
"Baik Pangeran,.."
Jawab Dewa Pagoda.
Dia lalu membatalkan mantra api nya, sehingga api pun kembali padam.
"Kamu di dalam situ saja, sampai teman teman mu, yang lain datang menemani mu.."
Ucap Dewa Pagoda, lalu menyimpan Pagoda tersebut kedalam lengan bajunya, yang longgar dan lebar.
"Kita ke Gunung yang ketiga itu dulu, menangkap Siluman Naga Hitam dan Siluman Naga Kepala Sembilan."
Ucap Dewa Er Lang, sambil bergerak terbang meninggalkan tempat tersebut.
Yu Ming dan yang lainnya, langsung terbang menyusul.
Setiba di puncak gunung ketiga, mereka langsung di sambut oleh sepasang pria dan wanita berbaju hitam.
"Kalian ini mirip arwah penasaran, yang tidak berhenti mengejar kami."
Ucap si pria baju hitam menegur dengan suara dingin.
Dewa Er Lang langsung menyinari kedua orang itu dengan mata ketiganya.
Dia segera melihat pria baju hitam itu adalah Siluman Naga Hitam yang mereka cari.
Sedangkan yang wanita nya adalah Siluman Naga Kepala Sembilan.
"Hati hati, ! kedua orang ini adalah jelmaan mahluk, yang sedang kita cari..!"
Teriak Dewa Er Lang mengingatkan rekan nya, setelah dia berhasil mendeteksi siapa aslinya, kedua orang itu.
Pasangan itu saling pandang dan menjengek dingin, kearah Dewa Er Lang,
"Bagus sekali mata tiga, kamu bisa mengenali kami.."
"Sekarang majulah, bila ingin menangkap kami, tak perlu banyak cakap lagi..!"
Ucap Pria baju hitam sambil tersenyum sinis.
Di tangannya kini terlihat sebatang pedang mirip Ular Naga Hitam, dia gunakan untuk di tunjukkan kearah lawan lawannya.
Sedangkan wanita cantik berpakaian hitam di sebelah pria itu, Dia juga terlihat sedang bersiaga dengan sepasang pedang kembarnya, yang berbentuk seperti Ular Loreng Hitam Kuning, di kedua tangan nya.
Sekali ini Dewa Er Lang sendiri yang bergerak maju menerjang kearah pasangan itu.
Dia memutar tombak cagak tiganya, menjadi seberkas sinar keemasan, menerjang kearah kedua Siluman itu.
Kedua Siluman itu segera bekerjasama, menghadapi serangan dari Dewa Er Lang yang mengurung mereka.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
"Trangggg..!" Trangggg..!"
__ADS_1
Benturan keras ,senjata berulang kali terjadi di udara.
Kedua Siluman Naga, yang kalah tenaga, merasa telapak tangan mereka perih dan panas.
Mereka berdua menyadari, mereka masih kalah tenaga di bandingkan Dewa Er Lang.
Oleh karena itu, mereka mempercepat gerakan mereka untuk berusaha mengurung Dewa Er Lang, tanpa harus berbenturan keras lawan keras.
Tapi rencana tinggal rencana, Dewa Er Lang sangat berpengalaman dalam pertempuran.
Dia segera membaca rencana sepasang Siluman Naga itu.
Tiba-tiba Dewa Er Lang membelah diri menjadi 8 bayangan, mengurung mereka berdua dari 8 penjuru.
"Trangggg..! "Trangggg..!"
Trangggg..! "Trangggg..!"
Trangggg..! "Trangggg..!"
Benturan senjata kembali terjadi, mereka dengan terpaksa harus melakukan tangkisan sekuat tenaga.
Bila tidak ingin tubuh mereka tertembus oleh tombak cagak tiga, yang di mainkan oleh 8 bayangan tubuh Dewa Er Lang.
Benturan keras terakhir, membuat pedang pasangan itu, harus terlepas dari pegangan tangan mereka.
Saat pedang mereka terlepas, masing masing menerima satu pukulan dan tendangan keras dari Dewa Er Lang.
"Plakkk..!"
Naga Hitam terpental mundur, akibat dadanya terkena tendangan Dewa Er Lang.
Dia sampai merasa sulit bernafas akibat menerima tendangan tersebut.
Sedangkan pasangannya, Naga berkepala Sembilan menerima sebuah tamparan keras di wajahnya.
Hingga dia terputar putar di udara, sebelum kemudian jatuh mendarat bergulingan menjauhi Dewa Er Lang.
Naga Hitam meraung marah, setelah keadaan nya mulai stabil.
Dalam satu kali putaran tubuh, dia sudah kembali menjelma menjadi wujud aslinya, Seekor Naga Hitam raksasa yang garang.
Dia langsung menggunakan ekornya, untuk menyerang Dewa Er Lang berulang kali.
Dewa Er Lang beterbangan ringan, menghindari serangan kibasan ekor itu.
Sehingga ekor itu berulang kali menghantam tanah, dan dinding tebing gunung di sekitar sana.
Hingga menimbulkan suara hiruk pikuk, yang menggetarkan dan mengaburkan pandangan di sekitar tempat pertarungan tersebut.
Naga Kepala Sembilan memanfaatkan situasi itu, dia juga ikut mengubah dirinya ke wujud asli .
"Rooaaarrrrrrr..!!"
Siluman Naga Kepala Sembilan mengeluarkan suara menggetarkan tempat itu.
Sebelum kemudian mulai menyerang Dewa Er Lang dengan menyemburkan kabut bisa ular berwarna hitam, di selingi dengan semburan kabut asap biru, yang mampu membekukan apapun, yang di lewati oleh semburan tersebut.
__ADS_1
Dewa Pagoda dan yang lainnya tidak berani ikut campur, sebelum Dewa Er Lang meminta mereka ikut maju.
Mereka hanya bisa menjadi penonton atas pertarungan menegangkan tersebut.
Dewa Er Lang masih terlihat terus beterbangan menghindari serangan, sambil balas menyerang dengan Tombak cagak tiganya.
"Tranggg..!" Tranggg..!" Tranggg..!"
"Tranggg..!" Tranggg..!" Tranggg..!"
"Tranggg..!" Tranggg..!" Tranggg..!"
Berulang kali tombak cagak tiga berhasil mendarat di tubuh Siluman Naga Hitam dan Siluman Naga Kepala Sembilan.
Tapi hanya terlihat bunga api berpijar, saat tombak berbenturan dengan sisik keras, yang melindungi seluruh tubuh kedua Siluman Naga tersebut.
Melihat serangannya selalu gagal menembus sisik Siluman Naga yang keras.
Dewa Er Lang tiba tiba merubah dirinya menjadi seekor Burung Garuda Berbulu Emas, yang ukurannya tidak kalah besar dengan Sepasang Siluman Naga itu.
Dengan berubah menjadi Seekor Burung Garuda Berbulu emas Raksasa.
Dewa Er Lang bisa leluasa beterbangan, menyambar nyambar, menggunakan sepasang cakar dan paruhnya yang tajam, untuk menyerang kedua Siluman Naga itu.
Tidak butuh waktu lama sepasang Siluman Naga kembali jatuh di bawah tekanan Dewa Er Lang.
Burung Garuda adalah musuh alami bangsa ular, meski mereka adalah Naga, yang bisa terbang di udara.
Tapi mereka tetap saja termasuk ras ular, mereka sulit menghadapi Burung Garuda yang merupakan musuh alami mereka.
Sisik keras di tubuh mereka sekarang gompal gompal terlepas dari kulit mereka.
Akibat menerima serangan cakar dan paruh Burung Garuda yang keras dan kuat.
Perlahan lahan sepasang Siluman Naga itu mulai melemah, pergerakan mereka juga tidak lagi sekuat dan segesit sebelumnya.
Darah yang mengucur deras, mulai melemahkan daya pertahanan mereka.
Mereka berulang kali membalas dengan semburan Api Biru, Bisa beracun dan kabut asap biru.
Tapi semua itu sia sia, Burung Garuda jelmaan Dewa Er Lang, selalu berhasil menggunakan sepasang sayapnya, yang lebar dan kuat.
Menyapok runtuh semua serangan tersebut.
Di saat mereka semakin terdesak, akhirnya Siluman Naga Hitam bergerak nekad.
Memanfaatkan situasi Burung Garuda sedang sibuk menghadapi serangan Naga Kepala Sembilan.
Siluman Naga Hitam, tiba tiba muncul dari belakang Burung Garuda.
Melilitnya dengan erat, sekaligus Menggunakan keempat kakinya yang memilki cakar runcing runcing.
Untuk mengunci pergerakan kedua sayap Dewa Er Lang.
Dia juga terlihat membuka moncongnya lebar lebar, berusaha ingin mengigit dan mematahkan leher Burung Garuda Raksasa itu.
Burung Garuda Raksasa yang kehilangan keseimbangannya, langsung terlihat meluncur deras jatuh kebawah.
__ADS_1