
Ping Sien membuka bungkusan itu, melihat sekilas isinya.
Lalu dia nyimpannya kedalam gelang penyimpanan nya.
Ping Sien sambil tersenyum berkata,
"Ming Er sekarang ayah semakin yakin menyerahkan permata paling berharga ku pada mu.."
"Jaga rawat dan cintai sayangi dia dengan baik, jangan pernah dia sia kan dia.."
"Ayah tahu dia banyak kekurangannya, sejak kecil dia tidak ada ibu, jadi ayah terlalu memanjakannya.."
"Bila dia tidak tahu ajari dia dengan sabar, bila dia tidak bisa juga ."
"Jangan pernah memarahinya, apalagi main kasar dengan nya, antarkan dia ke ayah, biar ayah yang mengajarinya.."
"Bila suatu hari kamu sudah tidak sayang, tidak cinta, tidak lagi sanggup menjaga dan merawatnya.."
"Tidak lagi menghendakinya, jangan pernah menyakitinya, kembalikan saja dia ke ayah.."
"Kembalikan saja ke kerajaan Es Abadi, itu akan jauh lebih baik untuk mu..'
Ucap Ping Sien mengingatkan nya dengan serius.
Ping Ru Meng terlihat berkaca-kaca menatap Yu Ming dan ayahnya bergantian.
Hatinya sangat terharu dan tersentuh oleh ketulusan kedua pria yang sangat di sayanginya itu.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Ayah Ming Er mengerti, Ming akan lakukan yang terbaik yang Ming Er bisa untuk nya. "
"Terimakasih ayah sudah percaya dan memberikan kesempatan pada Ming Er untuk menjaganya.."
Ping Sien tersenyum dan berkata,
"Ming Er mahar mu ini, akan ayah simpan dulu."
"Hingga cucu ku lahir, mahar ini baru kuberikan kembali pada cucu ku.."
Ucap Ping Sien sambil tersenyum lembut.
Yu Ming mengangguk dan berkata,
"Semua terserah ayah mertua, Yi Ming tidak ada pendapat.."
Ping Ru Meng diam diam di bawah meja, terus memberikan genggaman lembut pada tangan kekasih yang sangat dia cintai itu.
Ping Sien mengangguk pelan dan berkata,
"Baiklah Ming Er hari sudah larut kamu beristirahat lah, jangan tidur terlalu malam.."
__ADS_1
"Jaga kondisi kesehatan mu, besok masih banyak acara yang menanti kita menjalaninya.."
"Aku dan Meng Er juga harus kembali untuk beristirahat.."
"Agar besok bisa fit kembali.."
Ucap Ping Sien sambil bangkit berdiri.
Ping Ru Meng terpaksa melepaskan pegangan tangannya, lalu dia mengikuti ayahnya meninggalkan kamar tersebut.
Yu Ming mengantar mereka sampai di depan pintu kamar.
Ping Ru Meng menoleh menatap Yu Ming sekali lagi, sebelum kemudian dia mengikuti ayahnya meninggalkan Yu Ming, yang terlihat berdiri di depan pintu kamar melepas kepergian mereka.
Setelah Ping Ru Meng dan ayahnya pergi, Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,
"Semoga ketiga tetua tidak menyalahkan ku atas keputusan ku tadi.."
"Asalkan dia bahagia, aku tidak akan pernah menyesal untuk itu.."
Ucap Yu Ming.
Karena dengan melanggar sumpah nya, Yu Ming bisa saja terkena kutukan seumur hidup akan hidup dalam penderitaan.
Tapi semua itu tidak dia ungkapkan, dia simpan saja di dalam hatinya.
Agar Ping Ru Meng tidak seba salah dan bersedih karena masalah Kunci emas dan peta pusaka .
Yu Ming baru keluar dari kamarnya pergi membersihkan diri dan berpakaian rapi.
Baru dia pergi ke halaman istana, menunggu kedatangan yang lainnya.
Lung Ma dan kereta kencana rombongan kaisar langit sudah siap di sana.
Hanya orang orang nya saja yang belum terlihat.
Begitupula dengan kereta kencana kerajaan Es Abadi, juga terlihat sudah siap disana.
Kereta kencana Kerajaan Es Abadi berbeda dengan kereta kencan istana Halimun Mukjizat.
Kereta kencana kerajaan Es Abadi di tarik oleh 8 ekor rusa bertanduk panjang yang terlihat gagah dan kuat.
Ping Ru Meng dan ayahnya hadir di sana sebelum Yu Ti dan keluarganya hadir.
Tidak lama Ping Ru Meng dan ayahnya tiba, Yu Long dan Yu Lek datang menyusul .
Yu Ti adalah yang paling terakhir tiba, setelah berbasa basi sejenak.
Mereka pun melanjutkan perjalanan bersama menuju Istana Halimun Mukjizat.
Yu Ming menumpang di kereta yang sama dengan Ping Sien dan putrinya.
__ADS_1
Yu Ti tetap bersama ketiga istrinya.
Karena Yu Lek dan Yu Long tidak akur, mereka masing masing menempati kereta kencana secara terpisah.
Yu Long yang duduk seorang diri merasa bebas, tanpa ada yang mengawasi.
Setelah mendapatkan laporan dari rubah nya, tentang dua pusaka dari kerajaan es abadi, kini sudah ada di tangan Ping Sien.
Yu Long terlihat tersenyum puas penuh misteri.
Rombongan tersebut dengan cepat bergerak menuju istana halimun.
Setelah tiba istana halimun mukjizat, Raja Ping Sien dan Ping Ru Meng langsung di sediakan sebuah istana khusus, yang memang dipersiapkan untuk menyambut kedatangan mereka.
Istana itu berdiri tepat di tengah tengah antara komplek istana halimun mukjizat dan komplek istana Yi Ming Kung.
Selama proses persiapan acara pernikahan yang berlangsung selama 6 hari, Yu Ming dan Ping Ru Meng tidak diijinkan untuk saling bertemu.
Mereka masing masing di pingit untuk menjalani proses acara mereka masing masing.
Mereka baru di pertemukan tepat di hari ke 7 tepat di depan halaman istana.
Saat Ping Ru Meng yang dalam riasan pengantin dan kepala tertutup kain, turun dari kereta tandu merahnya.
Yu Ming mengikuti arahan dari petugas acara, menyambut Ping Ru Meng di depan tandu nya.
Setelah itu mereka berdua sambil memegang sebuah kain merah bersama sama berjalan menaiki undakan tangga, guna memasuki ruang sidang aula istana Halimun Mukjizat.
Di mana Yu Ti Ping Sien dan semua tamu undangan sudah hadir di sana.
Ping Ru Meng tidak lama hadir di ruangan tersebut, selesai menjalani acara sembahyang langit dan bumi, penghormatan kepada orang tua, dan penghormatan suami istri.
Dia langsung di antar menuju kamar pengantin di istana Yu Ming Kung yang sudah dipersiapkan untuk nya.
Kamar Yu Ming yang biasanya sederhana tanpa perabot.
Kini sudah di sulap menjadi kamar yang sangat mewah, Wang Mu Niang Niang sendiri yang turun tangan langsung menggantikannya semua.
Saat menemukan kondisi awal kamar tidur putranya seperti itu, kepala pelayan utama yang merupakan orangnya Ping Lian.
Langsung kena damprat, dan di jatuhi hukuman oleh Wang Mu Niang Niang.
Dia di kirim ke neraka tingkat 18 menjalani hukuman selama 5 tahun.
Ping Lian yang hadir di sana tidak berani berkata kata, dia memilih diam tidak berani buka mulut, membela nasib bawahan kepercayaannya tersebut.
Bila bukan karena Yu Ming yang buka mulut memohon pengampunan untuk kepala pelayan di istana nya itu.
Dia tentu akan menjalani hukuman selama 15 tahun di neraka.
Yu Ti yang mengetahui hal itu, dia memilih diam, tidak ikut campur, karena urusan rumah tangga, memang sepenuhnya, di bawah kekuasaan Wang Mu Niang Niang.
__ADS_1