LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
HUA SIEN KU


__ADS_3

"Kemana kita sekarang ?"


Tanya Nacha, saat mereka sudah keluar dari Gua bawah tanah.


Kini mereka berlima kembali berkumpul di tepi tebing, tempat mereka sebelum nya berkumpul.


"Kakak misan, aku rasa Siluman Ular hijau, Ular putih, Harimau biru, dan Siluman kucing, seharusnya tidak akan menyulitkan.."


"Bagaimana bila misi ini, kakak saja yang tangani bersama Dewa Pagoda dan Nacha.."


"Bila nanti ada kabar tentang Iblis Es, Iblis Api, Iblis Kegelapan dan Iblis Neraka.."


"Kakak bisa hubungi aku lewat Batu Giok telepati ini.."


Dewa Er Lang tersenyum dan berkata,


"Baiklah Ming Er, tolong sampaikan salam ku untuk calon adik ipar ku ya, bila udah ketemu nanti.."


Yu Ming tersenyum canggung, karena rahasia hati nya tertebak oleh Dewa Er Lang yang cerdas.


Dewa Pagoda hanya tersenyum saja, menanggapi situasi ini.


Nacha tidak ambil perduli, dia malah sibuk bercanda dengan Siau Thian Cuan.


Setelah memberi hormat Yu Ming pun melesat keatas menembus awan.


Lapis demi lapis awan di lewati oleh Yu Ming hingga akhirnya dia menembus Langit tingkat 36.


Sampai di sini, Yu Ming tiba tiba teringat dengan tempat kediaman bibi nya Hua Sien Ku.


Dia tidak jadi menembus langit tingkat ketujuh, Yu Ming membelokkan arahnya terbang kesana kemari di area langit, yang luas dan sangat tandus itu.


Dia terpaksa melakukan pencarian tanpa petunjuk arah dan tujuan.


Tapi di tengah tengah hamparan tanah tandus yang luas, di bagian sebelah selatan.


Yu Ming menemui hamparan rumput pendek, yang luas.


Setelah beberapa saat melewati hamparan rumput pendek yang luas.


Yu Ming mulai menemukan hamparan bunga segar yang luas, mengelilingi, sebuah hutan bambu yang cukup luas.


Yu Ming pun mendarat ringan di atas tanah, lalu dengan berjalan kaki santai dia memasuki hutan bambu itu.


Beberapa saat memasuki hutan bambu, Yu Ming yang memilki pendengaran tajam, dia mendengar bunyi kecipak air dan suara senandung yang sangat merdu.


Dari irama lagu dan ayat ayat lagu yang di bawakan nya, Yu Ming menangkap ada kesedihan dan kekecewaan di dalam lagu tersebut.


Bagaikan terhipnotis, Yu Ming tanpa sadar, membelokkan langkah kaki nya menghampiri asal suara tersebut.


Semakin mendekati asal suara, agar tidak mengagetkan sang pemilik suara, akan keberadaannya.


Yu Ming melayang ringan dari satu pohon bambu, ke pohon bambu lainnya.


Dia beterbangan ringan, bahkan lebih ringan dari daun bambu yang gugur tertiup angin, sedang bergerak melayang jatuh kebawah.


Saat sudah tiba di lokasi, Yu Ming yang bersembunyi di balik salah satu dahan pohon bambu, yang terdekat dengan lokasi sebuah kolam berair yang sangat jernih.

__ADS_1


Di pinggir kolam diatas sebuah batu datar, terlihat sesosok tubuh indah tanpa busana, sedang berbaring santai seorang diri sambil bersenandung.


Suara indah itu ternyata berasal dari seorang gadis, yang memiliki kecantikan yang sangat sempurna.


Rambutnya yang hitam panjang tebal, terlihat sangat kontras menutupi sebagian kulit tubuhnya yang putih halus mengkilap seperti batu giok.


Gadis yang wajahnya memilki kecantikan sangat sempurna itu, dari posisi berbaring miring, memunggungi posisi Yu Ming.


Dengan santai dia memutar posisi tubuhnya, untuk tidur tengkurap.


Sesaat pemandangan menakjubkan yang bahkan dalam mimpi sekalipun.


Yu Ming belum pernah melihatnya.


Kini semuanya justru terpampang sempurna di hadapan nya.


Hal ini membuat Yu Ming tanpa sadar menelan ludahnya sendiri.


Hingga terdengar suara


"Glukkk..!"


Di mana jakunnya terlihat bergerak naik turun.


Yu Ming tiba tiba merasa ada yang asin mengalir dari lubang hidungnya, masuk kedalam bibirnya.


Yu Ming buru buru membersihkan cairan asin tersebut.


Suara dia menelan ludah sendiri, dan darah yang membasahi tangannya, yang dia gunakan untuk menghapus hidungnya yang sedang mimisan.


Segera membuat Yu Ming sadar kembali akan kelakuan nya, yang memalukan dan sangat tidak benar itu.


Tanpa berani menimbulkan suara berisik sana sekali, Yu Ming secepat mungkin menghilang dari tempat tersebut.


Sepanjang perjalanan, Yu Ming terus mengutuk sikapnya, yang tidak patut dan memalukan itu.


"Astaga aku mengapa bisa begitu konyol dan memalukan.."


"Bila hal ini sampai ketahuan oleh Meng Er, bagaimana aku harus mempertanggungjawabkan nya."


"Aku sudah menjadi calon tunangannya, juga sudah berjanji akan setia dan hanya mencintai dia seorang.."


"Tapi kini coba lihat apa yang telah ku lakukan ?'


"Mengapa kelakuan ku, bisa begitu bejad.."


"Ahh aku sungguh berdosa padanya dan sangat memalukan.."


Ucap Yu Ming terus memaki maki dirinya sendiri di dalam hati.


Sambil menegur dirinya sendiri, dia terus bergerak meninggalkan tempat tersebut.


Tapi setelah beberapa waktu terus bergerak, Yu Ming baru sadar.


Dirinya dari tadi, setelah keluar dari hutan bambu, memasuki kebun pohon persik ini.


Dia belum juga berhasil meninggalkan kebun pohon persik ini.

__ADS_1


Dia hanya terus berputar-putar di sana, dan selalu kembali ketempat asal.


Kemanapun dia bergerak selalu saja kembali ketempat asal.


Menyadari keanehan itu.


Yu Ming mencoba menenangkan diri, lalu dia mencoba melangkah menuruti formasi Im Yang Pat Kwa Chen Fa.


Dengan mengikuti langkah langkah aturan formasi segi delapan itu.


Sedikit demi sedikit, Yu Ming akhirnya bisa keluar dari barisan pohon bunga persik, yang mengurungnya tadi.


Kini Yu Ming berhasil menemukan sebuah pondok kecil sederhana yang seluruh halaman nya, dikelilingi oleh berbagai macam jenis bunga berwarna-warni, yang hidup bermekaran indah.


Agar tidak merusak tanaman bunga yang bermekaran di sana.


Yu Ming menjejakkan kedua kakinya keatas tanah.


Sesaat kemudian tubuhnya sudah melayang ringan melewati tanaman berbagai jenis bunga di bawahnya.


Hingga akhirnya mendarat ringan di depan pintu pondok sederhana itu.


"Bibi Hua..!"


"Bibi Hua..!"


"Kamu ada di dalam kah..!"


"Ini aku Yu Ming, keponakan mu datang mengunjungi mu..!"


Panggil Yu Ming dengan suaranya yang agak di keraskan sedikit.


Agar terdengar oleh penghuni pondok.


Sesaat kemudian terlihat seorang wanita cantik, muncul dari dalam pondok.


Wanita itu pakaiannya sangat sederhana, tapi tetap saja tidak bisa menutupi kecantikan aslinya.


Wanita itu berdiri terbelalak menatap kearah Yu Ming, mulutnya terlihat bergumam kecil.


"You ke ke kamu kah itu..?"


"Ahh tidak,.. tidak mungkin,.."


"You ke ke tidak mungkin semuda ini.."


Ucap wanita itu membantahnya, sambil terus menggeleng gelengkan kepalanya sendiri.


Sepasang matanya yang indah terlihat basah tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.


"Salam bibi Hua, ini aku Yu Ming keponakan mu.."


"Kedatangan ku bermaksud mewakili ayah ibu ku, meminta maaf yang sebesar besarnya dari bibi.."


"Sekaligus mengembalikan dia, kembali ke sisi bibi Hua.."


Ucap Yu Ming sambil menjatuhkan diri berlutut di hadapan bibi nya.

__ADS_1


Selesai bicara, Yu Ming langsung mengeluarkan Batu Kristal Es Abadi dari dalam gelang penyimpanan nya.


Batu Kristal Es Abadi yang berisi jasad Che You di dalamnya, kini terlihat tergeletak tepat di depan Hua Sien Ku.


__ADS_2