LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
DEWA AGUNG DAN BUDDHA 4 PENJURU


__ADS_3

Yang Pa yang ketakutan melihat sisi gelap Yu Ming, dia segera menceritakan sejujurnya apa yang dia ketahui hingga sejelas jelasnya.


Tidak ada lagi yang berani dia sembunyikan sedikitpun.


Mendengar cerita putranya sendiri, wajah Dewa Matahari sebentar merah sebentar pucat.


Akhirnya dia hanya bisa menundukkan kepalanya dengan wajah muram.


Dia bahkan tidak berani lagi beradu tatap dengan Yu Ming.


Setelah Yang Pa selesai bercerita Yu Ming langsung melepaskan suara tertawa sedihnya yang penuh duka.


"Langit Yang Maha Kuasa dan Maha Adil, aku tahu hari ini aku Yu Ming tidak akan pernah lepas dari hukuman mu..!"


"Aku menerimanya..!"


"Tapi sebelum itu aku harus membuat mereka sua membayarnya..!"


Selesai berkata, Yu Ming langsung memainkan pedang di tangan nya 8 sinar emas melesat kearah Yang Ta sampai Yang Qi dan Dewa Matahari.


Hanya menyisakan Yang Pa yang memberikan pengakuan yang akan melewati takdir pemusnahan masal oleh Yu Ming.


Yu Ming sedang melaksanakan sumpahnya memusnahkan siapa pun yang berani membela Yang Jiu.


Dia tidak berencana mengampuni mereka semua kecuali Yang Pa dan Yang Jiu, yang sengaja dia biarkan hidup.


Untuk menerima siksaan hidup yang lebih menderita dari kematian itu sendiri.


Tapi cahaya emas yang Yu Ming lepaskan terhenti oleh energi pedang tidak kasat mata, yang di lepaskan dari 4 arah mata angin.


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


Semua serangan Yu Ming di buat berbelok arah dan meledak di tanah kosong.


"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"


"Blaaarrr..! Blaaarrr..!"


Yu Ming segera menyapukan pandangannya keempat penjuru untuk melihat siapa yang hadir di sana.


Yu Ming hatinya sedikit tergetar melihat siapa yang hadir di empat penjuru sedang melayang di angkasa dalam posisi duduk bersila.


Yu Ming melihat Yuan Se Thian Cun kakeknya, Thai Yuan Sheng Mu neneknya, Ling Bao Thian Cun, Thai Sang Lao Cin mereka berempat lah yang hadir.


Di sisi mereka masing masing masih hadir 4 Dewa berpakaian kuning sederhana.


Melihat lingkaran cahaya kuning keemasan membayang diatas kepala mereka berempat.


Yu Ming menebak dalam.hati, kemungkinan mereka adalah Dewa Dewa besar dari surga barat yang jarang muncul.


Kemungkinan besar mereka ada Buddha 4 penjuru mata angin.


Yu Ming menyadari masa hukuman nya kini sudah semakin dekat.


Kekacauan yang dia timbulkan di kahyangan ini tidaklah kecil.

__ADS_1


Dunia berubah menjadi gelap gulita ratusan ribu Dewa terbunuh di tangannya.


Semua itu adalah dosa yang sangat fatal tidak akan terampuni.


Tapi dia belum mau menyerah sebelum sumpah nya terlaksana.


Yu Ming memberi hormat kearah kakek dan neneknya saja.


Kemudian berkata,


"Terimalah salam hormat dari Yu Ming.."


"Yu Ming siap menerima hukuman dan segala konsekuensi nya.."


"Tapi sebelum itu biarlah Yu Ming menyelesaikan sumpah Yu Ming dulu ."


Ucap Yu Ming tegas.


Setelah itu dia langsung merubah dirinya menjadi 8 bayangan bergerak cepat dengan pancaran 8 energi pedang.


Dia ingin menghabisi 8 orang yang menjadi target utamanya itu.


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


"Cringggg..!" Cringggg..!"


Tapi lagi lagi serangannya di gagalkan oleh 8 energi tidak kasat mata dari empat penjuru.


Terdengar suara lembut dari arah barat,


"San Cai...! San Cai...!"


"Anak muda kembali lah ke jalan cinta kasih..!"


"Letakkan Golok Pembunuh, segera bertobat, kembalilah ke jalan kebenaran..!"


Yu Ming tersenyum dingin dan berkata,


"Hari ini bagaimana pun, meski harus hancur menghadapi Buddha 4 penjuru dan 4 Dewa Maha Agung .!"


"Aku Yu Ming tidak akan mundur selangkah pun sebelum menunaikan sumpah ku..!"


Selesai berkata Yu Ming segera merapal ilmu Tiada awal tiada akhir


Jurus ketiga yang baru saja berhasil dia tembus.


"Semua Kembali Ke Asal.


Tubuh Yu Ming melayang keatas, menyambut seberkas cahaya besar dari angkasa raya.


Jatuh menyelimuti seluruh tubuh Yu Ming.


Yu Ming menyerap semua kekuatan yang berasal dari angkasa raya itu.


Seluruh tubuh Yu Ming mulai memancarkan cahaya 6 warna, Merah, Nila, Kuning, Putih, Jingga, dan gabungan dari kelima cahaya itu sendiri.


Beberapa saat menyerap kekuatan alam semesta, tubuh Yu Ming yang sudah dalam batas tampungan nya.


Sambil berteriak keras, Yu Ming kembali melepaskan 8 pedang energi berwarna pelangi menyerang 8 orang yang menjadi targetnya.


"Hyaaaaaat...!"

__ADS_1


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!"


"Serrrrrrr..! Serrrrrrr..!


Di saat bersamaan delapan energi dewa tidak kasat mata kembali mencegat serangan Yu Ming yang dahsyat itu.


"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...! Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...! Blaaarrr...!"


Terjadi 8 ledakan beruntun diudara akibat benturan dahsyat pertemuan kekuatan Yu Ming melawat 8 Dewa Agung yang mencoba menghalanginya.


Adu kekuatan saling dorong di udara pun terjadi, terkadang Yu Ming yang terdesak, terkadang keadaan berbalik.


Masing masing terus menambah energi yang mereka kuasai, untuk menahan kekuatan lawan mereka.


Perlahan lahan delapan Dewa Agung berhasil menguasai posisi.


Sedikit demi sedikit mereka berhasil meredam kekuatan dahsyat Yu Ming.


Di saat Yu Ming terdesak hebat, tiba tiba sesosok roh gaib berpakaian hitam, tersenyum sadis muncul di belakang punggung Yu Ming.


"Arggghhh....!!"


Sambil meraung keras, bayangan itu mendorongkan hawa kegelapan kedelapan penjuru.


8 Awan hitam yang di dalamnya terdapat bola merah, melesat kearah 8 Maha Dewa Agung.


Segera setelah Roh gaib kegelapan muncul ke delapan Dewa maha agung terdorong mundur menjauh.


Mereka mundur ke posisi awal mereka lagi.


Mereka berdelapan terlihat kuwalahan menahan kekuatan kegelapan dari roh gaib yang bersemayam di tubuh Yu Ming.


"Ming Er.. sadarlah..!"


"Jangan di teruskan..!"


"Jangan menambah dosa lagi...!"


"Kamu akan binasa, bila tidak segera bertobat dan sadar dari kesesatan mu..!"


Ucap Thai Yuan Sheng Mu mencoba membujuk cucunya.


Yu Ming tidak bergeming, dia sudah sepenuhnya di kuasai oleh roh gaib kegelapan.


Dia bahkan tidak mendengar apapun, dia malah terus menambah daya tekan balik nya.


8 Dewa Agung saling pandang, mereka mengangguk sepakat, bersiap mengeluarkan kekuatan sejati mereka.


Yuan Se Thian Cun dan Thai Yuan Sheng Mu yang mengangguk menyetujui paling akhir.


Keduanya sempat saling pandang dengan wajah sedih sebelum mengangguk mengiyakan.


Begitu kesepakatan terbentuk, keempat Buddha segera membaca mantra yang memunculkan tulisan tulisan Sansekerta kuno.


Tulisan itu memancarkan cahaya emas mengurung Yu Ming.


Kemudian di susul dengan 4 cahaya lambang Swastika dan 4 Roda delapan jalan utama, ikut bergerak mengurung Yu Ming.


Roh gaib kegelapan mulai mengernyitkan alis nya yang tebal dan panjang menggantung di kedua sisi pelipisnya.

__ADS_1


Dia seperti agak kurang nyaman dengan pengurungan lantunan doa keempat Buddha itu.


Di saat bersamaan menyusul datang 4 buah Pat Kwa yang mengeluarkan cahaya keemasan ikut mengurung dan menekan kekuatan Yu Ming.


__ADS_2