LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PILIHAN PING RU MENG


__ADS_3

Ping Ru Meng saat mendengar penjelasan bibi nya, dia sudah sangat kaget dan malu, .


Kini saat mendengar pertanyaan langsung dari Kaisar Langit, tentu saja dia semakin malu.


Tidak tahu harus bersikap apa, selain menundukkan kepalanya dengan wajah merah menahan malu.


Diam diam sambil mengigit bibirnya sendiri, sesekali dia melirik kearah Yu Ming dengan penuh teguran.


Dia sadar semua kejadian canggung dan memalukan ini,, pasti awalnya dari Yu Ming.


Yu Ming pasti ikut terlibat di dalamnya.


Yu Ming hanya bisa pura pura tidak tahu dan berusaha bersikap senormal mungkin.


Seolah olah dia tidak tahu apa apa, semua ini murni kehendak orang tuanya.


Tidak ada hubungan dengan dirinya.


Melihat Ping Ru Meng hanya tertunduk, tidak memberikan jawabannya.


Kaisar Langit pun kembali bertanya dengan hati hati,


"Nona Ru Meng, apa Nona sendiri sebenarnya sudah punya pilihan lain, selain mereka.?"


Ping Ru Meng menundukkan kepalanya lebih dalam lagi, dia meresponnya dengan gelengan kepala pelan.


Saat ini bila di hadapannya ada lubang, ingin rasanya dia melompat masuk kedalam, bersembunyi di sana, selamanya tidak akan pernah keluar lagi dari sana.


Sayangnya itu cuma angan angan nya saja, kenyataan nya saat ini adalah, dia justru sedang di tunggu jawabannya.


"Nona Ru Meng kalau begitu bagaimana pendapat mu tentang kedua putra ku..?"


Tanya Kaisar Langit mengulanginya sekali lagi.


Tapi tetap saja Ping Ru Meng tidak bisa menjawabnya, dia hanya bisa tertunduk malu.


Melihat hal ini Wang Mu Niang Niang sambil tersenyum melangkah maju kedepan.


Dia menarik mundur Kaisar Langit dan berkata,


"Dia adalah seorang gadis, kamu bertanya hal seperti ini, di depan orang banyak, bagaimana dia mau menjawabnya."


"Sudah biar aku saja.."


Ucap Wang Mu Niang Niang sambil menahan senyum.


Kaisar Langit tidak membantah, dia segera mundur kebelakang, kemudian memilih duduk diam menyerahkan semuanya ke istrinya.


Wang Mu Niang Niang menghampiri Ping Ru Meng, dengan lembut dia membelai punggung anak itu dan berkata,


"Ru Meng, kamu tidak perlu sungkan dan malu, anggap saja di sini cuma ada kita berdua.."


"Kamu juga tak perlu berikan penilaian tentang mereka berdua.."


"Kamu cukup anggukan kepala mu, bila kamu setuju dengan pertanyaan bibi.."

__ADS_1


"Bila tidak kamu cukup diam saja.."


"Bagaimana ? apa dengan cara ini kamu bisa menerimanya..?"


Tanya Wang Mu Niang Niang lembut.


Ru Meng yang sejak kecil sangat merindukan kasih sayang seorang ibu.


Mendapatkan perlakuan tulus dan lembut dari Wang Mu Niang Niang, hatinya sangat terharu.


Dengan patuh dia menganggukkan kepalanya.


Wang Mu Niang Niang tersenyum gembira, melihat respon positif yang mulai di tunjukkan oleh Ping Ru Meng.


Dia segera melanjutkan pertanyaan nya dengan hati hati.


"Ru Meng, apa kamu bersedia menerima Yu Long sebagai calon tunangan mu, sekaligus nanti menjadi calon bakal suami mu kelak..?"


Tanya Wang Mu Niang Niang pelan, tapi terdengar jelas oleh semua yang hadir.


Beberapa saat menunggu, Ru Meng hanya diam saja, tidak memberikan respon.


Wang Mu Niang Niang kini menoleh kearah Ping Lian.


Memberi kode agar Ping Lian melanjutkan menggantikan dirinya, melontarkan pertanyaan berikutnya agar adil.


Ping Lian mengangguk paham, dengan hati hati, dia maju menggantikan Wang Mu Niang Niang dan bertanya dengan harap harap cemas.


"Ru Meng bibi tanya pada mu, bagaimana dengan Yu Ming, bila Yu Ming yang menjadi calon tunangan dan calon suami mu kelak, apa kamu bersedia menerimanya..?"


Tanya Ping Lian dengan hati hati.


Dia mencoba mengangkat kepalanya sedikit melirik kearah Yu Ming.


Melihat Yu Ming sedang menatap kearah nya dengan penuh perhatian.


Ping Ru Meng tidak berani beradu tatap dengan Yu Ming, dia segera menundukkan kepalanya kembali ke bawah.


Lalu dengan wajah merah padam, dia mengangguk pelan.


Anggukan itu sudah lebih dari cukup mewakili pilihannya.


Kaisar Langit langsung tertawa dan berkata,


"Nah sekarang semuanya sudah jelas, Ming Er sekali ini kamu tidak ada alasan lagi bukan..?"


Yu Ming menghela nafas panjang dan berkata,


"Ming Er tidak ada pendapat, Ming Er mengikuti pengaturan ayah dan ibu, dalam masalah pertunangan.."


"Hanya saja masalah pernikahan, Ming Er mohon agar bisa di tangguhkan selama 3 tahun.."


"Agar kami berdua bisa lebih saling memahami, dan saling mengenal kelebihan dan kekurangan kami masing masing.."


"Bila masing masing bisa saling memahami dan menerima nya."

__ADS_1


"Bila saat waktunya tiba, kami berdua tentu akan lebih siap menjalani kehidupan baru kami, tanpa ada sesal lagi.."


Ucap Yu Ming serius.


"Ru Meng bagaimana pendapat mu, atas permintaan Yu Ming ini..?"


Tanya Wang Mu Niang Niang sambil tersenyum lembut.


Ping Ru Meng terdiam sejenak, beberapa saat kemudian dia baru berkata,


"Ru Meng ikut saja, asalkan ayah ku setuju, Ru Meng pribadi tidak berkeberatan sama sekali.."


Ping Ru Meng masih tetap menundukkan kepalanya, tidak berani mengangkatnya ke atas.


Selain malu beradu tatap dengan calon mertua, dan Yu Ming.


Dia juga merasa tidak enak hati dengan bibi Ping Lian dan Yu Long.


Hanya saja mau gimana lagi,.dia memang lebih tertarik bersama Yu Ming ketimbang Yu Long.


Bukan karena Yu Long kalah tampan atau kalah kekuasaan maupun kemampuan.


Tapi bersama Yu Ming, dia bisa merasakan ketulusan dan kejujuran yang membuat dirinya nyaman.


Sedangkan bersama Yu Long, dia selalu merasa sedang bersama seseorang yang sulit di tebak kemauan nya,.


Dia seperti bersama seseorang yang penuh dengan misteri.


Sehingga dia tidak bisa menemukan kenyamanan saat bersama nya.


Mendengar pendapat Ru Meng, Kaisar Langit dan Wang Mu Niang Niang sangat gembira.


Kaisar Langit segera berkata,


"Ping Lian kamu tidak berkeberatan menemani kami semua pergi ke Kerajaan Es Abadi, untuk membicarakan permasalahan mereka berdua dengan kakak misan mu Ping Sien bukan..?"


Ping Lian sambil tersenyum pahit berkata,


"Tentu tidak Yang Mulia, kapan pun di perlukan Ping Lian siap untuk itu.."


"Bagus kalau begitu besok pagi saja, besok.pagi kita sekeluarga beramai ramai bisa pergi mengunjungi kerajaan asal mu.."


Ucap Kaisar Langit bersemangat.


Semua yang hadir hanya bisa mengangguk setuju, meski di hati masing-masing tentunya menyimpan pemikiran berbeda-beda.


Setelah saling berbasa basi sejenak, satu persatu pun pamit permisi dari tempat itu.


Saat Yu Ming yang paling terakhir meninggalkan ruangan tersebut.


Dia melihat Ping Ru Meng berdiri tidak jauh dari sana, sepertinya sedang menunggu dirinya.


Yu Ming segera melangkah menghampiri Ping Ru Meng, yang sedang berdiri memunggunginya, sedang melihat kearah kebun bunga.


Yu Ming hadir di sampingnya dan berkata pelan.

__ADS_1


"Adik Ru Meng, apa ada sesuatu hal yang menjadi beban pikiran mu.."


"Bila tidak berkeberatan, kamu bisa berbagi dengan ku, aku siap mendengarkan dan membantu mu mencari solusinya.."


__ADS_2