LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MENUJU UJIAN TAHAP KEDUA


__ADS_3

Yu Ti mengangguk paham dan berkata,


"Semua mengikuti peraturan tuan rumah, kami sebagai tamu tentu nya akan menurut dan mentaati peraturan yang ada .."


Raja Ping Sien, mengangguk gembira dan berkata,


"Kalau begitu, jangan di tunda lagi."


"Marilah kita berangkat ketempat ujian.."


"Setelah lulus ujian nanti, kita bisa segera bicarakan lebih lanjut proses perjodohan ini.."


Ucap Ping Sien bersemangat.


Ping Ru Meng terlihat menatap Yu Ming dengan cemas.


Yu Ming membalasnya dengan senyum dan kode agar dia tetap tenang.


Kemudian Yu Ming melangkah mengikuti Ping Sien dan Yu Ti meninggalkan ruangan aula utama.


Yang lainnya ikut menyusul dari belakang


Setelah melewati beberapa koridor panjang berkelok kelok, akhirnya mereka tiba di depan sebuah halaman luas.


Untuk melanjutkan perjalanan kedepan hanya ada satu jalan, yaitu harus melewati sebuah gapura, yang di atasnya ada tulisan.


"Cing Ti.."


Cing Ti artinya adalah Tanah atau Wilayah Tenang.


Cing Ti adalah wilayah terlarang, yang tidak sembarang orang boleh masuk.


Cing Ti adalah tempat leluhur raja raja Kerajaan Es Abadi terdahulu menenangkan diri.


Di sana juga merupakan tempat pemakaman, leluhur Kerajaan Es Abadi yang telah tiada.


Baik telah tiada karena gugur dalam pertempuran, maupun tiada karena telah mencapai tingkatan yang lebih tinggi dari kehidupan mereka saat ini.


Setelah tiba di halaman depan gapura Cing Ti, Raja Ping Sien pun menghentikan langkahnya dan berkata,


"Peraturan bagi orang luar, yang ingin mempersunting penduduk Kerajaan Es Abadi.."


"Terutama keturunan keluarga kerajaan, orang luar tersebut harus berhasil melewati 3 tahapan ujian di dalam sana ."


"Bila satu dari 3 ujian itu, ada yang gagal, maka peserta ujian akan dinyatakan tidak lulus.."


'Bila itu terjadi, maka kami hanya bisa persilahkan peserta ujian, untuk segera meninggalkan Kerajaan kami."


"Selamanya tidak pernah boleh datang kemari, dan berhubungan lagi dengan anggota keluarga Kerajaan Es Abadi.kami.."


"Ujian di dalam terbagi dalam 3 tahap, ujian pertama adalah jalan sesat.."


"Ujian kedua adalah permainan catur .."


"Ujian ketiga adalah berhasil melewati penjagaan 3 sesepuh Kerajaan Es Abadi ini.."


"Bagaimana pangeran Yu Ming, anda bersedia mencobanya..?"


Tanya Raja Ping Sien tegas.


Yu Ming mengangguk dan berkata,

__ADS_1


"Yu Ming akan mencobanya Yang Mulia.."


Selesai berkata, dan memberi hormat, Yu Ming langsung melanjutkan langkah, menuju pintu gerbang gapura, yang ada di depan sana.


Ping Ru Meng tiba tiba berlari menyusul di belakang Yu Ming.


"Ming ke ke,.. !"


Panggilnya dari belakang.


Yu Ming menghentikan langkahnya, membalikkan badannya menghadap kearah asal suara panggilan Ping Ru Meng.


"Ya Meng er, ada apa..?"


Tanya Yu Ming sambil tersenyum.


Ping Ru Meng maju memegang telapak tangan Yu Ming dan berkata,


"Lakukan semampunya saja, jangan memaksakan diri.."


"Kembali dengan selamat yang terpenting.."


"Aku akan menunggu mu.."


Yu Ming tersenyum dan berkata,


"Kamu tenanglah,.."


"Percayalah pada ku.."


"Aku pasti bisa melewatinya.."


Ping Ru Meng mengangguk, lalu dia melepaskan pegangan tangannya dari Yu Ming.


Lalu melambaikan tangannya, melepaskan kepergian Yu Ming.


Raja Ping Sien dan Yu Ti saling pandang, mereka berdua sama sama tersenyum.


"Anak perempuan, bila sudah besar, tidak bisa lagi ditahan lagi di sisi kita..'


Ucap Raja Ping Sien sambil tertawa.


Yu Ti menanggapinya dengan senyum lebar, sambil mengangguk kan kepalanya, dia membenarkan ucapan Raja Ping Sien.


Yu Ming sendiri sudah menghilang di balik gapura.


Beberapa waktu setelah berhasil melewati pintu gapura.


Yu Ming tiba di sebuah daratan es tebal, yang tak berujung.


Setelah memasuki wilayah daratan es itu.


Yu Ming seperti bisa bercermin pada wajahnya sendiri dan Langit biru luas diatas sana.


Belum jauh Yu Ming melangkah, dari langit sana, tiba tiba turun lempengan lempeng dinding tembok besar, menutupi penglihatan nya.


Lempengan itu menyusun sebuah tembok labirin sesat, mengurung Yu Ming di sana.


Kemanapun Yu Ming coba melangkah, selalu ada dinding yang menutupi jalan nya.


"Wuttt...!"

__ADS_1


"Blaaarrr..?"


Yu Ming coba mendorongkan sepasang telapak tangannya kedepan, untuk mencoba menghancurkan dinding yang menghadang langkah nya.


Dinding itu langsung meledak hancur berkeping-keping, dinding lain langsung muncul, maju menggantikan nya.


Begitu terjadi berulang ulang,


Setiap kali dinding itu di hancurkan, oleh pukulan tangan kosong Yu Ming.


Dinding yang hancur berkeping-keping, akan menyatu kembali, membentuk dinding batu baru yang lainnya, di bagian belakang sana.


Sedangkan posisi dinding batu yang hancur, akan langsung di gantikan oleh dinding batu berikutnya.


Setelah melepaskan beberapa pukulan tanpa hasil, di mana dirinya belum juga berhasil melepaskan diri dari labirin tersebut.


Yu Ming langsung mencoba berganti metode, dia tidak lagi melepaskan pukulan keras, untuk menghancurkan penghalang itu.


Kini dia melayang ringan naik keatas, mencoba terbang melewati barisan tembok, yang menghalangi gerak langkahnya.


Tiba tiba tembok ajaib itu,. bergerak mengikuti nya, naik meninggi keatas.


Meski setinggi apapun Yu Ming terbang, tembok yang seperti bernyawa itu, terus saja bergerak menyusulnya, ikut naik sampai keatas menghalangi jalan keluarnya.


Melihat cara itu juga tidak berhasil, Yu Ming pun melayang turun kembali dengan wajah kecewa.


Yu Ming mencoba bergerak di dalam labirin tembok, yang bisa bergeser geser, menghadang langkah nya itu.


Yu Ming mencoba menandai tembok tembok, yang sudah di.lewati.nya.


Tapi karena dinding itu bisa bergerak dan berpindah tempat, semua penandaan Yu Ming lakukan, jadi sia sia.


Yu Ming tetap saja di buat berputar-putar di dalam labirin, dia tetap tidak berhasil menembusnya.


Yu Ming mulai terlihat kesal, frustasi dengan situasi yang di hadapi nya.


Di saat Yu Ming sedang kehabisan akal, tiba tiba roh gaib kakek tua berpakaian putih muncul dalam pikirannya.


Dia memberikan petunjuk pada Yu Ming untuk melangkah.


Dengan mengikuti petunjuk itu, satu persatu pintu itu, akhirnya terbuka sendiri.


Setiap Yu Ming tiba di hadapan tembok, yang menutupi jalan nya, secara otomatis tembok penghalang itu terbuka dengan sendirinya.


Yu Ming terus mengikuti petunjuk itu, hingga akhirnya dia berhasil keluar dari ujian formasi tembok labirin, yang menghadang langkahnya itu.


Yu Ming berhasil melewati ujian tahap pertama, dia kini tiba di hadapan seorang kakek tua, yang sedang duduk seorang diri menghadap papan catur, yang di gelar di hadapannya.


"Anak muda kamu hebat juga, berhasil melewati formasi labirin sesat, di ujian pertama tadi.."


"Siapa nama mu,? apa tujuan mu mengikuti ujian di Cing Ti ini..?"


"Nama junior adalah Yu Ming,.. senior.."


"Tujuan Junior kemari adalah dalam rangka mencoba peruntungan, untuk menjadi calon tunangan Putri Kerajaan Es Abadi, Ping Ru Meng.."


Ucap Yu Ming sejujurnya.


"Baiklah anak muda, silahkan duduk, bila kamu bisa memecahkan rahasia catur ini.."


"Kamu boleh melanjutkan perjalanan mu ke tahap berikutnya.."

__ADS_1


__ADS_2