
"Dewa Er Lang, Siluman Kura Kura tua in,i serahkan saja pada ku ."
Ucap Nacha bersemangat.
Dewa Er Lang tersenyum dan berkata,
"Pergilah, tapi harus berhati hati.."
"Jangan remehkan lawan.."
Ucap Dewa Er Lang mengingatkan.
"Aku akan mengingatnya ."
Jawab Nacha gembira.
Dia segera terbang menghampiri siluman kura kura, yang masih mendekam diatas tanah.
Menyamarkan dirinya, menjadi sebuah bangunan biara kuno.
"Hei kura kura tua, tak perlu kamu menyamar lagi..!"
"Penyamaran mu sudah kuno, tidak main lagi di hadapan kakek mu..!"
"Cepat tunjukkan wujud asli mu, dan segera menyerah, bila tidak aku pasti akan menghajar mu..!"
Teriak Nacha ,sambil melayang layang, diatas kepala Siluman Kura Kura itu.
Siluman Kura Kura, yang tahu, dia tidak mungkin bisa menghindar lagi.
Dia segera kembali ke wujud asalnya, dan berkata dengan suara geram,
"Bocah merah, jangan sombong..!"
"Aku saran kan,! kamu kembalilah ******* ke bapak mu dulu, baru datang menantang ku lagi. "
"Daripada nanti menyesal..!"
"Ha..ha.. ha..ha..!"
Ucap Siluman kura kura itu sambil tertawa membalas mengejek Nacha
"Tidak tahu diri..!"
"Kurang di hajar kamu sepertinya..?!"
"Rasakan ini..!"
Teriak Nacha marah.
"Wungggggg..! Wungggggg..!"
Dia mulai menggunakan sepasang gelang emas semestanya, untuk menyerang bagian kepala Siluman Kura Kura itu.
Gelang emas melesat menimbulkan suara berdengung keras di udara, sebelum melesat menuju sasarannya.
Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"
Terjadi dua ledakan beruntun, rapi bukan kepala Siluman Kura Kura itu yang berhasil dia hajar.
Tapi justru bagian tempurung Siluman Kura Kura yang keras itu, yang menjadi sasaran.
Gelang emas semesta, setelah mengeluarkan bunyi ledakan dahsyat, langsung terpental kembali kedalam genggaman tangan Nacha.
"Cihhh...!"
Nacha berdecak kesal,. dia segera mengeluarkan tombak api nya.
Sambil berteriak keras,
"Hyaaaaaat..!"
Nacha melesat turun kebawah, memberikan serangan tusukan tombak, yang terlihat membentuk bayangan mata tombak memenuhi udara, bergerak menyerang bagian kepala Siluman Kura Kura itu.
__ADS_1
"Singggg..!" Singggg..!" Singggg..!"
"Singggg..!" Singggg..!" Singggg..!"
"Singggg..!" Singggg..!" Singggg..!"
Suara mata tombak berdesing membelah udara, mengincar bagian kepala Siluman Kura Kura itu.
Siluman Kura Kura itu, tiba tiba membuka moncongnya, meniupkan kabut asap biru menyambut serangan mata tombak itu.
"Wussssh...!"
Seluruh bayangan mata tombak tersapu oleh tiupan kabut biru itu.
Tombak Api Nacha, yang mengeluarkan hawa panas,, kini padam api nya.
Tombak Nacha membeku di udara, bukan hanya tombak nya saja, bahkan Nacha pun ikut membeku di sana.
Hawa itu dengan cepat menjalar membekukan apapun, yang dilewatinya, Nacha pun tidak terkecuali.
Setelah berhasil mengunci Nacha menjadi potongan es, Siluman Kura Kura itu mengeluarkan lidahnya.
Untuk melilit, kemudian hendak, menarik Nacha masuk kedalam mulutnya.
Sebelum aksi itu berhasil, Dewa Pagoda, yang khawatir dengan nasib putra ketiganya.
Dia langsung melepaskan Pagoda Ling Long berputaran di udara, menyinari Siluman Kura Kura.
Siluman kura kura yang terkena sinar cahaya emas Pagoda Ling Long.
Dia menjadi terkunci, sulit bergerak, lilitan lidahnya pada tubuh Nacha pun terlepas.
Kura kura itu terus mengecil, hingga akhirnya terhisap masuk kedalam Pagoda Ling Long.
Sementara kura kura itu terhisap dan terkurung di dalam Pagoda Ling Long.
Nacha sudah memecahkan es yang membungkusnya, dia sudah keluar dari es tebal, yang membelenggunya.
Teriak Nacha marah, karena dia tadi hampir saja celaka, oleh serangan tidak terduga dari Siluman Kura Kura itu.
Dewa Pagoda tidak langsung mengikuti permintaan putranya, dia menatap kearah Pagoda di tangan nya, yang telah berhasil mengurung Siluman Kura Kura di dalam sana.
"Siluman Kura Kura, bila kamu masih ingin hidup, katakan di mana teman teman mu yang lain bersembunyi..!?"
"Bila tidak,..! kamu boleh boleh bersiap siap menikmati api tiga rasa ini .!"
Ucap Dewa Pagoda penuh ancaman.
"Mau aku mengkhianati kaum ku, mimpi kamu, beraninya hanya pakai pusaka saja .!"
"Dasar Dewa memalukan..!"
Baru saja dia selesai mengeluarkan makian nya, api menjilat jilat mulai terlihat muncul membungkus seluruh tubuh Pagoda Ling Long, yang ada di telapak tangan Dewa Pagoda.
"Arggghhh..!!"
"Panas...!! Panas...!! Hentikan...!"
"Arggghhh..!!"
"Ampun,..! Ampun,..!"
"Dewa Pagoda ampun..!"
Teriak Siluman Kura Kura mulai tidak kuat menahan rasa panas membakar, yang berasal luar dan dalam Pagoda yang mengurungnya.
Nacha sampai menelan ludahnya sendiri, dia sendiri juga dulu pernah mencicipi benda di tangan ayah nya itu.
"Katakan cepat, dimana teman teman mu yang lainnya..!?"
Bentak Dewa Pagoda, mengulangi pertanyaannya.
"Hentikan dulu apinya,.. aku baru bisa menjawabnya..!"
__ADS_1
Teriak Siluman Kura Kura dari dalam sana, dengan suara ketakutan.
Dewa Pagoda membaca mantra pembatalan serangan api.
Seketika api pun padam, pagoda emas kembali terlihat normal.
"Baiklah baiklah, aku akan katakan semuanya, Siluman Ular Putih dan Ular Hijau bersembunyi di gunung Feng Huang San dekat Telaga Si Hu.
"Siluman Macan Biru dan Siluman kucing, mereka bersembunyi Hutan kaki Gunung Kun Lun.."
"Dari sini, di puncak Gunung ketiga sana, Naga Hitam dan Naga Kepala Sembilan bersembunyi di sana.."
"Iblis Mimpi katanya juga ada di sana, tapi di sebelah mana beliau berada, aku kurang jelas.."
Ucap Siluman Kura Kura, yang membuka rahasia keberadaan teman temannya, dengan wajah terpaksa.
"Ada lagi..!?"
Tanya Dewa Pagoda.
"Tidak ada lagi Dewa Pagoda, yang saya tahu cuma itu saja.."
Jawab Siluman kura kura cepat.
"Dewa Pagoda tanyakan pada nya,
Iblis Api Iblis Es, Iblis Kegelapan, dan Iblis Neraka, ada di mana..?"
Ucap Dewa Er Lang dingin.
Dewa Pagoda mengangguk pelan kearah Dewa Er Lang, lalu dia menoleh kembali kearah Pagoda di tangan nya dan berkata,
"Kamu sudah dengar,..! Cepat jawab..!"
"Atau api nya ku nyalakan lagi..!?"
"Ampun Dewa Pagoda, meski kamu bakar aku hingga jadi abu, aku juga tidak bisa menjawabnya.."
"Karena aku benar benar tidak tahu, semua yang aku tahu, sudah aku sebutkan tadi.."
Ucap Siluman Kura Kura dengan wajah memelas mohon di kasihani.
"Jangan percaya begitu saja ayah..! para siluman ini, bila tidak melihat maut tiba di depan mata, mereka tidak akan pernah bicara jujur.."
Ucap Nacha cepat.
"Ahh mampus aku, dasar bocah bau popok, benar benar menyebalkan.."
Ucap Siluman kura kura mengumpat dalam hati.
Mendengar ucapan putranya, Dewa Pagoda terpengaruh, dia segera membaca mantra api nya
Sehingga api tiga rasa, yang berkobar kobar, kembali membakar menara di dalam.telapak tangannya.
"Arggghhh..!!"
"Panas...! ampun ! aku benar benar tidak tahu.."
"Arggghhh..!!"
"Panas..! panas...! aduh mati aku...!"
Teriak Siluman Kura Kura kesakitan, karena panas yang membakar, membuat kulit dan dagingnya mulai ikut terbakar.
Yu Ming yang tidak tega mendengar suara jerit kesakitan Siluman Kura Kura itu.
Dia akhirnya tidak tahan dan ikut berbicara,
"Paman Pagoda, kelihatannya dia benar benar tidak tahu apa apa.."
"Mungkin hanya itu yang dia tahu, di paksa hingga mati juga akan percuma.."
Ucap Yu Ming mencoba mengingatkan, agar nyawa Siluman Kura Kura tidak sampai tergadai sia sia.
__ADS_1