LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
ANDAI WAKTU BISA DI.PUTAR KEMBALI


__ADS_3

Ping Ru Meng sebelum meninggalkan kamar, dia masih melemparkan tatapan mata cemas kearah suaminya.


Tapi hatinya menjadi lega, saat mendapatkan senyum lebar Yu Ming, sambil menggunakan tangan nya memberi kode agar dia segera pergi.


Setelah Ping Ru Meng pergi Yu Ming menegakkan sedikit badannya menatap kearah telaga biru yang terlihat sangat tenang.


Bunga bunga salju putih sehalus kapas yang beterbangan di udara sebelum jatuh ke danau kemudian menghilang tak berbekas.


Membuat pemandangan biru nya langit, putihnya awan di sertai bunga salju putih dan hamparan telaga biru


Sungguh sungguh suatu pemandangan yang sangat indah di pandang.


Yu Ming yang duduk menatap semua pemandangan di hadapannya, berulang kali menghela nafas panjang.


Tidak ada yang tahu, apa yang sedang menjadi beban pikiran nya, yang jelas pandangan matanya yang biasanya tajam kini semakin lama semakin meredup.


Hingga akhirnya kehilangan sinarnya.


Yu Ming sendiri juga mulai merasakan nya.


Pandangan matanya perlahan.lahan semakin kabur, kelopak matanya terasa sangat berat dan ingin sekali tertutup.


"Apa waktu ku sudah habis..?"


Batin Yu Ming.


"Ahh tidak,.. aku harus bisa bertahan.."


"Setidaknya setelah aku menyampaikan permintaan maaf ku pada kedua orang tua nya.."


"Bahwa aku tidak mampu lagi menjaganya mewakili mereka, setelah itu aku baru boleh pergi.."


Gumam Yu Ming dalam hati penuh tekad.


Tapi sayangnya pikiran dan kondisi fisik nya tidak sejalan.


Di fisik kasarnya, Yu Ming justru sepasang matanya sudah terpejam, setelah dia menghelakan nafas panjang untuk yang terakhir kalinya.


Dia sudah sepenuhnya sudah berhenti bernafas, kepalanya sudah terkulai kebawah.


Tapi secara pemikiran Yu Ming masih bersemangat dan terus berusaha.


Yu Ming justru merasa kini dia sangat sehat dan bersemangat bahkan mampu berdiri dan melayang di udara.


Yu Ming baru menyadari keadaannya yang sebenarnya, saat dia melihat Ping Ru Meng berlari memasuki kamar .


Dia sempat mencoba mendekati Ping Ru Meng menegur dan maju ingin memeluknya.


Tapi Ping Ru Meng justru tidak menanggapi nya, berlari menembusnya begitu saja.


Dia juga tidak mampu meraih tubuh istrinya yang jelita dan sedang terlihat panik dan cemas.


Yu Ming ingin mencoba menenangkan nya, tapi dia tidak tahu cara untuk berkomunikasi dengan nya .


Dia hanya bisa melihat istrinya


berteriak memanggil namanya dengan panik.


Kemudian langsung memeluk dan mengguncang guncang tubuhnya .


Tubuhnya yang lain itu tidak lagi merespon hanya terkulai diam di sana.

__ADS_1


Ping Ru Meng terlihat menangis dengan sangat sedih sambil memeluk tubuhnya yang terkulai lemah disana.


Yu Ming pun segera menyadarinya, ternyata roh nya telah meninggalkan tubuh nya.


Dia telah pergi untuk selama lamanya, tidak mungkin bisa mewujudkan impian mereka berdua yang belum berhasil dia penuhi.


Yu Ming hanya bisa melayang mematung di sana, seperti orang bodoh menatap sedih kearah istrinya yang sedang menangis.


"Ohh Ming ke ke mengapa kamu harus pergi secepat ini..?!"


"Mengapa !? mengapa kamu tidak menunggu ku..!?"


"Bukankah kamu bilang akan menemani ku ke lembah naga, mau sembahyang di depan makam ibu ku..!?"


"Mengapa kini kamu malah..?!"


"Ohhh Ming ke ke..!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


"Mengapa..?"


Ucap Ping Ru Meng sambil menangis sedih.


"Maafkan aku Ming ke ke aku bukan istri yang baik..!"


"Aku selalu mengecewakan mu..!"


"Bila bukan karena aku, kamu tidak mungkin seperti ini..!?"


"Bila aku waktu itu berkeras pada ayah tidak memaksa mu menyerahkan mahar itu..!"


Ucap Ping Ru Meng penuh sesal.


Di kembali melanjutkan perkataannya di sela sela Isak tangis sedih penuh sesal.


"Pantas saja para biksu di kuil barat menolak menemui ku.."


"Mereka sebenarnya sudah tahu dan berulang kali mengingatkan ku.."


"Sayangnya aku terlalu keras kepala..."


"Ahhh ini semua salah ku..."


"Maafkan aku Ming ke ke.."


"Maafkan aku.. hu..hu..hu..!"


Ping Ru Meng berbicara sendiri sambil menangis sedih seorang diri di sana sambil terus memeluk jasad suaminya.


Yu Ming yang masih berat untuk pergi meninggalkan nya.


Dia masih terus berdiri di sana menatap istrinya dengan sedih.


Dia sudah mencoba berulang kali untuk berbicara menenangkan isteri nya


Agar tidak terlalu menyalahkan diri sendiri, semua ini sudah takdir, istri nya harus bisa melepaskan dan merelakan kepergiannya.


Tapi tetap saja dia tidak bisa melakukan sesuai keinginan nya.


Ping Ru Meng sudah tidak bisa mendengarkan nya lagi.

__ADS_1


Beberapa saat larut dalam kesedihannya, Ping Ru Meng akhirnya berkata,


"Tidak aku tidak boleh seperti ini, aku harus memenuhi harapan terakhir nya.."


"Dia ingin kembali ke lembah naga di Sai Wai.."


"Aku harus memenuhi harapan terakhirnya, meski dia telah tiada.."


"Benar,..aku harus bawa dia ke sana sekarang juga.."


Gumam Ping Ru Meng seorang diri.


Ping Ru Meng segera menggendong Yu Ming di punggung nya, meninggalkan kamarnya.


Keluar dari pondok, dia langsung membawa Yu Ming melayang duduk diatas punggung singa'saljunya.


Setelah itu dia mulai mengarahkan singa salju nya membawa dia dan Yu Ming pergi ke dunia manusia.


Mereka menembus langit lapis demi lapis terus bergerak menuju dunia manusia.


Saat tiba di alam manusia, Ping Ru Meng segera mengarahkan singa Salju nya terbang kearah Sai Wai, menuju lembah naga.


Sepanjang perjalanan udara, Ping Ru Meng saat melewati tempat tempat yang pernah mereka lalui bersama.


Dia akan langsung tersenyum sendiri dengan airmata jatuh berlinang membasahi wajahnya.


Meski tubuh Yu Ming sudah mulai kaku dan dingin, tapi Ping Ru Meng tetap memeluknya dengan erat.


Sedikitpun dia tidak bersedia melepaskan pelukannya.


Ping Ru Meng saja yang tidak sadar, sebenarnya Yu Ming tidak pernah pergi.


Dia selalu mengikuti, kemanapun Ping Ru Meng pergi, dia selalu duduk di sebelahnya.


Yu Ming terus mengamati dengan kasihan, semua tindak tanduk istrinya.


Apapun yang Ping Ru Meng lihat dan bicarakan dengan jasad nya, Yu Ming selalu mendengarkan dan mengenang semua nya dengan baik.


Singa Salju akhirnya mendarat di depan pondok tempat tinggal kedua orang tua Ping Ru Meng .


Suasana berbeda terlihat jelas, pondok dan seluruh halaman pondok itu.


Kini sangat terawat, tidak seperti dulu.


Melihat semua ini Ping Ru Meng tidak bisa tidak tersenyum sedih mengenang Yu Ming.


Bila tidak ada Yu Ming, mana mungkin dia bisa menolong penduduk desa lembah ketenangan..


Bila bukan karena pertolongan dan jasa Yu Ming, terhadap mereka.


Mana mungkin rumah kediaman orang tuanya bisa serapi dan sebersih ini, setelah mereka tinggalkan sekian lama.


Terkenang hal ini, Ping Ru Meng semakin merasa kehilangan, airmata nya kembali mengucur deras.


Dengan suara terisak Ping Ru Meng berkata,


"Ming ke ke lihat lah aku sudah memenuhi harapan mu, kita sudah kembali kerumah kita yang penuh kenangan ini.."


"Andai waktu bisa di putar kembali, aku pasti tidak akan membiarkan kita kembali ke langit.."


"Lebih baik kita hidup tentram di sini selamanya.."

__ADS_1


__ADS_2