LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MENCOBA MEMBUJUK HUA SIEN CE


__ADS_3

Yu Ming langsung paham apa yang telah terjadi, hatinya bagaikan di remas remas melihat kondisi Hua Sien Ce yang sangat menyedihkan itu.


Seluruh otot dan buku buku jari Yu Ming sampai berkerotokan saking dia menahan kemarahannya.


Sepasang mata Yu Ming bersinar tajam berkilauan seperti mengeluarkan api.


"Aku akan membunuhnya..!"


"Aku pasti akan membunuhnya..!"


"Siapapun yang mencoba menghalangi pasti akan aku bunuh juga...!"


Teriak Yu Ming melepaskan amarahnya sehingga seluruh istana bergetar hebat.


Hua Sien Ce sambil menangis pilu berkata,


"Yu Ming ke ke ini sudah nasib ku.."


"Kamu jangan ikut terlibat.."


"Bila terjadi sesuatu dengan mu, aku akan semakin sedih dan merasa bersalah karena nya.."


"Hu..hu..hu..hu..!"


"Yu Ming ke ke,.. cepatlah kamu pergi dari sini.."


"Pergilah aku mohon.."


Ucap Hua Sien Ce sambil menangis pilu.


Dia menggunakan tangan nya untuk menutupi mulutnya agar suara tangisan nya tidak sampai terdengar keluar.


Yu Ming sesaat berdiri mematung di sana mendengar ucapan dan permintaan Hua Sien Ce kepadanya.


Yu Ming segera tersadar saat Ping Ru Meng Yu Lek dan Yang Pa hadir disana.


"Yu Ming ke ke apa yang terjadi ?" tanya Ping Ru Meng sambil memegang lembut pundak Yu Ming.


Yu Ming menoleh kearah Ping Ru Meng dan berkata,


"Rawat dan jaga dia baik baik.."


"Aku akan mengejar pelaku biadab itu.."


"Jangan biarkan dia melakukan tindakan bodoh."


Selesai berkata Yu Ming langsung mendorong lembut Yu Lek mundur keluar dari kamar.


Sebaliknya Yang Pa dia langsung terhempas keluar dari dalam kamar oleh kekuatan angin dorongan Yu Ming, tanpa tahu sebab musababnya.


"Kalian berdua tidak boleh ada yang masuk kedalam sana.."


Ucap Yu Ming tegas.


Yu Ming sekali lagi mengibaskan tangannya, pintu kamar Hua Sien Ce langsung tertutup rapat.

__ADS_1


Yu Ming menatap tajam kearah Yang Pa dan berkata,


"Kamu bersiaplah untuk mengurus pemakaman adik mu itu..!"


Selesai berkata Yu Ming langsung menghilang dari hadapan mereka berdua.


Yu Lek terduduk diam di sana dengan wajah pucat, selama mengenal kakaknya.


Baru sekali ini dia melihat kakaknya itu marah, dan terlihat begitu menyeramkan.


Sedangkan Yang Pa begitu mendengar ucapan Yu Ming yang penuh ancaman.


Dia segera melesat pergi.menyusul kearah kepergian Yu Ming tadi.


Baru saja Yu Ming dan Yang Pa pergi, Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang tiba tiba datang dengan langkah terburu-buru.


Mereka berdua tadi ada di dalam ruangan meditasi, sedang bermeditasi dengan tenang.


Tiba tiba mereka di kaget kan oleh suara teriakan penuh kemarahan Yu Ming.


Mendengar suara ribut ribut dan kekacauan di luar sana, Yu Ti dan Wang Mu Niang Niang terpaksa menghentikan meditasi mereka.


Buru buru keluar dari tempat meditasi mereka pergi mencari tahu keributan seperti apa yang sedang terjadi di istana kediaman mereka yang selama ini sangatlah tenang, jauh dari segala keributan.


Saat tiba di depan kamar Hua Sien Ce melihat Yu Lek terduduk bodoh diatas tanah sedang menatap kearah mereka berdua dengan tatapan mata kosong.


Yu Ti segera buka suara,


"Lek er apa yang sebenarnya terjadi di sini, mengapa begitu ribut..!?"


Yu Lek menelan ludahnya sendiri,.dia terlihat sulit berbicara, dia kemudian menunjuk kearah pintu kamar kakak nya dan berkata,


"Kakak Hua dan kakak Ru Meng ada di dalam sana.."


"Sisanya aku kurang tahu.."


Ucap Yu Lek gugup.


"Di mana Yu Ming sekarang,..!?"


Tanya Yu Ti sambil menatap putra ketiganya.


"Yu Ming ke ke dia pergi mengejar Yang Jiu.."


"Selanjutnya aku tidak tahu.."


Ucap Yu Lek dengan wajah pucat, sambil terus menatap kearah pintu kamar Hua Sien Ce .


Wang Mu Niang Niang tidak ambil perduli dengan pembicaraan Yu Ti dan Yu Lek.


Dengan wajah cemas, dia segera melangkah menghampiri kamar Hua Sien Ce .


Dia lalu mendorong pintu kamar dan masuk kedalam, sebelum menutup pintu kamar dia berkata,


"Suami ku kamu tunggu di luar saja, biar aku yang memastikan kedalam sana.."

__ADS_1


Wang Mu Niang Niang setelah menutup pintu kamar,mengunci ya dari dalam dua segera bergegas menghampiri ranjang Hua Sien Ce .


Di mana dia melihat Hua Sien Ce sedang menangis pilu dalam pelukan Ping Ru Meng dengan seluruh tubuh hanya tertutup kain selimut saja.


Sebagai seorang wanita dan seorang ibu, dia segera bisa menebak apa yang di alami oleh putrinya tersebut.


Tanpa perlu bertanya pun dia sudah paham setengah, jalan ceritanya.


Dengan hati hati Wang Mu Niang Niang duduk di sisi ranjang yang lain.


Dia mengulurkan tangannya membelai lembut kepala putrinya.


Melihat kedatangan Wang Mu Niang Niang.


Hua Sien Ce pun melepaskan diri dari pelukan Ping Ru Meng , dia segera berpindah masuk kedalam pelukan ibunya dan menangis sedih di sana.


Ping Ru Meng yang tahu diri, segera bergerak mundur teratur, lalu keluar dari ruangan kamar Hua Sien Ce .


Ping Ru Meng duduk di ruangan lain, yang masih merupakan bagian dari kamar besar dan indah tersebut.


Dia meski mencemaskan keadaan suaminya, tapi dia tidak berani pergi dari sana.


Karena Yu Ming sudah berpesan agar dia menjaga dan merawat Hua Sien Ce baik baik.


Dia harus terus memantau dan memastikan keadaan Hua Sien Ce baik baik saja hingga Yu Ming kembali.


Kini di atas ranjang hanya ada Hua Sien Ce yang sedang menangis pilu dalam pelukan ibunya.


Wang Mu Niang Niang menanti dengan sabar hingga tangisan putrinya mereda.


Dia dengan hati hati baru bertanya,


"Hua er katakan pada ibu siapa pelakunya..?"


"Biar Ibu yang akan menuntut tanggung jawab darinya.."


Hua Sien Ce menggeleng pelan, dengan tatapan mata kosong, di mana airmata terus berlinang .


Bibir yang terlihat kering dan agak gemetar dia berkata pelan,


"Ibu aku tidak ingin dia bertanggung jawab.."


"Aku tidak Sudi menjadi istri bajingan itu.."


"Aku lebih baik mati daripada hidup seperti ini.."


Ucap Hua Sien Ce putus asa.


Wang Mu Niang Niang menghela nafas panjang dan berkata,


"Hua er kamu tidak boleh punya pemikiran seperti itu, itu adalah pemikiran yang sangat salah.."


"Bila kamu pilih mati, apa kamu tidak kasihan dengan orang orang di sekitar mu yang sangat mencintai mu.."


"Apa kamu tidak kasihan dengan ayah ibu,? dengan ibu Hua Sien Ku yang selalu menanti nanti kepulangan mu..?"

__ADS_1


"Kamu tidak berpikir untuk diri mu sendiri, setidaknya kamu juga harus berpikir untuk orang di sekitar mu yang sangat mencintai dan menyayangi mu.."


"Kami semua tidak ada harapan lain, kami hanya ingin melihat mu hidup bahagia.."


__ADS_2