
Yu Long segera mengikuti, ucapan Rubah kecilnya.
Dia mulai memutar mutar tombak pusaka di tangan nya, sebelum kemudian dalam satu lompatan.
Dia mengayunkan tombak pusaka nya, dengan kekuatan penuh menghajar Batu Kristal Es Abadi yang membungkus tubuh Iblis Che You.
"Blaaarrr..!"
Terjadi ledakan keras, di mana bongkahan Batu Kristal Es Abadi meledak hancur berkeping-keping.
Kini jasad Che You terlihat jelas, sedang duduk kaku di sana,
sepasang matanya terpejam rapat.
Yu Long mengamati wajah itu, dengan heran dan berkata pelan,
"Mengapa wajah mereka sangat mirip..?"
Tapi hanya sekejab saja Yu Long merasa heran, sesaat kemudian dia dengan gerakan cepat dan kasar.
Dia menekan rahang Che You dengan kuat, lalu menariknya kebawah.
Sehingga mulut Che You terbuka lebar, Yu Long tanpa ragu ragu langsung merogoh sebutir mutiara bersinar merah gelap dari dalam mulut Che You.
Yu Long melihat Mutiara Darah Iblis, yang ada dalam telapak tangan nya sebentar.
Sebelum kemudian dia simpan kedalam cincin penyimpanan nya.
Lalu Yu Long melanjutkan dengan meraih gagang golok darah iblis.
Di bagian paling ujung gagang golok, ada sebuah hiasan berbentuk tengkorak.
Yu Long coba memutarnya, ternyata kepala tengkorak itu bisa di putar dengan mudah, dan di lepaskan dari gagang golok darah iblis.
Setelah bagian ujung gagang terbuka, Yu Long mencoba menuang isi di dalam gagang golok itu keluar.
Segulung kitab kulit harimau, terjatuh keluar dari dalam gagang golok tersebut.
Yu Long tanpa melihat isinya, dia langsung menyimpan gulungan kitab itu, kedalam gelang penyimpanan nya.
Setelah itu golok darah iblis, Yu Long lemparkan kembali ke jasad Che You, yang masih duduk kaku bersila di sana, dengan sepasang mata terpejam rapat.
Yu Long kemudian membuka kantung kainnya.
Rubah Ekor Sembilan mengerti maksud tuan barunya.
Dia segera merubah dirinya menjadi kecil, lalu melompat masuk kedalam kantong kain di tangan Yu Long.
Setelah Rubah kecilnya, sudah kembali ketempatnya.
Yu Long pun menyimpan kembali kantong kain kecil itu, ke dalam saku bajunya.
Setelah itu dengan gerakan secepat kilat, Yu Long langsung menghilang dari tempat itu.
Saat muncul lagi, dia sudah kembali ke arena pertempuran campur aduk yang hampir selesai.
Dengan datangnya Yu Long, yang membantu mengalahkan para siluman.
__ADS_1
Pertempuran yang timpang itu, akhirnya berhasil di selesaikan dengan lebih cepat.
Siluman kelelawar berhasil di lumpuhkan oleh Ruo Lan di bantu oleh Ping Ru Meng, dengan tebasan pedang inti es abadi nya.
Di mana Siluman Kelelawar, terlihat terkurung dalam bongkahan es beku.
Sehingga dengan demikian berakhirlah perlawanan Siluman Kelelawar.
Setelah menyelesaikan Siluman Kelelawar, Ruo Lan dan Ping Ru Meng pergi membantu Fei Ying menahlukkan Siluman kelabang.
Sama seperti Siluman Kelelawar, setelah di keroyok tiga, Siluman kelabang yang terdesak hebat.
Akhirnya terkena Tebasan Pedang Inti es abadi, berubah menjadi bongkahan es beku.
Siluman itu Idak mampu memberikan perlawanan lagi.
Dengan di tahlukkan nya Siluman Kelabang.
Selanjutnya mereka bertiga pergi membantu Chang Er beramai ramai mengeroyok Siluman ular putih.
Di bawah keroyokan orang banyak, siluman ular putih yang terluka sana sini di sekujur tubuhnya.
Akhirnya menyerah dalam lilitan selendang di kedua tangan Chang Er.
Dari sana mereka beramai ramai, pergi membantu Hou Yi menahlukkan Siluman Badak.
Dengan bantuan Yu Long, Siluman Badak akhirnya menyerah.
Siluman Badak yang terkena pukulan tapak es abadi Yu Long juga berubah menjadi bongkahan es beku.
Dari sana mereka membagi diri menjadi dua rombongan.
Mereka membantu Jendral You dan Jenderal Cuo menahlukkan Naga kepala sembilan.
Sedangkan Chang Er dan suaminya Hou Yi pergi membantu putra dewa matahari menahlukkan Raja raksasa.
Setelah berhasil menahlukkan Siluman Naga Kepala Sembilan dan Raja Raksasa.
Mereka beramai ramai pergi membantu Dewa Angin, Dewa Hujan dan Dewa Petir, menahlukkan iblis kegelapan dan Iblis Neraka.
Di tempat lain, 8 dewa dalam kerjasama formasi 8 diagram yang apik.
Mereka akhirnya berhasil menahlukkan satu persatu, iblis dan siluman yang menjadi lawan mereka.
Dewa Matahari dan Dewa Bulan juga mengakhiri perlawanan Iblis Es dan iblis Api yang putus asa.
Setelah mereka melihat kekalahan semua rekan rekannya yang lain.
Dengan berakhirnya perlawanan iblis Es dan iblis Api.
Sisa pasukan Raksasa, Siluman dan pasukan iblis, mereka semua akhirnya menyerah.
Dengan demikian, pasukan gabungan kahyangan, akhirnya berhasil menahlukkan dan menawan seluruh pimpinan dan seluruh pasukan gabungan Kerajaan Iblis.
Kerajaan Iblis yang selama puluhan ribu tahun bertahan , hingga mengungsi ke daerah ujung Utara, akhirnya berhasil di tahlukkan sepenuhnya.
Ini adalah suatu kemenangan yang sangat gemilang dan membanggakan, serta membawa suka cita, yang sulit di lukiskan oleh semua pihak.
__ADS_1
Terutama mereka semua yang ikut membantu, menenangkan pertarungan yang sangat berat tersebut.
Sayangnya kemenangan itu, tidak di ikuti oleh orang yang paling berperan dalam kemenangan tersebut.
Tidak ada yang tahu kemana Yu Ming, pimpinan mereka yang luar biasa menghilang, kecuali Ping Ru Meng seorang.
Sementara itu di dalam sebuah Gua yang sepi, diatas sebuah pembaringan batu.
Terlihat Yu Ming dengan hati hati meletakkan sahabatnya Siau Sien Ce, diatas ranjang batu, di dalam Gua yang cukup bersih dan tenang.
Yu Ming terlihat sibuk mempersiapkan segala sesuatu
Seperti memasak air panas, kain bersih, pisau kecil, yang sudah di sterilkan, sebuah mangkuk kosong berisi arak.
Setelah segala sesuatu nya di persiapkan dengan baik, termasuk botol botol obat luka dan pil pembersih darah dan racun.
Yu Ming dengan hati hati membantu melepaskan pakaian tebal yang membungkus tubuh Siau Sien Ce satu persatu.
"Aihh Niang Niang Ciang ini, mengapa bajunya begitu banyak lapis ..?"
"Apa tidak panas ? dasar aneh.."
Omel Yu Ming sambil terus bergerak melepaskan satu persatu pakaian yang melekat di tubuh Siau Sien Ce, dengan sangat hati hati.
Sampai pada jubah lapis dalam berwarna putih, Yu Ming menghentikan sejenak aktifitas nya dan berkata,
"Akhirnya,.."
"Niang Niang Ciang,.. maaf ya.."
"Aku terpaksa, melakukan ini.."
"Bila tidak ku lakukan, nyawa mu pasti tidak akan tertolong.."
Ucap Yu Ming, sebelum dia akhirnya melepaskan baju putih, yang penuh dengan bercak darah menghitam, di sekitar luka di dada Siau Sien Ce.
Begitu pakaian putih itu di lepaskan, sepasang mata Yu Ming langsung terbelalak lebar, menatap pemandangan tak terduga yang tersaji di hadapan nya.
Yu Ming benar benar tidak menduga, di penghujung pekerjaan nya, masih akan menyaksikan pemandangan ini.
Dengan kesal, Yu Ming mengeluarkan gunting dari gelang penyimpanan nya.
Dia harus menggunakan gunting untuk memotong gulungan kain tebal, yang melilit dada Siau Sien Ce, Yu Ming tidak berhenti mengomel panjang pendek, sepanjang dia bekerja.
"Niang Niang Ciang, kamu ini sungguh kelewatan.."
"Sekali ini, bila sampai terlambat, lalu nyawa mu terbang.."
"Kamu jangan salahkan aku.."
"Kamu salahkan saja dirimu sendiri.."
"Ini semua murni salah mu sendiri.."
"Mana ada seorang pria yang lebih aneh dari kamu ini."
"Sudah lah pakai baju tebal, berlapis lapis, kini masih juga di lilit kain sampai seperti ini.."
__ADS_1
"Melebihi perban luka, ampun deh.."