LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
PENGUASA GUNUNG NAN


__ADS_3

Yu Ming sambil tersenyum tenang berkata,


"Kakek anda jangan khawatir, siluman ular kepala tiga, yang selama ini mengancam kalian, sudah aku musnahkan.."


"Jadi kelak kalian tidak perlu takut lagi dengan penguasa jahat itu.."


Ucap Yu Ming tenang.


Berbeda dengan Yu Ming, kakek itu justru terlihat pias wajahnya, saat mendengar penjelasan dari Yu Ming.


Seluruh penduduk desa juga terlihat memiliki ekspresi wajah yang hampir sama, dengan kakek itu.


Di mana kakek tersebut adalah tetua adat desa tersebut.


"Kau,..kau.. membunuhnya..!?"


Tanya kakek itu dengan tubuh gemetaran.


Yu Ming yang berpikir, sikap mereka semua berlebihan, karena mereka terlalu lama di intimidasi oleh siluman ular kepala tiga itu.


Dengan gaya santai dan tenang, Yu Ming langsung mengangguk kan kepalanya.


Kakek itu langsung jatuh terduduk lemas di atas tanah.


"Bencana,..! ohh bencana,..! mengapa kamu datang begitu cepat..!"


"Apa salah kami sehingga harus mengalami nasib buruk begini !?"


ucap kakek itu sambil mulai menangis seperti orang yang kurang waras.


Para warganya, kini malah menatap ke arah Yu Ming dengan beringas.


Bahkan beberapa diantara mereka berteriak keras,


"Tangkap mereka...!"


"Ya tangkap mereka,.. untuk di serahkan ke Dewa Gunung Nan..!"


"Biar dia yang mempertanggung jawabkan semua perbuatan lancangnya..!"


Ucap beberapa warga dengan suara berisik dan saling sahut menyahut.


Yu Ming dan Siau Sien Ce terlihat bingung, dengan situasi di hadapannya.


Manusia manusia awam ini, bukannya berterima kasih, mereka malah terlihat sangat membenci, dan cenderung ingin menyalahkan mereka berdua.


"Kakek sebenarnya apa yang terjadi ?"


"Mengapa kalian semua bertabiat aneh begini..?"


tanya Yu Ming penasaran.


Kakek tua itu sejenak menahan tangisnya, dia menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Anak muda,.. kamu telah membuat kesalahan fatal, yang membawa bencana buat kita semua.."


"Apa maksudmu kek..?"


Tanya Yu Ming heran.


"Anak muda, kamu harus tahu, yang kamu bunuh itu hanyalah utusan penguasa Gunung Nan, ular itu justru sengaja beliau tugaskan, untuk menjemput persembahan kami untuk nya.."


"Dia bukanlah penguasa yang sebenarnya."


"Kini dengan tewasnya ular itu, bila penguasa sebenarnya sampai tahu.."

__ADS_1


"Duaaar...!!"


Kilat menyambar menggelegar di atas langit, awan hitam bergulung-gulung, terlihat datang dari arah puncak Gunung Nan.


Awan awan hitam itu bergerak cepat, menuju kearah mereka.


Sebelum kakek itu sempat menjelaskan hingga tuntas, saat dia melihat pemandangan di hadapannya.


Kakek itu langsung menjatuhkan diri bersujud, menghadap kearah awan hitam, yang datang nya bergulung gulung menghampiri tempat itu.


Dia tidak jadi menyelesaikan penjelasan nya, mulutnya hanya terlihat terus berkomat kamit, memohon maaf dan pengampunan.


Awan hitam disertai dengan hembusan angin kencang dan petir, yang terus menyambar nyambar.


"Blaaarrr...!"


"Duaaar..!"


Menimbulkan suara mengelegar di angkasa, petir petir itu juga terus bergerak cepat menghampiri ke arah mereka.


Seluruh warga yang tadinya terlihat garang dan penuh emosi.


Kini mereka semua, malah terlihat bersujud dengan penuh ketakutan.


Hingga tubuh mereka semua, saat sedang bersujud pun masih terlihat gemetaran.


Yu Ming sendiri melihat pemandangan di langit dan situasi yang terjadi di hadapannya.


Dia segera berkata, sambil menoleh kearah Siau Sien Ce


"Siau Sien Ce, kamu cepat bawa anak anak menjauhi tempat ini, cari lah tempat bersembunyi yang agak jauh dari sini..!"


"Apa pun yang terjadi jangan pernah keluar untuk melihat, apalagi mencoba datang kemari..!"


"Kamu mengerti..!?"


Siau Sien Ce mengerti situasi, dia mengangguk cepat, lalu menggiring anak anak itu meninggalkan tempat tersebut.


Saat berpapasan dengan orang tua anak anak itu, Siau Sien Ce pun berkata,


"Ayo cepat kita tinggalkan tempat ini, dan cari tempat persembunyian.!"


"Anak anak ini membutuhkan kalian..!"


Tanpa banyak membantah, para orang tua yang wajahnya juga ikut terlihat pucat ketakutan.


Mereka segera menggandeng tangan putra putri mereka masing-masing.


Kemudian bergerak cepat mengikuti Siau Sien Ce meninggalkan tempat tersebut.


Yu Ming sendiri sudah melesat ke udara, tanpa menghiraukan angin kencang dan petir yang sambar menyambar.


Yu Ming justru melesat menghampiri arah datangnya awan gelap itu.


"Tunjukkan wujud mu, tak perlu bersembunyi di balik awan, pura pura jadi hantu, iblis, menakuti orang..!"


Bentak Yu Ming,


Sambil melepaskan pukulan jarak jauhnya, yang mengeluarkan cahaya keemasan, melesat membuyarkan awan awan kegelapan di angkasa sana.


Begitu awan hitam di buyarkan oleh pukulan Hawa Dewa Yu Ming.


Segera terlihat sosok yang bersembunyi di balik awan hitam tersebut.


Dia adalah sesosok manusia raksasa, dengan tubuh penuh otot otot besar, yang mengeluarkan cahaya hijau gelap.

__ADS_1


Rambutnya riap riapan, sepasang matanya melotot besar berwarna merah.


Rambutnya riap riapan, seperti sekumpulan ular kecil, yang menempel di kulit kepalanya.


Dia juga memiliki 4 pasang taring yang menonjol keluar dari bibirnya yang tebal dan besar.


Taring taring panjang itu sedikit mirip dengan taringnya hewan Ba BI hutan.


Dia juga memiliki 3 wajah, yang menghadap ke kiri-kanan dan depan.


Tangan nya juga ada 6, yang masing masing memegang sepasang senjata pedang, golok, dan tombak bercagak tiga.


Semua senjata nya, terlihat mengeluarkan cahaya kemerahan.


Mahluk itu juga memiliki dua tanduk di masing masing kening wajahnya.


Mahluk itu menatap kearah Yu Ming dan berkata,


"Kamu bocah busuk, berani kamu membunuh istri ku..!"


"Hari ini aku pasti akan membuatmu tidak akan pernah bisa kembali lagi ke kahyangan..!"


Ucap Mahluk itu, sambil menebaskan sepasang pedang di tangan nya.


Dua berkas sinar merah, langsung bergerak menyambut dua pukulan tinju jarak jauh, yang Yu Ming lepaskan sebelumnya, untuk membuyarkan awan hitam tadi.


"Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...!"


Terjadi ledakan ganda, yang dahsyat di udara, hingga tanah di bawah sana pada merekah.


Melihat serangan nya masih bisa di patahkan oleh Yu Ming.


Kini mahluk itu, menyusulnya dengan dua tebasan golok, dari atas kebawah dan bawah keatas.


Dua berkas sinar golok merah, yang bergerak berlawanan arah, menerjang cepat, kuat dan ganas, tanpa ampun menghampiri Yu Ming.


Melihat serangan lawan, Yu Ming segera membentuk segel, memunculkan sebuah segel perisai lingkaran cahaya keemasan.


Bergerak pelan kedepan, sambil berputaran di udara, segel perisai bergerak menyambut kedua energi golok, yang datang menyerang.


"Trangggg...!"


"Trangggg...!"


Kedua serangan dahsyat itu berhasil tertahan oleh segel perisai, yang Yu.Ming ciptakan untuk melindungi dirinya.


Di saat bersamaan, Yu Ming selain bertahan,.dia juga melemparkan jala langit dan bumi.


Sebuah jala yang mengembang lebar di atas dan bawah, mengeluarkan cahaya merah keemasan.


Bergerak cepat menuju mahluk raksasa itu.


Ribuan pedang Xuan Yuan, yang membelah diri, juga terlihat melesat menjadi sebuah cahaya emas tebal, menyusul menerjang kearah mahluk aneh berwajah tiga itu.


Makhluk itu terlihat bersikap tenang tenang saja, dia bahkan melakukan gerakan dengan melempar kan sepasang tombak cagak tiganya, yang mengeluarkan cahaya kemerahan.


Melesat menerjang kearah Yu Ming.


"Singggg..!!"


"Singggg..!!"


Saat tombak itu membelah dan bergesek dengan udara di sekitarnya.

__ADS_1


Sepasang tombak itu mengeluarkan suara berdesing tajam, yang menyakiti lubang telinga.


Kilat petir terlihat menyambar nyambar mengikuti arah pergerakan mata tombak itu.


__ADS_2