
"Ming ke ke bekukan dia, bawa dia ke darat, baru hancurkan dengan kekuatan petir mu.."
Sebuah pesan suara masuk kedalam pikiran Yu Ming.
Yu Ming segera sadar, dan berkata,
"Terimakasih Meng Er, itu ide yang bagus.."
"Aku akan mencobanya.."
Selesai mengirim pesan suara balasan,
Yu Ming langsung menyerang Siluman Air, dengan Tebasan Pedang Es Surgawi.
"Wusssh...!"
Siluman Air yang telat menghindar, seluruh tubuhnya langsung berubah menjadi bongkahan es beku.
Yu Ming menghisap bola es beku itu, kemudian melemparkan nya keatas.
Setelah itu, Yu Ming baru bergerak menyusul, tangan kiri menyangga gelembung udara, berisi Ping Ru Meng dan kedua kuda tunggangan mereka.
Sedangkan tangan kanan nya, dia gunakan untuk menyangga bola es beku yang membungkus dan mengurung Siluman Air di dalam sana.
Yu Ming meluncur cepat membawa dua benda itu menyertainya menembus keatas.
Hingga akhirnya Yu Ming melesat keluar dari permukaan pusaran air, yang menelan nya sebelum ini.
Begitu terbang ke udara bebas,
Yu Ming segera membawa dua benda di tangan nya, mendarat ringan di tepi sungai.
Gelembung udara diturunkan ke darat, lalu Yu Ming tarik kembali mantranya.
Sehingga Ping Ru Meng dan kedua ekor kuda nya, kini sudah berhasil kembali ke darat dengan selamat.
Ping Ru Meng terlihat normal, tapi kedua ekor kuda tunggangan mereka, terlihat mendeprok di tepi sungai dengan lemas dan terlihat agak Ling Lung.
Yu Ming belum ada waktu mengurusi mereka, dia segera mengeluarkan botol labunya, untuk menghisap Siluman Air masuk kedalam botol labu nya
Yu Ming merubah rencana Sebelum nya, yang ingin menghancurkan Siluman Air, yang terkurung dalam bongkahan es beku, dengan tebasan petir pemusnah.
Yu Ming berpikir bila itu di lakukan, Siluman air akan pecah hancur berkeping-keping.
Saat bersentuhan dengan tanah, bekuan yang pecah berkeping-keping, akan meresap kedalam tanah.
Lalu kembali menjadi air, Siluman Air akan memanfaatkan situasi itu, untuk menyatu kembali kemudian melarikan diri.
Dengan pertimbangan itu,
Yu Ming merubah rencana nya, dia memilih menghisap Siluman Air masuk kedalam botol labu nya
Dengan cara ini, akan jauh lebih efektif dan aman.
__ADS_1
Setelah berhasil mengurung Siluman Air kedalam botol.labu ajaibnya.
Yu Ming dan Ping Ru Meng pun memilih beristirahat di tepi sungai, menyalakan api unggun.
Kemudian membakar ikan hasil tangkapan Yu Ming dari sungai dangkal yang banyak ikannya.
Mereka berdua sambil menunggu kuda tunggangan nya pulih, mereka mengisi perut dengan makan ikan bakar.
Suasana yang nyaman, udara yang segar, membuat mereka berdua semakin larut dalam suasana yang menyenangkan itu.
Mereka berdua makan sambil ngobrol, bercanda, tidak terasa saat mereka selesai makan.
Tunggangan mereka juga sudah pulih keadaan nya.
Melihat keadaan kudanya sudah pulih, Yu Ming segera mengajak Ping Ru Meng, untuk kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju tebing celah sempit.
Dari kejauhan, mereka sudah bisa melihat dengan jelas, jalan celah sempit yang di apit oleh dua tebing gunung yang cukup tinggi .
Yu Ming dan Ping Ru Meng segera memacu kuda mereka, bergerak cepat menuju tempat tersebut.
Memasuki jalan celah selebar 3 tombak itu, Yu Ming dan Ping Ru Meng pun memperlambat laju kuda mereka.
Dengan gerakan lambat mereka bisa menikmati keindahan tebing tinggi di kiri kanan, yang berbentuk unik, hasil tempaan alam.
Udara sejuk dan segar juga terus berhembus lembut menerpa kearah mereka berdua.
Yu Ming tiba tiba melayang ringan duduk di belakang Ping Ru Meng.
Dengan menumpang di kuda Ping Ru Meng, Yu Ming bisa memeluk tubuh kekasihnya, yang harum dari belakang.
Rasa dingin cuaca di dalam celah sempit itu, sedikit berkurang, karena hawa panas tubuh mereka berdua yang saling menghangatkan.
Ping Ru Meng tidak menolaknya, dia malah tersenyum bahagia sambil menoleh kesamping, di mana wajah Yu Ming muncul dari balik bahunya.
Yu Ming menyandarkan dagunya di bahu kekasihnya itu, sambil memejamkan matanya.
Dia menikmati wanginya bagian leher bahu dan rambut Ping Ru Meng, yang berkibar tertiup angin menerpa kewajahnya.
"Meng Er bila selama nya kita bersama, bahkan menjadi manusia biasa, yang umurnya pendek sekalipun, aku tidak akan pernah menyesalinya.."
Ucap Yu Ming pelan.
Ping Ru Meng sambil tersenyum bahagia, mencium pipi kekasihnya dan berkata,
"Berjanjilah kamu akan selalu mencintai dan menyayangi ku seperti saat ini.."
"Jangan pernah meninggalkan ku seorang diri..'
"Aku sekarang mulai takut akan kehilangan mu, karena aku mulai semakin sayang dan mencintai mu.."
"Rasanya aku tidak akan sanggup menghadapinya, bila kamu benar-benar pergi meninggalkan ku.."
Ucap Ping Ru Meng berbisik pelan di samping wajah Yu Ming.
__ADS_1
Yu Ming mengangguk pelan dan berkata,
"Aku berjanji pada mu, karena aku juga merasakan hal yang sama.."
"Dalam hidupku tidak ada yang aku takuti, kecuali kamu pergi dari sisi ku.."
"Pergi meninggalkan ku, dan tidak menghendaki ku lagi.."
"Itu juga merupakan ketakutan terbesar dalam hidup ku.."
Ucap Yu Ming sambil menatap kearah Ping Ru Meng dengan serius.
Semakin lama bersama, setelah melewati berbagai pertualangan bersama, baik suka maupun duka.
Mereka semakin merasakan kecocokan yang membuat mereka enggan dan takut bila harus hidup terpisah.
Sambil mengobrol mesra tidak terasa, mereka berdua akhirnya keluar dari mulut celah sempit itu.
Di depan mata mereka, kini terlihat sebuah hamparan rumput luas yang sangat indah dan tenang, dengan sebuah sungai panjang yang berkelok kelok seperti ular naga.
Tempat inilah yang di namakan lembah naga oleh ayah Ping Ru Meng.
Kita hampir tiba, di balik bukit itu lah, perkampungan lembah ketenangan berada.
"Ucap Ping Ru Meng menjelaskan dengan bersemangat.
Yu Ming mengangguk pelan, mereka tetap menumpang satu kuda berdua, seolah olah berat untuk berpisah.
Hei Lung Ma tetap mengikuti tuannya dengan setia.
Kuda putih Ping Ru Meng mulai mempercepat gerakan nya, menuju lembah Naga.
Sebelum kemudian mendaki naik keatas sebuah bukit.
Dari ketinggian bukit itu, mereka bisa melihat perkampungan kecil yang terletak di lembah ketenangan.
Kuda putih Ping Ru Meng kembali bergerak menuruni bukit menuju perkampungan kecil itu.
Kedatangan Yu Ming dan Ping Ru Meng yang menunggangi satu ekor kuda berdua.
Mengundang tatapan heran wanita wanita di desa itu, yang sedang bekerja memetik daun teh yang tumbuh subur di lereng bukit itu.
Yu Ming dan Ping Ru Meng menganggukkan kepala, sambil tersenyum sopan, kepada penduduk yang mereka temui di sepanjang jalan.
Penduduk juga membalasnya dengan senyum ramah.
Para gadis muda yang melihat ketampanan Yu Ming, setiap mendapatkan senyum dari Yu Ming wajah mereka langsung bersemu merah.
Mereka semua pada terlihat salah tingkah.
Melihat situasi itu, Ping Ru Meng sambil mencemberutkan bibirnya berkata,
"Ming ke ke nakal, kurangi senyum mu, dengan gadis gadis desa yang polos itu.."
__ADS_1