
Hua Sien Ku memaksakan diri menelan kembali darah yang sudah tiba di ujung tenggorokan nya.
Tubuhnya terlihat bergoyang goyang hebat.
Belum sempat dia menstabilkan kondisinya.
Tebasan jurus ketiga tiba bagaikan badai yang datang menyapu segala nya.
"Singggg..!"
"Wussssh..!"
"Brakkkk..!"
Sekali ini Hua Sien Ku tersapu bagaikan layangan putus menabrak dinding pondoknya, hingga hancur berantakan.
Dia jatuh tergeletak pingsan tidak sadarkan diri di samping Batu Kristal Es Abadi yang membungkus tubuh suaminya.
Che You sepasang matanya tiba tiba membuka, dia melirik kearah Hua Sien Ku dengan cemas.
Tapi dia belum mampu berbuat sesuatu untuk menolong nya.
Di saat bersamaan, sosok berbaju hitam itu, sudah melangkah masuk kedalam pondok yang jebol di hantam tubuh Hua Sien Ku.
Sosok itu menyapukan pandangannya, melihat Batu Kristal Es Abadi hadir di sana.
Dia terlihat sedikit kaget, apalagi melihat sosok di dalam Batu Kristal Es Abadi, sepasang matanya sedang menatap tajam kearah nya, dengan penuh nafsu membunuh.
Tanpa sadar secara reflek sosok itu mundur dua tindak kebelakang, dia terlihat ragu.
Tapi sesaat kemudian dia kembali maju sambil mendengus dingin, dia menebaskan pedang di tangan nya kearah batu es itu.
Seberkas sinar merah melesat menghantam Batu Kristal Es Abadi.
Hingga menimbulkan suara ledakan,
"Braakkk..!"
Lapisan es hancur berkeping-keping, tubuh Raja Iblis Che You tergeletak lemas di samping tubuh istrinya.
Sosok itu ingin melanjutkan memberikan tebasan terakhir, menghabisi nyawa kedua orang yang tergeletak tak berdaya di hadapan nya itu.
Tapi ujung telinga nya bergerak gerak, dia seperti menangkap sesuatu.
Dia langsung mengurungkan niatnya, Dia hanya mengayunkan tangannya menyimpan Golok Darah Iblis kedalam gelang penyimpanan nya.
Setelah itu dia bergegas melarikan diri lewat pintu belakang.
Beberapa detik sosok itu pergi, Yu Ming bersama Hua Sien Ce terlihat melesat masuk kedalam pondok.
Melihat situasi di dalam pondok, meski sempat melihat bayangan sosok itu kabur lewat pintu belakang.
Yu Ming tidak ada waktu untuk melakukan pengejaran.
Yu Ming buru buru membantu Che You untuk duduk bersila, lalu membantu membekukan jasad nya kembali.
Secara bergantian Yu Ming pindah memeriksa dan menotok beberapa jalan darah penting di dekat punggung dan dada atas Hua Sien Ku.
Setelah itu, Yu Ming segera duduk bersila di belakang punggung Hua Sien Ku.
Yu Ming menempelkan sepasang tangannya tepat di belakang punggung Hua Sien Ku.
__ADS_1
Yu Ming langsung membantu menyalurkan hawa dewa nya mengitari seluruh tubuh Hua Sien Ku.
Untuk membantu proses pemulihan kondisi organ bagian dalam tubuh Hua Sien Ku yang terluka.
Berkat penyaluran hawa dewa yang kuat luar biasa itu tanpa putus.
Kondisi Hua Sien Ku perlahan-lahan membaik, wajahnya tidak lagi sepucat sebelum nya.
Sepasang pelupuk matanya mulai bisa bergerak gerak, dan akhirnya bisa terbuka kembali.
Hua Sien Ku begitu matanya terbuka, melihat Yu Ming yang datang menyelamatkan nya.
Sedangkan putri nya Hua Sien Ce terlihat baik baik saja duduk di samping Yu Ming.
Dia pun menghembuskan nafas lega dan berkata,
"Terimakasih Ming Er, keadaan bibi sudah lebih baik.."
"Simpan tenaga mu, jangan menghamburkannya.."
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Bibi jangan banyak bicara dulu, Telanlah pil ini dulu.."
"Gunakan tenaga hawa dewa bibi yang mulai bangkit, untuk membantu meningkatkan khasiat obat."
"Itu akan lebih membantu mempercepat pemulihan kondisi bibi..'
Ucap Yu Ming lembut, sambil memberikan 5 butir pil putih, kedalam telapak tangan bibi nya.
Setelah itu Yu Ming menoleh kembali kearah Hua Sien Ce dan berkata pelan,
"Aku mau mengejar penjahat itu.."
Selesai bicara, tanpa menunggu respon dari Hua Sien Ce , Yu Ming sudah melesat menyusul lewat pintu belakang, melakukan pengejaran kearah sosok bayangan hitam yang sudah pergi beberapa waktu yang lalu.
Sementara Yu Ming sedang melakukan pengejaran.
Raja Ping Sien yang tertinggal jauh dalam pengejarannya mencari Yu Ming.
Langkahnya terhenti oleh sesosok manusia berpakaian hitam dan menggunakan penutup kain hitam, untuk menutupi wajahnya.
"Siapa kamu, ? jangan menghalangi jalanku..!"
Bentak Raja Ping Sien dengan suara dingin.
Sosok itu mendengus dingin, dia tidak menjawabnya, tangan kanan nya tiba tiba memegang pedang Xuan Yuan yang mengeluarkan cahaya emas.
Sedangkan tangan kirinya terlihat memegang Golok Darah Iblis, milik raja iblis Che You.
Ping Sien menatap kaget kearah sosok itu dan berkata,
"Ming Er kamu kah itu..!?"
Sosok di depan nya tidak menjawab, dia hanya mendengus dingin.
Melihat hal itu, Ping Sien yang salah paham menjadi semakin emosi.
Sambil menunjuk kearah sosok itu dengan jari tangan gemetar, dia berkata.
"Apakah setelah mengkhianati Ru Meng, kamu ingin membunuh ku untuk menutup mulut..!?'
__ADS_1
"Bocah kurang ajar berhati iblis, aku akhirnya bisa melihat jelas wajah asli mu..'
Bentak Ping Sien, melepaskan rasa kecewa dan kesal di hatinya.
Melihat sosok itu masih diam, Ping Sien semakin curiga itu adalah menantunya, yang tidak berani bersuara.
Takut suaranya di kenali oleh nya.
Sambil tersenyum kecewa Ping Sien berkata,
"Untung aku cepat menyadarinya, sehingga masih ada waktu mencegahnya..!"
"Kamu jangan pernah mimpi untuk menikahi putri ku. bangsattt."
"Aku akan membatalkan semua nya, setelah ini..!"
Bentak Ping Sien sambil mengeluarkan pedang yang mengeluarkan cahaya kebiruan.
Itu adalah Pedang Pusaka Naga Es..
Pedang yang menjadi simbol dan hanya di miliki oleh Raja Kerajaan Es Abadi secara turun menurun.
Dengan menghunuskan pedang pusaka Naga Es ditangan.
Raja Ping Sien melesat maju kedepan menyerang kearah sosok berbaju hitam itu.
"Rooaaarrrrrrr..!"
Terdengar suara raungan Naga marah, saat Ping Sien memainkan pedangnya yang berubah menjadi seekor Naga Es biru transparan, menerjang kearah Sosok berpakaian hitam di hadapannya.
Sosok itu bersikap tenang, menyambut serangan Ping Sien yang datang.
Dia memutar pedang Xuan Yuan memainkan Jurus pembuka.
Pedang Xuan Yuan Pengoyak Langit.
Seberkas sinar emas terlihat mengoyak langit, sebelum meluncur deras dari atas kebawah menyambut serangan bayangan Naga es biru.
"Blaaarrr..!"
Baik Ping Sien maupun sosok pria berbaju hitam itu, mereka berdua sama sama terdorong mundur 3 langkah kebelakang.
Masing masing melihat serangan mereka mengalami kegagalan.
Mereka segera melanjutkannya dengan serangan kedua.
Raja Ping Sien segera melepaskan jurus yang jauh lebih dahsyat.
Dia memberikan 4 Tebasan Pedang Naga Es Biru dari 4 posisi berbeda.
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
"Rooaaarrrrrrr..!"
Bayangan Naga Es biru datang mengepung dari 4 arah, mengepung Sosok pria berbaju hitam dari 4 sudut berbeda.
Semua area yang di lewati oleh serangan tersebut semuanya berubah menjadi beku.
__ADS_1