LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KUNJUNGAN PING RU MENG


__ADS_3

Thai Yuan Sheng Mu menghela nafas panjang dan berkata,


"Kamu benar, kelihatannya memang hanya bisa seperti itu ."


"Kini hanya bisa melihat takdir dan kemampuan perkembangan perubahan mereka sendiri sendiri.."


Selesai berkata pasangan Dewa agung itu pun menghilang dari sana.


Seiring dengan kepergian mereka jembatan penghubung dan portal cahaya pun ikut lenyap.


Rantai pembatas kembali terpasang rapi, tempat itu kembali hening tentram.


Seolah olah tidak pernah ada kejadian apapun di sana, semua kembali tenang seperti semula.


Di tempat lain nya Ping Ru Meng yang kini tinggal sendirian, di depan tiga makam orang terpenting dalam hidupnya.


Dia yang sudah menangis selama 7 hari 7 malam hingga airmata nya mengering.


Dia kini berdiri mematung di hadapan makam Yu Ming yang dia buat sendiri.


Setelah menghela nafas panjang berulang kali, Ping Ru Meng akhirnya berjalan masuk kedalam pondok sederhana penuh kenangan itu.


Ping Ru Meng menghabiskan beberapa waktu tinggal di sana larut dalam lamunan dan kenangannya sendiri.


Tepat di malam ketiga, saat Ping Ru Meng sedang duduk ditepi jendela, hingga tertidur di sana.


Ping Ru Meng bermimpi ayah dan ibu nya datang menemuinya.


Mereka berbicara banyak dengan sangat gembira.


Hingga di penghujung perpisahan, Ping Sien akhirnya berkata,


"Meng Er,.. kunci emas itu dan peta lukisan itu jangan lupa.."


"Kedua benda itu ada kemungkinan bisa membantumu menemukan apa yang paling kamu inginkan.."


Selesai berpesan Ping Sien dan istrinya pun menghilang begitu saja.


Ping Ru Meng yang kaget segera membuka matanya kembali, dia segera mendapatkan kenyataan ternyata semua itu hanya mimpi, tapi semua terasa begitu nyata.


Ping Ru Meng segera teringat dengan pesan ayahnya.


Dengan ragu ragu, antara percaya dan tidak Ping Ru Meng mengeluarkan kedua benda itu dari dalam gelang penyimpanan nya.


Sebelum meninggal Yu Ming memang sempat mengembalikan kedua benda pusaka itu kepadanya.


Awalnya dia sangat marah dan menyesali kedua benda yang membawa kutukan bagi Yu Ming, sehingga membuat mereka harus berpisah dan menderita.


Ping Ru Meng ingin membuangnya di tengah lautan luas dalam perjalanan menuju kerajaan es abadi.


Tapi Yu Ming melarangnya, dan memintanya untuk menjaga dengan baik kedua pusaka itu.


Ping Ru Meng akhirnya luluh, dia tidak mampu menolak permintaan Yu Ming.


Dia akhirnya menyimpan nya hingga saat ini.

__ADS_1


Kini Ping Ru Meng menatap kedua benda yang di geletakkan begitu saja diatas meja di dalam kamar nya


Ping Ru Meng dengan hati hati dan penuh harap segera membuka gulungan peta tersebut.


Begitu gulungan peta terpentang lebar, dia segera melihat sebuah lukisan pemandangan yang menakjubkan terhampar di hadapan nya.


Lukisan itu menggambarkan ada hamparan salju luas dengan tiga puncak gunung es menjulang tinggi keangkasa.


Di bawah lukisan itu ada beberapa bait syair yang tertulis rapi di sana.


Ping Ru Meng segera membacanya,


"Bukan purnama di ujung selatan."


"Tujuh air terjun di sebelah Utara.."


"Di balik air terjun ada gua.."


"Di dalam gua ada pusaka.."


"Kunci emas akan menghantar mu kesana..'


"Orang berhati lurus akan menemukan berkah.."


"Orang berhati bengkok akan menemukan celaka.."


Ping Ru Meng membaca berulang ulang tujuh bait puisi yang ada di sana.


Lalu dia mengangkat dan melihat bolak balik peta lukisan itu berulang kali.


"Tuan bila tuan ingin kesana aku tahu tempatnya.."


"Tempat itu aku pernah melihatnya.."


"Hanya saja tempat itu sangat berbahaya, aku dulu hampir mampus di sana oleh seekor kadal terbang raksasa yang jadi penguasa di tempat itu.."


"Bila tuan tertarik kita bisa coba kesana.."


Ping Ru Meng segera menoleh kearah Singa Saljunya dan berkata,


"Kalau begitu tunggu apalagi, segeralah kita kesana.."


"Mengenai kadal itu kamu tak perlu khawatir, aku yang akan menghadapi nya.."


Ucap Ping Ru Meng seketika kembali bersemangat.


Sepasang matanya yang tadinya penuh kesedihan dan redup, kini mulai bersinar kembali.


Singa Salju dengan gaya nya yang malas bangun berdiri, setelah merenggangkan otot dan mengibas ngibaskan kepalanya, dia segera berkata,


"Baiklah kali begitu aku tunggu di luar saja.."


"Bila tuan sudah siap, kita bisa segera berangkat kesana.."


Ping Ru Meng mengangguk, lalu dia mulai bersiap siap membawa semua perlengkapan nya yang ada.

__ADS_1


Setelah siap semuanya, dia segera pergi mandi membersihkan diri baru menyusul ke halaman depan pondoknya.


Sesaat kemudian Ping Ru Meng dan singa Saljunya terlihat sudah terbang keangkasa meninggalkan pondok tempat tinggal nya selama beberapa waktu ini.


Ping Ru Meng menempuh perjalanan dengan membawa harapan besar di hatinya.


Selain itu dia juga sangat penasaran dengan tempat penuh misteri itu.


Pusaka yang sudah di jaga generasi demi generasi dengan sangat hati hati, tentu saja bukan sesuatu yang bisa di anggap sepele.


Selain hal itu, Ping Ru Meng juga penasaran dengan cerita Singa Salju akan kadal terbang yang hampir mencelakainya.


Setahu Ping Ru Meng Singa Salju nya ini bukan mahluk yang mudah di tahlukkan.


Seandainya dia tidak secara kebetulan mewarisi ilmu dari Ping Qi leluhurnya yang melegenda itu.


Dia sampai saat inipun belum tentu bisa mengalahkan singa Saljunya ini.


Singa Salju terbang dengan kecepatan tinggi menembus langit lapis demi lapis hingga tiba di langit lapis keempat.


Saat mereka melewati wilayah Nan Thian Men, Ping Ru Meng sempat menatap ke pintu gerbang itu dengan wajah sedih.


Dia jadi teringat dengan Yu Ming yang kini sudah tiada..


Beberapa saat setelah mereka melewati tempat tersebut, saat melewati wilayah hutan bambu.


Ping Ru Meng tiba tiba teringat sesuatu.


Dia segera berkata,


"Siao Pai,.. kita kembali lagi ke Nan Thian Men lagi.."


"Aku tiba tiba teringat dengan sesuatu yang belum sempat aku urus .."


Singa Salju tanpa banyak membantah, dia segera bergerak, melakukan manuver di udara.


Putar balik lagi kearah Nan Thian Men.


Saat tiba di Nan Thian Men, Ping Ru Meng segera melayang turun kebawah dari punggung tunggangan nya.


"Siao Pai kamu tunggu di hutan bambu saja, setelah urusan ku di sini selesai.."


"Aku akan menemui mu di sana ."


Singa Salju mengangguk patuh sambil terbang meninggalkan Nan Thian Men.


Ping Ru Meng akhirnya mendarat di depan pintu gerbang tersebut.


Dia segera memberi hormat kearah keempat Raja Langit yang berjaga di sana.


"Paman berempat mohon ijinkan Ping Ru Meng untuk pergi menemui Yu Ti di Istana Halimun Mukjizat.."


Empat Raja Langit tentu mengenali Ping Ru Meng , tapi setelah kejadian Yu Ming, di mana Ping Ru Meng ini adalah istrinya.


Empat Raja Langit terlihat agak ragu.

__ADS_1


__ADS_2