LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MELAWAN SILUMAN KELELAWAR HIJAU


__ADS_3

"Lagi lagi kamu pangeran Keparat, mengapa kamu selalu mengejar kami seperti roh penasaran..!?"


"Apa salah kami, ? sehingga kamu harus mengejar dan memburu kami sampai habis tak bersisa .!?"


Bentak Siluman Kelelawar hijau penuh emosi.


Yu Ming menatap tajam kearah Siluman Kelelawar hijau dan berkata dengan tenang,


"Pertama aku hanya menjalankan tugas dari ayah ku, agar membawa kalian semua kembali ke kahyangan, untuk menjalani hukuman.."


"Kedua karena kamu sudah berbuat dosa, yang sangat banyak di alam manusia.."


"Jadi hari ini, aku akan menghentikan mu..'


"Kamu tahu apa bocah tengik !?"


"Kamu tahu,.. apa yang mereka lakukan pada anak ku..!?"


"Aku hanya membalas yang telah mereka lakukan, agar mereka merasakan hal yang sama..!"


Bentak Siluman Kelelawar hijau emosi.


"Apapun itu, menggunakan kekuatan Siu Lian mu, untuk membunuh orang awam, itu adalah dosa besar, yang tidak bisa diterima oleh langit dan bumi.."


"Bila kamu sekarang menyerah, aku akan mengampuni nyawa mu, hukuman mu akan di putuskan nanti di kahyangan.."


"Bila tidak, jangan salahkan aku, bila kamu hari ini akan musnah di sini.."


Ucap Yu Ming dengan suara semakin dingin.


Siluman Kelelawar Hijau tertawa mengejek dan berkata,


"Kamu pergilah bermimpi di musim semi sana..'


"Aku tidak akan pernah menyerah, hingga nyawa ini melayang..!"


"Jangan banyak bicara lagi, majulah..!"


Bentak Siluman Kelelawar Hijau dengan sombong.


Selagi Yu Ming sedang berdebat dengan Siluman kelelawar hijau.


A Niu sudah datang berlarian menyusul bersama rekannya, hingga tiba di mulut desa.


Di mana terlihat Ping Ru Meng sedang menggendong seorang bocah di dalam pelukan nya, yang langsung di kenali oleh A Niu sebagai Siao San, putra tunggal mantan kekasihnya Siu Ni.


Dengan wajah di liputi kegembiraan dan kelegaan.


A Niu segera menghampiri Ping Ru Meng dan berkata,


"Siao Meng,.. bagaimana keadaan Siao San..?"


Ping Ru Meng menoleh kearah A Niu dan berkata,


"Dia sedang pingsan, luka di bahunya sudah ku obati sudah bukan masalah.."


"Tapi dia pasti mengalami kaget dan shock berat, di culik Siluman itu, hingga pingsan.."


"Demi tidak terjadi hal merepotkan, aku tidak membantunya sadar.."


"Lebih baik A Niu ke bawa anak ini kembali ke ibunya, lalu gunakan ini, tempelkan ke hidungnya.."

__ADS_1


"Dia akan berbangkis dan siuman, bila dia siuman menemukan dirinya bersama ibunya.."


"Tentu itu akan lebih baik.."


"Aku tidak bisa ikut kedalam, jadi anak ini A Niu ke saja yang urus.."


Ucap Ping Ru Meng berpesan ke A Niu dengan serius.


Selesai bicara, Ping Ru Meng langsung menyerahkan anak itu, kedalam pondongan A Niu.


"Terimakasih banyak Siao Meng, aku akan mengembalikan dia ke Siu Ni.."


"Permisi.."


Ping Ru Meng langsung mengerutkan alisnya, saat mendengar ucapan A Niu.


"A Niu ke,..apa maksud mu ? bukankah Siu Ni istri nya A Niu ke, sedang di rumah menjaga anak anak..?"


"Bila anak ini, putranya, berarti ini anak nya A Niu ke..?"


Tanya Ping Ru Meng sedikit kaget.


A Niu tersenyum pahit dan berkata,


"Siao Meng, dia memang putra tunggalnya, Siu Ni, tapi bukan dengan ku, tapi dengan Lu Pai.."


"Putra kepala desa Lu, jadi Siao San ini cucu nya kepala desa Lu.."


Ucap A Niu menjelaskan dengan wajah canggung.


"Bagaimana ceritanya ? cucu kepala desa ini, anaknya Siu Ni..?"


"A Niu ke sebenarnya apa yang terjadi..?"


A Niu tersenyum pahit dan berkata,


"Siao Meng ceritanya panjang, yang jelas istri ku bukan Siu Ni.."


"Istri ku Siu Lan, adiknya Siu Ni.."


"Keluarga Siao San masih sedang mencemaskan nya ."


"Aku tidak bisa lama lama di sini, aku jalan dulu.."


"Bila ada waktu baru ku ceritakan semuanya.."


Ucap A Niu, lalu dia segera berlalu dari sana di ikuti oleh rombongan nya.


Ping Ru Meng terdiam bingung di sana, menatap bayangan punggung sahabatnya itu.


Karena setahu dia, A Niu ke, yang dia kenal sudah bersama Siu Ni sejak kecil, mereka adalah pasangan dari kecil yang tidak terpisahkan.


Mengapa kini jadi seperti ini, tadinya dia masih menduga istri A Niu ke itu Siu Ni, yang sedang ada di rumah menjaga anaknya A Niu ke.


Tapi ternyata dia salah, kenyataan ternyata begitu rumit, setelah mereka semua tumbuh dewasa.


Ping Ru Meng menghela nafas panjang, lalu dia kembali menoleh kearah Yu Ming, yang kini sudah saling serang dengan seru di udara, melawan Siluman Kelelawar hijau.


Yu Ming terlihat sedang menyerang Siluman Kelelawar Hijau dengan ribuan energi pedang cahaya emas.


Semuanya di lesatkan untuk menyerang Siluman Kelelawar Hijau .

__ADS_1


Siluman Kelelawar Hijau sendiri mengantisipasinya, dengan sepasang sayapnya, untuk melindungi seluruh tubuhnya hingga kepala.


Siluman itu, bersembunyi di dalam gulungan sayapnya, yang memancarkan cahaya hijau.


Cahaya hijau itu menjadi lapisan perisai, yang menahan serangan energi pedang emas dari Yu Ming.


Sejauh ini terlihat perisai itu sangat kuat mampu menahan serangan dari Yu Ming,


Setelah berhasil berhasil menghalau serangan Yu Ming.


Siluman Kelelawar Hijau baru melesat cepat, mendekati Yu Ming.


Dia menggunakan keempat cakarnya yang berkuku runcing dan tajam seperti silet.


Untuk mencoba memberikan serangan balasan, yang cepat dahsyat dan kuat.


Setiap kali serangan cakarnya dilepaskan, akan menimbulkan suara bercuitan dan cahaya hijau berbentuk cakar, akan berseliweran di udara, mengepung Yu Ming.


"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"


"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"


"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"


Setiap serangan nya tidak mengenai sasaran, serangan nya akan meledakkan benda apapun yang di lewati nya.


"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


Begitu serangan cakar nya gagal, Siluman Kelelawar Hijau, segera menggunakan kedua sayapnya untuk ikut bantu menyerang.


"Wutttt..! Wutttt..! Wutttt..!"


"Wutttt..! Wutttt..! Wutttt..!"


"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..! "


"Blaaarrr..! Blaaarrr..! Blaaarrr..! "


Ledakan dahsyat kembali terjadi, setiap kali serangan kebutan sayap Siluman Kelelawar Hijau gagal menemui sasaran.


Sambil menghindar, Yu Ming terus mengamati dan mencari titik lemah dari serangan Siluman Kelelawar Hijau .


Siluman Kelelawar Hijau sendiri tidak menyadarinya, dia mengira Yu Ming sudah benar benar terdesak oleh nya.


Yu Ming hanya bisa terus menghindar, saking terdesaknya, Yu Ming bahkan tidak sempat memberikan serangan balas.


Melihat hal ini Siluman Kelelawar Hijau, semakin bersemangat, menambah kecepatan serangannya, untuk mencecar Yu Ming .


Dia terus menambah kecepatan dan kekuatan daya serang nya.


Sejauh ini Yu Ming masih terus menghindar, dia bahkan tidak menggunakan pedangnya, untuk menangkis serangan yang datang.


Hingga suatu ketika, Yu Ming melihat ada titik lemah di bagian jantung Siluman Kelelawar Hijau .


Yu Ming langsung menangkis, dan memapas putus kuku kuku runcing, yang mengeluarkan cahaya hijau, yang ingin membelahnya menjadi cacahan daging.


"Cringggg..!" Cringggg..!"

__ADS_1


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


__ADS_2