
Pedang tulang punggung harimau benar menembus dada Yu Ming, tapi tidak ada darah yang terlihat muncrat keluar.
Karena pedang itu tembus melewati ketiaknya Yu Ming, justru pedang itu kini terjepit di sana, tidak bisa maju tidak bisa mundur.
Sebelum mahluk itu hilang kagetnya, pedang dan tangannya sebatas bahu telah tertinggal di sisi Yu Ming.
"Wutttt..!"
"Crakkk..!"
"Arggghhh...!'
"Blukkkk...!"
Sembari memotong putus lengan mahluk itu, Yu Ming juga menghadiahinya sebuah tendangan dahsyat tepat kearah ulu hati mahluk itu.
Hingga mahluk itu terpental dan jatuh meringkuk di atas tanah dalam posisi berlutut.
Dia tidak sanggup untuk bangun berdiri, lengannya terasa sakit luar biasa.
Hingga dia tidak sanggup menahan diri untuk tidak berteriak kesakitan.
Di saat bersamaan, perutnya juga terasa mules berdenyut-denyut, hingga dia kesulitan bernafas.
"Singgg...!"
Sebuah tebasan cepat tanpa ampun melintas di lehernya, seketika itu juga, mahluk itu merasakan dunia terasa berputar putar.
Sebelum kemudian menjadi gelap, tidak terlihat apapun lagi.
Dengan tewas nya mahluk itu di tangan Yu Ming, gunung berapi ketiga pun mengeluarkan suara ledakan dahsyat.
"Boooommm...!"
"Brakkkk...!!"
"Wussssh..!"
Sebelum akhirnya runtuh rata dengan tanah.
Setelah gunung ketiga juga runtuh menimbulkan suara hiruk pikuk di tempat itu.
Yu Ming sendiri sudah kembali melayang keatas udara, dia menyaksikan bencana alam di bawah sana, yang diakibatkan oleh pertempuran nya melawan ketiga siluman tersebut.
Dengan tatapan mata sedikit menyesal.
Beberapa saat berlalu, bencana itu semakin meluas, hingga tanah pada merekah.
Tiba tiba dari bawah tanah, muncul sebuah cangkang besar.
Semakin lama cangkang itu semakin terlihat jelas, memaksa keluar dari dalam tanah.
Hingga akhirnya terlihat seekor kura kura raksasa, dengan seekor ular melilit di atas punggungnya.
Dua mahluk garang itu, begitu keluar dari dalam retakan tanah.
Mereka langsung mengeluarkan suara raungan garang, yang menggetarkan seluruh tempat tersebut.
Dibelakang mereka, perlahan lahan muncul sebuah gundukan tanah, yang semakin lama semakin tinggi dan membesar dan terus membesar.
__ADS_1
Hingga akhirnya membentuk sebuah gunung raksasa, yang melebih tinggi ketiga gunung api sebelumnya.
Sosok kura kura dan ular, menatap kearah Yu Ming, yang sedang melayang di udara dengan penuh dendam dan kebencian.
"Anak muda kurang ajar,..!!"
"Kamu telah menganggu tapa kami selama puluhan ribu tahun, dengan membunuh ketiga adik kami yang berjaga di tempat ini..!"
"Kamu harus membayar akibatnya.."
tegur kura kura raksasa itu penuh kemarahan.
Yu Ming tentunya tidak berani meremehkan kekuatan kedua mahluk yang baru muncul itu.
Dia segera menghimpun hawa dewa mengisi tubuhnya, bersiap dengan pedang Xuan Yuan di tangan, untuk menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.
Kura kura hitam raksasa tidak bisa terbang mengejar kearah Yu Ming.
Jadi dia membentangkan mulutnya lebar lebar, menghisap Yu Ming mendekat kearahnya.
Sedangkan ular emas yang melingkar di punggung kura kura itu, bersiap melepaskan serangan bisa ular nya, yang bisa membuat lawan berubah menjadi genangan darah.
Sedotan yang memilki kekuatan magis yang super dahsyat, melebihi kekuatan gabungan sepuluh angin puyuh.
Membuat Yu Ming yang bertahan mati matian, untuk tetap melayang di udara.
Sedikit demi sedikit, terhisap mendekat kearah moncong kura kura hitam, yang terbuka lebar.
Moncong kura kura hitam, yang terbuka lebar memancarkan lingkaran lingkaran cahaya hitam, yang mengeluarkan kekuatan daya hisap magis, yang sangat kuat.
Yu Ming berulang kali membentuk mudra dan segel, untuk menahan tubuhnya, agar tidak sampai terhisap kedalam mulut kura kura hitam itu.
Tapi usaha Yu Ming selalu mengalami kegagalan, tubuhnya tetap saja terhisap mendekat, kearah moncong kura kura raksasa' yang sedang terbuka lebar.
Pedang Xuan Yuan di bawah kontrol jarak jauh lewat ujung jari telunjuk dan tengah Yu Ming.
Diarahkan untuk menyerang kura kura hitam di bawah sana.
Melihat pedang Xuan Yuan berseliweran datang menyerang.
Ular emas di punggung kura kura hitam, memilih menghindar dengan menyembunyikan tubuhnya melingkar di bawah tubuh kura kura hitam itu.
"Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Trangggg..!" Trangggg..!"
Pedang Xuan Yuan berdentangan, saat beradu dengan cangkang kura-kura hitam, yang sangat keras.
Bunga api berpijar pijar, tapi cangkang kura-kura itu benar benar sangat kuat.
Bagaimana pun kuatnya pedang Xuan Yuan di bawa Yu Ming untuk menyerang, tetap saja selalu berhasil di tahan dan di pentalkan kembali oleh cangkang kura kura itu.
Sedangkan Yu Ming sendiri, posisinya terus terhisap semakin mendekati moncong kura kura hitam, yang sedang terpentang lebar.
Yu Ming mencoba mengarahkan pedang Xuan Yuan nya, mengincar sepasang mata dan kepala kura kura itu.
__ADS_1
Tapi dengan cerdiknya, kura kura itu menarik kepala nya berlindung di dalam cangkangnya.
Melihat hal itu, Yu Ming kembali merubah arah serangan pedang jarak jauhnya, mencoba menebas 4 kaki kokoh kura kura hitam itu.
Yu Ming mencoba melumpuhkan ke empat kaki kura kura raksasa' itu
"Trangggg...!"
"Sraaat...!"
"Trangggg...!"
"Sraaat...!"
"Trangggg...!"
"Sraaat...!"
"Trangggg...!"
"Sraaat...!"
Meski keempat kaki itu sangat kokoh dan kuat, tidak mudah ditembus.
Tapi Pedang Xuan Yuan yang sangat tajam, berhasil memberinya goresan luka berdarah di sana sini.
Meski belum mampu memotongnya, setidaknya luka luka ini cukup menganggu pergerakan kura kura raksasa itu.
Sebagai akibatnya, kura kura itu benar benar harus menarik dan menyimpan keempat kakinya kedalam cangkang.
Dia berlindung dengan kerasnya cangkang.
Tapi dengan kura kura itu menyimpan keempat kakinya kedalam cangkang.
Tentu saja bagian bawah tubuhnya jadi menindih kuat kearah tubuh ular emas, yang sempat berlindung di bawahnya.
Ular emas yang tidak nyaman di tindih oleh kura kura besar itu, akhirnya dia memilih menggeliat melepaskan diri.
Terbang keudara menyerang Yu Ming dengan semburan bisa ular nya.
Serangan bisa ular emas, membuat posisi Yu Ming, semakin tertekan dan berada pada posisi yang kurang baik.
Yu Ming terpaksa membentuk perisai segel lingkaran cahaya, untuk menangkis serangan bisa ular emas.
Dia sulit bergerak menghindar, karena pergerakannya tertahan oleh hisapan kuat kura kura hitam, yang masih belum juga menghentikan aksinya,
Dia masih terus berusaha menghisap Yu Ming masuk kedalam mulutnya.
Dengan perlindungan tameng itu, setidaknya untuk sementara waktu, Yu Ming masih berhasil menghalau semburan bisa ular emas.
Tapi ular emas itu terus bergerak lincah, memutari seluruh tubuh Yu Ming, berusaha mencari peluang untuk melumpuhkan nya, dengan semburan bisa ular nya.
Yu Ming harus memindahkan tameng cahayanya mengikuti kemanapun ular emas itu bergerak.
Hal Itu sangat merepotkan, tapi Yu Ming tidak punya pilihan lain, selain melakoninya.
Yu Ming sambil menangkis, kini dia mengarahkan pedang Xuan Yuan membantunya menyerang ular emas.
Tapi sejauh ini ular emas selalu berhasil melejit kesana kemari, menghindari serangan pedang Yu Ming.
__ADS_1
Ular emas itu bisa meliuk liuk lincah di udara menghindari serangan Yu Ming.
Selain itu sisik emas di tubuhnya, juga termasuk cukup kuat, tidak mudah, ingin melukai kulit dan daging ular itu, yang selalu terlindungi oleh sisik emas nya yang kuat.