LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
LAPORAN DARURAT


__ADS_3

Siau Sien Ce menatap Yu Ming dengan wajah kasihan dan berkata,


"Lalu bagaimana rencana kakak, dalam menyingkapi semuanya..?"


Yu Ming menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Maju satu langkah, hitung satu langkah.."


"Tidak usah banyak berpikir, jalani hidup dengan gembira, berhati hati dan waspada.."


"Sebisa mungkin jauhi konflik.."


Ucap Yu Ming sambil tersenyum lembut.


"Sudah kamu ini banyak sekali pertanyaan nya, sudah malam tidurlah.."


"Besok pagi masih banyak pekerjaan di rumah ini, yang menanti mu untuk mengaturnya.."


Ucap Yu Ming sambil memainkan rambut di kepala Siau Sien Ce.


Setelah itu, dia pun bangkit berdiri dan meninggalkan kamar Siau Sien Ce, kembali ke kamarnya sendiri.


Yu Ming kembali ke kamarnya untuk melanjutkan latihan, yang sempat terganggu oleh insiden kecil yang terjadi di dapur sana.


Sepeninggal Yu Ming, Siau Sien Ce pun memilih untuk mencoba tidur, tidak berani keluyuran lagi.


Dia mencoba menghindari hal hal, yang akan mendatangkan masalah baru bagi Yu Ming.


Akhirnya Siau Sien Ce pun tertidur juga, dengan sendirinya.


Sejak insiden tersebut, semua pelayan dan dayang di rumah itu, otomatis menjadi penurut .


Mereka tidak lagi berani membantah Siau Sien Ce, Siau Sien Ce dengan bebas bisa mengatur mereka.


Untuk bekerja lebih rajin merawat rumah, menyiapkan makanan dan lainnya.


Sehingga kehidupan di dalam istana Yu Ming Kung, menjadi jauh lebih baik, teratur dan jauh lebih nyaman.


Yu Ming sangat puas dengan pengaturan sahabatnya, yang berhasil membuat kediamannya, kini menjadi jauh lebih nyaman dan menyenangkan.


Perabot pun banyak di ganti, menjadi.lebih layak dan indah, jauh lebih nyaman untuk di gunakan.


Tidak terasa beberapa bulan pun berlalu, semua berjalan dengan lancar dan baik baik saja.


Hingga pagi itu, kediaman Yu Ming Kung di hebohkan dengan kedatangan Yu Ti bersama ketiga istrinya, dan kedua anaknya yang lain, juga ikut datang mengunjungi Yu Ming Kung.


Siau Sien Ce terlihat yang paling sibuk, mengatur segala sesuatunya. Agar tidak sampai menimbulkan masalah memalukan bagi Yu Ming.


Kaisar langit dan seluruh keluarganya, memilih untuk duduk santai di paviliun peristirahatan yang di bangun diatas sebuah kolam buatan.


Kolam itu dulunya kosong tidak ada isinya, selain airnya yang berbau tidak sedap.


Tapi sejak Siau Sien Ce hadir di sana.


Kolam itu sudah di penuhi ikan hias dan tanaman bunga teratai yang indah, dan menyejukkan pemandangan.


Air kolam juga kini sangat jernih, hingga dasarnya bisa terlihat, tidak ada lagi bau aneh di sekitar tempat itu.


Tempat itu selama beberapa waktu ini, adalah tempat favorit Yu Ming dan Siau Sien Ce, untuk duduk santai mengobrol, bermain musik bernyanyi dan berpuisi.

__ADS_1


Kini tempat itu berubah menjadi tempat kumpul keluarga yang ideal.


Tentu saja Siau Sien Ce tidak hadir di sana.


Selama dirinya tidak di panggil.


Dia tidak berani memunculkan diri, agar tidak menimbulkan masalah tidak perlu.


Dia dengan cerdik sengaja menempatkan orang orang nya istana es abadi di sekitar sana.


Jadi bila ada masalah, tidak akan menyeret dirinya, sebaliknya justru akan menyeret nama baik istana es itu.


Jadi Ping Lian dan putranya yang terkenal tukang bikin masalah dengan Yu Ming, tidak akan berkutik.


Kumpul keluarga berjalan dengan cukup lancar dalam suasana gembira.


Meski di dalam hati tidak semua orang gembira, tapi setidaknya di luar semua orang tampil gembira.


Sambil makan minum, akhirnya Kaisar Langit buka suara,


"Ming Er,. kelihatannya tahun ini sudah banyak perubahan."


"Tempat tinggal mu menjadi jauh lebih nyaman, tidak seperti tahun tahun sebelumnya.."


"Kelihatannya kamu memang memiliki daya pandang yang tajam, dalam memilih asisten pelayan yang tepat, untuk mengatur segalanya.."


"Tapi Istana ini tidak mungkin terus kosong tanpa ada nyonya rumah nya kan..?"


"Umur kamu, ayah lihat juga tidak kecil lagi.."


"Bagaimana bila ayah aturkan jodoh yang tepat untuk mu..?"


Tapi tentu saja, dia tidak punya keberanian menolaknya.


Sambil tersenyum kecut, Yu Ming berkata,


"Semua terserah pada pengaturan ayah dan ibu, Yu Ming tidak punya pendapat."


"Hanya saja kalau boleh, Ming er minta pernikahan nya, di tangguhkan barang 5 sampai 8 tahun kedepan.."


"Di mana saat itu Ming er sudah lebih dewasa, tentunya akan lebih mantap menjalani kehidupan berumahtangga nya.."


ucap Yu Ming mencoba menunda dengan berdalih.


Kaisar langit menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Ming er,. itu terlalu lama, kamu anak pertama Putra Mahkota pula.."


"Tidak bisa begitu lama, ayah cuma bisa ijinkan 2 tahun penangguhannya, setelah kamu berumur 20, kamu harus sudah menikah.."


Yu Ming menghela nafas panjang, dia juga tahu batasnya kemungkinan hanya 2 sampai 3 tahun.


Dia sengaja meminta waktu panjang, agar ada kekuatan negosiasinya.


Kini setelah ayahnya sudah putuskan dua tahun, dia pun tidak banyak membantah lagi.


Kaisar langit menoleh kearah ketiga istrinya dan berkata,


"Menurut kalian Dewi mana yang pantas bersanding dengan putra kita .?"

__ADS_1


"Bagaimana bila cucu nya Yue Lao Dewa Bulan. ?"


Ucap Wang Mu Niang Niang mengajukan usulan nya.


"Bagaimana menurut kalian berdua, apa kalian punya calon lain..?"


Tanya Kaisar Langit sambil menatap kearah kedua istri nya, yang lain secara bergantian.


Ping Lian menggelengkan kepalanya dengan ekspresi wajah sedingin es.


"Ibu bagaimana dengan putri Fei Ying,.. anaknya paman Fei Yung, usianya dan kakak hampir sama.."


Ucap Yu Lek sambil tersenyum lebar menggoda kakaknya.


Fei Yen menatap kaisar langit dan berkata,


"Ku rasa ide Yu Lek tidak jelek, Fei Ying adalah putri kakak ku Fei Yung, Raja saat ini dari kerajaan Dewa Dewi Bersayap."


"Bila mereka berdua cocok dan saling suka, hubungan Kerajaan Langit dan kerajaan Dewa Dewi Bersayap, akan menjadi semakin dekat dan kuat.."


"Kalau begitu ada dua calon kuat, bagaimana menurut mu


Ming er..?"


"Kira kira kamu lebih suka yang mana..?"


Ucap Kaisar Langit sambil menoleh kearah putranya.


Yu Ming hanya bisa pasrah, seperti seekor kerbau yang mau di tarik menuju kamar potong.


Godaan Yu Lek tidak membuatnya bereaksi, pertanyaan ayahnya pun tidak terlalu menarik perhatiannya.


Sambil tersenyum pahit dia berkata asal asalan,


"Kumpulkan saja mereka berdua..ayah ibu uji saja mereka.."


"Mana yang menurut ayah ibu cocok, Ming er akan ikut, Ming er tidak punya pendapat.."


Ucap Yu Ming pasrah.


"Baiklah, kalau begitu kita putuskan begitu saja, Niang Ce kamu pergi undang Cucu Yue Lao.."


"Yen Mei kamu pergi undang putri kakak mu Fei Ying.."


"Segera setelah mereka tiba, kira akan di jalankan proses pengujian calon mantu.."


Ucap Kaisar Langit sambil tersenyum gembira.


Semua yang hadir mengangguk setuju, dengan ide Kaisar Langit.


Belum sempat Kaisar Langit berbicara sesuatu.


Tiba-tiba di sana muncul seorang pria yang berpakaian perwira kahyangan, pria itu begitu hadir didepan Kaisar Langit.


Dia langsung menjatuhkan diri berlutut di hadapan Kaisar Langit.


Lalu memberi hormat dan berkata,


"Maaf Yang Mulia, Siau Thian Cuan datang memberikan laporan darurat..."

__ADS_1


__ADS_2