
Yu Ti mengangkat tangannya keatas dan membentak Meng Po,
"Cukup..! nyali mu sungguh besar berani membuat kekacauan dan mempermainkan saya selama ini.."
"Pengawal lempar dia ke neraka 18, selama nya, tidak akan pernah bisa reinkarnasi kealam lain.."
"Dia akan menjalani hukuman di sana selamanya, tanpa batas waktu.."
Ucap Yu Ti marah.
Kedua bawahan Yu Long segera bertindak maju, menyeret Meng Po meninggalkan tempat itu.
Langsung di kirim ke neraka tingkat 18 untuk menjalani siksa dan hukuman nya di sana.
Setelah Meng Po di bawa pergi, Yu Ti dengan wajah sedih menatap kearah Wang Mu Niang Niang sekilas dan Yu Ming sekilas.
Dia orang ini adalah dua orang terdekat yang paling bisa dia percaya dan menjadi harapan besar masa depannya, setelah pensiun nanti.
Tapi dengan adanya kejadian tidak terduga seperti ini, dia terpaksa tidak bisa pensiun.
Harus terus menjalani kekuasaan nya, tanpa batas waktu jelas.
Hatinya sangat kecewa, mengapa Yu Ming harus menjadi putranya Che You rivalnya.
Alangkah akan berbahagia nya dia bila kenyataan ini selamanya terkubur dan di buka.
Dengan wajah lesu dan penuh kekecewaan Yu Ti berkata,
"Ping Lian katakan saja, semuanya cepat.."
"Aku mulai merasa letih dengan masalah ini.."
Ucap Yu Ti lesu.
"Suami ku meski kamu letih, keadilan musti di tegakkan, bila tidak Kerajaan Es Abadi akan sulit menerimanya.."
"Bagaimana pun Raja Kerajaan Es Abadi Ping Sien kakak misan ku mati di tangannya.."
"Ping Ru Meng putrinya, adalah saksi utamanya dan sudah mengatakan Che Ming ini adalah pelakunya.."
"Hari ini bagaimana pun bocah keturunan iblis ini harus di basmi ."
Yu Ti menghela nafas panjang dan berkata,
"Bukti mulut, tanpa ada barang bukti langsung, tidak dapat di jadikan, sebagai barang bukti, bahwa dia adalah pelakunya.."
"Raja Ping Sien saksi tunggal sudah tiada, jasadnya juga tiada.."
"Lalu bukti apa yang bisa kalian ajukan untuk menyatakan dia pelakunya.."
Ucap Yu Ti masih berusaha membela Yu Ming.
Meski Yi Ming bukan putra kandungnya, tapi bagaimana pun juga.
Yu Ming dia yang melihat dan mendidiknya tumbuh besar, sifat dan karakter Yu Ming dia sebagai ayahnya,.meski bukan kandung.
__ADS_1
Tapi dia tahu dengan sangat jelas, ikatan kasih diantara mereka tidak mungkin semudah itu hilang.
18 tahun membesarkan nya menyayangi nya, mendidiknya dari bayi hingga tumbuh dewasa seperti saat ini, itu bukan waktu yang singkat.
Ikatan diantara mereka masih ada, Yu Ti juga tidak terkecuali.
Dia sangat yakin di dalam hati nya, semua ini hanya fitnah.
Dia sangat yakin dan percaya dengan karakter Yu Ming.
Yu Ming di sana hanya menatap haru dengan airmata bercucuran sulit berkata-kata.
Semua sudah jelas, dia tidak ada hubungannya sama sekali dengan Wang Mu Niang Niang dan Yu Ti.
Tapi sikap Yu Ti yang begitu membelanya, sungguh membuat dia terharu hingga tidak mampu berbicara.
Ping Lian tentu saja tidak mau menyerah begitu saja, bagaimana pun dia tidak akan melepaskan peluang yang sangat baik ini.
Untuk menyingkirkan dan menghancurkan Yu Ming, sebagai duri dalam mata nya itu hingga tuntas dan bersih sepenuhnya.
Baru hatinya bisa merasa lega, tinggal Fei Yen dan Yu Lek putranya yang tidak berguna itu
Dia akan lebih mudah, menyiasatinya.
Yu Ming inilah rival terberatnya, bahkan lebih sulit di tahlukkan di banding Wang Mu Niang Niang yang mudah terbaca karakter dan emosinya.
Ping Lian menatap Yi Ti dengan serius dan berkata,
"Suami ku, pertarungan tingkat tinggi pasti ada jejaknya, lewat jejaknya jurus yang di gunakan dan semua pergerakannya pasti akan terbaca.."
"Biar Yu Long yang menunjukkan reka peristiwanya.."
Ucap Ping Lian.
Ucapan Ping Lian membuat Yu Ti tersudut, mau tidak mau dia harus pergi memeriksa nya.
Bila dia menolak Putranya Yu Long tetap akan maju menggantikannya.
Bila itu terjadi, dia akan terlihat jelas terlalu membela Yu Ming, bersikap kurang adil, dalam menangani kematian Raja Ping Sien yang terjadi di wilayah kekuasaannya.
Yu Ti akhirnya mengangguk dan berkata,
"Baiklah aku yang akan memeriksanya.."
Yu Ti mulai memeriksa bekas goresan pertempuran yang masih membekas di sana.
Jurus yang di mainkan tidak banyak, tapi efeknya sangat luar biasa.
Ini menunjukkan jurus yang di mainkan adalah jurus tingkat tinggi.
Yu Ming yang penasaran, dia ikut mendampingi Yu Ti dan Yi Long mengadakan pengamatan.
Sebentar saja, Yu Ti dan Yi Ming sudah mengenali beberapa jurus 12 Tebasan Pedang Xuan Yuan, bekasnya ada di sana.
Jurus ini adalah jurus andalan Yu Ming, selain Yu Ti sendiri, hanya Yu Ming yang masih menggunakan jurus ini..
__ADS_1
Dari goresan pedang yang begitu halus dan rapi, maka yang mampu memainkannya seperti itu, tentu hanya Yu Ming.
Yu Ti melirik kearah Yu Ming sekilas, dia menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas panjang.
Penelusuran di lanjutkan hingga ke lubang, di mana jasad Ping Sien terakhir berada.
Melihat lubang yang tertutup air dan lumpur, Yu Ti mengibaskan tangannya.
Sehingga air dan lumpur terbawa naik keatas.
"Wutttt..!'
"Wusssshhh..!"
"Brukkkk..!"
Air bercampur lumpur terangkat dari dalam lubang di tumpahkan kearah lain.
Sehingga lubang sebelum nya terlihat jelas, meski sedikit becek tapi kini tampak jelas hingga kedasar.
Sebilah golok tertancap di sana, Yu Ti segera menggerakkan tangan nya.
Menarik golok yang mengeluarkan cahaya merah naik keatas.
Yu Ti menjatuhkannya di hadapan Yu Ming dan berkata,
"Ming Er Raja Ping Sien memang tewas di bawah serangan ilmu andalan dan golok andalan Che You."
"Di sana juga banyak goresan pedang Xuan Yuan mu.."
"Semua bukti dan saksi mengarah pada mu.."
"Bagaimana kamu mau menanggapinya..?"
"Bila kamu tidak bisa membuktikan balik, diri mu tidak bersalah."
"Maka ayah hanya punya dua pilihan pertama kamu akan melawan dengan seluruh kekuatan mu.."
"Dalam hal ini ayah dan seluruh kekuatan di kahyangan ini akan berusaha menahlukkan mu.."
"Ayah tahu resikonya, seluruh kahyangan ada kemungkinan akan musnah."
"Tapi demi keadilan, ayah tiada pilihan.."
Ucap Yu Ti sambil tersenyum sedih menatap putranya itu.
Yu Ti paham, selain 4 Maha Dewa Agung turun tangan sendiri, tidak akan ada yang sanggup menahlukkan Putra kebanggaannya ini.
Tapi 4 Dewa Maha Agung tidak akan pernah ikut mencampuri urusan nya lagi.
Jadi dia hanya bisa mengandalkan kekuatan seluruh kahyangan yang mungkin akan musnah semuanya di tangan putranya ini.
Yu Ming menatap ayahnya dengan serius dan berkata,
"Apa pilihan kedua ayah..?'
__ADS_1