LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
JURUS KE 3 SEMUANYA KEMBALI KE ASAL


__ADS_3

Begitu arak itu masuk kedalam perutnya, Yang Ba langsung cegukan.


Beberapa saat kemudian dia merasa pandangan nya mulai kabur, kepalanya terasa berat.


Seluruh tubuhnya terasa ringan dan seperti saking ringannya, bisa melayang layang di udara.


Sekejab kemudian Yang Ba tidak lagi sanggup mempertahankan kesadarannya.


Dia langsung ambruk tergeletak di samping Yang Ciu.


Yu Lek tersenyum lebar dan berkata,


"Hayo sekarang giliran mu.."


"Ternyata hanya segitu saja kemampuan minumnya.."


Sekali ini Yang Ciu yang terlihat kesal, dia mengepalkan sepasang tinju nya erat erat sambil melotot marah kearah Yu Lek.


Yu Lek sebaliknya dari takut, dia malah memajukan wajahnya kedepan dan berkata,


"Kamu kenapa melotot seperti itu, takut tidak bisa menjaga kesadaran mu, sehingga menyusul kakak mu..?"


Hua Sien Ce di samping Yu Lek tidak bisa menahan diri untuk tidak tertawa, melihat tingkah adiknya yang konyol.


Untuk menjaga kesopanan, Hua Sien Ce menggunakan tangannya menutupi mulutnya yang terbuka.


Hua Sien Ce sebisa mungkin berusaha menahan tawanya.


Hal ini membuat Yang Ciu kehilangan muka, gengsinya sangat terganggu oleh banyolan Yu Lek.


Dengan kasar dia berkata,


"Ayo teruskan permainan nya, "


"Jangan banyak bicara yang tidak perlu, seperti banci saja.."


Mendengar ucapan Yang Ciu, secara otomatis Yu Lek malah menoleh kearah Hua Sien Ce .


"Plakkkk..!"


Dia langsung menerima hadiah kontan dari Hua Sien Ce yang melotot galak kearah adiknya.


"Aduh..!"


Jerit Yu Lek kontan memegangi kepala belakang nya yang terasa berdenyut.


Melihat pemandangan di depan nya, Yang Ciu pun ikut tersenyum, meski tadi dia sedang keki dan kesal.


Tapi kini melihat yang di alami Yu Lek seteru nya itu, dia pun tidak bisa menahan diri untuk tersenyum.

__ADS_1


Yu Lek sambil mengomel panjang pendek dia segera membagikan kartu.


Sesaat kemudian permainan kembali berlangsung.


Sekali ini, Yu Lek lah yang kalah, karena dia harus mengalah buat Hua Sien Ce kakak nya.


Sebagai hukumannya Yu Lek pun menghabiskan isi cawan di hadapannya.


Begitu selesai minum, Yu Lek langsung ambruk tidak sadarkan diri menyusul Yang Pa.


Kini hanya tersisa Yang Ciu melawan Hua Sien Ce, tanpa Yu Lek.


Hua Sien Ce jelas bukan tandingan Yang Ciu.


Segera setelah Hua Sien Ce kalah, dia terpaksa minum arak di hadapannya.


Begitu selesai minum Hua Sien Ce langsung merasakan kepalanya pusing badannya lemas, seluruh tubuhnya terasa sangat panas dan tidak nyaman.


Tanpa dua sadari wajahnya berubah menjadi merah padam, mata dan bibirnya nya yang setengah terbuka, membuat dia terlihat sangat mempesona dan menggoda iman.


Hua Sien Ce tidak mampu mengontrol diri untuk menjulurkan sedikit lidahnya membasahi bibirnya yang terasa kering.


Dia juga merasa tenggorakan nya kering dan haus, dia segera menyambar teko air di hadapannya dan langsung meminumnya begitu saja.


Setelah itu dengan wajah dan tubuh mulai berkeringat, dengan suara serak dan kurang jelas.


Hua Sien Ce berkata,


"Aku mau kembali ke kamar ku dulu..."


Ucap Hua Sien Ce sambil bangkit berdiri dengan tubuh sedikit sempoyongan.


Bila Yang Ciu tidak cepat menyambutnya pasti tubuh Hua Sien Ce sudah jatuh terbanting di atas lantai.


Melihat keadaan Hua Sien Ce yang lemah lunglai, Yang Ciu segera membantu memapahnya berjalan menuju arah petunjuk jari tangan Hua Sien Ce.


Tapi beberapa langkah kemudian, Yang Ciu yang merasakan Hua Sien Ce tidak mungkin sanggup berdiri apalagi melangkah.


Dia segera menggendongnya berjalan menuju kamar Hua Sien Ce.


Hua Sien Ce yang dibawah pengaruh obat terus meracau memanggil manggil Nama Yu Ming.


Di dalam bayangan nya, dia melihat pria yang menggendongnya adalah Yu Ming.


Sehingga dengan suka rela dia meringkuk di dalam pondongan Yang Ciu.


Dia bahkan melingkarkan kedua lengannya yang putih mulus menggantung di belakang leher dan dada Yang Ciu.


Yang Ciu yang pada dasarnya sangat mengagumi kecantikan Hua Sien Ce dia menjadi gelap mata.

__ADS_1


Tanpa memikirkan resiko dan akibatnya, dia segera memondong tubuh Hua Sien Ce masuk kedalam kamar Hua Sien Ce.


Tanpa memperdulikan racauan yang keluar dari mulut Hua Sien Ce.


Yang Ciu segera melepaskan pakaian yang melekat di tubuh Hua Sien Ce dan pakaiannya sendiri.


Hua Sien Ce yang mengira Yang Ciu adalah Yu Ming akibat di bawah pengaruh obat dari Yu Long.


Dia membiarkan Yang Ciu melakukan apapun pada dirinya dengan pasrah.


Mengira yang sedang bersama nya adalah Yu Ming dia malah membalasnya dan menikmatinya dengan sepenuh hati.


Di suatu tempat lain yang jauh di Utara sana, Yu Ming yang sedang duduk bersila di atas sebuah bukit batu es.


Seluruh tubuh nya terus memancarkan cahaya pelangi, Yu Ming sedang berusaha menembus level 3 dari ilmu tiada awal tiada akhir.


Seluruh energinya yang selama ini terpendam dan terus di halangi oleh kekuatan gelang yang melingkar di pergelangan kaki tangan dan lehernya .


Kini terlihat berusaha memberontak hebat ingin melepaskan diri secara paksa.


Cahaya pelangi semakin lama semakin pekat menyelimuti seluruh tubuhnya.


Cuaca di langit mulai menjadi buruk awan bergulung-gulung terlihat bergerak menumpuk diatas kepala Yu Ming.


Petir sambar menyambar dengan suara mengelegar memenuhi seluruh tempat itu.


Tidak ada pengawas maupun pekerja di sana, yang memperhatikan keadaan Yu Ming yang sangat tidak normal.


Karena cuaca yang sangat buruk itu, semua yang ada di sana sudah tidak ada yang berada di lapangan.


Mereka masing masing sudah memilih untuk bersembunyi, mencari tempat berlindung dari badai dahsyat yang akan segera menyelimuti seluruh tempat itu.


Angin badai berhembus dengan kencang menerbangkan segala yang di lewatinya.


Tapi Yu Ming yang duduk bersila di sana diterpa sederas apapun angin kencang yang datang.


Dia tetap pada posisinya, tidak bergeming sama sekali.


Setelah angin badai topan berlalu, angin badai yang di sertai hujan batu es sebesar kepalan tangan kini mulai melanda seluruh tempat itu.


Tapi lagi lagi hujan batu es itu tidak ada yang berhasil menyentuh Yu Ming yang terlindung cahaya pelangi.


Petir dari langit lapis ketiga kini mulai turun menyambar kearah Yu Ming.


Setiap kali petir datang menyambar, tubuh Yu Ming pasti bergetar hebat.


Wajahnya sedikit meringis menahan nyeri tubuhnya yang tersambar oleh cambuk petir langit lapis ketiga yang dahsyat.


Setelah beberapa waktu berlalu di mana cambuk petir dari langit ketiga, tidak lagi menimbulkan efek berarti bagi tubuh Yu Ming.

__ADS_1


Sebaliknya seluruh kekuatan petir itu terus menerus terserap kedalam tubuh Yu Ming.


Akhirnya sebuah cahaya kilat raksasa turun dari langit lapis pertama, menembus langit lapis kedua dan ketiga.


__ADS_2