LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT

LEGENDA PUTRA KAISAR LANGIT
MENGUNJUNGI YU MING


__ADS_3

Ping Ru Meng saat keluar dari dalam kuil, dia kembali menjura penuh hormat ke 18 Luo Han yang berdiri di kiri kanan undakan tangga.


Setelah memberi hormat dengan tulus, Ping Ru Meng baru melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat tersebut.


Langsung menuju halaman depan di mana Singa salju sedang duduk diam menunggunya di sana.


Saat tiba di halaman depan Ping Ru Meng kembali memberi hormat pada 4 biksu muda penjaga pintu dan berkata,


"Biksu sekalian bila Ping Ru Meng sebelumnya ada perbuatan menyinggung, di sini Ping Ru Meng memohon maaf yang sebesar-besarnya.."


Keempat biksu muda itu balas menjura dan berkata,


"Nona Ping tidak perlu sungkan, silahkan saja.."


Ping Ru Meng setelah memberi hormat kearah mereka,.dia langsung melompat keatas punggung tunggangan nya.


Sambil melambaikan tangannya kearah mereka berempat, Ping Ru Meng segera meninggalkan tempat itu mengikuti Singa Salju, yang membawanya terbang meninggalkan tempat tersebut.


"Tuan putri, kita kemana sekarang..?"


"Mampirlah ke Utara sebentar, aku ingin menjenguk suami ku.."


Ucap Ping Ru Meng lembut.


Singa salju mengangguk, lalu dia segera terbang cepat menuju Utara.


Tidak butuh waktu lama, akhirnya Ping Ru Meng dan singa salju nya, berhasil tiba di daerah Utara yang selalu di selimuti oleh hujan salju yang dingin.


Di dalam suasana cuaca yang dingin membekukan tulang, terlihat singa salju terbang berputaran di udara.


Mengelilingi area di mana, semua orang hukuman sedang bekerja keras membangun tembok dan istana di daerah tersebut.


Ping Ru Meng terus memperhatikan dan mencari cari keberadaan suaminya.


Setelah berputar-putar puluhan kali, di seluruh area orang orang hukuman sedang bekerja .


Ping Ru Meng akhirnya menemukan seorang pemuda kurus hitam dengan pakaian lusuh.


Sedang mendorong sebuah kereta bermuatan kayu bakar dan beberapa Tong besar berisi air bersih.


Pria itu terlihat beberapa kali terpeleset oleh jalanan yang licin dan agak sedikit menanjak.


Tidak ada yang membantunya, tapi pria itu tidak menyerah, dia terus berusaha selangkah demi selangkah hingga akhirnya berhasil sampai di tempat tujuannya.


Ping Ru Meng segera mengenali, pria itu adalah suaminya.


Suaminya yang telah melewati acara sembahyang langit dan bumi, hanya saja mereka belum menjadi suami istri dalam artian seutuhnya.


Baru secara formalitas saja.


Meski Yi Ming banyak berubah, tidak lagi sama seperti Yu Ming nya yang dulu.


Dia tetap masih bisa mengenalinya.


Ketika Ping Ru Meng memutuskan ingin turun kebawah menemui Yu Ming.


Melihat seorang gadis cantik lainnya yang di kawal oleh sepasukan prajurit langit dan seorang dayang mengikuti di sampingnya.

__ADS_1


Rombongan kecil tersebut sedang menghampiri Yu Ming.


Ping Ru Meng membatalkan rencana nya, dia membiarkan singa salju terus berputaran di atas sana sambil terus mengamati dan mendengarkan perbincangan di bawah sana.


"Yu Ming ke ke aku datang.."


"Bagaimana keadaan mu ? aku sudah meminta petugas pengawas untuk memindahkan mu ke bagian dapur.. bagaimana?"


"Apa di sini lebih nyaman ? apa masih ada yang menindas mu..?"


Tanya gadis yang baru tiba itu dengan suara ceria.


Yu Ming tidak terlalu menanggapinya, dia terlihat sibuk memindahkan tumpukan kayu kering kedalam ruangan dapur.


"Yu Ming ke ke mengapa diam saja ?"


"Mengapa tidak menjawab ku.?"


Yu Ming ke ke kamu marah ya sama Sien er..?"


"Apa Sien er ada melakukan hal yang salah dan membuat mu marah..?"


"Sien er minta maaf ya..?"


Ucap Hua Sien Ce sambil terus mengikuti dan berbicara tanpa berhenti di samping Yu Ming.


Yu Ming akhirnya menghentikan kegiatannya, setelah dia menyelesaikan tugasnya memindahkan kayu kering kedalam ruangan penyimpanan di dapur.


Yu Ming menatap Hua Sien Ce lekat lekat dan berkata,


"Aku di sini sedang menjalani hukuman ku, menebus dosa ku.."


"Tidak ada yang menindas ku, semua terjadi hanya karena karma masa lalu ku saja.."


"Mengapa kamu tidak dengarkan aku, agar mengurangi datang ketempat ini..?"


Ucap Yu Ming kemudian sedikit mendorong Hua Sien Ce ke pinggir.


Lalu dia melanjutkan pekerjaannya yang lebih berat.


Memindahkan Tong Tong besar berisi air turun dari kereta dorongnya.


Sambil bekerja memindahkan Tong air, Yu Ming kembali berkata,


"Jangan lagi ikut campur dengan urusan ku di sini.."


"Kamu jangan lagi keras Kepala.."


"Tindakan mu ini akan semakin memperumit situasi."


"Kamu harus sadar, tindakan mu ini akan merusak nama baik mu, membawa celah agar musuh bisa menyalahkan mu.."


"Anggaplah kakak mohon pada mu, jangan lagi menambah kekhawatiran kakak untuk mu.."


"Jangan pernah datang kemari dan mencampuri situasi di sini.."


"Terutama di saat jam kerja begini.."

__ADS_1


Ucap Yu Ming menghentikan pekerjaannya sejenak dengan nafas memburu.


Setelah menghapus keringat yang membasahi wajahnya dengan lengan baju.


Dia kembali melanjutkan pekerjaan nya tanpa banyak bicara lagi.


Hua Sien Ce berdiri terpaku di sana dengan airmata bercucuran.


Dia tidak tahu mau berkata apa, tadi dia berpura pura ceria.


Tapi kini setelah melihat keadaan Yu Ming dan ucapan Yu Ming yang masih saja selalu memprioritaskan kepentingan nya.


Dia sudah tidak dapat menahan diri nya, untuk menitikkan air matanya.


Setelah beberapa saat terdiam, Hua Sien Ce akhirnya maju memeluk Yu Ming dari belakang.


Yu Ming berusaha ingin melepaskan diri dari pelukan Hua Sien Ce .


Tapi Hua Sien Ce tidak bersedia melepaskan pelukannya.


"Yu Ming ke ke,.. biarkan aku memeluk mu sejenak.."


"Jangan menolaknya.."


"Setelah ini aku berjanji, tidak akan datang menganggu dan membuat mu khawatir lagi.."


Ucap Hua Sien Ce dengan airmata bercucuran, membasahi punggung Yu Ming.


Yu Ming seketika terdiam, dia memejamkan sepasang matanya yang juga ikut basah.


Terbawa oleh suasana yang di tularkan oleh Hua Sien Ce untuk nya.


Hua Sien Ce sambil terisak berkata,


"Yu Ming ke ke,.. kamu dengarlah baik baik.."


"Aku mendengarkan mu, bukan karena aku takut dengan siapa pun.."


"Bukan karena aku takut menderita dan takut di celakai oleh siapa pun.."


"Aku tidak perduli dengan status ku, maupun status mu,.."


"Aku selamanya tetap adalah Hua Sien Ce yang sama dengan Hua Sien Ce yang pernah kamu kenal dulu..'


"Aku menuruti mu, mendengarkan mu, karena aku terlalu menghargai mu, menyayangi mu.."


"Yu Ming ke ke harus tahu itu, aku sangat sangat mencintai mu.."


"Dan untuk yang satu itu selamanya tidak akan pernah berubah apapun situasinya tidak akan pernah berubah.."


"Jaga diri mu.."


Ucap Hua Sien Ce sambil melepaskan pelukannya, setelah itu sambil menutupi mulutnya sendiri.


Gadis itu berlari meninggalkan tempat itu dengan wajah basah airmata.


Rombongan kecil yang mengikutinya, segera berlari menyusulnya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2