LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MULAI MENYADARI


__ADS_3

Hua Sien Ku sesaat terbelalak kaget, berdiri diam di tempat.


Saat melihat Batu Kristal Es Abadi yang di bawakan oleh Yu Ming untuk nya.


Melihat jasad suaminya terkurung di dalam sana, masih utuh.


Hua Sien Ku sampai melupakan kehadiran Yu Ming di sana.


Dia terlalu larut dalam kesedihan dan penyesalan nya, yang terpendam selama belasan tahun ini.


"Ahhh suami ku..! suami ku..!"


Teriak Hua Sien Ku langsung jatuh berlutut dan menangis sedih, sambil memeluk jasad suaminya, yang kini di segel dalam Batu Kristal Es Abadi.


"Maafkan aku..! maafkan Hua er suami ku.."


"Bila bukan karena Hua er, kamu tidak mungkin jadi seperti ini.."


"Maafkan Hua er yang terkadang sering berpikir dan menduga jelek, Hua Er bahkan sering berpikir, kamu sudah melupakan kami ibu dan anak, yang di buang di tempat ini.."


"Hu..hu...hu..hu..!"


"Maaf..maafkan aku..sayang.."


"Maafkan aku.."


Ucap Hua Sien Ku sambil menangis sedih.


Saking sedihnya akhirnya Hua Sien Ku jatuh tidak sadarkan diri di sebelah Batu Kristal Es Abadi, yang membungkus suaminya.


Pingsannya Hua Sien Ku segera membuat Yu Ming kaget.


Yu Ming yang dari tadi hanya terlihat berlutut diam disana, kini dia buru buru maju memeluk tubuh bibi nya, yang lemas lunglai kedalam pelukannya.


"Bibi..! bibi..! bangunlah..!"


Setelah memanggil beberapa kali, tidak ada suara menyahut.


Pipinya ditepuk tepuk juga tetap saja tidak ada respon nya.


Yu Ming buru buru memasukkan lagi Batu Kristal Es Abadi kedalam gelang penyimpanan nya.


Kemudian dia menggendong tubuh bibi nya, bermaksud membawanya masuk kedalam pondok.


Tapi baru saja dia bangkit berdiri sambil memondong tubuh bibinya.


Yu Ming mendengar suara teguran lembut dan merdu, sama persis dengan suara orang yang bersenandung di tepi kolam tadi.


"Siapa kamu..!?"


"Apa yang kamu lakukan pada ibu ku..!?"


Ucap suara itu penuh nada teguran.


Yu Ming kini sadar, pasti gadis yang di lihatnya di tepi kolam itu, adalah saudara misannya sendiri.


Putri dari bibi nya dengan Raja Iblis Che You.


Perlahan lahan dengan senyum agak canggung dan malu, Yu Ming memutar tubuhnya menghadap kearah belakang.


Tanpa berani bertatapan mata kearah gadis itu, Yu Ming dengan kepala tertunduk.


Mata tertuju kearah ujung sepatu gadis itu, dia berkata singkat..


"Bibi pingsan,.."


"Aku ingin membawanya kedalam"

__ADS_1


"Untuk di bantu proses kesadarannya.."


"Aku tidak punya maksud lain,.."


"Dia ini bibi ku, percayalah.."


Ucap Yu Ming gugup.


Dia tidak menyadari gadis didepannya itu, sedang menutupi mulutnya sendiri menahan suara tawanya.


"Yu Ming ke ke kamu kenapa..?"


"Kenapa begitu beda..?"


Ucap gadis itu sambil menahan suara tawanya.


Mendengar panggilan akrab itu, suara itu.


Yu Ming segera menyadari ada yang tidak beres.


Tadi suara itu jelas begitu merdu, sama persis dengan suara gadis cantik, di tepi kolam yang dia lihat sebelumnya.


Tapi mengapa kini tiba tiba jadi suara si Niang Niang Ciang, Siau Sien Ce sahabat baiknya itu..


Tapi Siau Sien Ce bukannya ada di langit tingkat ke 9, kenapa bisa ada di sini.?


Tanya Yu Ming dalam hati dengan bingung.


"Ahh jangan jangan Siau Sien Ce kepincut kecantikan sepupuku, jadi ikut menetap di sini..


Tapi itu tidak benar, ujung sepatunya disini cuma ada satu.


Lagi lagi Yu Ming membantahnya dalam hati.


"Yu Ming ke ke,..!"


"Malah kasak kusuk sendiri, seperti orang Linglung saja.."


"Apa kamu jadi bodoh, setelah di tunangkan..?"


"Hi..hi..hi..hi..!"


Ucap Siau Sien Ce, yang sudah tidak bisa menahan suara tawa merdunya.


Kini Yu Ming sudah tidak bisa menahan diri lagi, dia segera mengangkat kepalanya.


Untuk melihat dan memastikan siapa saja, yang berada di hadapannya itu.


Segera yang muncul dihadapannya hanyalah gadis cantik, yang membuat hidungnya mimisan itu.


Tanpa sadar sepasang mata Yu Ming dari wajah beralih ke leher, hingga menurun ke sepasang bukit indah itu.


Dia sesaat terdiam di sana.


Gerakan mata Yu Ming, tentu saja mengundang rasa tidak nyaman gadis itu.


Dia seolah olah merasakan, bagian sensitifnya, sedang di digerayangi oleh sepasang mata Yu Ming yang nakal.


"Hei Yu Ming ke ke, kamu kenapa berubah jadi kurang ajar !? tidak sopan dan cabul.!?"


Tegur gadis cantik itu sambil berkacak pinggang dan sedang melotot kearah Yu Ming.


"Maaf..maaf..Siau Sien Ce, aku tidak sengaja.."


"Maaf eh bukan..eh.. siapa ya..?"


"Ehh ..ohh ya sepupuku..!"

__ADS_1


"Maaf..maaf.."


Ucap Yu Ming gugup dan malu.


Jalan pikirannya ketebak, dia benar benar malu, tidak punya muka lagi.


Seluruh wajah Yu Ming terlihat merah padam.


Melihat hal itu, Siau Sien Ce yang tadinya mau marah, menjadi tidak jadi.


Dia malah kembali menutupi mulutnya sendiri, menahan senyum, melihat tingkah laku Yu Ming.


"Yu Ming ke ke, kamu mengapa berubah jadi bodoh dan memalukan seperti ini sih..?"


"Tahu enggak, tingkah kakak saat ini, malah terlihat jauh lebih konyol dari Yu Lek.."


Ucap Siau Sien Ce sambil menahan senyum.


Mendengar suara Siau Sien Ce lagi, Yu Ming kini mulai paham.


Dia mencoba mengaitkan dengan bayangan, saat dia sedang mengobati Siau Sien Ce tempo hari.


Dia segera paham, sebenarnya Siau Sien Ce adalah seorang gadis.


Pantas saja selama ini, dia suka berlaku aneh, mirip seorang Niang Niang Ciang..


Dan itulah alasannya, kenapa dia selalu berpakaian tebal, bahkan membalut dadanya, dengan kain berlapis lapis dan mengenakan penutup dada orok.


Semuanya kini terjawab sudah, keanehan Siau Sien Ce temannya itu.


Siau Sien Ce adalah seorang gadis menyamar jadi pria, Siau Sien Ce Menggunakan topeng kulit pria khusus, yang ada kumis tipis dan brewok tipis nya.


Karena buatan topeng kulit itu sangat halus, dia tidak menyadarinya.


Siau Sien Ce ini pasti adalah putri bibinya Hua Sien Ku, dengan Raja Iblis Che You.


Siau Sien Ce adalah sepupunya.


Siau Sien Ce juga adalah orang yang sama dengan gadis cantik, yang membuatnya mimisan itu.


Akhirnya Yu Ming berhasil merangkai semua nya di dalam otak.


Begitu menyadarinya, Yu Ming segera berkata,


"Ahhh kurang ajar,!"


"Ternyata kamu si Niang Niang Ciang itu.."


"Selama ini kamu pura pura bodoh dan gila, khusus untuk menipu ku..'


"Sungguh kelewatan kamu.."


"Tapi ya sudahlah, demi memandang wajah ibu mu, bibi ku ini.."


"Aku tidak akan buat perhitungan dengan mu.."


"Aku mau urus bibi ku dulu.."


Ucap Yu Ming cepat.


Setelah itu tanpa menunggu balasan dari Siau Sien Ce.


Dia sudah masuk kedalam pondok, meninggalkan Siau Sien Ce yang berdiri kesal di sana.


Saking kesalnya, selain membanting sebelah kakinya keatas tanah.


Dia sudah tidak tahu, apa yang harus dia lakukan untuk membalas Yu Ming.

__ADS_1


__ADS_2