LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MENAHLUKKAN SINGA SALJU


__ADS_3

"Jurus pertama..!"


"Angin berhembus semua mahluk membeku..!"


Bentak Ping Ru Meng sambil menebaskan pedangnya.


"Singggg..!!"


Seberkas sinar putih melesat menyambar ke depan, semua yang di lewati nya langsung membeku.


Jurus ini membuat serangan pedang Inti Es Abadi menjadi semakin dahsyat.


Semua yang di lewatinya langsung membeku.


Seekor binatang kecil yang sedang terbang juga jatuh tergeletak dalam posisi membeku.


Sebaris semut diatas lantai, juga ikut membeku.


terimbas hawa Tebasan Pedang Ping Ru Meng .


Selesai memainkan jurus pertama, Ping Ru Meng tersenyum puas.


Dia kemudian berlanjut dengan jurus kedua.


"Jurus kedua..!"


"Kilatan hawa es beku..!"


Seberkas cahaya melesat cepat menghantam sebuah batu besar di dalam gua.


"Singggg..!"


"Blaaarrr..!"


Batu besar itu meledak terbelah dua terkena Tebasan kilatan cahaya yang berasal dari tebasan pedang Ping Ru Meng .


Ping Ru Meng langsung melanjutkan dengan jurus ketiga.


"Jurus ketiga..!"


"Selaksa hawa pedang..!"


terlihat bayangan bayangan pedang muncul di depan Ping Ru Meng.


Begitu Ping Ru Meng menunjuk pedangnya kedepan.


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


"Singggg..! Singggg..! Singggg..!"


bayangan pedang yang tidak terhitung semuanya melesat menembus dinding batu, yang di selimuti es tebal, hingga berlubang lubang seperti sarang tawon.


Semakin lama Ping Ru Meng semakin bersemangat berlatih jurus demi jurus peninggalan leluhurnya.


Semua jurus itu ada sedikit mirip dengan ilmu yang di ajarkan oleh ayahnya Ping Sien.


Hanya saja bedanya, jurus jurus ini lebih sempurna, dan jauh lebih dahsyat, efek yang di timbulkan oleh setiap serangannya.

__ADS_1


Setelah berhasil menyelesaikan 9 jurus peninggalan leluhurnya, Ping Ru Meng mencoba untuk melihat bagian dinding selanjutnya.


Di sini adalah bagian yang mengajarkan cara mengumpulkan hawa dewa, untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatan seseorang.


Ping Ru Meng melihat dan membaca semua petunjuk yang tertera di sana.


Dengan cepat dia sudah memahami dan menghapal nya.


Cara berlatih yang harus melepaskan semua pakaian.


Membuat Ping Ru Meng merasa risih dan malu, karena di dalam gua tersebut ada pria lain.


Meskipun itu adalah leluhurnya yang sudah lama meninggal, Ping Ru Meng tetap merasa kurang nyaman berlatih di sana.


Setelah menghapal nya, Ping Ru Meng meninggalkan Gua itu, kembali ke posisi semula di mana dia mendarat.


Di sini, Ping Ru Meng menyimpan tusuk konde nya, sehingga suasana menjadi gelap gulita.


Dengan cara ini, Ping Ru Meng baru merasa jauh lebih leluasa untuk melepaskan seluruh pakaiannya.


Setelah melepaskan seluruh pakaiannya, Ping Ru Meng mulai berlatih mengikuti petunjuk yang di pelajari nya di dalam gua sana.


Selama berlatih tanpa Ping Ru Meng sadari seluruh tubuhnya selimuti oleh lapisan Es Beku yang semakin lama semakin tebal.


Ping Ru Meng terus berlatih menghimpun kekuatan es beku nya, setahap demi setahap.


Dia tidak menyadari sama sekali perubahan yang terjadi di luar tubuhnya.


Tubuh Ping Ru Meng terus melayang keatas semakin lama semakin tinggi saat dia berlatih dan berlatih.


Hingga tanpa dia sadari, tubuhnya kini bahkan sudah melayang keluar dari dalam lubang kecil, tempat asal dia terjatuh kemaren.


Saat Ping Ru Meng mencapai penguasaan tahap akhirnya, tiba tiba terjadi ledakan dahsyat.


Bongkahan es yang menyelimuti seluruh tubuhnya terpental kesegala arah.


Bongkahan es yang meledak, menyambar dan menghancurkan apapun yang di tabrak nya.


Ping Ru Meng sendiri kembali mendarat ringan di atas hamparan salju.


Saat sepasang mata nya terbuka, Ping Ru Meng baru menyadari apa yang terjadi.


Ping Ru Meng langsung buru buru menghampiri lubang, yang menjadi tempat leluhurnya melewati masa akhir hidupnya.


Sayangnya akibat ledakan bongkahan es yang di pentalkan oleh kekuatan nya.


Tanpa sengaja, Ping Ru Meng telah menyebabkan lubang itu longsor kebawah.


Kini lubang itu sudah tiada, tempat itu terlihat berubah menjadi sebuah hamparan lembah salju.


Ping Ru Meng menghela nafas menyesal, karena dia belum sempat mengucapkan rasa terimakasih nya.


Selain itu masih ada beberapa ukiran di dinding yang belum sempat dia pelajari.


Tapi kini semuanya telah tiada, terkubur di bawah lembah yang mirip sebuah mangkok itu.


Ping Ru Meng akhirnya hanya bisa berlutut di sana, untuk menghaturkan rasa terimakasih nya kepada leluhurnya Ping Qi.


Ping Ru Meng bersujud 3 kali di sana.


Saat Ping Ru Meng bangkit berdiri.

__ADS_1


Dia melihat singa salju yang pernah menjadi lawannya, baru saja terbang turun dari udara.


Kemudian mendarat ringan di hadapannya, di tengah tengah hamparan salju luas.


Ping Ru Meng sekarang tidak kaget lagi, dia segera bersiaga dengan pedang es abadi di tangannya.


Bersiap untuk menghadapi terjangan singa salju, yang beberapa waktu lalu hampir saja membunuhnya.


Ping Ru Meng sudah bertekad, sekali ini dia akan melumpuhkan singa itu, agar menjadi hewan tunggangan nya.


Singa Salju yang cerdik, menangkap perbedaan sikap dari Ping Ru Meng .


Dia menjadi lebih hati hati tidak langsung bergerak menerkam kearah Ping Ru Meng .


Dia mengawasi dengan gerakan memutari mangsanya pelan pelan, sebelum kemudian dia melepaskan aumannya yang maha dahsyat yang langsung menggetarkan seluruh tempat itu.


"Groowaaarrrrrrr..!!"


Dia ingin membuat Ping Ru Meng terpaku oleh suara aumannya, seperti cara dia biasa memerangkap mangsanya.


Dulu dia sukses melakukan nya pada Ping Ru Meng, tapi kali ini dia harus kecewa.


Karena Ping Ru Meng yang di hadapi nya kini bukanlah Ping Ru Meng yang kemaren lagi.


Sekali ini terjangan sambaran singa salju itu menemui tempat kosong.


Sebelum dia menyadari sesuatu, Ping Ru Meng yang sudah melayang keatas.


Sambil bergerak turun kebawah, dia melepaskan jurus pertamanya.


"Angin berhembus semua mahluk membeku.."


Serangkum sinar putih yang membawa hawa dingin membekukan darah dan tulang.


Datang begitu cepat menyerang Singa salju.


Singa salju yang mencium bahaya lewat instingnya.


Dia biru buru melompat bergulingan menjauhi tempat yang di serang oleh Ping Ru Meng .


"Singggg...!"


"Wussss..!"


"Brakkkk..!"


Singa salju masih berhasil menghindar, tapi ekor dan kaki belakangnya, masih sempat tersambar hawa pedang Ping Ru Meng .


Seketika bagian ekor dan kaki belakang singa salju membeku, menjadi potongan es.


Singa salju sangat kaget, dia terlihat agak sulit bergerak, karena kaki belakang nya membeku.


Sebelum dia sempat berbuat sesuatu, Ping Ru Meng sudah duduk diatas punggungnya.


"Groowaaarrrrrrr..!!"


Singa salju meraung marah, tapi kini raungannya tidak lagi berhasil mempengaruhi Ping Ru Meng .


Karena ada hawa dewa yang kuat, bergerak melindungi pendengaran dan jantungnya, secara otomatis.


Singa salju sangat kaget, Ping Ru Meng yang bertubuh kecil kerempeng, kenapa kini berubah begitu berat.

__ADS_1


Hingga sepasang kaki depan nya di paksa untuk menekuk, saking tidak kuatnya dia menahan beban.


__ADS_2