LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
KEGAGALAN ROMBONGAN PERTAMA


__ADS_3

Iblis Asura mulai mengeluarkan sebatang pedang, yang di hiasi 9 batu warna warni, di badan pedangnya.


Saat Pedang itu di putar, pedang itu langsung menimbulkan 9 cahaya warna, membentuk sebuah kubah perisai.


Melindungi seluruh tubuhnya dari serangan yang datang dari pelbagai penjuru, dengan berbagai senjata, yang beragam bentuk.


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


"Boooom..! Boooom..! Boooom..!"


Terjadi ledakan beruntun, saat semua serangan membentur putaran Pedang 9 Permata iblis.


Setelah semua serangan tertangkis oleh putaran Pedang 9 Permata iblis, Iblis Asura membelah diri jadi 3.


Bayangan pertama nya langsung melesat menyerang Pagoda Ling Long, Dewa Pagoda.


"Blaaarrr...!"


Pagoda Ling Long meledak hancur berkeping-keping, di terjang oleh tebasan Pedang 9 Permata iblis.


Bayangan itu berlanjut menerjang kearah Li Cing, yang sedang terhuyung-huyung mundur.


Karena Pagoda Ling Long andalannya, telah di ledakan oleh tebasan Pedang 9 Permata iblis.


Dewa Er Lang dan Nacha, tidak berdaya memberikan bantuan, Karena mereka juga masing masing, sedang di serang oleh bayangan Iblis Asura yang kedua dan ketiga.


Bayangan Iblis Asura yang kedua, memutar mutar pedangnya diudara, bergerak menangkis tebasan tombak dan lesatan sinar laser dari mata ketiga Dewa Er Lang.


Tidak sampai sedetik, Iblis Asura sudah muncul di hadapan Dewa Er Lang.


Pedang 9 Permata iblis langsung di tebaskan dari atas kebawah menyerang kepala Dewa Er Lang.


Seperti orang ingin membelah buah kelapa.


"Singggg..!"


Terdengar suara desing tajam membelah udara, melesat menuju sasaran yang di tuju.


"Trangggg..!!"


Dewa Er Lang mengangkat tombaknya untuk menangkis serangan tersebut.


"Blaaarrr..!"


Sebagai akibatnya tubuh Dewa Er Lang terhempas jatuh menabrak Danau Es Beku yang tebal.


Hingga terjadi Ledakan keras, tubuhnya menghilang kedalam Danau Es Beku.


Nacha yang menghadapi serangan bayangan ketiga, yang bergerak mengelilingi nya dengan pancaran sinar pedang warna warni.


Kondisinya juga tidak lebih baik, dia harus memutar tombak api nya.


Sambil menggerakkan kelima lengannya, yang memegang gelang semesta.


Untuk melakukan tangkisan, terhadap serangan beruntun dari Iblis Asura


"Trangggg..! Tringgg..!Trangggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..!Trangggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..!Trangggg..!"


"Trangggg..! Tringgg..!Trangggg..!"


Pedang 9 Permata iblis, setelah berulang kali melepaskan serangan, mengelilingi seluruh tubuh Nacha, tanpa hasil.


Tiba tiba Iblis Asura, mengeluarkan sebuah tombak bercahaya kehijauan, yang di selimuti hawa kegelapan.


Lalu tombak tersebut dia lontarkan tepat kearah roda api yang ada di kedua kaki Nacha.


"Kreekkk..!"

__ADS_1


Kedua roda api terganjal oleh tombak Iblis Asura, sehingga berhenti berputar dan membeku.


Otomatis Nacha, yang terbang melayang di udara mengandalkan sepasang roda api di kedua kakinya.


Dia langsung kehilangan keseimbangan nya.


Tubuhnya limbung, kemudian dia langsung terjungkal kebawah.


"Ahhh..!"


Teriak Nacha kaget, saat merasakan tubuhnya kehilangan keseimbangan dan terhempas kebawah.


Iblis Asura yang menantikan kesempatan tersebut, dia segera melesatkan Pedang 9 Permata iblis.


Berubah menjadi 9 sinar menerjang kearah Nacha.


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!" "Trangggg..!"


"Trangggg..!"


Mati matian Nacha berusaha menghalau, sembilan cahaya pedang itu, dengan putaran senjata di keenam lengannya.


"Crasssh..!" Crasssh..!" Crasssh..!"


"Crasssh..!" Crasssh..!" Crasssh..!"


Tapi hasilnya Nacha terluka cukup parah, kehilangan 4 lengan dan dua kepala nya.


"Dessss..!"


Sebuah tendangan keras dari bayangan ketiga Iblis Asura, datang menjejak dada Nacha.


"Arggghhh..!"


Nacha berteriak ngeri, menahan rasa sakit luar biasa di dadanya.


Darah bergolak di dadanya, kemudian darah segar terlihat menyembur keluar dari mulut nya


"Bangggg...!"


"Brakkkk...!'


"Byuuur..!"


Nacha menyusul Dewa Er Lang tenggelam, kedalam Danau Es Beku.


Li Cing Dewa Pagoda mengalami nasib yang paling tragis, setelah tubuhnya terhuyung-huyung karena Pagoda Ling Long nya, di ledakan oleh Iblis Asura.


Iblis Asura langsung datang mengejarnya, dengan Pedang 9 Permata iblis, yang bergerak mengurungnya dari 8 penjuru mata angin.


Dewa Pagoda segera menggunakan sepasang tongkat emas berulir nya, untuk memberikan tangkisan.


"Trangggg..! Trangggg..!"


"Trangggg..! Trangggg..!"


"Trangggg..! Trangggg..!"


"Trangggg..! Trangggg..!"


"Trangggg..! Trangggg..!"


Setiap tangkisannya, membuat sepasang tongkat berulir nya terpapas menjadi lebih pendek.


Hingga akhirnya tersisa dua gagang tongkat, yang tersisa didalam genggaman tangannya.


Untuk mencegah iblis Asura terus melanjutkan serangan nya.


"Wutttt..!" Wutttt..!"


Dewa Pagoda, terpaksa melontarkan sepasang gagang tongkatnya, kearah wajah Iblis Asura.


Kemudian dia mengerahkan seluruh kekuatan nya kedalam kedua tangannya, yang membentuk tinju cahaya emas.

__ADS_1


Menerjang kearah dada Iblis Asura.


Iblis Asura menanggapi serangan tersebut dengan senyum sedingin es.


Dengan sedikit memiringkan kepalanya, serangan lontaran gagang tongkat pun, lewat di samping kepala nya.


Lalu dia juga mendorongkan kedua telapak tangan nya yang mengandung kekuatan iblis Pemusnah kedepan.


"Kekuatan Iblis Pemusnah level 8..!"


"Mampuslah kau Dewa munafik..!"


Teriak iblis Asura penuh dendam.


Saat dia teringat, bagaimana dulu tuan nya di celakai oleh junjungan Dewa, yang berada di hadapannya ini dengan cara licik.


"Plakkkk..!"


"Blaaarrr...!"


Sepasang tinju dan tapak bertemu di udara.


Menimbulkan suara ledakan dahsyat, yang memekakkan telinga.


"Arggghhh..!!!"


Dewa Pagoda berteriak kesakitan.


Tubuh Dewa Pagoda terlempar kebawah, dengan sepasang tangan, terlihat tergantung lunglai di kedua sisi tubuhnya.


Seluruh tulang, di mulai dari ruas jari hingga ke pangkal bahu, semuanya telah remuk.


Tentu sakit yang di alaminya melebihi kematian itu sendiri.


Derita seperti itu lebih baik Mati daripada hidup.


Sebelum Dewa Pagoda sempat melakukan sesuatu, untuk mempertahankan diri.


Sebuah pedang yang mengeluarkan 9 cahaya warna, telah muncul menembus dada kanan Dewa Pagoda.


"Arggghhh..!"


Jerit Dewa Pagoda kesakitan.


Sebelum tubuhnya, jatuh terbanting menabrak Danau Es Beku di bawah sana.


"Brakkkk...!!'


"Byuuur..!!"


Tubuh Dewa Pagoda yang berlumuran darah, membuat air danau es yang bening.


Dalam sekejab mata, telah berubah warna menjadi merah.


warna merah langsung menyebar, di sekitar area tubuh Dewa Pagoda, melayang tenggelam kedasar danau.


"Hanya begitu kemampuan kalian, berani datang kemari membuat onar..!"


"Pantas mati kalian Dewa Dungu yang munafik..!"


Ucap Iblis Asura, dengan suara mengelegar yang terdengar, hingga keseluruh wilayah Danau Es Beku.


50.000 pasukan kahyangan yang mengikuti Dewa Er Lang, yang kini di pimpin oleh Siau Thian Cuan.


Mereka juga mengalami serangan hebat dari jebakan, yang di persiapkan oleh pasukan iblis.


Jala besar yang mengeluarkan cahaya kegelapan, di selimuti oleh kabut hitam.


Bergerak dari atas dan bawah di lontarkan oleh alat alat rahasia.


Bergerak mengurung mereka, saat tubuh mereka tergulung oleh jaring jaring kabut hitam raksasa itu, hingga sulit bergerak.


Puluhan ribu anak panah, yang mengeluarkan cahaya kemerahan, juga di lontarkan oleh alat rahasia.


Menerjang kearah mereka dari segala penjuru.


Setiap prajurit kahyangan yang tertembus anak panah tersebut, tubuhnya akan langsung hancur menjadi abu.


50.000 pasukan kahyangan semuanya hancur menjadi abu, diterjang oleh anak panah, yang mengandung kekuatan magis iblis pemusnah.

__ADS_1


Siau Thian Cuan meski selamat, tapi seluruh tubuhnya juga penuh luka.


Dia terlihat terbaring lemah dalam pelukan Yu Ming, yang datang menyusul ketempat tersebut, mendahului yang lainnya.


__ADS_2