LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
UJIAN KETIGA


__ADS_3

"Hufff..!"


Si kakek tua bergigi satu, yang menjadi lawan Yu Ming, mendengus kesal bercampur kecewa.


Lalu dia berkata,


"Anak muda kamu hebat, sekarang kamu boleh pergi ke ujian ketiga.."


"Semoga kamu punya keberuntungan di sana.."


"Bila berhasil, jangan lupa minta kunci makam kuno dari mereka.."


Ucap Kakek gigi tunggal itu berpesan.


Meski tidak mengerti maksud dari kata kata itu, Yu Ming tetap menjura kearah kakek itu, dan berkata dengan sopan dan penuh hormat.


"Terimakasih banyak atas petunjuknya, Yu Ming akan selalu mengingatnya.."


"Permisi,.."


Ucap Yu Ming sambil memberi hormat


Setelah itu Yu Ming pun bangkit berdiri, kemudian dia melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.


Beberapa waktu menempuh perjalanan, saat hari mulai gelap, Yu Ming melihat ada 4 buah titik terang di kejauhan sana.


Yu Ming segera mempercepat langkahnya menuju tempat tersebut


Penerangan itu ternyata berasal dari 4 buah arca batu, yang menjadi tempat, 4 titik cahaya lampu minyak, yang di letakkan di bagian tengah arca batu itu.


Keempat arca batu menempati 4 titik arah mata angin, Utara barat timur, selatan.


Di bagian tengahnya, terlihat ada sebuah altar batu besar empat persegi.


Di mana di atas altar batu tersebut, terlihat ada 3 orang kakek tua berambut dan berjenggot putih, dengan wajah mirip.


Mereka bertiga duduk bersila, berjejer diatas altar batu besar itu.


Kehadiran Yu Ming segera membuat tiga kakek, yang sedang memejamkan mata bermeditasi, segera membuka matanya.


Kakek yang duduk di tengah tengah, pun angkat bicara sambil menatap tajam kearah Yu Ming.


"Anak muda, kamu boleh juga berhasil melewati dua ujian di depan sana.."


"Siapa nama mu, apa maksud tujuan mu kemari..?"


"Nama ku Yu Ming, aku datang kemari mengikuti ujian, yang di berikan oleh Raja Ping Sien, agar bisa menjadi calon jodoh putrinya Ping Ru Meng.."


Jawab Yu Ming jujur.


"Apa tidak ada hal lainnya lagi..?"


Tanya kakek yang duduk di sebelah kanan, kakek yang bertanya pertama ke Yu Ming.


Yu Ming sekali lagi menjura memberi hormat dan berkata,


"Kakek di depan sana, ada berpesan, agar aku tidak lupa mengambil kunci makam kuno."


"Bila aku beruntung, berhasil melewati ujian kakek bertiga.."


Ucap Yu Ming sejujurnya.


Ketiga kakek itu saling pandang, lalu mereka berkata,


"Boleh saja, kalau kamu mampu melewati kami bertiga dan berani bersumpah di hadapan kami.."


"Kunci itu pasti akan kami serahkan pada mu.."


"Tapi itu nanti, bila kamu mampu mengalahkan kami..."


"Sekarang kamu bersiap lah menerima serangan dari kami bertiga..!"


Ucap kakek yang duduk di sebelah kanan.

__ADS_1


Begitu selesai ucapan nya,


"Singggg...!!"


"Singggg...!!"


"Singggg...!!"


Tiga berkas cahaya putih kemilau yang mengeluarkan hawa dingin dan tajam.


Melesat menerjang kearah Yu Ming dengan kecepatan menakjubkan.


Tidak sampai satu kedipan mata, ketiga energi pedang itu sudah berada 3 Cun, di depan tubuh Yu Ming.


Mengincar tiga titik organ penting, di bagian depan tubuh Yu Ming.


Satu tertuju kearah ulu hati, satu tertuju ke jantung, yang terakhir langsung tertuju kearah tenggorokan.


Untungnya Yu Ming dari awal sudah bersiaga, dengan pedang Xuan Yuan di tangan.


Dengan satu putaran cepat, membentuk setengah lingkaran.


"Tranggg..!!"


Tranggg..!!"


Tranggg..!!"


Terdengar suara benturan logam memekakkan telinga, mengisi udara malam, yang sepi dan dingin di sekitar tempat itu.


Bunga api juga terlihat berpijar, tidak kalah terang dengan cahaya lampu lilin empat penjuru.


Putaran pedang Xuan Yuan, berhasil menangkis dan merontokkan tiga serangan energi pedang berhawa dingin, dengan putaran pedang Xuan Yuan, yang mengeluarkan hawa panas.


Ketiga kakek itu tersenyum, salah satu dari mereka, yang duduk di tengah berkata.


"Kamu boleh juga anak muda,..!"


"Singgg..!!!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..!" Blaaarrr..!" Blaaarrr..!"


Satu tebasan yang di lakukan dengan kekuatan gabungan, membuat tanah, yang dilewati oleh tebasan tersebut langsung meledak hebat.


Serangan hawa pedang yang menimbulkan ledakan diatas tanah itu, terus bergerak menerjang kearah Yu Ming.


Dengan kecepatan yang bahkan lebih cepat dari serangan sebelum nya.


Yu Ming melayang ringan naik tinggi keatas udara,


Dari atas sana, dia melepaskan jurus simpanannya.


"Pedang Xuan Yuan Mengoyak Bumi..!!"


"Booommm...!!"


Benturan dahsyat meledak di bawah sana.


Akibat efek benturan tersebut Yu Ming terdorong terbang semakin tinggi keatas.


Sedangkan ketiga sesepuh Kerajaan Es Abadi, harus terbang meninggalkan batu altar, yang menjadi tempat duduk mereka bertiga.


"Blaaarrr..!"


Batu altar itu ikut terdampak meledak hancur berkeping-keping, menjadi pecahan batu yang tersebar kesegala arah.


Ketiga sesepuh itu berpencar ketiga arah, bergerak melayang terbang ke belakang.


Bagaikan tiga ekor burung Garuda yang sedang terbang mundur kebelakang.

__ADS_1


Begitu mendarat ringan di atas tanah, tubuh mereka bertiga langsung menghilang menjadi tiga titik cahaya melesat ke arah Yu Ming dari 3 arah.


Pedang dan manusia menyatu menjadi satu, membentuk 3 kilatan cahaya, yang sangat cepat menerjang kearah Yu Ming.


Yu Ming diatas sana yang melihat tiga berkas cahaya datang bagaikan kilatan petir.


Dia segera memainkan jurus simpanannya yang disesuaikan dengan kondisinya saat ini.


"Pusaran pedang angin badai..!!"


Bentak Yu Ming.


Pedang Xuan Yuan berputaran di sekeliling tubuhnya, membentuk pusaran angin tornado yang mengeluarkan cahaya keemasan.


Semua serangan dari tiga arah di pentalkan oleh pusaran pedang angin badai Yu Ming.


"Trangggg..!!"


Trangggg..!!"


Trangggg..!!"


Ketiga sesepuh itu kembali terpental mundur oleh kekuatan pusaran pedang angin badai Yu Ming


Di saat mereka bertiga sedang melayang mundur, untuk mengatur posisi sebelum kembali menyerang.


Tiga cahaya keemasan terlihat melesat dengan sangat cepat mengejar kearah mereka.


Itu merupakan jurus,


"Tebasan Pedang Xuan Yuan Cahaya Emas.."


Ketiga sesepuh itu terpaksa membatalkan serangan yang hampir mereka lepaskan.


Mereka bertiga langsung membentuk lingkaran mantra khas Kerajaan Es Abadi yang mengeluarkan cahaya biru transparan, dengan berbagai tulisan kuno di bagian tengah lingkaran.


Untuk menangkis serangan cahaya keemasan, yang menerjang kearah mereka bagaikan bianglala di langit


"Blaaarrr...!!"


"Blaaarrr...!!"


"Blaaarrr...!!"


Terjadi tiga kali ledakan keras beruntun di udara.


Mereka bertiga berhasil menahan serangan Yu Ming, dengan mantra perisai yang mereka ciptakan.


Mantra perisai itu bukan hanya bisa menahan serangan, tapi juga bisa di gunakan untuk menyerang..


Dengan menghentakkan perisai itu seperti sedang melempar cakram.


"Wungggggg..!"


Wungggggg..!"


Wungggggg..!"


Tiga mantra perisai melesat, membelah udara menimbulkan suara berdengung keras, mengejar kearah Yu Ming.


Mereka bertiga juga mengiringi nya, dengan menciptakan ribuan cahaya energi pedang biru transparan, secara serentak.


Lalu mereka dorongkan kedepan, untuk menjadi serangan susulan.


Sebagai pelapis serangan perisai mantra mereka, bila terjadi kegagalan.


"Singggg...!!"


"Singggg...!!"


"Singggg...!!"


Suara energi ribuan pedang dari tiga arah berdesing membelah udara, menerjang kearah Yu Ming.

__ADS_1


__ADS_2