telan lautan lahar di bawah sana.
Sedangkan cahaya biru energi pedang Yu Ming, setelah membelah bola batu beku.
Kini melanjutkan mengejar kearah Iblis Neraka, yang bersembunyi di balik bola batu beku yang terbelah.
Iblis Neraka sudah tidak sempat menghindar, dia terpaksa menggunakan pedang api neraka nya, untuk melakukan tangkisan darurat.
"Trangggg...!"
Tubuh Iblis neraka terdorong mundur, hingga punggungnya membentur dinding tebing, diatas kawah lahar panas.
"Braakkk..!!"
Seluruh tubuh Iblis neraka, yang melesak kedalam dinding tebing, terbungkus oleh es tebal.
Dia terkunci di sana, sulit bergerak, di saat bersamaan sebuah Jala yang mengeluarkan cahaya biru.
Terbang kearah tubuh Iblis neraka, yang terjebak di dalam bongkahan batu es.
Jala itu langsung menutupi dinding tebing yang mengunci pergerakan Iblis Neraka.
__ADS_1
Iblis Neraka belum menyerah, dia mengerahkan hawa api neraka nya, untuk menghancurkan lapisan es yang mengurungnya.
Lapisan es beku, mulai retak retak tidak kuat menahan kekuatan Hawa Api Neraka.
"Blaaarrr...!"
Lapisan es beku meledak hancur berkeping-keping, Iblis Neraka mencoba merobek Jala Langit dan Bumi.
Dia berusaha meloloskan diri dari Jala yang menutupi jalan keluarnya.
Tapi Iblis Neraka tidak berhasil merobeknya, sebaliknya, dia malah jadi terbungkus di dalam Jala yang melilit tubuhnya.
Tubuh Iblis Neraka terlilit Jala cahaya biru, yang mampu meredam hawa panas yang terpancar dari tubuhnya.
Kini dia terlihat meluncur jatuh kebawah tak terkendali, menuju kawah lahar di bawah sana.
"Arggghhh...!"
Iblis Neraka menjerit kaget, dia berusaha meronta ronta sekuat tenaga dari jala yang membungkusnya, tapi dia tetap tidak berhasil meloloskan diri.
Di saat dia sudah memejamkan matanya, pasrah membiarkan dirinya tercebur kedalam kawah.
Tubuhnya malah terhisap naik keatas, masuk kedalam botol labu di tangan Yu Ming.
Saat mencapai bibir botol labu, Jala Langit dan Bumi melonggar, terlepas dari tubuhnya.
Berpindah kedalam tangan Yu Ming.
Tapi meski Iblis Neraka terlepas dari jala.
Setelah Iblis Neraka terhisap masuk kedalam botol labu, Yu Ming pun menutup kembali tutup botol tersebut.
Yu Ming sambil menyimpan botol labu nya, dia terbang mundur kembali ke mulut gua di mana Ping Ru Meng sedang menantikan nya dengan cemas.
Begitu mendarat di hadapan Ping Ru Meng, Yu Ming sambil tersenyum gembira berkata,
"Akhirnya beres juga misi kita, kita bisa segera kembali ke kahyangan, setelah menyerahkan mereka ke Dewa Pagoda.."
Ucap Yu Ming sambil maju merangkul kekasihnya, lalu mengangkatnya berputaran di udara dengan gembira.
"Heiii..!"
"Turunkan aku,! jangan begini..!"
"Ha..ha.. ha..hi..hi..hi..!"
Jerit Ping Ru Meng sambil tertawa gembira.
Yu Ming tidak menurunkan tubuh kekasihnya, dia malah menggendongnya. lalu berjalan keluar dari dalam Gua.
Ping Ru Meng tidak menolaknya, sambil tersenyum manis, dia malah melingkarkan tangannya di belakang leher Yu Ming.
Setelah keluar dari dalam gua, sambil menggendong tubuh kekasihnya. Yu Ming langsung melesat meninggalkan hutan pepohonan besar,
Mereka berdua akhirnya keluar dari celah tebing, dipuncak gunung Hei Yun San.
__ADS_1
Kini Hei Yun San sudah kembali ke bentuk normalnya, sebagai Shi Feng San yang hijau subur dan indah pemandangannya.
Yu Ming melihat keadaan sekitar Shi Feng San sejenak, sebelum kemudian dia melesat meninggalkan Shi Feng San.
Langsung menuju tepi danau Si Hu, yang terletak di kaki gunung Feng Huang San.
Yu Ming mendarat di atas perahu kecil nya, lalu dia menurunkan Ping Ru Meng dengan hati hati dan berkata,
"Meng Er bagaimana bila kita menempuh jalur air, yang lebih santai anggap saja kita sedang berwisata.?"
Ping Ru Meng tersenyum manis, dia maju mengalungkan kedua tangannya di belakang leher Yu Ming, dan berkata,
"Terserah Ming Ke ke, sekarang kamu Nahkoda nya, aku hanya bisa ikut saja.."
Yu Ming tersenyum lembut melingkarkan kedua tangannya di pinggang Ping Ru Meng dan berkata,
"Kalau begitu, Nahkoda nya minta sang putri, agar merelakan bibirnya yang menggoda untuk di cium, boleh..?"
Ping Ru Meng menatap Yu Ming sambil tersenyum bahagia, dia menganggukkan kepalanya.
Dia sedikit menengadah dengan bibir setengah terbuka dan mata terpejam, bersiap menyambut ciuman romantis dari calon suaminya.
Hatinya berbunga bunga penuh kebahagiaan, saat mengingat sebentar lagi mereka akan segera menjadi suami istri resmi.
Yu Ming memiringkan sedikit wajahnya, agar hidungnya yang mancung tidak saling menekan hidung kekasihnya, yang kecil mancung dengan ujung sedikit menjungkat keatas.
Sambil menikmati ciuman mesra dan hangat, mereka mulai saling berpelukan erat.
Yu Ming mendorongkan telapak tangan kosongnya dengan pelan kearah daratan.
Perahu nya secara ajaib langsung terdorong bergerak menuju ke tengah danau Si Hu yang tenang dan indah.
Kedua insan itu terus membiarkan perahu mereka, bergerak sendiri terombang ambing, bergerak pelan menuju ke tengah danau.
Sedangkan mereka berdua tiada bosannya menikmati indahnya suasana romantis mereka, dengan bibir yang saling bertaut, dan tubuh yang saling menempel menjadi satu.
Mereka membiarkan perahu yang bergerak naik turun, bergoyang lembut, seperti perasaan mereka berdua yang sedang di mabuk asmara.
Hingga sudah melupakan keadaan di sekitarnya.
"Awas gelombang besar datang..!"
"Ayo cepat kepinggir..!"
Suara teriakan dari para pengemudi perahu, yang merupakan penduduk setempat.
Di mana mereka adalah nelayan sekitar sana, yang sedang memancing ataupun menjala ikan di danau Si Hu.
Segera menyadarkan Yu Ming dan Ping Ru Meng dari buaian asmara mereka yang romantis.
Mereka berdua dengan kaget, segera menghentikan aktivitas mereka.
Lalu menoleh kearah asal suara teriakan yang mereka dengar.
Mereka melihat para nelayan itu sedang berusaha secepat nya mendayung perahu menuju bibir tepian danau.
__ADS_1
Saat menoleh ke arah belakang , Ping Ru Meng terbelalak kaget.