
"Selamat datang adik misan, dan selamat datang adik ipar..."
"Mari silahkan kita masuk kedalam istana tua ku, yang sudah kuno itu.."
"Tapi meski sudah kuno, setidaknya dia masih bisa membantu kita semua berteduh dan mengobrol santai.."
Ucap Ping Sien bersikap merendah, sambil tersenyum hangat.
"Kakak ipar terlalu merendah, bisa berkunjung dan di sambut oleh kakak ipar sendiri, itu adalah kebahagiaan dan keberuntungan bagi.kami semua."
Ucap Yu Ti sambil tersenyum lebar.
"Kalian bertiga cepat kemari, ayo beri hormat kepada, Yang Mulia Raja Ping Sien."
Ucap Kaisar Langit sambil melambaikan tangannya kearah ke-tiga putranya.
Yu Ming setelah membantu Ping Ru Meng turun dari kereta.
Sejak tadi dia sama sekali tidak berani lagi, menggenggam tangan gadis itu.
Dia hanya berdiri diam di sana, melepaskan Ping Ru Meng yang sudah kembali ke sisi ayahnya.
Kini setelah mendapat panggilan dari ayahnya, dia baru berani maju tampil kedepan.
Untuk memberi hormat kearah ayah Ping Ru Meng.
"Terimalah salam hormat dari kami bertiga, semoga Yang Mulia Raja Kerajaan Es Abadi,. Sehat Sejahtera selalu .."
Ucap mereka bertiga memberi salam secara serentak.
"Ha..ha..ha..! kita masih orang sendiri, tak perlu peradatan anak anak.."
"Ayo semuanya, mari kita masuk kedalam tak perlu sungkan.."
Ucap Raja' Ping Sien sambil tersenyum ramah.
Dia segera menjadi pembuka jalan, mengantar para tamu menaiki undakan tangga, menuju.ke halaman depan istana.
Sebelum mereka semua memasuki istana tua, yang megah dan kokoh itu.
Ping Ru Meng mengikuti di samping ayahnya, tanpa bersuara.
"Silahkan duduk semuanya, jangan sungkan.."
Ucap Raja Ping Sien sopan dan ramah.
Tanpa perlu di perintah, para dayang istana Kerajaan Es Abadi, segera bergerak cepat.
Mereka langsung menyajikan berbagai macam penganan dari minuman.
Dengan sikap sopan dan penuh hormat, semua penganan dari minuman, mereka letakkan diatas meja, tepat di samping tempat duduk setiap tamu agung yang hadir di sana.
"Silahkan kita minum dulu, sebelum kita ngobrol ngobrol lebih jauh ."
Ucap Raja Ping Sien,. mendahului untuk bersulang kesemua tamu yang hadir.
Ping Ru Meng mengikuti ayahnya, ikut menyulangi satu persatu tamu yang hadir di sana.
Kaisar Langit dan rombongannya segera mengangkat cawan mereka, untuk membalas sulangan dari Raja Ping Sien dan putrinya.
Setelah masing masing saling bersulang dan minum.
Raja Ping Sien pun membuka pembicaraan,
__ADS_1
"Adik ipar, anda sendiri sampai jauh jauh datang mengunjungi kami di sini.."
"Aku yakin pasti ada sesuatu yang sangat penting, yang ingin di sampaikan.."
"Apa putri ku yang nakal dan manja, ini telah melakukan sesuatu yang tidak sopan dan merepotkan di tempat adik ipar..?"
"Bila ya, biar di sini Ping Sien yang menghaturkan maaf sebesar besarnya kepada adik misan dan adik ipar.."
"Aku sebagai orang tua tunggal, mungkin terlalu memanjakannya, tidak mendidik nya dengan benar.."
"Untuk itu Ping Sien benar benar mohon maaf ."
Yu Ti buru buru balas menjura kearah Ping Sien dan berkata,
"Kakak Ipar, anda jangan saham paham.."
"Kedatangan kami bukan karena masalah itu.."
"Ru Meng putri anda justru sebaliknya,.."
"Dia sangat berjasa dalam misi penahlukkan kerajaan iblis, dia juga seorang putri yang luar biasa baik dan sempurna.."
"Kami sangatlah mengagumi nya, oleh karena itu, tujuan kedatangan kami adalah.."
"Bila kakak Ipar tidak berkeberatan, kami ingin mengikat perjodohan putra pertama kami Yu Ming dengan putri kakak ipar.."
"Bagaimana menurut kakak ipar ?"
Ucap Kaisar Langit serius.
Raja Ping Sien sedikit terkejut mendengar ucapan dari Kaisar Langit.
Dia tidak menyangka maksud kedatangan Kaisar Langit, ternyata adalah untuk hal ini.
Melihat anggukan kepala dari Ping Lian, Ping Sien baru yakin .
Ucapan Kaisar Langit barusan sangatlah serius.
Sambil menatap kearah Yu Ti lekat lekat, Ping Sien pun berkata,
"Maaf adik ipar, sebelum saya menerima pertunangan ini.. saya harus jelaskan ada dua syarat utama, yang harus di penuhi oleh Yu Ming,.."
"Pertama putri ku harus setuju dan dia tidak berkeberatan menerima Yu Ming, menjadi calon jodohnya..'
"Bila putri ku ada sedikit saja berkeberatan, maka perjodohan ini lebih baik tidak usah kita bahas lebih lanjut.."
"Agar tidak sampai merusak hubungan baik kita, yang sudah terbina sejak almarhum paman ku, dan kakak misan ku dulu..'
Ucap Ping Sien serius.
Yu Ti mengangguk dan berkata,
"Kami sebagai pihak yang mengajukan lamaran, hanya akan mengikuti semua peraturan dari kakak ipar.."
"Bila putra ku Yu Ming tidak memenuhi syarat itu, aku berjanji, hal ini tidak akan pernah membawa dampak apapun bagi hubungan baik kita yang sudah terjalin lama.."
Ucap Kaisar Langit penuh keyakinan.
Ping Sien mengangguk pelan,lalu dia menoleh kearah putrinya dan berkata,
"Bagaimana pendapat mu Meng er, ?"
"Apa kamu tidak berkeberatan, ayah menerima tawaran perjodohan ini..?"
__ADS_1
Ping Ru Meng tertunduk malu, menanggapi pertanyaan ayahnya.
Melihat respon putrinya yang diam saja dan terus tertunduk, tidak menjawabnya.
Dengan penuh penasaran Ping Sien kembali bertanya ulang,
"Bagaimana menurut mu nak..?"
Ping Ru Meng dengan wajah merah padam, di mana dia terlihat terus menerus meremas kedua telapak tangan nya sendiri, untuk menutupi rasa gugupnya.
Beberapa saat kemudian, setelah dia berhasil mengumpulkan keberanian.
Dia akhirnya mengangguk, dan berkata dengan suara pelan, hampir tidak terdengar, kecuali oleh ayahnya
"Ru Meng tidak berkeberatan ayah.."
Raja Ping Sien langsung tertawa gembira,
"Ha..ha..ha..!"
"Putri ku sudah dewasa,..putri ku dia sudah dewasa, bagus bagus ayah turut bahagia dan gembira untuk mu."
Ucap Raja Ping Sien sambil menatap kearah putrinya, dengan sepasang mata berkaca-kaca.
Hati nya ada rasa berat melepaskan putrinya, tapi di sisi lain dia juga sangat gembira bahagia dan sangat terharu.
Sesaat kemudian Ping Sien sambil tersenyum lembut, membelai kepala putrinya, dia berkata pelan,
"Baiklah,.. ayah mengerti.."
Raja Ping Sien, lalu memutar tubuhnya menghadap kearah Yu Ti dan berkata,
"Adik ipar, sebelum kita berbicara lebih jauh perjodohan ini.."
"Bolehkah aku tahu, mana putra mu Yu Ming, yang akan menjadi jodoh putri ku itu..?"
Yu Ti mengangguk, sambil tersenyum lebar,
Dia lalu menoleh kearah Yu Ming dan berkata,
"Yu Ming kamu tidak cepat maju memberi hormat dan memperkenalkan diri, pada calon ayah mertua mu, mau tunggu sampai kapan..?"
Yu Ming segera melangkah maju, kemudian berlutut di hadapan Raja Ping Sien dan berkata,
"Terimalah salam hormat dari Yu Ming, Yang Mulia.."
"Ha...ha..ha..! bagus bagus bangunlah.."
"Pemuda yang sempurna, pantas saja putri es ku langsung luluh oleh mu.."
"Ha...ha..ha..!"
"Bagus,.. bagus.."
Raja Ping Sien segera maju membantu Yu Ming untuk bangkit berdiri.
Dia lalu menoleh kearah Kaisar Langit, dan berkata.
"Adik ipar, kamu tahu sendiri, peraturan Kerajaan Es Abadi ini.."
"Meski aku dan putri ku tidak berkeberatan, dan kami sangat menyukai putra mu ini.."
"Tapi peraturan tetap lah peraturan, Ping Sien selaku Raja Kerajaan Es Abadi, tetap lah tidak berani melanggarnya.."
__ADS_1