
Siau Thian Cuan, kamu berdirilah.."
"Katakan lah, masalah darurat apa ? mengapa kamu terlihat begitu buru buru dan panik..?"
"Mana keponakan ku, tuan mu ? kenapa tidak terlihat..?"
Tanya Kaisar Langit heran.
Siau Thian Cuan bangkit berdiri, dan berkata pelan,
"Maaf Yang Mulia, Tuan hamba saat ini perlu bantuan.."
"Wilayah larangan di Utara, yang menjadi wilayah terlarang, yang di kuasai oleh raja Iblis baru, iblis Asura.."
"Kini mereka mulai berani bergerak keluar dari batas wilayah mereka.."
"Dewa pagoda, dewa Nacha, sudah kesana memberi bantuan.."
"Tapi kekuatan kita belum cukup, jumlah mereka sangat banyak dan sakti sakti.."
"Tuan ku kesulitan membendung Kekuatan gabungan mereka.."
Ucap Siau Thian Cuan menjelaskan.
Kaisar Langit menatap dengan cemas dan berkata,
"Apa iblis Che You, iblis Asura, iblis langit dan bumi muncul juga di antara mereka..?"
"Untungnya belum Yang Mulia.."
Jawab Siau Thian Cuan cepat.
Kaisar langit terlihat menghela nafas lega dan berkata,
"Baiklah Siau Thian Cuan, terimakasih informasinya.."
"Aku akan segera mengatur bala bantuan kesana.."
"Kamu boleh kembali untuk membantu tuan mu.."
Ucap Kaisar Langit cepat.
"Baik Yang Mulia, kalau begitu Siau Thian Cuan permisi pamit."
Selesai memberi hormat, Siau Thian Cuan langsung menghilang dari sana, berubah menjadi sebuah cahaya merah, melesat meninggalkan tempat tersebut.
Siau Thian Cuan adalah anjing gaib, milik dewa Er Lang, yang di tugaskan berjaga di wilayah istana Utara.
Kaisar langit menatap kearah ketiga istrinya dan berkata,
"Ada masalah yang jauh lebih penting dan serius, sebaiknya masalah mencari pasangan buat Ming Er kita tunda dulu.."
"Bagaimana menurut kalian..?"
Tanya Kaisar Langit sambil menatap ketiga istrinya.
Wang Mu Niang Niang menghela nafas dan berkata,
"Kelihatannya memang hanya bisa seperti itu."
Yu Ming di dalam hati bersorak kegirangan, dia melihat peluang untuk menghindar datang.
Yu Ming segera berkata,
"Ayah biarkan Ming er pergi ke Utara membantu kakak Er Lang, mengatasi gangguan dari para iblis dan siluman.."
"Ayah biarkan Yu Long juga ikut kesana.."
Ucap Yu Long tidak mau kalah.
__ADS_1
Sedangkan Yu Lek lebih memilih mengkeret bersembunyi, di balik punggung ibunya.
Pura pura tidak tahu masalah, dia yang ilmu kultivasinya paling rendah, malas berlatih rajin bermain dan bersenang-senang.
Dia tidak percaya diri, untuk ikut maju seperti kedua kakaknya yang lain.
Kaisar langit menatap kedua putranya secara bergantian, lalu berkata,
"Ada baiknya kalian pergi meluaskan pengalaman bertarung, membantu kakak misan kalian.."
"Tapi ingat, segala sesuatu harus dengarkan pendapat kakak misan kalian, tidak boleh gegabah dan bertindak sesuka hati.."
"Yu Long,.. kamu pergilah minta bala bantuan dari Kerajaan Es Abadi.."
"Setelah itu kamu baru berangkat membantu ke Utara..'
"Yu Lek, kamu juga pergi ke kerajaan Dewa Dewi Bersayap, mintalah bala bantuan kesana,
Setelah itu kamu boleh menyusul ke Utara.."
Ucap Kaisar Langit.
"Ya ayah..!"
Jawab Yu Long penuh semangat.
"Ya ayah, akan aku usahakan.."
Ucap Yu Lek dengan nada lesu.
Kaisar langit hanya menggelengkan kepalanya, melihat reaksi putra ketiganya itu.
"Ming er, kamu pimpin 50.000 prajurit kahyangan, berangkat lah segera pergi membantu paman mu.."
Ucap Kaisar Langit sambil menyerahkan sebuah plakat kuasa militer ke Yu Ming.
Dia menatap kearah Yu Ming putra pertama nya, dengan tatapan mata penuh harap.
Jadi Kaisar langit benar benar menaruh harapan besar, pada putra pertama nya ini.
"Baik ayah, Yu er akan segera bersiap siap.."
Ucap Yu Ming sambil menerima plakat militer dari ayahnya.
Yu Long dan ibunya, diam diam menatap dengan penuh rasa iri kearah Yu Ming, yang menerima kepercayaan besar dari Kaisar Langit.
Yu Ming menyadari hal itu, tapi dia pura pura tidak tahu, dan tidak melihat nya.
Setelah memberi hormat kepada ayahnya dan ketiga ibunya.
Yu Ming pun langsung beranjak dari sana, pergi menyiapkan segala sesuatunya.
Dia perlu persiapan untuk berangkat ke Utara, menjalankan tugas dari Kaisar Langit.
Setelah Yu Ming pergi, Yu Long dan Yu Kek pun menyusul pergi.
tak lama kemudian Kaisar Langit dan ke-tiga istrinya pun langsung bergerak kembali ke istana mereka.
Yu Ming setelah bersiap siap, dia pun langsung pergi mengetuk pintu kamar sahabatnya.
"Tok.. Tok..Tok..!"
"Siau Sien Ce..! Siau Sien Ce..! kamu di dalam kah..!?"
panggil Yu Ming dari luar.
"Ya sebentar..!"
sahut Siau Sien Ce dari dalam kamar.
__ADS_1
Sesaat kemudian terdengar langkah kaki terburu buru mendekati pintu.
Lalu pintu kamar pun terbuka dari dalam.
Terlihat Siau Sien Ce, yang rambutnya masih basah, sepertinya baru habis mandi.
Dia menatap Yu Ming dengan heran dan berkata,
"Ya kak ada apa ? kenapa kakak terlihat terburu-buru..?"
Tanya Siau Sien Ce heran.
"Siau Sien Ce, aku harus berangkat ke Utara, di sana ada masalah.."
"Aku harus segera pergi kesana membereskan nya.."
"Aku titip rumah ku, kamu tolong jaga ya..?"
Siau Sien Ce yang mendengar ucapan Yu Ming.
Dia langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat dan berkata,
"Kakak,.. Siau Sien Ce tidak mau di tinggal, Siau Sien Ce pengen ikut.."
"Siau Sien Ce, kamu dengarkan aku, aku sekali ini bukan pergi tamasya.."
"Melainkan pergi membasmi siluman, dan iblis iblis ganas di Utara sana.."
"Tempat itu sangat berbahaya, jadi aku tidak mungkin bisa mengajak mu kesana.."
Ucap Yu Ming sambil menatap kearah Siau Sien Ce dengan serius.
Siau Sien Ce tertunduk lesu, sepasang matanya sedikit basah.
Dia mengigit bibirnya erat-erat, sambil sedikit memiringkan wajah dia berkata,
"Kakak tidak menghendaki Siau Sien Ce lagi, kakak tidak sayang Siau Sien Ce lagi.."
"Baiklah kakak pergilah,.."
"Siau Sien Ce tidak akan merepotkan kakak lagi.."
"Siau Sien Ce juga tidak akan jadi beban buat kakak lagi.."
"Brakkkk..!"
Pintu kamar dia tutup dengan keras, hingga wajah Yu Ming, hampir saja di tabrak oleh daun pintu.
Untungnya dia cepat menarik mundur kepalanya, secara reflek.
Sehingga wajahnya terhindar dari hantaman daun pintu.
Setelah membanting pintu dan menguncinya, Siau Sien Ce langsung berlari menghambur ke atas pembaringan.
Dengan tubuh tertelungkup di atas ranjang, Siau Sien Ce menangis sedih tanpa suara.
"Siau Sien Ce..! Siau Sien Ce..! Siau Sien Ce..!"
"Tok.. Tok..Tok..!"
panggil Yu Ming sambil mengetuk pintu kamar itu berulang kali.
Dia merasa sedikit tidak enak hati, telah membuat sahabatnya marah kecewa dan sedikit salah paham.
Yu Ming ingin membujuk dan memberikan penjelasan ulang, untuk menenangkan kemarahan sahabat nya.
Tapi setelah berulang kali mengetuk dan memanggil tanpa jawaban.
Yu Ming terpaksa pergi meninggalkan tempat itu, dengan perasaan serba salah.
__ADS_1
Dia tidak punya waktu banyak, keadaan mendesak.
Jadi dia tidak bisa mengurus lebih jauh perasaan sahabat nya, yang sedang marah dengan nya itu.