LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
BERBICARA BERDUA DI TEPI TELAGA


__ADS_3

Yu Ming tidak tahan untuk tidak mencium lembut, rambut di kepala calon tunangannya, yang wangi harum semerbak.


"Meng Er rambut mu, dan tubuh mu, mengapa bisa begitu wangi ? kamu menggunakan pewangi jenis apa ? kenapa wanginya begitu menggoda.?"


Ucap Yu Ming pelan sambil menunduk untuk mencium lebih dekat kearah wajah Ping Ru Meng.


"Ihh Ming ke ke ceriwis dan nakal.."


Ucap Ping Ru Meng sambil tertawa, lalu dia bergerak menghindar dan menjauhi Yu Ming.


"Tangkap lah aku, nanti baru ku beritahu..!"


Teriak Ping Ru Meng, yang sudah berlarian menjauh sambil menertawai Yu Ming.


Yu Ming tersenyum, lalu dia bangkit dari bangku taman.


Kemudian berlari menyusul kearah Ping Ru Meng yang sedang berlarian lincah seperti seekor kijang.


Dia berlarian menyelinap diantara tanaman di taman, dan patung patung hiasan di sekitar taman.


Bila mengerahkan ilmu terbang cepatnya, tentu saja dengan mudah Yu Ming akan bisa menangkap Ping Ru Meng.


Tapi karena merasa hal itu nanti malah bikin suasana jadi tidak seru lagi.


Yu Ming akhirnya memilih tidak melakukan nya, dia lebih memilih untuk berlari mengejar secara normal.


Dan itu cukup sulit bagi Yu Ming, untuk bisa berhasil menangkap tubuh tunangannya, yang kecil langsing dan lincah.


Sehingga mereka berdua terus berkejar kejaran di antara tanaman patung di taman yang luas.


Tiba-tiba saat mereka sedang berlarian, Yu Ming memegang dadanya kemudian jatuh terguling di atas lantai taman.


Ping Ru Meng yang sedang berlarian sambil tertawa, seketika berhenti tertawa nya.


Dia melihat kearah Yu Ming dengan kaget.


"Ming ke ke kamu kenapa..!?"


Teriak Ping Ru Meng kaget dari kejauhan sana.


Melihat Yu Ming diam tidak bergerak, juga tidak menyahutnya.


Secepat kilat, Ping Ru Meng langsung melesat kembali ke sisi Yu Ming.


Dia langsung duduk bersimpuh di sebelah Yu Ming, dengan wajah cemas dan takut.


Dia menarik Yu Ming kedalam pelukannya dan berkata,


"Ming ke ke kamu kenapa..?"


"Apa yang kamu rasakan..? apa kamu terluka, karena pertarungan saat ujian tadi..?"


"Ming ke ke jawab aku,..! bangunlah..! jangan menakuti ku .!"

__ADS_1


Ucap Ping Ru Meng, yang terlihat semakin cemas, dia berusaha menepuk nepuk pipi Yu Ming yang terasa dingin dan kaku.


"Ahh tidak..! Jangan ..jangan..Ming ke ke, kamu tidak boleh pergi tinggalkan Ru Meng..!"


"Jangan..! Jangan..! Ru Meng gak mau..!"


Jerit Ru Meng semakin panik dengan wajah semakin pucat, air mata pun mulai terlihat meleleh.


Orang orang mulai berkumpul, untuk melihat apa yang terjadi, tapi tidak ada yang berani mendekat, ataupun datang membantu tanpa di minta.


Karena mereka mengenali Ru Meng sebagai putri tunggal raja mereka.


Mereka takut menyalahi nya, bila mendekat tanpa di minta.


"Hu..hu..hu..! Ming ke ke jangan..! jangan mati..! Jangan tinggalkan Ru Meng..!"


"Maafkan Ru Meng,..! Ru Meng janji akan menuruti apapun maunya Ming ke ke..!"


"Asalkan Ming Ke ke bangun lagi.."


Ucap Ping Ru Meng sambil menangis dan menciumi wajah Yu Ming dengan sedih.


Tiba-tiba Yu Ming membuka sebelah matanya, dia tersenyum nakal dan berkata,


"Sekarang tertangkap, !"


"Kanu yang bilang boleh minta apa saja ,asal bangun lagi.."


Ucap Yu Ming sambil memegangi belakang leher dan kepala Ping Ru Meng.


Menariknya kebawah, lalu mendaratkan ciuman lembut di bibir Ping Ru Meng yang ranum merah menggoda.


Ping Ru Meng sesaat hanya terbelalak kaget, tidak mampu menolaknya.


Baru setelah sadar dengan wajah merah padam, karena malu, dia coba meronta ingin melepaskan diri.


Tapi Yu Ming tidak memberinya kesempatan melepaskan diri.


Akhirnya dia pasrah tidak meronta lagi, dia ikut memejamkan sepasang matanya, menikmati ciuman lembut pria, yang telah merebut segenap perasaan nya.


Beberapa saat kemudian saat nafas kedua nya mulai memburu,. karena ciuman panjang yang Yu Ming lakukan.


Yu Ming akhirnya melepaskan ciumannya dan berkata,


"Meng Er aku mencintaimu.."


Ping Ru Meng menatap sepasang mata Yu Ming dalam dalam, seolah olah ingin mencari kebenaran dari ucapan tersebut.


Sesaat setelah mereka berdua saling bertatapan mesra, Ping Ru Meng pun berbisik pelan.


"Aku juga sangat mencintai Ming ke ke.."


"Tapi Ming ke ke jahat curang dan memalukan.."

__ADS_1


"Meng Er tidak akan perdulikan Ming ke ke lagi.."


Ucap Ping Ru Meng, lalu dia melepaskan diri dari pelukan Yu Ming.


Dia berlari sambil menutupi wajahnya dengan sepasang tangan nya.


Karena malu telah menjadi pusat perhatian di taman yang ramai pengunjung.


Ping Ru Meng terus berlari menembus kerumunan, yang segera bergerak mundur memberi jalan saat dia berlari lewat.


Yu Ming sambil tersenyum puas, tanpa berkata apa-apa, dia terus berlari mengikuti Ping Ru Meng dari arah belakang.


Ping Ru Meng terus berlari meninggalkan kota, menuju hutan Pohon pinus


Yu Ming terus mengikutinya dari belakang, Ping Ru Meng baru berhenti berlari.


Saat tiba di sebuah telaga berair jernih, yang airnya bersumber dari undakan undakan dataran, dengan beberapa bagian terlihat masih ada bekuan es menggantung di undakan tersebut.


Undakan yang mirip anak tangga yang di aliri oleh air es membeku, menjadi sumber asal datangnya air di telaga yang sangat jernih tersebut


Pepohonan Pinus lebat yang mengelilingi telaga itu, dengan berbagai bebatuan besar menonjol di bagian tengah, dan tepi telaga, membuat tempat tersebut terlihat semakin menakjubkan.


Ping Ru Meng berdiri diam, menghadap kearah telaga, angin lembut yang berasal dari pohon pinus di sekitar sana.


Membuat rambut dan pakaian Ping Ru Meng, terlihat berkibaran.


Sehingga dari belakang sana, dia terlihat seperti sebuah lukisan Dewi kahyangan, yang sangat sempurna.


Yu Ming sesaat berdiri diam di belakangnya,. menatap nya dengan penuh kagum.


Dia jadi tidak ingin cepat cepat mendekati Ping Ru Meng, dia tidak mau merusak pemandangan yang sangat menakjubkan itu.


Baru setelah Ping Ru Meng buka suara, Yu Ming pun tersadar dari kekaguman nya atas pemandangan di hadapannya.


"Ming ke ke,..! apa yang sedang Ming Ke ke lihat dan pikirkan dari belakang sana ?"


Tanya suara Ping Ru Meng merdu.


Yu Ming buru buru maju menghampiri Ping Ru Meng,.dia ikut berdiri di sebelah Ping Ru Meng, dan berkata,


"Maafkan candaan ku, yang agak sedikit kelewatan tadi adik Meng.."


Ping Ru Meng melirik kearah Yu Ming, yang sedang menatap kearah nya dengan wajah penuh sesal.


Sesaat kemudian, dia pun tersenyum dan berkata,


"Tidak apa apa Ming ke ke, aku tidak benar benar marah pada mu.."


"Aku hanya.."


Dia tidak melanjutkan kata-katanya, melainkan menarik tangan Yu Ming, diletakkan di bahunya.


Lalu lengannya yang putih kecil, dia lingkarkan di pinggang nya Yu Ming, sambil menyandarkan kepalanya di dada Yu Ming, yang kekar.

__ADS_1


__ADS_2